Quennevia

Quennevia
Kediaman Arkharega



Sementara itu di sebrang portal, Quennevia dan yang lain sampai di dekat kota Kekaisaran dengan selamat. Namun ketika sampai di sana para hewan spirit pada berhenti mendadak dan tiba-tiba mengecil hingga membuat pemilik mereka terkejut dan jatuh. Dan setelah itu mereka langsung menghilang dari sana.


Namun para perempuan tidak langsung menghantam tanah karena Meliyana yang melakukan sihir dan membuat mereka mengapung dengan gelembung. Sementara itu beberapa laki-laki juga sempat mendarat dengan sempurna atau juga ada yang menggunakan kekuatan angin.


" Aduh.... tubuhku sakit. " ucap Jino, yang merupakan salah satu orang yang jatuh.


Srakk.... Brukk...


Namun ia tiba-tiba saja dikejutkan dengan Ethan yang tiba-tiba mendarat di sampai nya, sebenarnya Ethan juga sama terjatuh dengan Jino tapi dia berpegang pada ranting pohon jadi tidak menghentam tanah langsung.


" Senior, kau baik-baik saja??. " tanya Ethan mengulurkan tangannya untuk membantu Jino berdiri.


" Iya, aku baik-baik saja. " jawab Jino.


" Hah, Oscar!. " teriak Niu tiba-tiba, yang nyatanya menarik perhatian mereka semua.


Yang mana ternyata ia melihat Oscar yang tergantung terbalik diatas pohon, dan ia tidak bisa turun.


" Haha... ada yang bisa menolong ku. " ucap Oscar yang terbalik itu.


" Pfftt... Bagaimana kau bisa tergantung seperti itu. " tanya Quennevia yang berusaha untuk tidak tertawa.


" Mana aku tahu, setelah jatuh aku langsung mengait di sini. " sahut Oscar menimpali.


" Hahaha... Baiklah, mari kita bantu dia. " ucap Arden pula.


Ia dibantu oleh Kian dan juga Ryohan pun menurunkan Oscar dengan selamat, meski dia sempat benar-benar jatuh karena Lilac yang memotong dahan pohonnya dengan tiba-tiba ketika mereka menarik Oscar.


Setelah itu barulah mereka melanjutkan perjalanan mereka ke kota dengan jalan kaki, Quennevia juga meminta Yue untuk beristirahat karena sudah terbang dalam perjalanan panjang seharian, lagipula tidak jauh lagi untuk bisa masuk ke kota.



* Chrysos


**********


Ketika mereka ada di dalam kota, nampak di sana para warga tengah sibuk menghias kota untuk sesuatu. Mereka terlihat antusias dan juga sangat gembira, membuat jalanan di kota itu jadi lebih ramai dari biasanya.


" Ada acara apa di sini?? " tanya Arkan.


" Aku tidak tahu, tapi seperti nya sangat meriah. " sahut Quennevia.


" Kalau begitu semuanya, aku dan Niu akan kembali ke kediaman kami lebih dulu. Nanti kami akan segera menyusul kalian. " ucap Oscar pula tiba-tiba kepada mereka yang juga diangguki oleh Niu.


" Iya, cepat susul kami nantinya ya. " ucap Ethan menimpali.


Akhirnya Niu dan Oscar pula pergi lebih dulu untuk pergi ke tempat tinggal mereka, iya lagi pula mereka itu satu tempat tinggal meskipun bukan keluarga. Ayah mereka berdua terlibat kerja sama dan memutuskan untuk membuat sebuah klan sendiri bersama beberapa kepala keluarga lainnya, dan Oscar lah tuan muda mereka.


Setelah kepergian Oscar dan Niu, Quennevia dkk pun juga langsung pergi ke tempat mereka tinggal nantinya, yaitu... kediaman Quennevia. Seperti nya mereka memang berencana untuk tinggal di sana, hingga membuat taruhan dengan Quennevia dan mengalahkan nya, dan akhirnya Quennevia harus menuruti mereka untuk tempat tinggal.


Saat mereka sampai di depan kediaman, terlihat lah ada Ash yang tengah menjaga gerbang di sana dengan ekspresi bosan, ia bahkan sampai menguap karena terlalu bosan. Quennevia pun maju lebih dulu mendekat Ash untuk menarik perhatian nya.


" Yo, sudah lama ya, Ash. " sapa Quennevia.


Namun Ash tidak bereaksi dan hanya menatap nya datar, membuat Quennevia dan yang lain bertanya-tanya, baru sesaat kemudian ekspresi nya berubah jadi sangat terkejut dan berteriak.


" Pu.. Pu.. Putri?!!. " teriaknya dengan sangat terkejut.


Quennevia hanya memiringkan kepalanya dengan bingung, kenapa dia bisa seterkejut itu. Namun Ash malah langsung saja kabur ke dalam kediaman dan berteriak lagi di sana.


" Semuanya...!! Tuan putri sudah kembali!!. " teriak Ash dengan sangat kencang sambil mencari-cari orang-orang di kediaman itu.


