Quennevia

Quennevia
Dunia Mimpi



Sementara itu Quennevia terus bertarung dengan Beatrice, keduanya saling serang dimana tidak ada satupun dari mereka yang ingin mengalah. Quennevia jelas sekali lebih unggul dibandingkan dengan Beatrice, tapi luar biasanya Beatrice bisa bertahan selama ini dengan serangan-serangan Quennevia itu.


Trangg....


" Menyerah lah dan bayar dosa-dosamu di Neraka sana!!. " ucap Quennevia.


" Kalau begitu, kau duluan sana yang pergi ke neraka!!. " ucap Beatrice pula.


Klangg....


Beatrice hendak menyerang Quennevia lagi, namun tiba-tiba ia mendapat serangan tidak terduga dari Arkan dan juga Ryohan, saat mereka tiba-tiba ada di sana. Beatrice mungkin berhasil menghindari mereka, namun ia tidak menduga lagi kalau Niu akan muncul di belakang nya.


Duakk...


" Akhh...!! "


" Rasakan itu, hahaha... Sudah lama sekali aku ingin melakukan ini!. " ucap Niu, ia menendang Beatrice dengan cukup kuat.


Beatrice pun terdorong cukup keras, namun ia masih mempertahankan dirinya yang sedang terbang itu. Kemudian Oscar dan Meliyana pun ikut muncul menghalangi Beatrice di depan Quennevia, bahkan Yue juga ada disana. Quennevia tidak mempedulikan apa yang mereka lakukan, dan membiarkan nya saja. Karena itu sama sekali tidak mengubah perasaan marahnya kepada Beatrice.


Sementara itu disisi lain, Kagura dan Xi membantu menyalurkan energi kepada Misika, untuk tetap mempertahankan penghentian waktu diluar area pertarungan itu. Meskipun itu terdengar sangat mustahil, dimana seseorang menghentikan waktu seluruh makhluk hidup yang ada didunia dan perputaran dunia itu sendiri. Tapi memang itulah yang sedang dilakukan oleh Misika saat ini, agar dunia tidak terdampak karena kekuatan Quennevia.


Disisi lainnya pula, Lorenzo dan para kepala keluarga yang melihat kalau Oscar dan yang lainnya membantu Quennevia bertanya-tanya apa yang sebelum sedang mereka lakukan. Padahal sebelum nya mereka mencoba untuk menghentikan Quennevia, tapi sekarang mereka malah membantu nya untuk bertarung.


" Apa-apaan mereka itu, sama sekali tidak punya pendirian. " ucap Kina.


" Kau benar, mereka membingungkan. " sahut Ben.


" Hentikan mereka, jangan biarkan siapapun ikut campur. " ucap Lorenzo kepada mereka, namun ia tiba-tiba dikejutkan dengan Everon yang tiba-tiba muncul disamping nya.


" Sebaiknya kau memperhatikan sekitar mu terlebih dahulu, Nak!. " ucap Everon yang langsung mengarahkan tangannya yang kukunya memanjang itu kepada Lorenzo.


Namun hal itu berhasil dihentikan oleh Arma (kepala keluarga 1) dan Roy (kepala keluarga 6). Everon cukup terkesan karena mereka sangat tepat waktu seperti, dan bisa menahan kekuatan nya.


" Ho~.. tidak buruk juga. " ucap Everon.


Ia pun mendorong kedua orang itu menjauh dari tempat pertarungan Quennevia dan Beatrice, dengan begitu mereka juga bisa bertarung sesuka mereka.


" Mereka juga mengincar kita!. " ucap Aina.


" Itu benar. " ucap Aqua pula yang tiba-tiba muncul dari bawah tanah.


Ia pun langsung menarik kaki Aina dan Kina, dua saudara itu dibawa masuk juga kebawah tanah. Atau mungkin lebih tepatnya dibawa pergi ke tempat lain seperti yang Everon lakukan sebelum nya. Para spirit guardian yang lainnya pun juga tidak tinggal diam, Wais pergi membawa Casius dan Riraya bersamanya. Azel bertarung dengan Reeth dan Ben, Freea dengan Freon, kemudian Sica juga dilawan oleh Haika.


Kini tinggal Lorenzo seorang yang masih ada ditempatnya saat ini, sampai ia pun menoleh kesamping, dimana Yulles sudah menunggu dengan tenang disana.


" Seperti nya aku yang akan jadi lawan mu. " ucap Yulles.


" Padahal aku bermaksud untuk melihat saja. " sahut Lorenzo dengan santai.


