Quennevia

Quennevia
Bertarung melawan iblis



Quennevia masih di sana, menatap tiga orang yang ada di sana dengan tatap datar, dan juga tidak bisa ditebak. Sedangkan Yin, salah satu dari mereka jadi gugup karena di tatap seperti itu. Biasanya orang-orang dari luar tempatnya akan langsung memburunya jika melihat nya.


" Diusia berapa hewan roh bisa berubah??. " tanya Quennevia pula, membuat Yin bingung karena dia bertanya seperti itu.


" Ehh...?? Bi.. Biasanya saat hewan roh sudah dewasa, dan sampai di tahap yang bisa memurnikan roh. " jawab Yin, masih bingung.


" Bagaimana dengan roh rubah??. " tanya Quennevia pula, wajahnya terlihat datar tapi keingintahuan nya melebihi ekspetasi.


" Pffttt... " orang berjubah yang dibelakang diam-diam tertawa melihat Quennevia yang penasaran seperti itu, membuat orang yang bernama Ning di sebelahnya jadi terkejut karena mendengar ia tertawa.


Sedangkan Yin jadi makin bingung kenapa Quennevia ingin tahu tentang hal itu.


" Itu... biasanya mereka bisa berubah saat berumur 100 tahun, karena masih merupakan keturunan dari rubah ekor sembilan pertama. " ucap Yin menjawab pertanyaan itu.


" Begitu. " gumam Quennevia.


Dia terlihat benar-benar serius setelah mendengarkan jawaban itu, lalu tidak lama kemudian Niu, Oscar dan Yue pun juga tiba disana. Dan tentu saja itu langsung mengobati rasa bingung Yin.


" Ternyata dia punya roh rubah, ditambah lagi ekornya sudah pas 9." batin Yin, saat melihat Yue datang ke sana.


" Nevia!! Kau baik-baik saja kan??. " tanya Niu, ia dan Oscar pun turun dari punggung Yue.


" Waktu yang tepat. Yue, ini perintah. Berubahlah menjadi seperti manusia. " ucap Quennevia dengan serius.


" E.. Eh.. Tapi kenapa??. " tanya Yue karena terkejut mendengar itu.


Dia benar-benar sangat bingung karena Quennevia tiba-tiba memintanya berubah seperti itu, padahal dia tidak pernah menunjukkan nya pada siapapun jika bukan keadaan darurat.


" Sudahlah, lakukan saja. Aku perlu memastikan sesuatu. " ucap Quennevia.


" Mau bagaimana lagi, jika ini perintah Master. " sahut Yue pasrah, lalu kemudian ia pun berubah memperlihatkan bentuk manusia nya.



Yue menunjukkan wujud manusia nya kepada mereka, meski tidak bisa menghilangkan ekor dan telinga rubahnya. Sebenarnya dia agak malu, karena itu dia selalu berada dalam wujud rubah dan bukan manusia. Disisi lain, Niu dan Oscar terlihat terpesona dengan penampilan Yue, sedangkan Quennevia hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


" Begitu rupanya, ternyata seorang wanita. " ucap Quennevia dengan sangat serius setelah melihat nya berubah.


" Eh?? Master.. Kau tidak menyuruhku berubah hanya karena ingin tahu aku wanita atau pria kan. " ucap Yue sangat syok mendengar itu.


" Tidak juga... Aku hanya ingin lihat. "


Mereka tidak bisa berkata-kata mendengar nya, jalan pikiran nya benar-benar tidak bisa di tebak sama sekali. Kadang tingkah laku nya benar-benar bertentangan dengan raut wajahnya, membuatnya kadang terlihat aneh juga.


" Lalu mereka itu.. Siapa??. " tanya Oscar, benar juga tiga orang yang di sana sama sekali belum memperkenalkan diri.


" Ah... " Quennevia baru sadar dengan hal itu.


" Maaf terlambat memperkenalkan diri. " ucap pria berjubah itu, ia pun membuka tudung jubahnya dan nampak lah wajahnya. " Nama ku Ethan, dan dia Ning. Lalu kucing kecil kami, Yin. " ucap orang yang bernama Ethan.


" Tuan, tolong jangan panggil aku seperti itu. " keluh Yin saat Ethan memanggilnya kucing kecil.


" Ethan?? Seperti nya aku pernah mendengar nya disuatu tempat. " ucap Quennevia pula sambil berusaha mengingat nya.


