Quennevia

Quennevia
Gangguan saat makan



Di kota, Quennevia dan Ethan hanya berkeliling kesana kemari saja, tidak ada tempat yang cukup menarik perhatian mereka. Padahal hari masih siang dan ada banyak hal di sana, namun seperti apa yang tidak ingin di cari Quennevia tidak ada di kota itu.


" Hai Ethan, aku lapar. " ucap Quennevia.


" Lalu??. " sahut Ethan.


" Lalu?? Tentu saja harus makan dong. Kau tidak ingin kak Lecht menghajar mu karena membuatku kelaparan kan!. "


Quennevia sangat kesal karena Ethan berpura-pura tidak mengerti seperti itu, orang bodoh pun akan mengerti kalau dia itu kelaparan. Tapi dia malah berusaha menahan tawa jahil nya itu, Quennevia hanya mendengus kesal karena nya.


" Haha.. Baiklah, jangan marah begitu. Ayo cari restoran untuk makan di sini, kuharap kau tidak terlalu menuntut resto berkelas. " ucapnya.


" Aku lebih suka resto biasa saja, yang sering dikunjungi orang-orang. " sahut Quennevia menimpali.


Mendengar itu Ethan pun hanya tersenyum dan ia membawa Quennevia ke sebuah restoran di dekat sana, setelah menemukan meja untuk makan, Ethan pun langsung memesan makanan untuk mereka berdua.


Sementara Quennevia sibuk memperhatikan kota itu dari jendela di samping mereka, lagipula restoran itu memiliki dua lantai.


Tidak lama kemudian, makanan mereka pun akhirnya tiba. Ethan memesan cukup banyak makanan, dan aroma nya membuat Quennevia jadi makin lapar.


" Bengong kenapa?? Makanannya sudah datang, makanlah. " ucap Ethan saat ia melihat Quennevia yang hanya memperhatikan makanan nya.


" Hehehe... Baiklah, aku makan. " sahut nya dengan ceria.


Saking laparnya dia sampai tidak bisa mengontrol raut wajahnya di depan makanan enak, karena itu dia jadi terlihat semakin mirip anak kecil. Lagi-lagi Ethan harus menahan tawanya melihat itu, jika tidak Quennevia akan marah lagi padanya.


Mereka pun mulai makan mereka dengan tenang, tapi di bawah sana nantinya akan ada lalat yang bisa bisa membuat Quennevia emosi lagi.


****


- Di bawah tempat Quennevia berada.


Ada seorang wanita dengan pakaian yang cukup seksi masuk ke dalam sana, dan di belakang nya ada 3 orang pria yang terus mengikuti nya. Para pria itu terlihat sedang membujuk nya, tapi wanita itu hanya menanggapinya dengan angkuh.


" Huh, sudah kubilang padamu. Aku sama sekali tidak tertarik padamu. " ucap wanita itu dengan angkuh, namanya Mian.


" Ayolah Nona Mian, kami hanya ingin makan bersama dengan mu. " ucap seorang dari pria itu, yang seperti nya adalah ketua mereka, Ken.


" Benar, benar. Bos hanya ingin makan bersama anda, Nona. " ucap anak buahnya, Rick.


" Iya, Nona. Tolong jangan menolaknya. " ucap anak buahnya yang lain, Lean.


Mereka benar-benar terus membujuk wanita itu, sambil terus berjalan masuk ke restoran itu, dan akhirnya mereka naik ke lantai atas, tempat Quennevia dan Ethan berada.


" Hmm... Baiklah, asalkan kalian mendapatkan satu meja di dekat jendela untuk ku. " ucap wanita bernama Mian itu.


" Hahaha... itu hal yang sangat mudah. " ucap Ken.


Orang itu pun mendekati sebuah meja di sama, diikuti oleh dua anak buahnya ia mendekati meja yang di pakai Quennevia dan Ethan. Tapi saat didekat mereka, si wanita itu malah terpesona dengan ketampanan yang dimiliki oleh Ethan. Dan lagi rupa Ethan itu terlihat seperti sudah berumur 18 tahunan, jadi mungkin wanita itu akan salah paham dengan usia Ethan yang sebenarnya.


