
Hari kedua, pertemuan perdamaian.
Masih tidak ada hal yang menarik bagi Quennevia, hanya saja saat ia masuk tadi benar-benar sangat merepotkan. Alasan nya ia tidak masuk ke aula itu bersama dengan Lecht, tapi dengan Meliyana, dan dia terus saja mengoceh tentang hubungan mereka.
Quennevia benar-benar sangat pusing menghadapi tingkahnya itu, meski jujur ia sangat suka bisa menjahili nya. Dan saat ini mereka kembali membahas soal wilayah di tempat-tempat mereka.
" Hmm.. Hmm.. Pangeran, kapan pertemuan ini selesai??. " bisik Quennevia kepada Lecht.
Pletakkk..... Tapi Lecht malah menyentil dahinya lebih dulu.
" Kakak, sudah ku bilang panggil aku kakak. " ucapnya setelah menyentil dahi Quennevia, " lagipula pertemuan nya kan baru saja mulai. " lanjutnya.
" Aku bosann.. " gumam Quennevia.
" Tahanlah kebosanan mu itu sebentar lagi. " sahut Lecht.
Apa bolah buat lagi, Quennevia tidak bisa melakukan apapun. Padahal ia sudah sangat ingin kabur dari sana saking bosannya, andai pertemuan nya ini lebih menarik. Tapi tentu tidak boleh ada sesuatu yang membuat suasana hatinya jadi buruk.
" Kapan akan berakhir, disini sangat membosankan. Dan di tempat sebelah.. Ada putri (Meliyana) aneh yang terus saja mencuri-curi pandang kepada ku. Sedangkan di depan sana ada.... Seorang laki-laki aneh (Ethan) yang menatapku dengan terus tersenyum misterius seperti itu. Menjijikkan. " batin Quennevia.
Sudah berapa lama ia ada di sana, dia pun tidak tahu lagi, pertemuan kali ini lebih lambat karena setiap perwakilan negara mereka menjelaskan perkembangan wilayah masing-masing, dan rencana dengan memajukan perekonomian yang bisa membantu tiap-tiap negri.
Sudah beberapa orang yang maju dan menjelaskan wilayah masing-masing, kini giliran kerajaan Aquila yang maju. Seorang bangsawan yang cukup angkuh yang maju untuk menjelaskan nya, Count Friska.
" Jadi saya merencanakan membuat jalur cepat menuju Negeri-Negeri lainnya, jalur itu akan memotong hutan York menuju yang merupakan jalur penghubung nya. Kita juga bisa membuat beberapa pemukiman yang bisa dihuni oleh rakyat, dengan begitu mereka tidak akan kesulitan lagi. Bagaimana menurut anda sekalian??. " tanya nya.
" Hmm.. Itu bukan ide yang buruk. Tapi apakah akan terjamin kesuksesan rencana ini??. " tanya sang uskup agung.
" Tentu saja uskup agung, rencana ini bukan hanya menjadi solusi untuk masalah perjalanan yang memakai waktu lama. Tapi juga keuntungan bagi rakyat yang bisa mendapatkan tempat untuk tinggal. " sahut Count Friska.
" Tetapi hutan itu.... " ucap salah seorang petinggi Kekaisaran Chrysos.
Tapi ia tidak melanjutkan kata-kata nya, Quennevia mengangkat tangannya memintanya berhenti untuk bicara. Memang bisa di tebak kalau petinggi itu angkat bicara untuk mewakili Quennevia, tapi bukan berarti dia juga akan diam saja mendengar orang itu semena-mena terhadap wilayah kekuasaan miliknya sendiri.
" Menurutku itu ide yang sangat buruk. " ucap Quennevia, membuat semua orang yang ada di sana langsung menetap kearahnya.
Iya, padahal dia sejak kemarin diam saja, tapi sekarang tiba-tiba angkat bicara mengenai hal ini. Dan ia tidak sejalan dengan Count Friska, bahkan uskup agung sendiri.
" Apa maksud anda putri Quennevia?? " tanya Count Friska.
" Silahkan jelaskan pernyataan anda, putri. Biar kami semua mendengar kan nya. " ucap uskup agung pula.
Orang-orang juga menunggu apa yang akan di katakan Quennevia, sedangkan Quennevia.... B aja tuh.
" Kalian tahu tempat apa yang sedang kalian bicarakan??. " tanya Quennevia dengan wajah datar.
" Tentu saja, hutan York kan. " sahut Friska.
" Dan apa kau tahu hutan apa itu??. " tanya Quennevia lagi, Friska diam.. tidak perlu di jelaskan lagi pun semua orang sudah tahu. Tapi yang mereka ketahui itu hanya luarnya saja.
" Hutan itu.. Adalah tempat tinggal bagi ratusan, tidak mungkin ribuan atau labih hewan spirit dengan kekuatan yang sangat besar. Aku tidak menyangkal kalau pembangunan yang akan anda lakukan itu sangat berguna bagi orang banyak, tapi keselematan pun juga adalah hal yang sangat penting. " ucap Quennevia masih dengan wajah datarnya.
Mereka semua nampak sangat serius menanggapi ucapannya.
