Quennevia

Quennevia
Terbangun




4 tahun kemudian.



Di jantung hutan itu, seorang wanita cantik tengah termenung, sambil melihat kearah kolam kecil di depannya dimana seorang gadis tertidur di sana. Gadis di dalam kolam itu adalah putri tersayang nya Quennevia, dengan begitu sudah pasti wanita yang tengah termenung itu adalah Misika.


Sejak 3 tahun lalu saat ia bangkit kembali di tubuhnya, ketika usaha Everon dan Mice tidak sia-sia. Ia selalu datang ke sana untuk melihat keadaan putrinya, masih belum ada tanda-tanda dia akan bangun tapi ia masih setia menunggu nya.



Sambil duduk di depan air terjun kecil yang di buat para peri di sana, bersama Yue yang duduk di samping nya, ia sama sekali tidak bergerak dari tempatnya memperhatikan putrinya itu.


" Nyonya, kapan Master akan bangun??. " tanya Yue kepada Misika, selama ini hanya itulah yang ia tanyakan kepada Misika ataupun yang lainnya.


" Entahlah, aku yakin dia akan bangun tidak akan lama lagi. " sahut Misika.


" Tapi ini sudah 4 tahun, Tuan Mice bilang paling lama seseorang akan tidur di sana selama 3 tahun. " ucap Yue.


" Hm... Aku juga tidak mengerti, tapi mungkin ada alasan lain kenapa Quennevia belum juga bangun. " jawab Misika pula.


Yue hanya bisa bersabar, dia tidak bisa terlalu memaksa karena Quennevia tidak bisa dibangunkan jika tidak bangun sendiri.


Srakk... Srakk....


Misika merasakan ada kehadiran orang lain di wilayah nya, orang-orang yang sama sekali tidak ia undang ke tempat itu. Dan seperti nya mereka ada di dekatnya, bahkan Yue pun juga bisa mencium bau mereka.


Wusshhh......


" Hohoho... Lihat ini, kita menemukan seorang wanita cantik dan rubah langka. " ucap orang yang menerobos itu, dia adalah ketua dari orang-orang itu.


" Hahaha... Bos, kita benar-benar untung sekarang. " ucap salah satu anak buahnya.


" Benar, bos. Jika kita bisa menangkap dan menjualnya kita akan jadi kaya. " ucap anak buahnya yang lain.


Orang-orang dari tampangnya saja mereka sama sekali tidak bersahabat, sudah pasti mereka berniat jahat di sana. Apalagi mereka membawa banyak senjata di tangan mereka, itu menbuat mereka terlihat seperti mau pergi berperang.


" Apa keperluan kalian di sini??. " tanya Misika kepada orang-orang itu.


" Wanita cantik, bagaimana jika ikut dengan kami. Dari pada kau tinggal di hutan ini sendirian, kami bisa memberimu apapun yang kau mau. " ucap salah satu dari mereka.


" Kalian tidak punya hak memerintah ku. " sahut Misika.


" Hei, Hei, jangan kasar begitu. " ucap satu lagi dari mereka yang mencoba mendekati Misika, " Oh, bos. Disini ada wanita lainnya, dia kelihatan nya masih remaja. " ucap orang itu lagi.


" Hoo... Kau benar, tapi kenapa dia tidur di sini, ya?? Seperti nya dia bukan orang biasa. " ucap bos mereka.


Orang itu sempat ingin mencoba menarik Quennevia dari dalam sana, namun Yue langsung melompat dan menggigit tangan orang itu.


" Akh, dasar rubah sialan!. " umpat orang itu sambil menghempaskan Yue.


Misika pun juga langsung menyerang mereka dengan air yang ia kendalikan. " Jangan sentuh putriku!. " ucap nya dengan dingin, Yue pun juga jadi agresif dan memperbesar tubuhnya, sambil menggeram kepala orang-orang itu.


Karena serangan itu otomatis mereka pun mundur kembali ke tempat mereka. " Hohoho.... Jadi dia itu putrimu, ya. " ucap bos mereka.


" Dari mana kalian mendapat izin untuk masuk ke mari, manusia seperti kalian tidak diizinkan masuk ke mari??. " tanya Misika dingin.


" Haha... Semuanya berkat peri kecil ini. " ucap bos orang-orang itu.


Orang itu menunjukkan peri yang ada di tangannya, peri itu terluka dan sangat lemah saat ini, sudah pasti dia mengalami hal buruk sebelum digunakan oleh orang-orang itu. Para peri yang ada di sana pun juga jadi berkumpul dengan sangat khawatir kepada peri itu.


