Quennevia

Quennevia
Pelelangan



* Di tempat pelelangan keluarga Veillarin.


Tempat itu sudah sangat ramai dengan orang-orang yang akan mengikuti pelelangan, keluarga Veillarin benar-benar sangat terkenal dengan kekayaan dan juga ke jujuran nya. Begitu banyak orang yang ingin bisa dekat dengan keluarga ini, tapi tentu saja mereka tidak akan bisa semudah itu dipercaya oleh keluarga ini.


Quennevia dan Ethan datang ke sana juga untuk mengikuti pelelangan itu, disana Oscar sudah menunggu kedatangan mereka bedua. Iya, sebenarnya Quennevia yang sudah memberitahu kan kalau mereka akan hadiran mereka di sana nantinya.


" Kau sudah menunggu lama, Oscar??. " tanya Quennevia.


" Oh, Nevia! Aku tidak mengenalimu dengan jubah hitam seperti itu." sahut Oscar pula, padahal harusnya ia sudah terbiasa karena sebelumnya Quennevia selalu memakai jubah seperti itu, ia memakai nya lagi karena tidak mau terlihat mencolok saat datang ke pelelangan itu. " Dan anda juga datang, pangeran. " ucap Oscar pula.


" Oscar, bisa kau memanggil namaku saja. Rasanya jadi agak canggung jika kau memanggilku secara formal. " ucap Ethan pula.


Harusnya ia bilang saja jika ia tidak mau di panggil Formal oleh Oscar, kenapa harus beralasan.


" Ahaha... Soal itu..." ucap Oscar ragu.


" Oh, ayolah. Bagaimana jika kau panggil namaku saja, tapi jika ada orang yang mengenali ku terserah kau mau memanggil ku apa. " Ethan bahkan sampai tawar menawar dengan Oscar.


" Haha... Baiklah, tapi tidak harus sampai segitunya kan. " sahut Oscar pula.


" Berarti jika ada salah satu dari kami memanggil mu 'Si Bodoh', kau tidak akan marah, tapi menjamin keselamatan kami jika ada yang mengenali mu. " ucap Quennevia pula ditengah perbincangan mereka.


" Ayolah, Nevia. Kau terlalu kejam jika memanggil ku seperti itu. " sahut Ethan pula.


Tapi Quennevia hanya membalasnya dengan tatapan datar, mereka pun kemudian masuk bersama dengan Oscar yang memandu mereka. Nampaknya Oscar bahkan menyediakan ruangan khusus untuk mereka, tempat yang bisa melihat luas tempat pelelangan itu dengan sangat jelas.


Juga tempat yang sangat mewah jika dibanding dengan yang biasa di bawah mereka, bahkan Oscar sampai menyediakan makanan dan minuman di sana. Dan saat mereka masuk ke ruangan itu, di sana ada.....


" Yo, kalian lama sekali. " ucap Niu yang sedang bersantai di saja.


Bahkan saking santainya dia nempak seperti gadis pemalas yang hanya duduk diam sambil tiduran seharian.


" Sepertinya kita salah masuk ruangan. " ucap Oscar pula, hendak menutup pintu itu kembali.


" Oscar bodoh, aku sudah menunggu di sini selama satu jam!!. " teriak Niu yang kesal.


" Kalau begitu bertingkah sopan lah, disini ada tamu. " sahut Oscar, ia tidak jadi menutup pintu.


" Hee.. Memangnya kenapa?? Toh, Nevia yang jadi tamu, satunya lagi hanya Ethan. Kenapa kau sangat kaku seperti itu?!. " ucap Niu pula.


" Apa kau sama sekali tidak peduli apa-apa, apa?!. " teriak Oscar pula ikutan jengkel.


Pada akhirnya mereka malah harus berdebat terlebih dahulu sebelum bisa kembali akur seperti sedia kala, sedangkan Ethan dan Quennevia sudah dari tadi duduk di tempat itu sambil memperhatikan tamu yang datang di pelelangan.


" Nampaknya pelelangan ini akan seru. " ucap Ethan kelihatan bersemangat.


" Oscar, apa kau bisa memberitahu apa barang yang di lelang sekarang?? " tanya Quennevia pula.


