
[Season 2]
Didalam reruntuhan sana, Arkan yang merasakan kalau penghalang yang dibuat nya dengan bantuan kekuatan Yue dan Zico hancur, pun menghentikan langkah nya sebentar.
" Mereka sudah menghancurkan penghalang nya, akhirnya mereka sadar juga. " ucap Arkan yang kemudian menoleh ke belakang sana.
" Reaksi mereka ternyata lebih lambat dari dugaanku, tapi setidaknya kita sudah melangkah jauh lebih dulu. " sahut Ethan.
" Kau benar. Oh, ngomong-ngomong... kita sudah mengambil semua benda paling berharga, seperti mantra tingkat langit dan juga beberapa pusaka lain nya. Kita benar-benar untung besar. " Niu kelihatan girang sekali karena mendapatkan benda-benda berharga itu.
Seperti yang Niu katakan, mereka sudah mendapatkan semua itu sejak saat mereka masuk ke dalam reruntuhan saat tangah hari, ketika pintu reruntuhan terbuka. Mereka mengambil semua itu dan juga mengganti jebakan-jebakan yang ada di sana untuk menghalangi mereka.
" Niu, ingatlah kalau kita datang kesini untuk mendapatkan Buah hati naga. " ucap Oscar yang merasa kalau Niu jadi terlalu materialistis.
Tapi Niu hanya menanggapi itu dengan mudah, " Iya, iya. Aku tahu. Hanya saja kita juga mendapatkan hal lain lagi, hehe... " sahutnya sambil cengengesan.
Oscar yang mendengar nya pun hanya menggelengkan kepalanya karena sikap Niu, padahal sebelumnya dia tidak seperti itu. Tapi ya sudahlah... untuk apa juga ia mempermasalahkannya. Lagi pula apa yang dikatakan oleh Niu itu ada benarnya juga.
" Menurutmu, apakah mereka bisa datang lebih cepat?? " tanya Meliyana diantara mereka.
" Ya, bisa saja. " Yuki menjawabnya.
" Kalau begitu, bukankah kita harus lebih cepat lagi! Bisa-bisa mereka akan menyusul kita nantinya!. "
" Tenang saja, jika mereka pintar mereka pasti tidak akan kena jebakan. " ucap Niu menimpali sambil merangkul pundak Meliyana, disaat yang sama terdengar banyak teriakan dari kejauhan sana. " Benarkan?? " lanjutnya pula.
Meliyana yang mendengar nya pun jadi ikut terkekeh geli, benar juga. Tapi siapa yang tahu jika mereka malah akan membuat jalan pintas direruntuhan itu. Itu hanya spekulasi kecil sih.
***
Sementara itu, ditempat kelompok lain nya yang masuk ke dalam sana itu. Seperti yang dikatakan oleh Niu, mereka kelabakan dengan semua jebakan yang tiba-tiba berubah itu, tidak ada yang menyangka akan hal itu karena mereka hanya terfokus kepada informasi yang telah ada sebelumnya.
" Bagaimana bisa jebakan nya tiba-tiba berubah?!. " tanya Balin kepada para bawahan nya.
" Seperti nya orang yang mendahului kita yang sudah mengubah nya, Tuan. " jawab salah satu anggota Klan nya.
Balin juga memikirkan itu, di mulai dari ilusi yang kuat yang menghalangi reruntuhan sebelumnya, sampai dengan semua tempat jebakan yang tiba-tiba berubah begitu saja. Meski mereka menemukan beberapa benda berharga sekali pun itu seharusnya bukan benda paling berharga disana.
Tapi tunggu dulu... Balin, teringat sesuatu. Ilusi?? Tempat semua jebakan?? Orang yang tidak mengenal baik reruntuhan ini tidak akan bisa melakukan nya dengan mudah, tapi...
" Hanya Klan Taiga dan Klan Vientin, yang lain nya pasti adalah keluarga kerajaan. Tidak mungkin ada yang menjual informasi begitu saja, tapi teknik ilusi seperti itu..... Mungkinkah?!. " ucap batin Balin ketika sesuatu terlintas dikepalanya.
Namun kemudian perhatian Belin pun teralihkan kepada sebuah danau lava yang ada disisi kanan sana, dan suara derap langkah lain dari belakang nya.
" Semuanya, dengarkan aku! Cepat lompat ke dalam danau Lava itu!. " teriak Balin kepada anggota Klan nya.
" Lo, Lompat kesana?? "
" Tidak mungkin kan?? "
Mereka ragu-ragu dengan keputusan Balin, tapi ketika mereka melihat Balin sendiri yang pertama kali melompat ke dalam sana, sebagai anggota Klan yang setia kepada calon pemimpin muda Klan, mereka pun juga ikut melompat ke dalam sana.
