
[Season 2]
Setelah Ethan dan yang lainnya mendapatkan Bubuk Kristal Bintang, mereka melanjutkan perjalanan menuju ke Kekaisaran Foldes dengan menggunakan kereta kuda. (yang mereka rampas dari sekumpulan perampok). Bukan untuk mendapatkan banda nya, tapi untuk mencari tahu arti petunjuk yang ketiga.
'Di kedalaman yang menekan, dalam kegelapan air mata merah mengalir. Hanya orang yang mengerti kemarahan nya akan bertahan, dan jalan takdir untuk nya pun akan terbuka.'
" Begitulah isi petunjuk untuk mendapatkan Embun darah. Menurut kalian bagaimana rupanya, dan dimana tempat Embun darah itu?? " tanya Niu yang sedang memperhatikan buku penuntun yang ada ditangannya.
" Embun itu bukankah yang selalu turun di pagi-pagi buta itu?? Apakah menurut kalian embun darahnya akan turun dari langit?? " tanya Arkan pula.
Bukk...
Yang kemudian mendapatkan pukulan dari Niu, " Yang benar saja. Jika seperti itu kita tidak akan kesulitan mencari nya karena pasti akan ada kabar yang beredar. " ucap nya dengan kesal.
" Aku akan hanya bertanya. " dalih Arkan dengan raut wajah yang tidak merasa kalau dirinya salah.
Keduanya malah saling ledek satu sama lain, disisi lain Meliyana lebih memilih menghindar agar tidak terlibat dengan bicara bersama Yuki. Dan Oscar yang pura-pura tidak dengar sambil mengendalikan kuda yang menarik kereta mereka.
Disisi lain, Ethan hanya diam saja. Dia terus memandangi Quennevia yang saat ini ada dalam bentuk kelinci dipangkuannya, bersama dengan Yue yang ada dibahunya.
" Ethan. " panggil Arkan kemudian, yang membuat Ethan pun bersadar dari lamunannya. " Kau kenapa?? " tanya nya pula.
" Ah, tidak. Hanya saja... Akhir-akhir ini Quennevia sering gemetaran, itu membuatku khawatir. " jawab Ethan yang kemudian mengusap kepala Quennevia.
" Apa dia lapar?? "
Saat kemudian Oscar yang tertawa keras mengalihkan perhatian nya, " Hahaha... Arkan, kau tahu bukan kalau dia tidak makan dalam bantuk itu?? " tanya balik Oscar kepadanya.
Sementara Arkan hanya memiringkan kepala nya, " Hei, kelinci lain juga perlu makan. Masa Quennevia tidak diberi makan, sebelum nya juga dia memakan sesuatu bukan??. " ucap nya dengan yakin sekali.
" Tentu saja Master makan, tapi konsepnya tidak seperti itu. Dia menyerap energi sihir. " ucap Yue menimpali.
" Begitukah.. "
" Itu benar! " ucap Yue pula dengan cepat, kemudian ia menghela nafas sejenak. " Dasar, kenapa bisa ada manusia seperti mu sih. Kadang pintar, tapi kadang juga bodoh, keterlaluan. " gumam nya pula yang masih bisa didengar oleh Arkan sendiri.
Dan itu jelas membuatnya sangat tersinggung, " Oi, Rubah. Kata-kata mu itu kasar sekali, ya. "
Keduanya saling pandang dengan tidak menyenangkan, sedangkan sisanya hanya tersenyum kikuk karena tingkah kekanak-kanakan mereka.
Hingga tak lama kemudian, mereka pun sampai di ibukota Kekaisaran. Banyak orang yang menyapa sejak mereka datang kesana, mengingat kalau Ethan adalah putra mahkota Kekaisaran jadi itu bukan hal yang aneh. Tapi yang membuat mereka merasa aneh adalah... karena Ethan membawanya ke sebuah bar.
" Ethan, kenapa kita datang ke tempat ini?? " tanya Yuki sambil memperhatikan orang-orang yang ada disana, yang mana juga sebaiknya.
" Kalian akan tahu nanti. " tapi jawaban dari Ethan justru seperti memberi mereka teka-teki.
Mereka pun berjalan mendekati seorang pria yang berdiri disamping sebuah pintu, layaknya seorang penjaga. Pria itu juga menatap mereka yang semakin mendekat itu, dan kemudian dia pun tersenyum.
" Aku datang untuk menemui si pengembara yang datang jauh-jauh kesini. " jawab Ethan.