" Iya, beberapa diantaranya nya adalah tanaman obat yang langka, itu pasti akan menjadi bahan rebutan para alkemis. Sisanya hanya beberapa jurus bela diri, senjata, juga beberapa pil obat. " jawab Oscar.


" Aku ingin tahu apa kau punya sesuatu yang bisa membuat jiwa dan tubuh bersatu dengan sempurna. " ucap Quennevia.


Nampak itu membuat Oscar bingung, bukan hanya dia sih tapi Ethan dan Niu juga bingung kenapa Quennevia membutuhkan hal itu.


" Iya, ada sih. Sebuah pil penyatu jiwa dan tubuh, itu yang akan jadi puncak lelang kali ini. Memang nya kenapa??. " tanya Oscar dengan penasaran, diangguki yang lainnya.


" Aku menginginkan nya. " jawab Quennevia dengan santai.


" Apa?!!. " ucap mereka bertiga pula dengan sangat terkejut nya.


" Untuk apa kau membutuhkan nya?? Apa tubuh dan jiwa mu ini bermasalah??. " tanya Ethan dengan serius.


Nampaknya mereka salah paham dengan maksud Quennevia, mungkin mereka memang berpikir kalau pil itu untuk dirinya. Jika saja ia punya bahkan-bahkan untuk membuatnya ia juga tidak akan membelinya seperti ini, sayang sekali semua bahan obat yang ia punya sudah habis, dan ia tidak punya alat untuk membuatnya lagi.


" Sayang sekali, padahal jika aku membuatnya sendiri aku tidak perlu membayar terlalu mahal, dan kualitas nya pasti akan lebih bagus. " batin Quennevia menangis, tapi dia sangat membutuhkan pil itu, asalkan pil nya bagus ia akan membelinya. " Iya, aku membutuhkan nya, tapi bukan untuk ku bodoh. " ucap Quennevia pula.


" Lalu untuk siapa?? " tanya Niu dengan Oscar.


" Untuk seseorang... yang sangat penting. " sahut Quennevia.


Namun itu sama sekali tidak menjawab keingin tahuan mereka sama sekali, mereka benar-benar penasaran kenapa Quennevia sampai membutuhkan pil seperti itu, dan lagi untuk siapa?.


Tak lama kemudian, akhirnya pelelangan itu pula di mulai, dan barang pertama yang di lelang adalah sebuah bunga lotus darah yang hanya tumbuh seribu tahun sekali, benar-benar barang yang sangat langka.


" Barang pertama yang akan kami lelang, adalah bunga lotus darah yang sangat langka. Bunga ini dipercaya bisa meningkatkan kekuatan orang yang menyerapnya, atau bisa menjadi bahan obat yang sangat berharga. Penawaran nya akan dimulai dari 1.000 koin emas. " ucap pembawa acara lelang tersebut.


" 2.500." ucap yg lain..


" 3.000." dan semakin banyak yang menawar, hingga yang terakhir menawar.


" 10.000 Koin emas. " ucap seorang bangsawan angkuh yang sangat disegani.


Nampaknya saat ia mulai menawar tidak ada lagi yang berani untuk menawar lebih tinggi lagi hanya untuk bunga seperti itu.


" Apa ada yang masih ingin menawar lagi??. " tanya sang pembawa acara.


" 20.000 koin emas. " ucap seseorang yang ternyata adalah Quennevia, karena tempatnya tertutupi oleh tirai yang membuatmu tidak terlihat, tapi ia bisa melihat keluar sana.


Iya, semua orang tidak tahu siapa yang ada di sana. Kecuali orang-orang yang menang dari pelelangan, itupun tidak semuanya.


Semua orang ditempat itu pun jadi heboh, siapa yang sengka akan ada yang berani melawan bangsawan itu. Apalagi orang itu sangat misterius, sang bangsawan sendiri nampaknya sangat marah karena itu, tapi Ia tidak bisa menawar lebih tinggi lagi untuk bunga itu. Karena ia mengincar hal lain yang lebih berharga.


Quennevia sendiri hanya tersenyum di balik tirai itu, ternyata baru permulaan saja sudah ada barang yang sangat berguna untuk nya.


" Dengan lotus darah itu, aku bisa membuka segel yang lainnya, sekaligus memperkuat kekuatan ku sendiri. " batin Quennevia.


