Quennevia

Quennevia
Kembalinya dewa lama



[Season 2]


-- Istana Dewa Matahari.


Untuk pertama dan mungkin yang terakhir kalinya dalam hidup, Oscar dan yang lainnya menyaksikan kejadian yang luar biasa ini. Lahir nya dewa yang baru, itu terjadi tepat didepan mata mereka.


Dan saking terkejutnya mereka, tidak ada satupun diantara kelimanya yang sanggup berkata-kata lagi. Mereka mematung dihadapan kekuatan begitu besar, sedikit mirip, seperti ketika mereka pertama kali bertemu Euclide.


Disisi lain, Ethan memiliki sedikit kecemasan dalam dirinya. Sepenuhnya tahu apa yang terjadi, tapi dia tidak tahu apa yang sebenarnya di inginkan oleh Eclipse, hingga ia muncul dihadapannya dengan cara seperti ini.


Kehaningan turun diantara mereka, Ethan belum bergerak sedikit pun dari tempatnya berdiri. Dan Eclipse juga tetap diam menatapnya dengan tenang diatas sana. Itu sampai... ia mulai membuka mulut nya.


[...Sudah kubilang ini waktunya tidur,... Kakak.] dan itu kata-kata pertama yang dia katakan kepada Ethan disana.


Ia pun mengarahkan tangannya kepadanya, mencoba mendorongnya pergi dengan kekuatan yang dimilikinya.


" Eclipse..!!" Ethan berhasil menahan itu dengan baik, sayangnya yang dibelakang juga terkena hal itu.


" Ughh..."


" Kyaa..!!"


Teman-temannya yang berada 30 anak tangga dibawahnya terdorong oleh kekuatan Eclipse, mereka terhempas dengan kuat. Ethan menoleh dengan terkejut karena hal itu, jika dibiarkan... Teman-temannya akan menghantam tanah dengan sangat keras.


Syukurlah Yue mereapon hal itu dengan cepat...


" Aku mendapatkan kalian."


Yue berhasil menangkap mereka semua dengan ekornya, dan tidak ada satupun dari kelimanya yang terluka.


" Ahh... Terima kasih, yue.."


" Aku merasa pusing.. karena hempasan itu.."


...Yah, meski mereka mungkin tidak sepenuhnya merasa baik.


Euclide yang melihat itupun langsung menghampiri mereka bersama dengan Felice yang juga membawa Violetine. Disaat yang sama Yue menurunkan mereka.


[Kalian baik-baik saja?] Euclide bertanya untuk memastikan hal itu.


Dan menanggapi hal itu, Niu pun menganggukan kepalanya. "Iya.. kurasa begitu.."


Itu melegakan mereka baik-baik saja dan hanya terhempas, tapi Ethan diatas sana, dia masih harus bertahan karena Eclipse tidak menyerah untuk menghentikannya.


[Hentikanlah, kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan dengan cara seperti ini.] Eclipse terus mengerahkan kekuatan nya.


Kali ini, sebuah tanaman merambat tumbuh disekitar kaki Ethan dan mengikatnya. Itu membatasi ruang gerak nya. Tanaman itu mengikatnya dengan erat, dan membuat luka yang belum sepenuhnya sembuh kembali terbuka.


" Ukh... Kau yang hentikan ini.. Eclipse." Ethan berusaha menahan semua itu, dia memusatkan kekuatannya pada kakinya, disaat tangannya mengangkat tombak yang diganggamnya untuk memotong semua tanaman itu. "Hentikan ini dan minggir dari jalan!!" teriaknya kemudian.


Ethan berusaha keras mengangkat kakinya, dan ia memijak tangga diatasnya. Ethan kembali naik satu langkah. Dan apa yang dia lakukan sepertinya membuat Eclipse kesal.


[Khh. Ada banyak cara untuk menghentikan semuanya! Meski tanpa Quennevia, kau bisa melenyapkan seluruh klan Retia karena telah melepas segelmu!!] Eclipse mulai balik berteriak kepadanya sebagai bentakan.