Dan seperti yang di pikirkan oleh Balin, lava itu juga hanyalah sebuah ilusi, didalam lava itu terdapat jalan lain menuju ke tempat dimana yang mereka inginkan. Agar mereka bisa melanjutkan perjalanan.
****
Kemudian, setelah lama berputar-putar di reruntuhan kuno itu, Ethan dan yang lain nya pun sampai di ruangan terakhir yang ada disana. Dimana beberapa portal dimensi yang akan menghubungkan mereka ke dunia fantasi reruntuhan itu.
" Portal mana yang harus kita ambil?? " tanya Arkan dengan nafas yang terengah-engah, mereka sempat bertemu dengan beberapa orang dan kabur untuk menghindari perkelahian.
Zico yang di panggil pun kemudian langsung muncul dihadapan mereka, dimana dirinya langsung memandangi setiap portal-portal itu dengan seksama. Mencari dimana keberadaan Buah Hati Naga yang mereka yakini ada disana.
" Itu dia mereka!. " Saat sebuah suara kemudian mengalihkan perhatian mereka...
" Sudah kuduga itu ulahmu, Arkan!. " geram Balin dengan sangat marah.
Beda lagi dengan Arkan yang biasa saja, disisi lain teman-teman nya yang lain bertanya-tanya apakah mereka saling mengenal atau tidak.
" Apa maksud mu?? " tanya Arkan dengan santainya menanggapi hal itu.
" Kau yang sudah membuat dinding ilusi untuk menghalangi terbuka nya pintu reruntuhan, dan kau juga yang sudah mengganti semua jebakan nya kan?!. " ucap Balin.
Arkan yang mendengar nya pun terkikik, " Ku akui yang pertama memang ulahku, tapi soal jebakan itu bukan aku yang lakukan. " ucapnya.
Yang kemudian ia pun melirik Niu dan Meliyana, begitu pula dengan yang lain nya. Sedangkan Meliyana maupun Niu hanya membuang wajahnya, berusaha untuk menghindari tatapan mereka.
" Tidak kah kau malu karena kembali ke sini, Arkan??. " ucap Belin pula terlihat penuh kemarahan.
Arkan yang mendengar pertanyaan itu darinya diam sejenak, dan ia pun kemudian menghela nafas karena sesuatu sesuai dugaannya disana. " Kenapa aku harus malu, bukan aku yang melakukan kesalahan. " jawab nya tanpa ekspresi.
" Jadi maksud mu bukan kau yang membunuh kakek! Menurutmu siapa yang akan percaya?!. "
" Teruslah percaya pada apa yang kau katakan, aku sama sekali tidak peduli, kakak. "
Disisi lain...
" Dia kakaknya?? Mereka bersaurada?? Serius?! " tanya Meliyana dan Niu yang sangat terkejut mendengar nya.
Sementara itu Ethan dan Oscar menatap keduanya dengan tatapan datar, dan Yuki yang memang selalu berekspresi seperti itu.
Balin menggertakan giginya dengan sangat marah, bisa di lihat dia benar-benar benci sekali kepada Arkan, tapi orang yang datang kemudian langsung mengalihkan perhatian mereka.
" Wah, wah. Ada apa ini?? Apakah ada reuni keluarga disini?? " ucap Carel, yang muncul dari jalan lain disana.
" Ini bukan urusan mu, Carel!. " sahut Balin sarkas.
Ketiga orang yang saling kenal satu sama lain itu, melemparkan pandangan sinis kepada yang lain nya. Jelas sekali kelihatan kalau hubungan mereka sangat tidak baik.
Kyuu...
Suara Zico pun mengalihkan perhatian Ethan padanya, ia pun saling tatap dengan teman-teman lain nya begitu pula dengan Arkan.
" Ayo mulai. " ucap Ethan sebagai pertanda.
Mereka kemudian bergerak dengan cepat kearah salah satu portal lebih dulu, dan Arkan yang kemudian mengambil Zico yang masih ditempat nya dan ikut bersama yang lainnya.
" Tunggu!. " teriak Balin kepada Arkan.
Tapi Arkan dan yang lainnya sudah masuk ke portal itu lebih dulu, dan portal tersebut langsung menutup dengan sendiri nya.
" Ikut aku!. " ucap Balin pula kepada anggota nya.
" Lewat sini!. " dan Carel yang juga memimpun kelompok nya.
Mereka memilih masuk ke dalam salah satu portal lainnya yang juga ada disana. Sekali lagi, mereka akan berlomba-lomba mengambil harta yang berharga didunia fantasi itu, sekalipun melawati jalan yang berbeda.