
Saat itu Quennevia membuka matanya ketika kesadaran nya mulai kembali, ketika ia menatap sekeliling nya adalah sebuah tempat yang sangat asing baginya. Dia ada di atas sebuah altar di sebuah ruangan, dengan pilar-pilar yang mengelilingi nya juga 4 pintu yang terlihat seperti gerbang juga mengelilingi nya. Sedangkan dirinya sendiri dirantai diantara dua pilar di tengah-tengah altar tersebut.
(👆 anggap aja kaya gitu)
Quennevia mencoba untuk melepaskan rantai yang mengikat tangannya itu, namun semakin ia berusaha maka semakin kencang pula rantai itu mengikat nya. Pada akhirnya usahanya itu sia-sia saja jika tidak ada yang membukakan nya untuk nya.
" Percuma saja, kau tidak akan pernah bisa melepaskan nya. " ucap sebuah suara pula yang langsung mengalihkan perhatian Quennevia.
Penglihatan nya langsung tertuju kepada seorang laki-laki yang tengah bersandar di ambang pintu itu, siapa lagi jika bukan Lorenzo bukan. Kan dia yang selalu saja bilang ingin bertemu dengan nya.
" Urus saja urusan mu sana. " usir Quennevia dengan ketus.
" Walau pun kau bisa membuka rantai itu, kau tetap tidak akan bisa keluar dari sini. Ini adalah wilayah klan Retia. " ucap Lorenzo pula, yang mulai berjalan mendekati nya.
" Aku tidak bertanya tuh. " sahut Quennevia.
" Ku pikir kau ingin tahu jadi kuberi tahu. " jawab Lorenzo yang kini ada di depan Quennevia.
Quennevia hanya diam tidak menyahuti nya lagi, kemudian Lorenzo pun mengangkat dagunya hingga pandangan mereka pun bertemu.
" Kau selalu saja nampak cantik, sayang sekali kau jadi lemah karena cinta. " ucap Lorenzo tersenyum miring.
" Sudah kubilang urus saja urusan mu sendiri! Mau aku jadi lemah atau hancur sekali pun itu bukan urusan mu!! " sahut Quennevia, ia memalingkan wajah nya hingga Lorenzo pun melepaskan tangannya dari wajah Quennevia.
" Berapa lama aku tidur??. " dan kini Quennevia malah menanyakan hal seperti itu.
" Sekitar 3 jam, mungkin. " ucap Lorenzo.
Quennevia tidak menyangka dia akan tidur begitu lama, apa ada hubungan nya dengan rantai milik klan Retia itu. Ataukah karena dia memang mengantuk, padahal biasanya dia sulit untuk bisa tidur nyenyak. Tapi untuk sekarang dia hanya memikirkan satu hal.
Quennevia berharap Zico ada di sisinya agar dia bisa menggigit Lorenzo, sayang sekali ia melemparkan nya kearah Yulles saat pertarungan sebelum nya. Sekarang malah dia yang dapat masalah karena ketidak waspada-an nya itu.
" Harusnya aku tidak melakukan hal itu. " batinnya menyesali perbuatannya sendiri.
Quennevia bahkan tidak bisa membuka rantai ditangannya, apalagi kabur. Apa dia panggil Everon saja ya, tapikan tempat itu pasti ada penghalang nya, apa Everon bisa menerobos penghalang wilayah musuh??.
" Lalu.. apa yang akan kau lakukan?? Membebaskan Seretia dari tubuhku??. " tanya Quennevia.
" Iyah, seperti itulah. " sahut Lorenzo.
" Oh. " ucap Quennevia pula dengan santainya.
" Kau sama sekali tidak kelihatan takut. " ucap Lorenzo.
" Tidak tuh. "
" Kau bisa saja mati, loh. "
" Iya, itu bagus untuk ku. "
" Tapi aku tidak akan membiarkan mu mati. "
" Itu masalah mu, karena aku akan terus memburumu jika aku atau kau tidak mati. "
" Tapi sekarang kau yang jadi buruan nya, loh. "
" Lalu??. "
Tapi Lorenzo malah tiba-tiba tertawa tanpa ada sesuatu pun yang lucu, ia tertawa karena mengingat kembali obrolan mereka saat ini. Padahal Quennevia saat ini sedang disekap oleh musuh, tapi bisa-bisa nya tenang seperti itu, memang seperti gadis dalam ingatan nya selama ini.
