Quennevia

Quennevia
Rencana Ethan



Seketika tubuh Beatrice dibalut oleh cahaya yang semakin membesar, Misika dan para spirit guardian bahkan harus menghindari cahaya itu, Ethan pun juga ikut menjauh sambil membawa Kagura yang masih saja ingin pergi kepada Quennevia. Alasan mereka menjauhi cahaya itu bukan karena takut akan terluka, tapi mereka tidak ingin membuat Beatrice jadi semakin kuat karena cahaya itu bisa menyerap kekuatan mereka.


Seperti itu saja Quennevia dan Beatrice sudah hampir seimbang, apalagi jika tiba-tiba Beatrice mendapatkan kekuatan dari mereka, Quennevia sendiri pun juga langsung terbang menjauh untuk menghindari cahaya itu.


" Hmm..?? "


Quennevia melihat sesuatu yang datang dari tempat Beatrice tadi ketika cahaya itu semakin menipis, sesuatu yang masih dibalut oleh cahaya ikut terbang menghampiri dan menabrakkan dirinya kepada Quennevia.


Duakk...


Quennevia sempat menahannya dengan pedang ditangannya, namun masih terdorong cukup jauh karena nya. Kemudian ia pun bersiap dengan pedang ditangan kanannya jika saja sesuatu itu menyerangnya lagi. Tapi ketika ia melihat apa itu, matanya membulat sempurna dan dirinya mematung karena terkejut melihat itu.


" Huh...?!! "



" Oh, wujud itu. Seperti nya semua nya akan semakin menarik benarkan, Tuan Muda??. " ucap Reeth yang menonton disana.


" Seperti nya kita hanya akan terus menonton disini saja, ya??. " ucap Caius pula menyala perkataan Reeth.


" Tenang saja Caius, jika sudah waktunya kalian juga akan ikut bertarung. Juga yang satu lagi. " sahut Lorenzo dengan Seringai nya.


Seperti nya bukan hanya Quennevia saja yang tahu kalau wujud di depannya itu bukan lagi Beatrice, namun Quennevia sangat amat mengenalinya, bahkan Misika dan para spirit guardian juga mengenalinya.


" Itu... Tidak mungkin.. " ucap Zeze.


" Ada apa?? Kenapa dengan Beatrice??. " tanya Ryohan yang penasaran.


Tapi semua malah menoleh kearah Mice dibelakang mereka, jadi teman-temannya Quennevia termasuk Ethan pun juga ikut menoleh.


" Mice... " panggil Aqua.


Disisi lain Mice terlihat benar-benar sangat tidak baik sekarang, dia kelihatan amat sangat marah. Bedanya dengan Quennevia, dia masih bisa menahan amarah itu karena ada Misika dan yang lainnya di sana.


" Tidak tahu malu!!. " geram Mice dengan wajah yang menggelap.


Misika sendiri jadi sedikit terhuyung tapi untungnya ditahan oleh Haika dan Ethan yang ada di dekat nya agar tidak jatuh. " Tidak jika seperti ini... jika begini... " ucap Misika pula yang mengalihkan perhatian mereka.


" Ibu..! "


" Nyonya Misika..!. "


" Kenapa... gadis itu terus saja memprovokasi Quennevia, jika begini... dia sudah tidak bisa dihentikan lagi. Kita harus memaksa Quennevia tidur abadi dengan paksa. " ucap Misika yang kedengaran nya sedang putus asa.


Padahal Misika berencana menenangkan Quennevia tanpa menyakiti nya, apalagi sampai membuatnya tidur abadi. Meskipun namanya tidur abadi, tapi sebenarnya itu hanya berlangsung selama beberapa tahun. Namun tetap saja, untuk melakukan hal itu mereka harus melukai Quennevia dengan sangat parah terlebih dahulu, dan itulah yang tidak diinginkan Misika.


Disaat yang sama Quennevia yang melihat wujud itu, masih tetap diam karena terkejut. Tapi sesat kemudian ia pun memicingkan matanya sambil menggerakkan giginya.


" Huh!! Jangan bercanda! Wujud itu... Adalah wujud bertarung dari temanku, itu adalah wujud asli Sirius!!. " teriak Quennevia kepada Beatrice.


Dia tidak terima Beatrice menggunakan wujud Sirius untuk melawan nya, namun Beatrice sama sekali tidak peduli dan sekali lagi mengarahkan tombak ditangannya itu kepada Quennevia. Namun harus tertahan oleh pedang-pedang yang berputar mengelilingi Quennevia dan menjadi perisai nya, akan tetapi ternyata Quennevia juga kewalahan karena dirinya terlalu banyak menggunkan kekuatan.


Apalagi wujud yang dipakai oleh Beatrice itu, memiliki satu pertigaan dari kekuatan Sirius. Quennevia pun turun dari atas untuk menghindari serangan Beatrice itu.


" Kau..!! Rupanya bukan hanya membunuh Sirius, tapi kau juga menyerap kekuatan nya!!. " ucap Quennevia.


" Aku juga tidak tahu.. bagaimana aku bisa bangkit dengan kekuatan ini dalam diriku. Akan tetapi... bukankah ini menjadi pertarungan yang lebih menarik, Quennevia. " sahut Beatrice sambil menyunggingkan seringai diwajahnya.


" Beraninya kau!!. " ucap Quennevia pula.


Disisi lainnya, teman-teman Quennevia dan yang lainnya hanya bisa menyaksikan itu. Ditambah dengan perasaan gelisah akan keputusan yang harus mereka ambil, apakah akan bertarung dengan Quennevia dan memaksa nya tidur abadi, ataukah mereka harus membiarkan nya saja. Jika saja ada cara lain, mereka pasti tidak akan sebingung ini.