" Jadi, apa ada yang ingin menawar lagi??. " ucap pembawa acara itu, namun tidak ada siapapun yang menjawab nya. " Kalau begitu lotus darah akan menjadi milik tamu yang ada di balik tirai no 2." ucap sang pembawa acara itu.


Orang-orang nampaknya penasaran dengan siapa orang dibalik tirai itu, dan Quennevia lagi-lagi hanya tersenyum melihat nya.


" Untuk apa kau membutuhkan nya??. " tanya Ethan.


" Kekuatan iblis ku membutuhkan nya, aku bisa membuka segel lagi jika berhasil menyerapnya. " sahut Quennevia.


" Jika kau gagal bagaimana??. " tanya Ethan lagi.


" Tidak ada kata gagal dalam Kamus ku, bodoh. " jawab Quennevia.


" Hei, sudah ku bilang jangan panggil aku bodoh. " ucap Ethan pula agak kesal.


Tapi sama sekali tidak dihiraukan oleh Quennevia...


Pelelangan pun berlanjut, banyak barang yang ditawarkan di pelelangan itu, dan sebagai besar langsung direbut oleh Quennevia. Membuat orang-orang yang ada di sana semakin penasaran dan penasaran dengan siapa sebenarnya yang ada di balik tirai.


Karena Quennevia yang merebut semua barang lelang itu pula, banyak orang yang iri karena dia mendapatkan semua itu. Padahal diantaranya juga ada para bangsawan dan alkemis yang sangat kaya, tapi tidak bisa mengalahkan nya dalam tawar menawar itu.


" Siapa sebenarnya orang itu??. "


" Bagaimana bisa ia merebut semua barang lelang nya. "


" Orang kaya dari mana lagi ini. "


Kira-kira seperti itulah batin dari orang-orang yang ada di sana, mereka benar-benar sangat itu kapada Quennevia.


Pelelangan itupun mulai memenuhi persenjataan, dan itu sama sekali tidak menarik perhatikan Quennevia. Jika ada senjata yang menarik perhatian nya, itu sudah pasti adalah pedang peninggalan ibunya. Pedang yang disebut sebagai pedang matahari dan bulan, pedang tersebut sebenarnya memang dibuat khusus untuk nya.


Karena hanya dia saja yang bisa mengeluarkan kekuatan pedang itu sepenuhnya, karena pedang itu melambangkan cahaya dan kegelapan. Misika hanya bisa menggunakan sebagian kekuatan dari sisi terang, karena ia tidak bisa menggunakan kekuatan kegelapan. Beda halnya dengan Quennevia yang bisa menggunakan dua kekuatan itu karena ia juga memiliki jantung iblis didalam tubuhnya.


" Haah... Sama sekali tidak ada yang menarik perhatian ku. " ucap Quennevia dengan jenuh.


" Tidak.. Ada?? Yang benar saja, kau baru saja memborong hampir semua barang yang ditawarkan di awal. " ucap Oscar tidak habis pikir.


" Lagipula kau mau apakan semua tanaman obat yang kau dapat itu?? Dan bagaimana kau bisa membayarnya??. " ucap Niu pula.


" Apa kalian tidak tahu kalau aku ini Alkemis?? Soal uang aku juga punya milikku sendiri tahu. " sahut Quennevia.


Merana semain tidak percaya dengan apa yang mereka dengar, Quennevia yang selalu bersama mereka ini adalah seorang alkemis, dan mereka sama sekali tidak tahu. Beda halnya dengan Ethan yang hanya duduk diam sambil minum teh yang disediakan Oscar.


" Jangan tatap aku seperti itu, kalian sama sekali tidak tahu ya. " ucap Quennevia pula.


" Sama sekali tidak!. " ucap Oscar.


" Itu karena kau sama sekali tidak pernah memberi tahu kan nya!. " ucap Niu agak kesal.


" Iya, salah sendiri kalian tidak bertanya. " sahut Quennevia santai.


Tapi sikap santainya itu tiba-tiba berubah saat ia merasakan aura yang sangat terasa akrab dengan nya, bahkan bisa dibilang sangat ia kenal. Tapi ia juga merasakan kesedihan dalam aura itu.