
Di hutan York.
Quennevia saat ini sudah berada di hutan York, sambil berjalan menyusuri hutan itu ia banyak menemukan hewan dan juga tanaman yang tidak bisa dilihat di hutan lainnya. Bahkan para hewan spirit pun juga bebas berkeliaran tanpa khawatir saat melihatnya melewati mereka begitu saja di sana sana.
" Whaa... Semuanya sangat tidak bisa disini. " ucap Quennevia dengan terkagum-kagum.
" Benarkan?? Tempat ini adalah habitatnya para spirit dan tanaman langka yang lainnya. " sahut Misika.
" Tapi kenapa mereka sama sekali tidak waspada saat aku disini??. " tanya Quennevia.
" Itu karena kau tidak memiliki niatan buruk saat di dekat mereka, sayang. Mereka jadi tidak menganggapmu sebagai musuh mereka, juga.. karena mereka bisa mengenali siapa tuan mereka. " jelas Misika
Akhirnya Quennevia mengerti dengan penjelasan itu, Yue yang dari tadi duduk di bahunya pun juga malah tidur dengan sangat nyamannya. Tempat disana memberikan rasa aman bagi para spirit, karena itu mereka bisa sangat tenang.
Saat tengah menikmati pemandangan di dalam hutan itu, kalung yang Quennevia gantungkan di lehernya itu pun tiba-tiba saja bersinar. Dan keluarlah Xi dari dalam sana.
" Sudah lama rasanya. " tiba-tiba saja ada seseorang yang bicara diantara mereka.
Dan itu membuat Quennevia dan Yue terkejut mendengar seseorang yang bicara itu.
" Apa aku baru saja mendengar Xi bicara??. " ucap Quennevia dengan tidak percaya.
" Master, aku juga mendengar nya. " ucap Yue pula, sama tidak percaya nya dengan Quennevia.
" Iya, aku bisa bicara sekarang. " sahut Xi dengan datar, jika dilihat dari ekspresi wajahnya saat ini.
" Eh.... ?? Ehhhh?!!. " dan hanya itu tanggapan dari Yue dan Quennevia yang sangat terkejut.
***
Beberapa saat kemudian, Xi baru saja selesai menjelaskan kepada Quennevia dan Yue kenapa ia tidak bisa bicara sebelumnya. Sedangkan Misika sudah berada di dalam kalung, gantian dengan Xi yang sekarang sedang jadi tunggangan Quennevia untuk pergi ke jantung hutan.
" Oh, jadi semuanya tergantung kepada kekuatan mu. " ucap Quennevia yang sudah mengerti sekarang.
Pantas saja Xi sebelumnya berukuran kecil, padahal saat ini ia sudah hampir seukuran dengan seekor kuda yang biasa di tunggangi oleh Quennevia saat latihan di kediaman.
" Iya, karena itu aku jadi lebih berhati-hati dengan apapun. " sahut Xi.
" Lalu kenapa kau tidak memberitahu kami sebelumnya??. " tanya Yue kepada Xi pula.
" Sudah kubilang kalau aku berhati-hati, jika orang-orang tahu maka aku akan dalam masalah besar. " jawab Xi pula.
" Iya, itu bukan masalah sih. Tapi ngomong-ngomong.... Bulumu sangat lembut Xi. " ucap Quennevia dengan ceria.
" Hmph... apa sekarang kau sudah bisa tertawa lebih sekarang??. " ucap Xi pula.
Quennevia hanya cengengesan mendengar itu, ia sudah lupa sejak kapan ia jadi banyak tersenyum manis seperti itu. Tapi kehidupan nya saat ini benar-benar sangat menyenangkan, dibandingkan dengan dulu.
" Dulu...?? Dulu itu saat kapan ya?? Aku seperti melupakan sesuatu. " batin Quennevia.
Quennevia menggelengkan Kepala nya untuk mengusir pemikiran itu, setidaknya ia saat ini punya kehidupan yang sangat baik jadi tidak perlu lagi mengkhawatirkan hal yang sudah tidak bisa ia lakukan sebelumnya.
" Nona apa yang anda pikir kan??. " tanya Bell yang duduk di depan Quennevia.
