
Kota Lotus, tempat pemilihan murid baru Akademi bintang utara.
Di kota itu sedang sangat ramai dikunjungi banyak orang, alasannya adalah untuk orang yang ingin mendaftar ke Akademi bintang utara. Berbagai orang datang ke sana untuk mengikuti pemilihan murid baru, karena hal itu hanya terjadi sekali seumur hidup, jika kau diterima itu akan sangat membanggakan.
Biasanya Akademi bintang utara melakukan pemilihan besar-besaran seperti ini sekali dalam 10 tahun, dan untuk murid yang masuk selama ini hanya lah murid yang di undang langsung oleh pihak Akademi atau di rekomendasi kan oleh pihak kerajaan/Kekaisaran masing-masing.
Dan disana lah seseorang juga datang untuk ikut serta dalam pemilihan murid baru tersebut.
" Aha... Banyak sekali orang disini. " ucap pria itu, iya dia adalah Ethan. Sudah lima tahun berlalu, dirinya sekarang sudah lebih kuat.
" Beruntungnya aku pergi lebih dulu, dengan begini Ning tidak akan repot-repot menyiapkan pasukan. " gumamnya pula.
Sebenarnya dia sangat salah, sementara saat ini Ning yang berada di Kekaisaran tengah panik mondar-mandir kesana-kemari karena ia menghilang tiba-tiba. Dan dari belakang nya, muncul juga dua orang yang tidak asing.
" Ha... Itu Ethan bukan??. " tanya yang satu, yang mana dia adalah seorang pria.
" Kau benar. Hei, Ethan lihat kemari. " panggil yang satunya lagi seorang wanita.
Ethan pun berbalik kearah mereka, " Ah, sudah lama ya, Niu, Oscar. Bagaimana kabar kalian. " sapa Ethan kepada mereka, iya itu Niu dan Oscar.
Niu dan Oscar pun berjalan menghampiri nya disana, sudah lama sekali.. sekarang semuanya sudah besar dan akan segera mencapai usia dewasa.
" Iya, kami baik-baik saja. Tak kusangka kita akan bertemu di sini. " sahut Oscar sambil mengadu kepalan dengan Ethan.
Mereka pun mengobrol beberapa hal bersama, sambil berjalan ke arah kumpulan peserta di depan sana. Karena sebentar lagi para penguji akan datang dan menyeleksi mereka.
" Hei, apa menurut kalian Quennevia akan datang??. " tanya Niu.
" Entahlah, tapi dia bilang dia akan datang kan. " sahut Ethan.
" Huh, dia benar-benar keterlaluan. Sudah menghilang selama 5 tahun tanpa kabar sekarang dia juga lambat datang. " gerutu Niu.
" Sudahlah, mau sampai kapan kau menggerutu seperti itu. Itu tidak akan membuat Quennevia langsung berada di sisimu saat ini. " ucap Oscar pula menimpali.
Niu hanya mendengus kesal mendengar itu, menang sih tapi dia kan sangat merindukan Quennevia.
Beberapa saat kemudian para penguji pun datang di sana dan mulai menilai kekuatan mereka, setiap orang dipanggil satu persatu kedepan sana. Namun pada saat itu Quennevia masih belum juga terlihat dimana pun, itu membuat mereka bertiga jadi agak khawatir dia akan ketinggalan.
" Niu, dari Kekaisaran Chrysos. " panggil orang di depan sana.
" Ah, ini dia. Aku maju duluan, ya. " ucap Niu, kemudian pergi ke depan sana.
Didepan sana setiap murid yang ingin mendaftarkan diri akan diukur level kekuatan mereka pada sebuah batu khusus, dari batu itu bisa dilihat nama, usia, tingkat kekuatan dan juga elemen utama yang dimiliki oleh orang tersebut.
Niu pun mulai mengukur kekuatan nya, dan hasilnya adalah....
" Ti... Tidak mungkin, usia 17 tahun. Level 59. " ucap salah satu penguji yang sangat terkejut.
Sebenarnya bukan hanya penguji itu, tapi juga semua orang yang ada di sana (-Ethan dan Oscar) sama terkejut nya. Bagaimana bisa di usia semuda itu ia sudah berada di level 59, itulah yang mereka pikirkan. Dengan begitu, sejauh ini Niu lah peringkat pertama dengan level kekuatan yang lebih tinggi dari para murid yang diukur sebelumnya.
" Ini tidak mungkin, bagaimana bisa??. "
" Dia masih begitu muda. "
Ucap orang-orang yang ada di sana dgn sangat tidak percaya, tidak sia-sia ia mempelajari semua hal yang diberikan Quennevia padanya, Niu hanya tersenyum dengan bangga melihat mereka seperti itu. Sambil berjalan kearah tempat untuk para murid yang terpilih, hanya saja ia sedikit spesial karena punya kekuatan lebih besar.
" Hm... seperti nya akan ada beberapa orang seperti gadis itu juga. " batin kepala Akademi yang juga menghadiri pemilihan murid baru itu.
" Selanjutnya, Oscar dari Kekaisaran Chrysos. " panggil mereka lagi.
" Baiklah, ini waktunya Oscar untuk bersinar. " ucap Oscar dengan percaya diri, ia maju kedepan saja meninggalkan Ethan yang hanya bisa tertawa geli melihat tingkahnya.