Quennevia yang sudah lupa sepenuhnya tentang hal itu, dan ia sama sekali tidak bisa mengingat nya.


" Ah, percuma. Aku tidak bisa mengingat nya. " ucap nya pula menyerah dengan sangat cepat. Disisi lain Ethan hanya tertawa melihat nya seperti itu


" Senang bertemu kalian, nama ku Niu, dia Oscar, dan Yue. Dan yang sudah kalian temui sebelumnya, Nevia. " sahut Niu.


Ia sengaja tidak mengatakan nama asli Quennevia, karena keinginan Quennevia sebelum nya. Lagipula cepat atau lambat mereka juga akan tahu siapa dia, dan nama aslinya.


" Senang bertemu dengan kalian juga. " sahut Ning menimpali juga.


" Lebih baik kita kembali, aku tidak mau lama-lama meninggalkan kediaman, karena... " ucap Quennevia menggantung, karena..


Quennevia benar-benar terkejut saat orang bernama Ethan itu tiba-tiba menariknya kearahnya, dia bahkan tidak tahu apa yang mendasari nya melakukan hal itu. Tapi saat ada di deketnya, Quennevia mencium aroma yang sangat familiar baginya.


" Aroma ini.... Aroma yang ku cium saat di hutan waktu pertama kali kemari. " batin Quennevia.


" Kau baik-baik saja??. " tanya Ethan, membuyarkan lamunan Quennevia.


Ia pun berbalik dan melihat sebuah tombak menancap di tempatnya berdiri tadi, Quennevia yakin tombak itu belum ada di sana saat itu. Yang lainnya juga nampak terkejut dengan hal itu, tapi untungnya Quennevia tidak terluka sedikit pun.


" Dari mana tombak itu berasal??. " ucap Niu dengan sangat terkejut.


" Nevia, kau baik-baik saja??. " tanya Oscar pula.


" Iya. " sahut Quennevia, ia sedikit menjauh dari Ethan masih sedikit bingung.


Semua orang yang ada disana langsung melihat kearahnya, Ethan terlihat menatap tajam kearah sekumpulan orang yang sudah mati itu. Lalu tiba-tiba muncul lah seperti gumpalan-humpalan aneh di sekitar orang-orang itu.


Hingga perlahan-lahan gumpalan aneh itu berubah menjadi sosok seperti manusia, tapi juga bukan manusia.


" A.. Apa itu??. " ucap Niu agak ngeri melihat hal itu.


" Iblis. " sahut Quennevia, membuat Niu dan Oscar terkejut. Iya ini pertama kalinya mereka melihat sosok iblis seperti itu.


" Tuan, diakah orang yang kita cari??. " tanya Ning agak berbisik setelah melihat kemunculannya.


" Benar. " sahut Ethan membenarkan hal itu.


<"Kekekeke... Rupanya kau bisa merasakan keberadaan ku, ya."> ucap iblis itu.


Wujudnya itu benar-benar sangat mengerikan, aura dingin juga menyebar di sekitarnya, lalu suarnya terdengar seperti sesuatu yang... bagaimana ya mendeskripsikan nya, hm.. mungkin bisa dibilang seperti menggema dengan suara yang berbeda-beda disaat yang sama gitu deh. Lalu ia melirik Quennevia yang ada di antara mereka.


" Gadis kecil, kau terlihat sangat mirip dengan wanita itu. Bukan hanya rupa mu, bahkan aroma manis mu dan juga auramu sangat mirip dengan nya. " ucap iblis itu kepada Quennevia membuatnya sangat terkejut.


" Hah??. " Quennevia malah bingung mendengar itu. " Apa maksud mu??. " tanyanya.


<" Apa hubungan mu dengan Misika Yurina?? Dan di mana dia sekarang??."> tanya iblis itu pula.


Quennevia langsung terdiam ketika nama itu disebut diantara mereka, tentunya dia sangat mengenal nama yang disebutkan si iblis itu dan seketika wajahnya berubah, " Dia adalah ibuku, dan dia.... Sudah mati. " sahut Quennevia dengan wajah yang sangat muram.


Wuusshhhh.....


Hening... Tidak ada yang bersuara untuk beberapa saat itu, hanya ada hembusan angin yang menerpa mereka disana. Tapi kemudian... Iblis itu malah menggeram marah dan menghentak-hentakkan kakinya ke tanah dengan sangat frustasi.