" Astaga, aku belum pernah melihat pria setampan dia. Sayangnya dia masih anak kecil. " batin Mian. (bilang begitu karena usianya sudah 28 tahun) Sedangkan keberadaan Quennevia terhalangi tubuh besar milik pria bernama Ken itu, jadi ia tidak bisa melihat nya.


" Hai nak, biarkan kami ambil meja ini. Kami akan membayar mu dengan 10 koin emas. " ucap Ken.


Ethan yang mendengar itu darinya hanya terdiam sejenak, kemudian ia pun tersenyum dan berkata. " Sayang sekali, kami lebih dulu di sini. Jadi silahkan cari tempat lain saja. " sahut Ethan dengan datar.


" Nak, sebaiknya kau pergi saja, jangan sampai bos kami ini menghajar mu. " ucap Lean memberikan peringatan kepadanya..


" Hohoho... Lihat siapa ini, gadis kecil yang cantik ayo main dengan kakak. " ucap Rick yang menyadari keberadaan Quennevia.


Itu membuat tiga yang lainnya juga jadi melihat kearah Quennevia, memang benar sangat cantik, bahkan Mian pun terpesona dengan nya. Sedangkan Quennevia hanya melirik mereka saja sambil makan.


" Hahaha... bagus sekali, biarkan gadis ini di sini tapi kau harus pergi. " ucap Ken sambil menunjuk Ethan.


" Haah?!. " ucap Ethan agak kesal.


" Hehehe... Gadis kecil, ayo datang ke pelukan kakak ini. " ucap Rick ingin menyentuh Quennevia.


Tapi Quennevia langsung menangkap tangan yang ingin menyentuhnya itu, ia pun langsung memelintir nya hingga pria bernama Rick itu menjerit-jerit kesakitan.


" Lalat yang sangat mengganggu, langsung hajar saja. " ucap Quennevia yang masih fokus dengan makanan nya.


Saat itulah dalam sekejap bos mereka Ken, langsung terlempar karena Ethan memukulnya dengan sangat keras. Orang-orang yang ada di sana pun sangat terkejut karena tiba-tiba saja ada orang yang terlempar seperti itu, mereka pun melihat kearah Quennevia dan Ethan berada.


Mian dan dua anak buah Ken pun juga terkejut karena nya, gerakan nya sangat cepat hingga Ken pun tidak bisa mengelak. Kedua anak buahnya pun langsung menghampiri bos mereka dengan tergesa-gesa, dan membantu nya untuk berdiri.


" Kh... Dasar bocah tengik, berani sekali kau memukulku!. " ucap Ken dengan sangat marah.


" Kau yang mengganggu, kau yang harus di hajar bukan." sahut Ethan dingin saat menatap orang-orang itu, " Sialan kalian, padahal ini kencan pertama ku dengan Quennevia!. " gumam Ethan pula.


" ???.. " (Quennevia) 👈 tidak terlalu mendengarkan karena fokus hanya kepada makanan.


" Tunggu, jangan berkelahi. Orang yang baru saja kau pukul itu adalah anggota guild Saibertooth, dia anggota elit di sana. " ucap Mian mencoba untuk menghentikan mereka.


" Itu benar, jika kau memukulku lagi maka guild itu tidak akan melepaskan mu. Karena itu jika kau berlutut dan memohon maaf sekarang aku tidak akan mempermasalahkan nya. " ucap Ken dengan sangat angkuh.


Sifat angkuhnya itu benar-benar sangat parah, seperti nya dia akan bersikap seperti itu juga bertemu dengan orang-orang di jalan, bahkan dengan orang yang tidak ia kenali. Quennevia yang mendengar nama Guild itu pun menghentikan makannya dan menaruh alat makannya itu.


" Guild Saibertooth?? Apakah guild itu sangat hebat??. " tanya Quennevia.


" Adik kecil, guild Saibertooth adalah guild yang sangat kuat mereka sangat brutal dan tidak kenal ampun. " sahut Mian dengan ekspresi cemas kepada mereka.


" Hooh... Antara guild Saibertooth dan guild Crown, siapa yang terkuat??. " tanya Quennevia lagi.


