
Beberapa saat setelah kejadian makhluk yang tiba-tiba muncul di atas meja rias milik Quennevia, Mereka bertiga... Eh salah, maksudnya berlima (+Yue dan entahlah siapa itu) duduk bersama sambil makhluk itu memberi penjelasan dibantu Yue yang menerjemahkan bahasa nya.
" Hmm... Jadi, makhluk aneh ini ada di dalam kalung ku karena ibu yang menyuruhnya ada di sana untuk melindungi ku. Dan dia akan keluar ketika aku memiliki kekuatan yang besar dan membangkitkan nya. " ucap Quennevia setelah memahami penjelasan dari mereka sambil menopang dagunya.
" Benar master, seperti itu. " dan Yue pun langsung membenarkannya.
" Aku tidak menyangka nyonya bisa punya makhluk seperti ini. " ucap Murphy terlihat sangat kabum dengan itu.
" Kalau melihat dari kekuatan nya, sepertinya dia termasuk jenis hewan roh tingkat legendaris. " ucap Haika pula.
Iya, hewan itu memancarkan kekuatan yang besar sih, mungkin bisa di bilang dia termasuk jenis anjing atau serigala. Tapi ada sesuatu yang mengganggu pikiran Quennevia saat mengetahui itu semua.
Brakk...
Quennevia langsung memukul meja dengan tiba-tiba, hingga membuat semua makhluk yang ada di sana terkejut mendengar nya.
" Ouh, atau jangan-jangan kau yang selama ini mencuri energi milikku, ya." ucap Quennevia sambil terlihat marah.
Makhluk itu langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, dia takut dengan Quennevia yang marah seperti itu. Mungkin dia trauma karena Quennevia tiba-tiba mengancam akan membunuhnya sebelumnya.
Makhluk itu pun menggonggong untuk memberitahu Quennevia, tapi tetap saja itu tidak bisa dimengerti oleh nya.
" Dia bilang bukan dia, Master. Mungkin masalahnya ada di dalam tubuh anda. " sahut Yue sebagai penerjemah disana.
" Kau ingin bilang tubuhku tidak berguna? " namun justru itulah menafsiran yang dipikirkan oleh Quennevia.
Murphy dan Haika hanya tersenyum melihat tingkah Quennevia yang mulai sedikit bar-bar sekarang, tidak ada yang bisa mereka lakukan dengan itu. Jadi mereka hanya diam dan memperhatikan.
Dan makhluk itu kembali menggonggong.
" Dia bilang mungkin ada sesuatu di dalam tubuh anda, sehingga kekuatan anda tidak bisa terkumpul sepenuhnya. " ucap Yue mewakilinya.
Quennevia kembali memikirkan itu, memang benar dia juga merasa kalau ada sesuatu di dalam tubuhnya. Dan itu selalu berusaha mengajaknya bicara atau bertamu, tapi masih belum bisa. Entah kapan dia bisa melihat apa yang ada di dalam tubuhnya itu.
" Ya sudah, sekarang maumu apa??. " tanya Quennevia kemudian kembali menatap makhluk itu.
" Bagaimana jika menjaganya saja, adik. Dia akan sangat berguna. " usul Haika.
" Benar juga, tapi apa benar dia punya kekuatan yang besar. "
Quennevia terlihat tidak percaya dengan makhluk itu, apalagi dia terlihat seperti binatang peliharaan biasa yang hanya bisa bermain. Meski begitu...
" Mungkin aku harus berhenti memandang penampilan. " batinnya pula. Dia harus mulai berpikir seperti itu disini.
" Kekuatan nya akan tumbuh seiring waktu, Nona. Jika anda menjaganya mungkin dia akan selalu ada dia dekat anda. " ucap Murphy menengahi pikirannya.
Quennevia pikir itu benar, " Yah... Baiklah. Mulai sekarang kau adalah hewan peliharaan ku, ingat untuk mematuhi ku. Atau aku akan mengumpankan mu kepada hewan roh lain. " ucap Quennevia sambil tersenyum menyeramkan.
Hewan itu pun langsung menganggukkan kepalanya karena terlalu takut dengan ancaman itu, sepertinya dia bisa merasakan niat membunuh Quennevia yang tidak bisa dikendalikan dengan baik. Sementara itu disaat yang sama, Quennevia sendiri bingung kenapa dia sangat mudah patuh seperti.
" Iya, kalau begitu aku juga akan kembali. " ucap Haika yang kemudian berdiri dari duduknya.
" Eh, sekarang?? " tanya Quennevia.
" Tentu, ini sudah malam. Lebih baik kau juga beristirahat. "
Haika mengelus kepala Quennevia sebentar, kemudian dia pergi dari sana. Yang tersisa di kediaman itu sekarang hanya Quennevia, Murphy, Yue, dan satu lagi yang belum mempunyai nama.
Quennevia juga memikirkan itu, anak itu perlu nama agar bisa menjadi peliharaan nya.
" Murphy, nama apa yang bagus untuk nya??. " tanya Quennevia.
" Mm... Saya tidak tahu apa anda akan menyukai nya atau tidak. " sahut Murphy.