<" Grrrr... Misika! Misika, sudah mati.. Tapi dia malah meninggalkan seorang putri yang sangat mirip dengan nya!! Dia malah mati setelah menyegel ku selama puluhan tahun!!."> ucap iblis itu dengan marah.


" Apa?!. " Quennevia sangat kesal mendengar nya, sementara yang lainnya merasa terkejut mendengar nya.


" Maksudnya Misika... Yang itu. Misika yang terkenal sangat kuat itu??. " ucap Yin anatara terkejut dan juga kagum.


" Nyonya Misika pernah menyegel iblis. " ucap Oscar yang ikut kagum mendengar itu.


Tapi iblis itu semakin marah, dan marah. <" Aku tidak menerima nya!! Aku tidak Terima!! Harusnya dia mati dia tangan ku!!."> teriak si iblis sambil melepaskan kekuatan nya dengan sangat besar.


" Heuk..!!"


" Ukhh!!"


Hal itu membuat Niu dan Oscar merasa tertekan dengan aura negatif itu, mereka tidak bisa bernafas. Quennevia yang melihat nya pun langsung membuat pelindung agar mereka tidak tertekan lagi. Dan lalu ia langsung berjalan maju kearah iblis yang tangah marah-marah tidak jelas itu, membuat yang lainnya kembali terkejut.


" Master! Apa yang anda lakukan?!. " teriak Yue kepada Quennevia.


" Apa yang kau lakukan?? Cepat kembali, iblis itu bukan tandingan mu. " ucap Ethan memperingati nya, tapi Quennevia tidak terlalu menanggapinya.


" Kita lihat saja siapa yang bukan tandingan siapa??. " sahut Quennevia pula, sambil menampilkan seringai diwajah nya.


Ia berjalan semakin dekat dengan iblis itu, dan iblis itu pun mulai menyerangnya. Tapi Quennevia.. dengan mudahnya menghindari serangan itu, lalu kemudian ia yang menyerang si iblis.


" Hmph... pelajaran dari kakek kadal ternyata sangat berguna juga. " gumam Quennevia ketika itu.


" Oi..!! " dan Everon yang mendengar ucapan nya pun beteriak kesal, tapi Quennevia hanya tertawa.


Quennevia yang menguasai berbagai seni bela diri dari dunianya sebelumnya, mengkombinasikan nya dengan kekuatan yang ia dapatkan di dunianya sekarang dan pelajaran dari Everon. Berhasil membuat si iblis itu kewalahan melawannya sendirian, hingga si iblis pun harus mengalami luka parah karena kekuatan nya dan kondisi nya yang tidak stabil. Berbeda dengan Quennevia hanya sedikit tergores saja.


Semuanya terkagum-kagum melihat kehebatan dan kelincahan Quennevia, apakah kekuatan nya bisa membuat seorang iblis jadi kewalahan seperti itu. Dan lagi... Itu belum kekuatan nya yang sepenuhnya.


<" Arghhh... Kurang Ajar!!."> ucap si iblis, kambali mengeluarkan kekuatan nya yang lebih besar. Wujud aslinya pun juga ikut ia perlihatkan, membuatnya semakin terlihat mengerikan. <" Mati Kau!!."> teriaknya.


" Gawat, bukankah nona Nevia sedang dalam bahaya. " ucap Yin agak panik melihat itu.


" Tidak juga, biarkan saja ia bersenang senang. Sepertinya ia akan menggunakan kekuatan itu setelah berlatih sangat keras. " sahut Oscar dengan santai di dalam pelindung yang dibuat Quennevia.


" Apa kalian benar-benar tidak khawatir??. " tanya Ning, ia merasa heran kenapa rekan Nevia bisa sesantai itu melihat nya sedang bertarung, sedangkan Yue terlihat sedang memperhatikan dengan seksama.


" Ah, Tentang saja. Nevia itu sangat kuat. Dia pasti akan menggunakan hasil latihan nya itu. " sahut Niu menjawab pertanyaan Ning.


" Tapi... " Yin hendak mengatakan sesuatu lagi tapi Ethan menyela nya.


" Tenang saja, Yin, Ning. Dia lebih hebat dari pada yang terlihat. " ucapnya.


Mereka pun hanya mengangguki hal tersebut, dan kembali memperhatikan Quennevia yang bertarung di sana. Quennevia yang sebelumnya terdorong karena kekuatan si iblis, hanya menatapnya dengan santai dan melebarkan senyuman nya.