" Guild Crown?? Adik kecil, apa kau anggota guild crown??. " tanya balik Mian dengan sangat terkejut.


Quennevia mengulas sebuah senyuman di wajahnya, melihat reaksi Mian seperti nya ia sudah menyadari apa maksud nya. Ia pun bangkit berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Kan dan anak buahnya.


Quennevia hanya mengibaskan tangannya, dua anak buah pria itu langsung terhempas kan ke belakang. Pria bernama Ken itu nampak terheran-heran kenapa hal itu bisa terjadi, ekspresi nya terlihat antara bingung dan takut.


Quennevia pun mencengkram wajah Ken sambil menyeringai kepada nya, membuat nya jadi merinding.


" Hanya seorang anggota elit saja apa hebat nya, berani sekali kau bersikap angkuh di depanku. " ucap Quennevia dingin, bahkan orang-orang yang berkerumun disekitar mereka pun ikut merinding. " Kau tidak mengenaliku, baiklah aku akan memperkenalkan diriku padamu. " ucap Quennevia lagi.


Ia pun melepaskan pria itu sambil mendorong nya beberapa langkah, agar dia bisa melihat dengan jelas seperti apa orang yang bicara dengan nya saat ini.


" Ingatlah baik-baik, namaku Quennevia Von Arkharega. Anggota renk S dari guild Crown, jika kalian masih sayang nyawa.. Enyahlah dari sini. " ucapnya dengan penuh itu intimidasi.


Setelah mendengar itu orang-orang tersebut pun langsung berlari kocar-kacir ketakutan, bertemu anggota guild Crown biasa saja mereka bisa langsung celaka, sekarang mereka malah bertemu dengan anggota renk S dari sana. Ma*pus lah mereka.


Suasana di tempat itu pun langsung hening, orang-orang yang ada di sana tidak menyangka melihat anak kecil yang sudah ada di renk S guild bergengsi.


" Menyebalkan, aku jadi tidak nafsu makan. " gerutu-an nya Quennevia.


" Kalau begitu ayo lanjutkan saja jalan-jalannya. " ucap Ethan sambil berjalan ke arah nya.


" Terserah kau saja. " sahut Quennevia datar.


Mereka pun keluar dari sana setelah membayar makanan mereka, tapi belum juga benar-benar pergi dari sana wanita yang tadi bersama tiga orang bodoh itu memanggil mereka.


" A.. Anu.. Kalian berdua. " ucap Mian, membuat mereka berbalik ke arahnya.


" Kalian berdua sangat hebat, bisakah kalian membantuku membalas dendam kepada seseorang. " ucapnya sambil berusaha menggoda Ethan.


" Tidak tertarik. " jawab Ethan cepat, ia pun langsung pergi dari sana sambil menarik tangan Quennevia.


Mian yang ditinggalkan di sana pun mematung tidak percaya, biasanya pria manapun tidak peduli tua atau muda bisa tergoda dengan mudah nya. Tapi Ethan sana sekali tidak, bahkan ia malah bersikap dingin kepada nya.


" Hai, kau berani sekali melakukan itu kepada nya. Apa kau tahu mereka siapa??. " ucap seorang yang kebetulan lewat.


" Apa maksud mu??. " tanya Mian.


" Kau benar-benar tidak tahu, beruntung sekali nyawamu itu bisa selamat. Dengar ya, gadis berambut emas itu adalah putri Kekaisaran Chrysos, dan pria yang baru saja kau goda itu adalah pangeran mahkota Kekaisaran Foldes. Lain kali sebaiknya kau lebih hati-hati. " ucap orang itu, lalu kemudian pergi dari sana.


Mian yg mendengar nya pun juga jadi semakin tekejut, ia tidak menyangka kalau mereka itu adalah keluarga Kekaisaran itu. Orang itu benar... Beruntung sekali dia bisa selamat setelah berlaku seperti itu kepada nya. Tapi ada yang membuatnya lebih syok dari pada itu, dirinya... baru saja ia menggoda anak kecil yang berusia 14 tahun!.


" Kenapa anak kecil bisa memiliki rupa seperti itu?!. " batin Mian.