" Hmm... Bukan apa-apa, kau tidak perlu khawatir. " sahut Quennevia.
Saat mereka masih berjalan menuju tujuan, mereka tiba-tiba saja dicegat oleh seekor hewan spirit. Dan hewan itu nampaknya memang ingin menghampiri mereka.
" Hooh, kelinci salju hitam. Seperti nya dia merasakan kehadiran kelinci salju lain dan langsung menghampiri nya. " ucap Xi.
" Apa?? benarkah?? Dimana aku tidak lihat kelinci lain selain yang ada di depan kita. " tanya Quennevia pula sambil cekingak-cekinguk kesana kemari.
Xi hanya lagi-lagi kembali menunjukkan Ekspresi datarnya melihat itu, " Tantu saja kau tidak melihat nya, karena kelinci itu sedang duduk di atas tubuhku saat ini. " ucap Xi pula, dan itu membuat Quennevia teringat.
" Aha... Benar juga, aku lupa hehe. " ucap Quennevia pula, dan saat itu kelinci itu tiba-tiba saja melompat kepelukan nya dan menangis.
Kelinci itu berukuran sangat kecil, mungkin dia masih anak kecil. Seperti nya hanya seukuran kepalan tangan orang dewasa, dan saat melihat nya menangis Quennevia benar-benar sangat sedih juga.
" Makhluk kecil yang malang, ada apa dengan mu??. Apa kau sendirian, aku ingat Everon bilang kalau kelinci salju itu spirit langka. " ucap Quennevia sambil mengelus kelinci itu.
" Seperti nya dia kehilangan orang tuanya, karena itu dia langsung kesini setelah merasakan aura mu. " sahut Xi.
" Kelinci ini benar-benar sangat beruntung. " ucap Bell pula.
" Malang sekali, kenapa makhluk kecil dan rapuh seperti nya harus ditindas seperti ini. " ucap Quennevia pula.
Ia tidak ingin melepaskan kelinci itu pergi, karena itu mereka melanjutkan perjalanan sambil membawa kelinci itu bersama mereka.
****
Mereka pun sampai di perbatasan jantung hutan, Quennevia berjalan berdampingan dengan Xi sedang Yue dan kelinci tadi (Quennevia memberinya nama Bloom) duduk di atas Xi.
" Xi, kapan kita sampai??. " tanya Quennevia.
" Sebenarnya kita sudah sampai. " sahut Xi.
" Eh, benarkah??. " ucap Quennevia pula.
" Apa yang kalian lakukan disini?!!. " teriak seseorang pula.
Tiba-tiba saja muncul seorang anak kecil di depan mereka, anak kecil itu terlihat menatap mereka dengan waspada.
" Kupikir semua yang ada di sini tahu siapa kau. " ucap Quennevia kepada Xi pula, sambil mecoba untuk tidak tertawa karena itu.
" Iya, kupikir kau sangat terkenal di antara hewan spirit. " ucap Yue pula sama seperti Quennevia.
" Seperti nya dia anak baru, Naga air lain yang dibesarkan oleh dia ya. " sahut Xi dengan berwajah datar.
Seperti nya setelah jadi besar dia jadi lebih banyak bersikap datar dari pada Quennevia, apakah dia berpikir kalau Quennevia tidak akan bisa memarahinya lagi. Kalau begitu dia salah, justru Quennevia jadi bisa bebas melakukan apapun asal tidak membunuh nya.
" Hei, jawab aku kenapa kalian ada di sini?!. " teriak anak kecil itu pula, seperti nya ia kesal karena di acuhkan mereka.
" Kami akan masuk ke jantung hutan. " sahut Quennevia.
" Apa kalian punya izin masuk, jika tidak kalian tidak boleh masuk!. " ucap anak kedua itu pula, " Namaku adalah Blue, pengawas perbatasan yang di tunjuk Tuan Dewa Naga Air, Mice. " lanjutnya.
" Orang tua itu.... sebenarnya apa yang ia pikirkan, membiarkan anak-anak melakukan pekerjaan seperti ini??. " gumam Xi, ia tidak tahu sejak kapan perlu izin masuk seperti itu di tempat ini.