Ia pun mulai mengukur, dan hasil nya kembali membuat orang-orang jadi iri sekaligus tidak percaya untuk kedua kalinya.
" Umur 18 tahun, Level 63. " ucap salah satu pembawa acaranya pula. Satu lagi orang dengan kekuatan yang besar di antara mereka.
" Selanjutnya, Pangeran Ethan dari Foldes." panggil mereka.
" Akhirnya.. " gumam Ethan sembari berjalan ke depan sana, ia pun mulai mengukur kekuatan nya. Dan ia tak kalah membuat orang-orang terkejut melihat nya.
" I.. Ini.. Usia 19 tahun, level 68." ucap sang penguji dengan semakin tidak percaya.
Sudah ada tiga orang dengan kekuatan tidak biasa diantara murid mereka kali ini, benar-benar tidak bisa dipercaya.
" Mereka bertiga itu monster. " batin orang-orang yang masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
" Haah... Baiklah. Selanjutnya, Putri Quennevia dari Kekaisaran Chrysos. " panggil penguji pula.
Hening, sama sekali tidak ada yang menyahut diantara orang-orang yang ada di sana, Orang-orang hanya saling lirik diantara mereka sambil mencari keberadaan putri Quennevia yang dimaksud.
" Anu... Putri Quennevia, apa Putri Quennevia ada disini??. " panggil penguji lagi, untuk sesaat masih hening tapi kemudian...
" Disini. " ucap sebuah suara yang tiba-tiba muncul diantara mereka, semua masih mencari asal suara itu. Saat angin kencang tiba-tiba saja muncul menerpa mereka semua.
Wushhhh......
Cring..Cring..... Suara lonceng yang dipakai di kaki Quennevia.
Tak.....
Dan dari belakang orang-orang didepan sana, mulai terlihat lah sosok Quennevia yang sedang berjalan kearah para penguji itu. Dengan mengenakan pakaian berwarna hijau dan rambut di ikat serta memakai cadar yang menutupi wajahnya. Juga memegang sebuah tongkat dari bambu di tangannya, ia berjalan dengan santai kedepan sana.
" Hoo... dia rupanya. " batin kepala Akademi.
" Apa yang terjadi dengan matanya??. " batin Ethan sambil mengerutkan keningnya terlihat tidak senang.
Quennevia pun sampai di depan sana...
" Matamu itu... " ucap salah satu penguji menggantung.
" Ah, Karena sebuah kecelakaan aku tidak bisa melihat untuk sementara, tapi ini tidak akan terlalu lama. " sahut Quennevia datar.
" Begitu, kalau begitu cepatlah ukur kekuatan mu. " ucap penguji yang lainnya.
Quennevia pun mendekati batu pengukur itu dan menaruh tangannya di batu itu, sebenarnya ia menahan kekuatan nya sebisa mungkin. Karena jika ia menunjukan kekuatan terkuatnya dia malah hanya akan menghancurkan batu pengukuran itu, sama halnya seperti Ethan tadi. Kemudian muncullah hasil dari pengukuran Quennevia itu.
" Umur 16 tahun, level 66. " ucap pengawas disana.
Satu orang lagi bertambah diantara tiga orang sebelumnya, yang mana tiga orang itu juga sangat sumringah melihat nya ada di depan mereka. Quennevia sendiri bisa merasakan kehadiran mereka, ia melihat kearah mereka meski sebenarnya nya ia tidak bisa melihat mereka, ia tersenyum senang dibalik cadar nya karena bisa berkumpul disana dengan mereka lagi.
" Hoho.... sudah lama aku menunggu mu. " ucap kepala Akademi sambil menghampiri Quennevia.
" Kepala Akademi. " ucap para penguji.
Quennevia pun berbalik ke arah kepala Akademi dan memberi hormat kepada nya, " Murid ini memberi hormat kepada kepala Akademi, Lun. " ucap Quennevia.
" Hoho... Senang bertemu dengan mu, akhirnya aku punya kesempatan itu. Bagaimana dengan ibumu??. " sahut kepala Akademi.
" Beliau baik-baik saja, dan Everon meminta saya memberikan ini kepada anda. " jawab Quennevia sambil memberikan sebuah gulungan yang sebenarnya adalah surat dari Everon.
" Aha... rupanya anak itu masih ingat kalau aku masih hidup. " ucap Kepala Akademi, ia pun membuka gulungan itu.
Ia membaca isi dari gulungan itu beberapa saat, lalu kemudian kembali menggulung nya dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak. Mambuat orang-orang yang ada di sana jadi bingung, termasuk Quennevia sendiri.
" Uhuk... Baiklah, Quennevia ikutlah dengan ku untuk menemui para tetua." ucap kepala Akademi pula.
" Baik. " sahut Quennevia kemudian pergi mengikuti kepala Akademi.
Sementara para penguji meneruskan penilaian mereka di sana. Sedangkan Niu terlihat sedang menggerutu di tempatnya.
" Heehh... Kenapa Quennevia malah dibawa kepala Akademi. " ucapnya agak kesal.
" Mungkin kepala Akademi punya urusan dengan nya. " sahut Oscar pula.
Namun sama sekali tidak membantu Niu mengatasi kejengkelan yang ia miliki, padahal ia baru juga bertemu dengan Quennevia tapi tidak diberi waktu bicara bahkan meski sebentar.