" Jika tidak waspada sedikit saja, hewan-hewan spirit itu akan langsung menyerang orang yang ada di sana. Alasan nya sederhana... Karena manusia akan dianggap orang yang sudah merampas wilayah kekuasaan mereka.. " ucap Quennevia lagi.
" Meski orang yang lewat bisa saja membawa pengawal belum tentu mereka bisa mengatasi para spirit itu, bagaimana dengan pedagang atau siapapun yang tidak membawa pengawal?? Bagaimana dengan orang yang tinggal di sana?? Mereka bisa diserang kapan saja, dan korban nya pun pasti tidak akan sedikit. Pada akhirnya jalan dan permukaan disana tidak akan berguna dan akan ditinggalkan oleh orang-orang. " lanjutnya.
" Kita bisa mengirimkan pasukan untuk datang membantu. " sahut Count Friska.
" Karena itu aku tidak akan mengizinkan pembangunan itu melewati hutan York, yang masih termasuk wilayah Kekaisaran Chrysos. Aku sudah membuat keputusan yang mutlak, tidak ada seorang pun yang bisa membangun apapun di sana tanpa seijin ku, bahkan kaisar sendiri pun tidak akan bisa ikut campur tangan dalam keputusan ku. " ucap Quennevia dengan tegas.
Nampaknya orang-orang yang ada di sana juga sependapat dengan nya, hutan York sangat berbahaya bagi orang yang kekuatan nya dibawah level 67. Bahkan meskipun mereka sudah melewati level itu, belum tentu mereka bisa mengatasi serangan hewan spirit yang sangat banyak.
Namun sepertinya Count Friska dan raja kerajaan Aquila masih tidak mau menyerah dengan hal itu, iya mengingat jika mereka melakukan pembangunan di sana mereka juga akan bisa menemukan sumber daya lain yang mungkin tersembunyi di tempat itu.
Tapi Quennevia jadi hambatan bagi mereka, apalagi saat mendengar kalau kaisar Kekaisaran Chrysos tidak bisa ikut campur dalam keputusan nya itu.
" Bukankah kita bisa memasang penghalang sihir, dengan begitu para spirit itu tidak akan bisa masuk ke pemukiman. " ucap Count Friska.
" Benar, kita juga bisa mengirim penyihir dan beberapa petarung untuk tinggal di sana, maka mereka bisa membantu untuk menjaga rakyat. " bahkan sekarang raja Kerajaan Aquila juga ikut masuk dalam perdebatan itu.
" Yang mulia raja Arhad Siliracia Aquila, apakah saya harus bilang jika yang tinggal di sana bukan hanya spirit biasa. Tapi juga spirit yang usianya sudah sampai jutaan tahun. " sahut Quennevia.
Tentu saja mendengar itu membuat semua orang terkejut, spirit yang usianya sudah jutaan tahun itu tidak bisa di kalahkan bagitu saja. Kekuatan mereka bahkan tidak akan bisa ditandingi hanya dgn 5 orang dengan kekuatan di atas level 80, mustahil untuk mengalahkan mereka.
Bahkan Ethan, yang merupakan pangeran mahkota Kekaisaran Foldes, yang disebut-sebut sebagai Kekaisaran terkuat juga sangat terkejut mendengar nya.
" Tuan putri Quennevia, apakah itu benar??. " tanya raja Kerajaan Bintang.
" Spirit yang berusia jutaan tahun, kita tidak bisa jika pada akhirnya mencari masalah sendiri. " ucap raja Kerajaan Gretta.
" Aku setuju, kita tidak akan bisa jika harus berhadapan dengan kekuatan seperti itu. Belum lagi spirit yang lain pada juga tidak akan diam saja. Tidak kusangka spirit yang hanya ada dalam legenda itu masih hidup sampai sekarang. " sahut raja Ludwig.
" Ini benar-benar sangat berbahaya, benar-benar bahaya. " ucap sang uskup agung.
" Kita tidak bisa membiarkan kedamaian yang selama ini ada jadi hancur begitu saja. " ucap ratu Kerajaan timur laut.
Bahkan reaksi para petinggi pun juga sampai seperti itu, sudah dapat terlihat dengan jelas jika mereka tidak bisa menghadapi peperangan seperti itu lagi. Bukan masalah kekuatan atau apapun, jika lawan mereka itu hewan spirit.. maka perang ini akan jadi perang berkepanjangan.
Apalagi mereka juga tidak tahu ada beberapa banyak hewan spirit yang ada di sana, dan mereka juga pasti akan memanggil spirit-spirit lainnya untuk berkumpul di kubu yang sama.
Tapi bagi raja seperti Arhad, hal semacam itu tidak akan bisa di terima begitu saja. Dia sudah mengincar tempat itu lama sekali, tapi saat ada kesempatan malah ada penghalang yang menghalangi nya.
" Memangnya ada bukti akan hal itu??. "
Nama : Meliyana Gwan.
Umur : 12 tahun.
Ket : Putri Mahkota kerajaan Lost, teman Quennevia.
Nama : Ethan Sanchez Sheillaveteos.
Umur : 14 tahun
Ket : pangeran mahkota Kekaisaran Foldes.
Nama : Lecht Reus Chrysos.
Umur : 16 tahun.
Ket : Putra mahkota Kekaisaran Chrysos, saudara sepupu Quennevia.