Quennevia sendiri sedang memikirkan ijin masuk itu, Everon tidak memberikan nya apapun sebelum nya, dia juga tidak menyinggung soal itu. Lalu sekarang... Apa yang harus ia gunakan sebagai izin masuk.
" Hmm.... Apa ada cara lain untuk mendapatkan izin masuk??. " tanya Quennevia pula.
" Iya, ada sih... Tapi aku yakin kau tidak akan mampu. " ucap Blue dgn angkuh, " Apalagi dengan tubuh kecil mu itu, kau bisa saja malah mati saat mendapatkan pengakuan dan izin masuk. " ucapnya pula.
Quennevia hanya menatap nya datar, " Kau terlalu banyak bicara, langsung saja katakan apa??. " ucapnya dengan perasaan agak kesal. " Padahal sendiri nya lebih kecil dariku. " ucap batinnya.
" Hmph... Aku hanya ingin memperingati mu saja. " sahut Blue mendengus kesal.
Anak kecil bernama Blue itu mengibaskan tangannya, seketika muncul sebuah lubang besar di bawah Quennevia, dan membuat nya jatuh ke dalam lubang itu.
" Eh??. " ucap Quennevia yang baru menyadari kalau ia sedang jatuh.
" Master!. " teriak Yue, ia hendak ikut masuk ke dalam sana, tapi Xi menghentikan nya. " Apa yang kau lakukan?!. " tanya Yue pula.
" Tenang lah, lihat itu. " sahut Xi.
Dibawah sana, Quennevia tidak terus jatuh di lubang itu, tapi ada sulur-sulur yang menahan tubuhnya, tapi ia terlihat tidak sadarkan diri di bawah sana. Dan sulur-sulur itu semakin membelit nya dan terus membelit nya.
" Master, baik-baik saja. Tapi kenapa sulur-sulur itu terus membelit nya??. " tanya Yue pula.
" Jangan terlalu khawatir, trik ilusi kecil seperti itu tidak akan menimbulkan apa-apa padanya. Hal itu untuk menunjukkan dia punya niat buruk atau tidak, dan ilusi ini bagus untuk membangkitkan sesuatu dalam dirinya. " sahut Xi.
Mereka terus memperhatikan Quennevia yang ada di bawah sana, saat tiba-tiba seperti ada setitik cahaya yang keluar dari nya, dan terbang keluar dari lubang itu.
" Blue, kenapa kau membuatnya mengambil ujian itu, kenapa kau tidak membiarkan Nona masuk saja??. " ucap Bell dengan marah tapi kelihatan imut, iya setitik cahaya itu adalah Bell.
" Bell, kenapa kau bisa ada padanya??. " tanya balik anak bernama Blue itu.
" Itu karena Nona sudah menolongku, dan dia itu Putri dari Ratu kita. " ucap Bell pula.
" Apa?!! Kenapa kau tidak bilang dari tadi?!!. " teriak Blue dengan sangat terkejut.
Tiba-tiba muncul sebuah cahaya lain yang menuju langit, asal nya itu dari Quennevia yang ada di bawah sana, dan ia muncul sendiri di tengah-tengah pilar cahaya itu. Cahaya itu adalah kebangkitan kekuatan Quennevia yang pertama.
Kebangkitan itu membuat mereka yang ada di sana terkejut, apa lagi saat Quennevia membuka matanya, aura jadi terasa semakin berbeda.
" I.. Ini.. " ucap Blue dengan sangat terkejut.
" Kebangkitan pertamanya sebagai penguasa hutan. " ucap Xi.
Hal itu juga bisa dirasakan oleh para spirit dihutan, terutama oleh para spirit utama yang melindungi jantung hutan itu, yang mana salah satunya adalan naga air yang dibicarakan oleh Blue tadi, dan Everon.
" Sudah dimulai, ya. " gumam Everon dari tempatnya.
" Hooh, pemimpin masa depan kita sudah kembali. " ucap seseorang.
" Seperti nya takdir itu akan segera terjadi. " ucap yang lain.
Mereka sudah menunggu-nunggu hari ini, dimana Quennevia membangkitkan kekuatan nya sebagai penguasa hutan dan spirit.