" Oh, dari manakah dia berasal?? "
" Entahlah, mungkin dia berasal dari lautan Foldes yang dalam. Atau mungkin dari dalam hutan besar York yang luas. "
Pria itu pun kembali tersenyum setelah diam sesaat, ia berjalan mendekati pintu disampingnya dan membukakannya untuk mereka.
" Silahkan. " ucapnya, yang kemudian Ethan dan yang lainnya pun masuk ke dalam ruangan yang ada dibalik pintu tanpa banyak bertanya. " Tolong perhatian langkah anda nantinya. " ucap orang itu pula saat kemudian ia pun menutup kembali pintunya.
Niu masih bingung dengan apa yang sedang terjadi disini, " Sebenarnya kita mau ke mana?? Tempat ini tidak lebih dari sekedar gudang biasa. " ucapnya dengan sangat penasaran.
" Kalian akan tahu nanti. " jawab Ethan dengan begitu misterius, sampai-sampai yang lainnya khawatir kalau ini hal buruk.
Sampai sesaat kemudian muncul sebuah lingkaran sihir dibawah kaki mereka, membuat semuanya terkejut, lingkaran sihir itu perlahan-lahan naik sampai melewati kepala mereka. Dan ketika pintu itu kembali dibuka, tempat mereka keluar kini berada ditempat lain.
" Wow, apa itu semacam sihir perpindahan ruang?? " tanya Arkan yang kelihatan nya sangat terkagum-kagum.
" Yah, bisa dibilang begitu. " jawab Ethan yang kemudian berjalan keluar lebih dulu sebagai orang yang lebih mengenal tempat itu.
Tempat mereka saat ini terlihat seperti gua bawah tanah, atau mungkin memang benar. Sepertinya tempat ini digunakan sebagai tempat pertemuan rahasia atau persembunyian.
" Hei, Ethan. Apa kau sering datang ke tempat ini?? " tanya Oscar sambil berjalan mengikuti langkah Ethan didepan sana.
Ethan pun meliriknya dan tersenyum, " Hm... Ya, karena hanya tempat ini satu-satunya aku bisa menemukan orang itu. Bisa dibilang dia itu kepala Guild Informan yang paling hebat di Foldes. " ucapnya.
" Itu sungguh sebuah kehormatan, bisa dipuji oleh satu-satunya matahari Kekaisaran yang tersisa sekarang. " ucap sebuah suara pula menyahuti perkataan Ethan yang membuat perhatian Ethan dan yang lainnya pun terarah ke asal suara itu.
Berdiri dihadapan mereka, seorang pria yang kelihatannya berumur 28-29 tahun dengan sebuah pipa cangklok panjang ditangan kanannya, dan buku ditangan yang lain, menatap mereka semua dengan tatapan datar.
" Hei, lama tidak bertemu, Paman Titus. Bagaimana kabarmu?? " sapa Ethan kepada orang itu dengan ekspresi ceria.
Disisi lain, teman-temannya sampai menatapnya dengan ekspresi horor bahkan sampai menjaga jarak karena dia tiba-tiba aneh. Dan disisi orang yang dipanggil nya Paman Titus itu, masih berekspresi sama tapi tidak segera menjawab. Namun apa yang dia katakan selanjutnya tidak sejalan sama sekali dengan ekspresi nya.
" Kau ini ya, biasanya ketika datang langsung mengatakan apa yang kau inginkan dan pergi begitu saja, tapi sekarang baru menyapaku setelah sekian tahun. Jahat sekali. " ucapnya terdengar seperti mengeluh..
" Jadi kau ini sedang kecewa?! " tanya Niu yang jadi tercengang karena itu.
" Heh... " sedangkan Ethan hanya menanggapi nya dengan santai seperti itu.
" Ikuti aku. " ajak Titus pula kepada mereka semua.
Oscar dan yang lainnya kelihatan ragu untuk mengikutinya karena baru pertama kali bertemu, tapi melihat Ethan yang langsung berjalan bersama orang itu mereka pun pada akhirnya mengikuti keduanya.
Mereka sejujurnya masih cukup bingung, tentang siapa orang itu yang sebenarnya dan kenapa Ethan memanggilnya paman. Sedekat apa hubungan keduanya?? Tapi sepertinya mereka tidak bisa menanyakannya sampai waktunya tiba, untuk saat ini mereka hanya mempercayai penilaian Ethan saja. Jika menurutnya itu baik, maka mereka juga akan mengikutinya.