
Saat ini pun di tempat itu situasi nya sangat tegang antara Quennevia (yang sedang dikendalikan orang lain), dengan Everon dan juga Mice. Sebaliknya Ethan dkk jadi bingung dengan apa yang terjadi kepada Quennevia, dan kenapa Mice dan Everon kelihatan sangat marah seperti itu. Di sisi lain sang raja yang dicekik di bawah sana, sudah mati duluan karena tidak bisa bernafas.
" Eh, ada apa dengan mereka?? Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Quennevia sekarang berpenampilan seperti itu??. " tanya Sayles dengan beruntun.
" Dia sudah dikendalikan, mungkin sebaiknya kita bersiap-siap jika kita harus melawan nya. " ucap Yue yang masih dalam bentuk manusianya.
" Melawan nya?? Kau gila, kekuatan kami terpaut terlalu jauh. " sahut Yuki.
" Dan kami juga tidak mau menyakiti nya. " ucap Ryohan yang diangguki oleh mereka semua.
" Kalian pikir aku juga mau menyakiti nya apa?!. " jawab Yue pula kesal.
" Tetapi.... tidak ada cara lain. " ucap Ethan yang sedang gelisah, khawatir, marah dan sedih di saat yang sama. Pokoknya campur aduk, kaya es campur.
" Tidak usah tegang begitu. " ucap Seretia saat mendengar bisik-bisik diantara mereka. Mantan pemimpin klan Retia/wanita pembawa bencana yang sedang mengendalikan Quennevia. " Aku tidak berniat melakukan apapun, iya tidak untuk sekarang. " ucapnya sambil menyeringai.
Mereka tetap gelisah meski sudah mendengar itu, karena tentu saja meski tidak sekarang Seretia mungkin akan melakukan sesuatu di masa depan. Dan kelihatan nya, itu bukanlah rencana yang baik sama sekali. Apapun itu pasti hal yang membahayakan orang banyak, hanya demi keuntungan pribadi nya.
" Kenapa kami harus percaya dengan perkataan palsu mu itu??. " ucap Lilac seolah menantang. Membuat yang lainnya langsung menoleh kearahnya dengan ekspresi terkejut.
" Iya, omong kosong mu itu tidak bisa di percaya. " ucap Kian pula, semakin membuat mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lakukan.
" Pfftt.... Hahahaha... Saat ini saja aku kesulitan untuk mempertahankan kesadaran ku, sebentar lagi Quennevia akan bangun dan dia mungkin akan semakin terpuruk setelah melihat apa yang aku lakukan. " ucap Seretia.
" Kalau begitu enyahlah sana. " sahut Mice dengan ketus, dan sekarang malah Everon yang terlihat terkejut dengan ekspresi yang dibuat Mice saat ini.
" Haha... Jangan ketus seperti itu padaku Mice kecil, lagipula hilangnya dia bukan salahku. " sahut Seretia yang ditanggapi wajah marah dari Mice.
Ia pun segera berbalik menghadap para penduduk yang masih ada di sana, Seretia menjentikkan jarinya dan para penduduk itu langsung hilang lagi dari sana.
Penghalang di kota kerajaan Frids juga ia hilang kan, dan kota-kota yang hancur itu langsung kembali seperti semula. Semua.. kecuali istana nya yang benar-benar sudah hilang tanpa jejak, bahkan satu debu dari istana itu pun tidak ada. Oscar dkk (-Ethan) pun sama tercengangnya dengan para penduduk yang pasti kembali ke sana.
" A.. apa yang baru saja ia lakukan??. " ucap Oscar bertanya-tanya.
" Ho.. ruang dimensi yang sangat hebat. " ucap Everon pula sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
" Hah??. " tanya mereka pula sambil melirik kearah Everon.
Disisi lain Quennevia sudah kembali seperti sebelumnya, ia terhuyung ketika benar-benar sudah jadi dirinya sendiri. Tapi berhasil ditahan oleh Ethan sebelum ia terjatuh ke tanah. Yang lainnya pun langsung ikut menghampiri mereka untuk melihat keadaan Quennevia.
" Quennevia!.. Quennevia, kau baik-baik saja? " ucap Ethan.
" Ethan, bagaimana keadaan nya??. " tanya Lecht.
" Dia baik-baik saja, jangan khawatir. " sahut Mice.
Ia pun mendekati Quennevia dan menerima sebuah obat padanya, tak lama kemudian Quennevia pun membuka matanya. Ia pun duduk di tengah-tengah mereka sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit. Mereka senang melihatnya baik-baik saja, lebih senang lagi karena dia itu benar-benar Quennevia yang sebenarnya.
" Um... Apa yang terjadi??. " tanya Quennevia yang kebingungan.
" Kau tidak ingat??. " tanya balik Haika, yang mendapatkan gelengan kepala dari Quennevia.
" Yang kuingat hanya aku menangis di tempat Murphy, lalu aku tidak ingat apa-apa lagi. Kenapa aku ada di sana sini, apa yang sebenarnya terjadi?? Dan lagi... siapa bab* jelek itu??. " tanya Quennevia beruntun dengan pertanyaan terakhir menunjuk kearah si raja yang sudah mati itu dengan menunjukan wajah yang terlihat jijik.
" Pfftt... "
Mereka jadi ingin tertawa mendengar pertanyaan itu, bagaimana bisa Quennevia berkata seperti itu pada si raja dengan mudahnya.