Disisi lain Quennevia malah bingung dengan Lorenzo yang tiba-tiba tertawa itu, Quennevia mulai berpikir jika saja dia itu gila.
" Tidak, dia memang gila. " batin Quennevia sambil menatap Lorenzo datar.
Greekk...
Perhatian Quennevia dan Lorenzo pun kembali teralihkan, ketika suara pintu terbuka dari hadapan mereka itu. Lalu Seriana pun masuk ke dalam tempat mereka berada itu, bersama dengan ke-10 kepala keluarga klan Retia itu.
" Wah, Wah. Tuan muda, anda sangat senang sekali ya bisa bertemu dengan putri Quennevia. " ucap Reeth, tidak lupa pula senyuman nya yang selalu ada itu.
" Aku hanya sedikit ngobrol nya dengan nya. " jawab Lorenzo, yang kini kembali turun dari Altar itu mendekati ibunya. " Apa ibu akan mengeluarkan leluhur kita sekarang??. " tanyanya pula.
" Benar. Kurasa lebih cepat memang lebih baik. " sahut Seriana.
" Kalau begitu segera lagi lakukan. Lebih cepat kalian melakukan nya lebih cepat pula aku mati bukan. " ucap Quennevia pula dengan wajah malas.
Quennevia memang memikirkan hal itu, sejak ia melepaskan Ethan ia tidak punya pikirkan untuk tetap hidup sekali pun. Dunia begitu indah namun juga begitu menyakitkan, Quennevia hidup di dua dunia, dengan takdir yang membingungkan. Jika saja dia bisa memilih, Quennevia akan memilih untuk tidak pernah terlahir kembali dalam bentuk apapun.
" Iya, jadi lakukan saja. " ucap Quennevia.
" Meskipun dunia ini hancur??. " tanya Seriana lagi.
" Halo~ aku berusaha untuk tidak peduli disini, tolong jangan membuat ku berpikir untuk tidak ingin meninggalkan dunia ini. " ucap Quennevia sambil tersenyum miring kearah Seriana, " Dunia ini memiliki begitu banyak keindahan dan kemegahan, tapi dunia ini tidak memberikan apapun kepada ku. Aku tidak merasakan apa-apa selain keputusasaan untuk dunia ini, Bibi!!. " lanjut Quennevia pula dengan suara dingin.
" Ap-... Bibi??. " ucap kepala keluarga ke 3 Ben dan kepala keluarga ke 6 Roy yang tercengang mendengar nya, sama halnya dengan yang lainnya.
Kecuali Lorenzo tentunya yang hanya menghela nafas sambil tersenyum mendengar nya, sama halnya dengan Seriana.. dia juga malah tertawa mendengar Quennevia memanggilnya bibi itu.
" Hahaha... Ternyata memang benar ya, kau benar-benar sangat menarik. Tidak pernah ada yang memanggilku seperti itu tanpa izin ku. " ucap Seriana.
" Kau baru sadar ya??. " sahut Quennevia pula langsung berubah datar kembali.
" Asal kau tahu saja ya. Jika leluhur kami bangkit dia bisa saja mengacaukan dunia. " ucap Seriana.
" Tidak perlu Seretia, aku sendiri pun bisa menghancurkan dunia jika aku mau. " ucap Quennevia menimpali dengan dingin.
" Kalau begitu... mari kita mulai saja. Perlu ku ingatkan kalau proses nya tidak akan menyenangkan Quennevia, dan aku tidak akan membiarkan mu mati. Bisa-bisa putraku Lorenzo malah membenci ibunya nantinya. " ucap Seriana pula.
" Cih. Ibu dan anak sama saja. " gumam Quennevia sembari memutar bola matanya malas.
Kemudian sesuai yang dikatakan oleh Seriana, upacara kebangkitan Seretia itu pun akan dimulai. Para kepala keluarga itu juga sudah berada di tempat mereka, dengan masing-masing dua orang berada di 4 pintu yang mengelilingi Quennevia itu.
Kemudian dua sisanya lagi berada di dua pilar bagian belakang Quennevia, sementara itu Seriana dan Lorenzo ada di dua pilar depan Quennevia. Dan ketika mereka menyalurkan energi yang mereka miliki itu, lingkaran sihir yang ada di bawah Quennevia itu pun mulai bersinar.