" Katakan saja. "
" Bagaimana jika yang berkaitan dengan malam hari saja, mungkin akan cocok. "
Quennevia memikirkan itu dengan keras, mungkin tidak akan ada salahnya jika memang seperti itu. Toh, Yue juga yang artinya bulan. Mungkin akan bagus jika namanya sama dengan warna bulu nya yang hitam seperti langit malam.
Dia teringat sesuatu yang sama dari tempatnya dulu ketika mengingat kata itu. Jika dipikirkan nama Yue dan makhluk itu juga akan saling berkaitan jika dia memakai nama itu.
" Bagaimana dengan Xi? " tanya Quennevia.
" Xi?? " ucap Yue dan Murphy bersamaan sambil memiringkan kepalanya terlihat lucu.
" Ah, di negara yang sangat jauh dari sini. Nama Xi artinya malam atau senja."
" Sepertinya itu nama yang bagus, bagaimana menurutmu Xi? "
Murphy bertanya kepada anjing itu sambil tersenyum dengan sangat ramah, hal itu membuatnya langsung menggonggong gembira kepada Murphy yang bicara dengan nya, dan melihat itu membuat Quennevia agak jengkel kepadanya.
" Kau langsung berubah baik saat dengan Murphy, tapi malah ketakutan saat bersamaku." ucap Quennevia yang jengkel.
Xi yang melihatnya pun langsung melompat dan bersembunyi di belakang Murphy, dia benar-benar takut kepada Quennevia. Murphy sendiri hanya bisa tersenyum sambil berusaha menenangkan Quennevia yang merasa jengkel itu.
Hingga pada akhirnya Quennevia juga mengalah dan memutuskan untuk tidur, tentu dia juga menyuruh Murphy tidur. Dia tidak perlu khawatir jika ada yang mencoba merencanakan sesuatu yang buruk padanya, dia sudah memasang penghalang dan akan mendeteksi jika ada seseorang yang memasuki wilayah nya.
****
Pagi harinya, Quennevia hanya disibukkan dengan membaca buku-buku dan resep yang sebelumnya dibawa oleh Murphy. Dia mempelajari semua itu, agar tidak ada kesalahan saat membuat obatnya, seorang alkemis harus tahu cara dan bahan yang tepat saat membuat obat. Dan saat itulah dia kedatangan tamu secara tiba-tiba.
" Nona, ada prajurit yang akan bekerja untuk anda. " ucap Murphy saat masuk ke tempat Quennevia.
Quennevia yang mendengar nya hanya menyunggingkan senyuman, dia sudah menanti-nanti bawahan yang ia tunggu dari kemarin. Dan akhirnya datang juga.
" Bawa dia masuk Murphy lalu tutup pintunya. " sahut Quennevia.
Tidak lama kemudian orang yang ditunggu nya datang menemuinya, iya tentu dia Kai. Nampaknya dia juga terkejut sesaat karena Quennevia mirip dengan majikan yang ia ikuti, tapi kemudian dia sadar. Setelah Murphy menutup rapat pintu pembicaraan mereka pun dimulai.
" Putri, saya adalah prajurit yang akan menjaga anda. " ucap Kai dengan formal kepadanya, sambil membungkuk kan tubuhnya dengan hormat.
Sementara itu, Quennevia yang melihatnya seperti itu merasa lucu. Ia pun tersenyum dan berkata, " Apa kau melupakan ku, Kai?? " tanyanya.
" Maksud anda?? " tanya balik Kai bingung, sepertinya dia benar-benar berpikir hanya sebuah kebetulan majikan nya dan orang yang ada di hadapan nya agak mirip.
" Kau benar-benar tidak mengenaliku?? "
Dia mengubah warna rambutnya sambil mengibaskan nya, dan Yue pun juga langsung keluar dari tempat persembunyian nya. Saat itu Kai semakin terkejut lagi, dan dia langsung berlutut didepan Quennevia.
" Nona, saya tidak mengenali kalau itu anda. " ucap Kai yang entah kenapa terlihat merasa bersalah.
" Tidak apa-apa. Toh, tidak akan ada yang percaya jika Quennevia yang lemah adalah master bela diri yang mengalahkan 10 petarung terkuat di arena burung api, bukan?? " ucap Quennevia.
" Anda pergi ke arena burung api?!!. " teriak Murphy tidak percaya, dan kelihatannya dia marah karena tidak tahu saat Quennevia pergi ke tempat yang berbahaya.
Disaat yang sama, Kai sedikit terperanjat karena Murphy yang tiba-tiba berteriak seperti itu, dia pikir kalau Murphy sudah tahu karena dia dayang pribadi Quennevia. Sedangkan Quennevia hanya tersenyum canggung, dia lupa memberitahu Murphy soal itu.
Hingga pada akhirnya dia pun harus menjelaskan nya terlebih dahulu kepada nya, dan setelah itu Quennevia mengenalkan Murphy kepada Kai. Dan Kai juga diberi penjelasan tentang apa yang terjadi sebenarnya.
Nama : Xi.
Ket : Hewan peliharaan baru Quennevia yg muncul dari kalung miliknya, merupakan peninggalan ibunya selain kalung itu. Meski begitu ada juga beberapa barang lainnya yg merupakan peninggalan ibunya juga.
Nama : Kai Arhane.
Umur : 16 tahun.
Ket : Menjadi bawahan Syiena saat kalah bertarung di arena burung api.