" Bagaimana ini?? apakah kita benar-benar akan melawan Quennevia??. " tanya Aqua.


" Tetapi... kita juga tidak memiliki banyak pilihan saat ini, jika ada yang tahu cara lain maka katakan lah sekarang. " sahut Mice.


" Saat ini saja Quennevia sudah sangat parah, jika dia dilukai lebih dari ini dia mungkin akan tidur abadi selama 3-5 tahun lagi, bukan?. " ucap Yulles.


" Tapi untuk menghentikan Master dengan cara lain, maka cara itu harus lah tepat. Jika tidak salah-salah kita malah memperburuk keadaan. " ucap Yue pula menimpali.


Disisi lain mereka tidak bisa terus bimbang seperti sekarang, semakin banyak waktu yang mereka undur maka semakin buruk. Saat ini saja demi mencegah bencana dari pertempuran saat ini... daerah 1 km dari tempat mereka berada sekarang, semuanya dihentikan oleh kekuatan Misika menggunkan sihir waktu. Dan tentu saja jika ia melakukan nya kekuatan Misika juga jadi banyak terkuras, bahkan saat ini pun ia terus kehilangan kekuatan karena mempertahankan sihir nya itu.


" Ah, ini benar-benar sangat menyebalkan. Aku berharap jika ini semua hanya mimpi. " ucap Azel pula dengan frustasi.


" Mimpi??. " sahut Ethan pula.


Ia teringat dengan kejadian ketika ia belum terbangun sebelumnya, Ethan melihat semua yang terjadi dimasa lalu seperti mimpi. Jika ia juga melakukan itu untuk bisa bicara dengan Quennevia tentang saat ini dan waktu itu, maka...


" Itu dia, Mimpi!. " ucap Ethan dengan sangat bersemangat.


Membuat mereka yang sedang frustasi itu langsung menoleh kearah mereka, begitu pula dengan Oscar dan yang lainnya.


" Ada apa Ethan, kau punya ide??. " tanya Haika.


" Iyah, begitulah. Aku tidak tahu ini akan membuatnya berhenti atau tidak, tapi setidaknya setelah aku menjelaskan semuanya kepada Quennevia, dia mungkin bisa lebih tenang. Lalu yang lebih penting, kita memerlukan seseorang yang memiliki elemen kegelapan mutlak. " jawab Ethan.


" Orang dengan elemen kegelapan yang paling kuat di antara itu hanya Zeze, dia itu Pegasus kegelapan. " sahut Wais sambil menunjuk Zeze yang ada di samping nya.


" Itu sangat bagus, apakah anda bisa membuat dunia mimpi yang bisa ku kendalikan??. " tanya Ethan pula kepada Zeze.


" Ah, kalau itu sih sangat mudah. Karena mimpi adalah bagian dari kekuatan ku, membuat dunia mimpi seperti itu tidak lah sulit bagiku, meski akan memakan sedikit waktu. " ucap Zeze dengan percaya diri.


" Baiklah, tolong buatkan dunia mimpi sesuai dengan ingatan ku, sisanya biar aku yang urus. " ucap Ethan pula sambil mengulurkan tengannya kepada Zeze, agar dia bisa melihat ingatan yang dimaksud oleh Ethan. " Tuan Mice, bisakah anda mengurung Beatrice ketika dunia mimpinya akan selesai??. " tanyanya pula.


" Tentu saja, kekuatan ku masih lebih tinggi darinya. Dibandingkan dengan Quennevia dia lebih mudah diatasi. " jawab Mice.


Ethan pun menganggukan Kepalanya, " Kalian juga, ulur lah waktu sebanyak mungkin. Bantu saja Quennevia menyerang Beatrice, dengan begitu Quennevia juga tidak akan jatuh lebih dulu karena kehilangan kekuatan nya. " ucap nya pula kepada teman-temannya.


" Iyah, serahkan saja kepada kami. " sahut Oscar.


" Kau fokus saja dengan rencana mu itu, ya. " ucap Meliyana pula.


Mereka tidak punya pilihan lain saat ini, selain mempercayai keputusan Ethan. Lagipula hanya itu satu-satunya cara yang terpikir kan oleh Ethan saat ini, meskipun gagal setidaknya dia sudah mencoba, dan dia akan bertenggung jawab untuk menghentikan Quennevia.


" Apakah kau yakin kalau ini akan berhasil??. " tanya Everon.


" Tenang saja, aku tahu apa yang aku lakukan. Lagipula... sejak awal kau memang berencana membuatku bertanggung jawab soal apa yang terjadi kepada Quennevia bukan. " sahut Ethan sambil melirik kepada Everon.


" Hmph... Jadi kau tahu diri juga, ya. " ucap Everon pula.


" Tapi aku juga membutuhkan bantuan mu dan spirit guardian yang lain nya. " ucap Ethan.


" Menahan para orang-orang klan Retia itu, aku juga tahu dasar bocah. " jawab Everon sambil tersenyum yang membuatnya terlihat angkuh. Ethan pun juga hanya tersenyum mendengar nya.


Di sisi lain, Lorenzo yang melihat kalau ada sesuatu yang direncanakan oleh Ethan pun mulai menerka-nerka apa yang akan dia lakukan, karena yang ia tahu mereka tidak akan bisa menghentikan Quennevia jika tidak menyakiti nya.


" Ethan... Apa yang kau rencanakan??. " gumam Lorenzo.