" Mana ada orang yang melihat pertarungan musuhnya secara terang-terangan seperti mu!. " ucap Yulles pula yang langsung menyerang Lorenzo yang ada di hadapan nya.


Lorenzo tentu saja tidak mau menerima serangan itu begitu saja, jadi ia pun membalas nya. Namun kemudian ia seperti merasakan kehadiran seseorang dengan kekuatan yang sangat besar hingga rasanya tidak terhingga, sebelum Yulles membawanya pergi agak jauh dari sana


**


Disaat yang sama, setelah melihat ingatan yang dimaksud oleh Ethan. Zeze pun mulai membaca beberapa mantra dan menyiapkan dunia mimpi yang diinginkan oleh Ethan. Sementara itu Ethan dan yang masih sabar menunggu sembari memperhatikan pertarungan Quennevia dan teman-temannya dengan Beatrice.


" Apakah masih belum selesai??. " tanya Kagura.


" Dunia mimpi tidak secepat itu berhasil disiapkan, bahkan jika itu mudah menurut Zeze sekali pun. " sahut Mice.


" Iyah, aku sih memang berharap jika segera selesai. " ucap Ethan pula.


" Ya, ya. Seperti nya ramai sekali disini. " ucap seseorang pula.


Ethan dan yang ada di dekat sana pun langsung menoleh ke asal suara yang tiba-tiba muncul itu, tepat di pohon sebelah mereka.. disana mereka menemukan sosok orang yang sebelum nya tidak pernah memunculkan dirinya di depan mereka entah sudah berapa lama.



(*👆 ini kakeknya Quennevia, Ygritte)


" Anda... " ucap Ethan menggantung.


" Ayah..??. " ucap Misika pula.


" Guru... " ucap Mice.


Ygritte hanya tersenyum kepada mereka dengan santainya, padahal situasi saat ini saja masih belum terkendali, dan dia masih santai-santai saja. Sejujurnya Misika dan Mice terkejut melihat nya di tempat ini, karena yang mereka tahu dia sudah tidak pernah menampakkan dirinya sajak 150 tahun yang lalu.


" Ayah, bagaimana bisa disini??. " tanya Misika.


" Hah~.. Bagaimana ya, jika kau memakai kekuatan sebesar itu untuk menghentikan waktu seluruh dunia, bagaimana bisa aku tidak mengetahui nya. Dan Quennevia kan juga cucu ku, masa aku tidak tahu tentang apa yang terjadi kepada cucuku sendiri??. " jawab Ygritte.


" Ngomong-ngomong sudah lama kita tidak bertemu ya Ethan, apa masalah ini ada hubungannya denganmu lagi??. " ucap Ygritte, membuat yang lainnya menoleh kearah Ethan sambil bertanya-tanya, apakah dia dan Ygritte pernah bertemu sebelum nya??


Disisi lain Ethan hanya menghela nafas dengan wajah datar, " Sejujurnya jika anda ingin mendengar pendapat saya, maka saya akan bilang kalau ini salah anda. Jika ingatan saya tidak anda kunci sebelum nya semua ini tidak akan terjadi. " jawab Ethan.


" Ehh...?? Jadi ini salahku, ya. Iyah, tadinya kupikir Quennevia juga tidak akan memiliki ingatan nya, siapa yang sangka akan jadi begini. " ucap Ygritte pula, ia pun turun dari atas pohon itu dan mendekati mereka sambil menatap pertarungan Quennevia disana.


" Lagipula.. setelah ini dia juga harus melakukan apa yang harus ia lakukan kepada mu. Disaat itu kau bisa membantunya juga agar melupakan semua ini. " gumam Ygritte.


Sementara itu di depan mereka, pertarungan Quennevia dan Beatrice yang sekarang ini mulai jadi keuntungan Quennevia kembali. Meskipun begitu Quennevia tetap tidak mempedulikan teman-temannya sih, sebenarnya itu mengejutkan. Karena Beatrice bisa bertahan selama itu dengan kekuatan Sirius yang sama sekali tidak melemah bahkan setelah ia menggunakan nya selama ini.


Trangg....


" Menyerah lah, tubuhmu itu sudah tidak bisa bertahan lagi. " ucap Quennevia dingin.


" Itu juga adalah hal yang ingin ku katakan padamu. " sahut Beatrice.


Klangg...


Beatrice menghindari semua serangan Oscar dkk dengan lebih hati-hati sekarang, dan saat ada kesempatan ia memasang sebuah mantra yang langsung mengurung Quennevia didalam nya.


" Khh... Kau..!!. " ucap Quennevia.


" Dengan namaku, terbukalah gerbang menuju kehampaan, kurung lah musuhku dalam penjara mu! " Beatrice pun merapal mantra nya.