" Aku malah jadi bingung, lalu kenapa paman Mice dan si kadal ada di sini??. " tanya Quennevia dengan wajah datar, sama sekali tidak ada rasa bersalah setelah mengejek Everon.
Tantu saja Everon kesal, tetapi tidak sekesal saat Ethan yang mengatakan nya. " Sialan, kau dan si pirang itu sama saja. " gerutu Everon.
" Baiklah, karena semuanya sudah selesai dan Quennevia juga baik-baik saja. Bagaimana jika kita langsung kembali sekarang, karena aku merasa seperti nya kita sedang diawasi di sini. " ucap Arkan dengan ucapan teraktir nya sedikit berbisik.
Mereka mengangguk setuju, kemudian langsung pergi dari sana bersama-sama.
" Entah kenapa aku merasa kalau sebelum nya bukan aku yang bersama kalian. " ucap Quennevia pula dalam perjalanan itu.
" Hanya perasaan mu saja, kok. " jawab yang lainnya pula.
Dan memang benar saja dengan apa yang dikatakan Arkan, disisi lain hutan sana ada beberapa mata yang tengah memperhatikan mereka dalam kegelapan.
Mereka saling pandang satu sama lain, setelah itu ikut menghilang dari tempat itu.
*********
Setelah itu, ketika mereka sampai kembali di Chrysos, mereka tidak pergi ke kediaman Arkharega, tantu saja semua itu karena rumahnya sudah hancur.Mereka berpindah ke istana Kekaisaran, atas permintaan Lecht dan izin Kaisar.
Quennevia diminta untuk istirahat oleh Mice karena tubuhnya yang masih lemah setelah dikendalikan oleh Seretia, dan dengan sengaja mereka tidak memberitahu kan hal itu kepada nya, sementara itu yang lainnya berkumpul di ruangan Lecht untuk membahas apa yang terjadi.
" Baiklah, sekarang kami ingin meminta penjelasan tentang wanita pembawa bencana yang waktu itu Tuan Haika katakan. Bukankah dia adalah wanita dalam sejarah yang membuat seluruh benua kacau balau itu??. " tanya Jino yang pertama kali angkat suara.
" Itu benar, dan Quennevia adalah kunci untuk membangkitkan nya. " sahut Everon datar.
" Mustahil, wanita pembawa bencana itu sudah mati 200 tahun yang lalu, kan. Jika hal itu memang benar pun, kenapa harus Quennevia yang jadi kuncinya?!. " tanya Ethan.
" Itu benar, bukankah seharusnya untuk membangkitkan sang Necromancer harus menggunakan cara yang sama saat ia membangkitkan mayat orang lain??. " sahut Lecht pula.
Mereka tidak percaya akan hal tersebut, iya jika tidak dijelaskan menang tidak akan bisa dimengerti. Apalagi sekarang mereka yang ada di sana saat ini sudah tahu alasan kenapa Quennevia selalu diincar orang-orang jahat.
Mendengar ucapan Ethan dan Lecht, Mice pun mengangguk, " Benar, tetapi 200 tahun yang lalu wanita pembawa bencana itu belum mati tapi disegel. Agar tidak ada yang bisa membangkitkan nya lagi, atau agar dia tidak bisa terlahir kembali ke dunia. " ucap Mice.
" Tubuh wanita pembawa bencana disegel di dunia bawah, rohnya ada di dunia spirit, kekuatan nya ada di dunia atas dan kesadaran nya ada di dunia fana. Untuk bisa membangkitkan sang Necromancer maka orang yang ingin ia kembali harus mempunyai hubungan dengan empat alam itu. " jelas Yue.
" Tapi Quennevia-... " ucap Meliyana yang terpotong.
" Quennevia memiliki hubungan dengan empat alam itu. " sela Haika.
Mereka semua pun diam kembali untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Haika.
" Tubuhnya adalah manusia yang artinya sama saja dengan dunia fana, tetapi jiwanya adalah spirit king artinya dunia spirit. Jantungnya adalah iblis sama dengan dunia bawah, dan darah yang mengalir di tubuhnya adalah darah dewa artinya dunia atas. Oleh karena itu sekarang Quennevia adalah si kunci yang diperebutkan oleh orang-orang yang ingin membangkitkan sang Necromancer." ucap Haika.
" Dikarenakan Nyonya Misika adalah keturunan langsung dari dewa, jadi master yang mewarisi darahnya pun memiliki nya. Terbukti dengan rambut emas dan empat sayap seperti yang kalian lihat sebelumnya. Jika kebangkitan master sudah selesai dia juga akan memiliki enam sayap sama seperti Ethan. " sahut Yue.
" Tunggu... jadi, Ethan dan Quennevia itu mewarisi kekuatan dewa begitu?!. " tanya Arkan yang sangat terkejut mendengar nya.
Yang lainnya pun sama terkejut mendengar itu, tidak ada yang memberitahu mereka.... tidak, itu karena hal tersebut tidak dijelaskan dalam sejarah ataupun pengetahuan yang harus di ketahui. Karena tentu saja, jika hal itu diketahui oleh banyak orang pasti akan ada kekacauan yang lebih besar dari sekarang.
" Begitulah adanya. " jawab Everon.
Mereka semua menunduk wajah mereka memikirkan hal itu, jadi selama ini Quennevia itu selalu hidup dalam lingkungan yang selalu membuatnya dikelilingi bahaya sejak kecil.