Dalam seketika itu pula... Quennevia merasa kalau oksigen yang ada di sekitar nya itu menghilang, membuatnya tidak bisa bernafas. Rasa sakit yang teramat sangat menimpanya, tubuh nya terasa panas dan juga sakit, seakan-akan seperti di iris-iris oleh pedang yang amat tajam.
" Arrrggghhh!!... ohok... ohok.. Ahh!!... Arghh!!. " jerit Quennevia kesakitan.
Hingga membuat yang melihat nya pun meringis melihat nya, belum lagi Quennevia sampai memuntahkan banyak sekali darah untuk pembangkitan itu. Hal itu terlihat sangat kejam jika dipikirkan lagi, namun tidak ada cara lain untuk membangkitkan Seretia.
Untuk membuka pintu gerbang 4 alam saja mereka membutuhkan banyak darah Quennevia, dan untuk mempertahankan nya mereka perlu kekuatan nya. Dengan begitu Seretia yang disegel di 4 alam yang berbeda itu bisa keluar dari dalam sana.
" Gadis itu benar-benar bernasib buruk, ya. " ucap batin Arma, kepala keluarga ke 1.
" Wow.. " ucap Kina dan Aina.
" Astaga, dia hebat sekali. Jika salah satu dari kami yang ada di sana pasti sudah mati duluan. " batin Riraya sambil menunjukkan wajah imutnya itu.
Semua orang melihat pembangkitan itu dengan sangat serius, begitu pula Lorenzo yang terus menatap Quennevia yang kesakitan itu. Disisi lain Seriana pun mulai membacakan beberapa mantra...
" Η σκιά έχασε στο σκοτάδι, αυτός που αιχμαλωτίζει και σκοτώνει τον θεό, αυτός που γνωρίζει το τέλος και την αρχή. Με το αίμα ενός κοριτσιού που γεννήθηκε στις ευλογίες των θεών, ο άρχοντας των 4 κόσμων ανοίγει αυτήν την πύλη. Επιστρέψτε στον εαυτό σας στον κύκλο καλλιέργειας, πέντε στοιχεία σε στοιχεία και διακόψτε τη σύνδεση που υπάρχει μεταξύ εικόνας και αλήθειας. " Seriana menggumamkan kata-kata itu.
- Di tiga tempat yang berbeda..
Tiga orang yang juga tahu apa yang terjadi kepada Quennevia dari perasaan yang mereka miliki, ketiga orang ditempat yang berbeda itu pun terdengar menggumamkan beberapa hal.
" Sudah dimulai. Pintu penderitaan yang terbuka itu akan menelan kegelapan yang tersimpan di hati nya. " ucap orang pertama.
" Roda takdir kembali berputar, dunia akan menemui akhir dari keputusan anak itu. " ucap orang kedua.
" Orang dari masa lalu yang kembali, dan orang dari masa kini yang terlahir kembali. Kekuatan yang bisa mengacaukan hukum dunia dan kekuatan yang bisa mengguncang dunia. " ucap orang ketiga.
- Di jantung hutan York.
Didalam istana yang tersembunyi didalam danau besar tempat Aqua berada, Misika tengah berada di sana. Mendengarkan pesan dari tiga orang yang tadi berbicara itu.
" Takdir nya akan dimulai dari awal, penyelamat atau orang yang jadi kehancuran. Keputusan itu ada di tangannya sendiri. " ucap Misika.
-- Balik lagi ke tempat Quennevia.
Sementara itu di tempat Quennevia...
Tak lama dari upacara yang mereka lakukan itu, keluar lah dari tiga gerbang yang ada di sana, sebuah bola-bola bercahaya yang pergi kearah Quennevia dan berputar-putar di sekitar nya. Lalu kemudian dari tubuh Quennevia keluar lah sesuatu yang tidak ada di salah satu pintu itu, yaitu jiwa dari Seretia. Tiga bola cahaya itu pun menyatu dengan jiwa nya Seretia itu, dan perlahan-lahan tubuh Seretia pun mulai terbentuk lagi.
Mereka yang ada di sana saat Seretia bangkit kembali itu terpaku melihat nya, benar-benar tidak bisa disangka oleh orang biasa kalau itu bisa terjadi bukan. Seretia pun membuka matanya perlahan-lahan, kini... wanita pembawa bencana itu telah bangkit kembali.
*👆 Seretia.