Dan lingkaran sihir yang ada di bawah tempat Quennevia terbang itu pun langsung bersinar, kurungan yang membuat Quennevia tidak bisa bergerak ataupun mengeluarkan kekuatan nya.


Quennevia menggertakkan giginya, " Kau.. Berani nya!!. " geram Quennevia.


" Unlimited space!. " ucap Beatrice pula.


Kurungan yang mengurung Quennevia pun bersinar terang, lama kelamaan kurungan itu mengecil dan akhirnya tidak tersisa apapun lagi. Quennevia menghilang dari tempat nya begitu saja, hingga membuat Oscar dan yang lainnya yang ada dibawah mereka pun mematung di tempat mereka.


" Bohong... Bagaimana.. " ucap Yuki yang sangat tidak percaya.


" Quennevia... Menghilang?!. " ucap Oscar.


Bahkan Ethan pun tidak bisa berkata-kata melihat nya, ia yakin pasti ada yang salah tapi ia tidak bisa merasakan keberadaan Quennevia dimana pun saat ini. Sementara itu Beatrice yang masih terbang diatas sana, hanya diam sambil tersenyum melihat Quennevia yang menghilang itu.


" Bagus, dengan ini... " ucap Beatrice terpotong.


" Apakah kau pikir ini akan menjadi akhir??. " tanya Quennevia pula yang tiba-tiba muncul dan memeluk leher Beatrice dari belakang.


Teman-teman Quennevia sedikit lega karena melihat Quennevia baik-baik sana, beda halnya dengan Beatrice yang sangat terkejut.


" Kenapa...??. " tanya Beatrice.


" Kenapa?? Dimana ada gerbang pasti ada jalan keluar, Beatrice. Apa kau pikir aku tidak dapat melewati satupun pintu keluar dalam ruang tak terbatas??. " tanya balik Quennevia.


" Khh.. !! " Beatrice pun memaksa untuk berbalik dan menyerang Quennevia..


Namun Quennevia berhasil menghindari nya dan sedikit menjauh dari Quennevia.


" Sudah waktunya kita mengakhiri ini, kah??. " ucap Quennevia pula.


Ia pun mengangkat satu tangannya keatas kepalanya, Quennevia mengumpulkan dan membuat sebuah bola energi berwarna hitam pekat yang sangat besar. Kekuatan yang sangat besar ia kearah untuk membuat itu, dimana jika ia mengarahkan nya kepada Beatrice.. maka bola itu akan langsung mengerahkan kekuatan yang dikumpulkan Quennevia itu kepada nya sekaligus.


" Itu adalah... " ucap Xi menggantung dengan perasaan yang sangat terkejut.


" Zeze, sebenarnya apa yang kau ajarkan kepalanya?!!. " ucap Mice pula dengan marah kepada Zeze yang masih konsentrasi ditempat nya.


Sementara itu Zeze berkeringat dingin ketika mendengar nya, dia tahu kalau dia pasti akan mendapatkan masalah jika ketahuan. Tapi apalah daya nya jika Quennevia sampai memaksa nya dengan sangat parah.


" Kau... Kau sudah gila?? Apa kau ingin menghancurkan tempat ini??. " ucap Beatrice pula agak ketakutan.


" Iyah, bahkan aku akan menghancurkan dunia ini jika perlu. " sahut Quennevia dengan santainya, " Apakah kau punya kata-kata terakhir??. " tanya Quennevia pula.


" Khh..!!. " Beatrice tidak akan bisa menahan serangan sebesar itu, ditambah Quennevia pasti juga tidak akan membiarkan nya pergi.


Dan disaat yang sama dengan hal itu...


" Persiapan selesai!. " ucap Zeze yang kemudian membuka matanya.


" Baiklah. Tuan Mice!. " sahut Ethan, yang kemudian diangguki oleh Mice.


" Tertidur lah dalam kegelapan abadi, kekuatan ku yang akan mengiringimu. Teknik kegelapan nomor 9: Dunia mimpi!. " Zeze pun mulai membuat dunia mimpi di tempat itu, hingga kekuatan nya menerangi seluruh tempat itu, membuat Quennevia dan yang lainnya yang ada di sana teralihkan perhatian nya.


Disaat yang sama Mice pun mengikat Beatrice, kemudian ia menariknya kearah lain dan mengurung nya dengan pelindung agar tidak membuat masalah lagi. Disisi lain Quennevia ia sangat terkejut dengan apa yang dilihat nya saat ini...


" Hhaa...?!!. " (Quennevia)