Sementara Quennevia ditinggalkan di luar sana, " Woyy... " panggil Quennevia namun Ash sudah keburu hilang entah kemana.


Wusshh... 🍃


Namun sebenarnya disaat yang sama, setelah Ash berteriak sekencang itu di depan kediaman. Para manusia yang ada di dalam kediaman langsung antusias mendengar Quennevia sudah kembali, contohnya beberapa orang ini :


" Apa?! Quennevia ku sudah kembali!. " ucap Haika yang langsung melihat keluar jendela setelah mendengar itu.


Brakk....


" Tuan putri kembali!. " ucap Sven yang langsung membuka pintu tempat para pasukan berada dengan cukup keras.


" Tuan putri!. " sorak pasukan yang lainnya pula dibelakang sana.


Dan di bagian kediaman lainnya....


" Kakak sudah kembali!. " Arissa yang tengah minum teh di taman saat mendengar teriakan Ash itu.


" Huh, Quennevia?!. " Jason yang tengah berada di tempat latihan.


Bangg....


Dan satu orang lagi yang langsung menjatuhkan ember dari tangannya yang tadinya tengah ia pindahkan ketika mendengar itu.


" Nona.. " gumam Murphy dengan sangat haru, iya dia lah orang nya.


********


Quennevia yang menunggu di depan sana hanya menghela nafasnya, setidaknya persilahkan dia masuk dulu kan, dia juga banyak membawa tamu tapi Ash langsung meninggalkan nya begitu saja.


" Bocah kurang ajar itu!. " geram Quennevia sambil mengepal sangat kesal.


" Pffttt... Jangan marah seperti itu, mungkin dia menyiapkan sebuah kejutan. " ucap Lilac yang menghampiri nya.


" Tapi dia malah membuat kakak dan yang lainnya menunggu di luar sini. " sahut Quennevia pula.


" Ah, jangan permasalahan hal kecil itu. Kami baik-baik saja, kok. " ucap Arden menimpali.


Quennevia hanya tersenyum mendengar itu, ya dia beruntung bisa bertemu dengan mereka yang baik seperti ini, meski terkadang mereka terlalu somplak kelakuan nya. Lalu kemudian perhatian mereka teralihkan ketika Ethan mengatakan sesuatu.


" Hm.... Seperti nya sambutan mu sangat meriah. " ucap Ethan sambil menunjuk ke arah depan kediaman itu.


Dan memang benar, kakak-kakak dan adiknya serta paman Sven dan beberapa pasukan langsung berlarian kearah nya dengan sangat buru-buru, Quennevia semakin tidak bisa berkata apa-apa lagi. Terutama saat melihat Haika yang berlari paling depan di sana, penampilan nya tetap biasa-biasa saja padahal sudah jadi kepala keluarga di kediaman ini.


" Quennevia. " panggil Haika pula dengan sangat girang.


Quennevia yang melihat itu pun juga jadi ikut berlari ke arah mereka, dan saat mereka berhenti di depan nya, tetapi Quennevia hanya melewati Haika begitu saja membuat nya mematung tidak percaya, dan ternyata orang pertama yang di hampir oleh Quennevia adalah....


" Murphy!. " ucap Quennevia dengan sangat senang sambil memeluknya.


" Nona, anda sudah kembali. " sahut Murphy pula sama senangnya dengan Quennevia.


Yang lainnya hanya bisa tersenyum melihat itu, iya Murphy kan memang orang paling dekat dengan Quennevia. Arissa yang ada di sana juga langsung memeluk Quennevia untuk sambutan nya, sementara itu Haika yang terabaikan merasa patah hati.


" Kau tega sekali pada ku, Quennevia. " ucap Haika dengan hatinya yang menangis.


" Jangan lebay, kak. " ucap Quennevia dengan dingin, membuat Haika merasa seperti ditimpa batu besar.


Yang lainnya tertawa mendengar itu, apalagi Haika yang terus saja berusaha untuk bisa manja kepada Quennevia. Sementara itu Ethan yang melihat nya langsung menepuk pundak Haika, dan mangangguk-ngangguk saat Haika menoleh kearahnya, dia sangat mengerti dengan apa yang Haika rasakan saat ini.


" Astaga, ternyata selain pangeran Ethan ada teman baru yang juga berkunjung di sini. " ucap Haika pula setelah menyadari nya.


" Halo, senang bertemu dengan kalian. " sapa Meliyana mewakili semuanya.


" Kalau begitu labih baik kita masuk saja, tidak akan baik membuat tamu menunggu di luar seperti ini. " ucap Jason yang diangguki oleh Haika.


Mereka pula langsung masuk ke dalam dan Murphy juga menyuruh beberapa pelayan lain untuk menyiapkan kamar untuk para tamu di kediaman utama, iya pangkatnya sekarang jadi kepala pelayan jadi dia bisa menyuruh-nyuruh pelayan lain untuk menbantunya.