" Nyonya... Maafkan aku. " ucap peri itu dengan sangat lemah, lalu kemudian tidak sadarkan diri.


Yue pun kembali menyerang mereka, hingga orang itu juga melepaskan peri yang ia pegang. Yue pun langsung menangkap peri itu menggunakan ekor nya dan ia kembali kearah Misika serta menyerahkan peri itu kepada nya.


Misika menerima peri itu dengan lembut, kemudian ia menyembuhkan semua luka nya dan mengembalikan nya kepada para peri yang lain. Para peri itu pun akhirnya membawa peri yang tadi terluka itu pergi dari sana. Misika sendiri benar-benar marah, apalagi saat melihat luka peri tadi.


" Manusia... Beraninya kau!. " geram Misika dengan sangat marah, membuat aura menekan nya jadi sangat besar.


" Oho... Kekuatan yang sangat besar, kalau begitu bagaimana jika kau terima ini. " ucap orang itu, sambil mengeluarkan sebuah rantai yang ia arahkan kepada Misika.


Dari rantai itu juga Misika merasakan suatu kekuatan yang tidak asing baginya, dan terasa sangat berbahaya. Jika saja rantai itu mengenai nya entah apa yang akan terjadi, ia sudah bersiap-siap untuk menahannya.


Tapi sebelum rantai itu mengenai Misika, rantai itu terpental dan berbalik kembali kearah orang yang melemparkan nya. Mereka terheran-heran mengapa itu bisa terjadi, padahal Misika sama sekali tidak melakukan apa-apa.


Sampai seseorang bicara disana..


" Aku merasa ada seorang peri yang memanggil ku, tidak kusangka kalau ada manusia lain yang menerobos masuk ke mari. " ucap Azel dari atas sana, ia baru saja datang ke sana karena merasakan ada masalah.


Azel adalah pemimpin dari mereka yang tinggal di langit, termasuk para peri. Jadi wajar saja jika dia harus datang ketika rakyatnya mendapatkan masalah.


" Bagaimana pun juga para peri adalah bagian dari keluarga ku, manusia kau sudah kelewatan. " ucapnya pula dengan sangat marah.


" Hahahha... Memangnya kenapa? Tidak peduli seberapa banyak kalian kami akan menghadapi kalian. " ucap salah satu dari mereka dengan angkuh.


" Kalau begitu matilah. " ucap Azel dingin.


Ia mengepakkan sayapnya kearah mereka untuk menyerang, dan beberapa di antara mereka juga menghalang serangan itu, hingga kekuatan mereka bertubrukan di sana. Mereka cukup kuat juga karena bisa menahan serangan dari Azel, tapi jika hanya itu mereka tidak akan bisa menang.


" Hmph... Lumayan. " gumam Azel, ia pun mengepakkan sayapnya lagi dan menyerang mereka kembali.


Tidak tinggal diam Yue pun juga ikut membantunya menghadapi orang-orang itu, sementara Misika menjaga dibelakang sana takut ada seseorang yang mendekati Quennevia.


" Hmm... Mereka cukup kuat juga ternyata. " batin bos mereka dengan percaya di diri.


Mereka semua tiba-tiba berhenti saat merasakan tanah disekitar mereka bergetar, sulur-sulur juga mulai mengikat orang-orang itu, tanpa siapapun tahu siapa yang melakukan nya.


" A... Apa yang terjadi??. "


" Lepaskan! "


" Kenapa ini?.. Arghh... " Begitulah teriakan bingung mereka.


Lalu tiba-tiba air di kolam tempat Quennevia berada pun menyembur ke udara, Misika, Yue dan Azel sangat terkejut sekaligus senang dengan hal itu, begitu pun dengan para peri yang ada di sana. Itu adalah waktu yang mereka tunggu selama 4 tahun ini.


" Dia akan bangun, putriku. " ucap Misika dengan sangat gembira. Dan dari dalam air yang menyembur itu, muncullah sosok Quennevia.


" Master. " panggil Yue.


" Haha... Kau sangat lama, Queen kecil. " ucap Azel pula.


Quennevia pun membuka mata nya, dan hal pertama yang ia lihat adalah hal yang tidak menyenangkan. Quennevia menyipitkan matanya karena itu, dan semua sulur yang mengikat orang-orang itu langsung melemparkan mereka kembali kebelakang bos mereka.



Si bos itu juga merasa kalau Quennevia labih berbahaya, intimidasi dari nya lebih besar dari Misika tadi. Rasanya seperti.... Sedang berhadapan dengan makhluk yang sangat amat berbahaya.


" Apa yang... Kalian lakukan disini??. " tanya Quennevia kepada orang-orang itu.