Seekor macan kumbang raksasa keluar dari bayangannya, dan berlari kearah Ethan dengan raungan keras. Macam kumbang itu melayangkan cakarnya kearah Ethan, sementara Ethan mengangkat tombak ditangannya untuk bertahan.


" Jangan katakan omong kosong! Quennevia harus hidup untuk mencegah hancurnya dunia!!" Ethan pun membalas perkataan nya tidak mau kalah, ia menghempaskan cakar dari macan kumbang itu dan mulai balas menyerang.


[Dunia tidak akan hancur selama dia tidak lepas dari segel kan?!!]


" Justru karena dia belum keluar, kita harus menyusun rencana untuk menghentikannya!!"


[Kau yang paling tahu situasi nya! Jika anak itu lahir, segel nya akan hancur! Malapetaka akan kembali dan ketiga dunia akan musnah!! Itulah yang terjadi! Apa itu... yang kau inginkan, kakak?!!]


" Uhh..."


Ethan tidak bisa membalas itu, karena apa yang Eclipse katakan itu tidak sepenuhnya salah. Dan itu membuat dadanya terasa berat. Seolah... rasa bersalah lama dan kesedihan berubah menjadi pisau dan menikamnya.


Sementara mereka yang ada dibawah, tidak mengerti dengan percaya kedua orang itu sama sekali.


" Apa yang dia katakan..? Malapetaka apa..? Siapa yang mereka maksud??" Arkan bertanya-tanya tentang hal itu.


Tapi mereka yang ada disana hanya saling pandang dalam ketidak tahuan, disisi lain... Euclide hanya diam dengan ekspresi suram. Menilai dari hal itu, seperti nya itu adalah hal yang sangat sensitive dan tidak boleh diungkit sembarangan.


Euclide menatap Ethan yang sedang berusaha keras bertahan, dan Eclipse yang sangat ingin menghentikannya. Sepertinya dia mulai bisa memahami apa yang diinginkan Eclipse dengan melakukan ini, tapi tetap saja... itu bukan hal yang mereka inginkan.


Perasaan bersalah dan ketidak berdayaan akan kembali menghambat Ethan jika ini terus dilanjutkan, jika saja ia bisa ikut campur dalam hal ini. Tapi dia tidak bisa melanggar hukum pengekangan diwilayah orang lain hanya karena hal ini, terlebih dalam ujian bagi orang lain.


Meski bukan hanya dia yang khawatir kepada Ethan sekarang, tidak ada orang yang bisa menghadapi Eclipse selain dia disana sekarang.


[Apakah benar-benar tidak ada hal yang bisa kami lakukan...??]


CringCring...


Ketika itu, keheningan tiba-tiba menerpanya. Eclipse terdiam dengan ekspresi tidak terbaca ketika suara lonceng terdengar ditempat itu, seolah membekukan waktu, matanya seketika melebar saat ia melihat siluet seseorang melintas disampingnya. Dan ia tidak bisa lagi mengalihkan perhatiannya dari sosok yang berlari memunggunginya saat ini.


Gadis berambut emas itu ada disana, sangat berbeda dengan Quennevia. Anak yang sudah lama hilang. Bersama dengan pikiran itu, sosoknya pun juga menghilang...


Cring...


Suara lonceng itu kembali terdengar, dan ia kembali kekenyataan. Itu bukan halusinasi... Euclide mengedarkan pandangannya kesegala arah, tapi tidak ada apapun disana. Dia yakin dia tidak sedang bermimpi, sampai keyakinan itu semakin kuat... ketika perhatiannya tertuju kepada jejak kaki diatas anak tangga ke 5.


Euclide tercekat untuk beberapa waktu, [Tidak mungkin.. jadi itu benar? Bagaimana bisa tidak ada tanda kedatanganmu...] Tapi beberapa saat kemudian, dia segera mendapatkan kembali ketenangannya, dan menemukan apa yang bisa ia lakukan sekarang. [Ethan!! Ini bukan waktunya untuk berhenti!!] Euclide mulai menyerukan suaranya disana.


Karena perkataan nya itu, semua perhatian pun langsung tertuju kepadanya. Ethan sendiri juga menolehkan kepadanya kearahnya ketika ia menahan peliharaan Eclipse.


Dan Euclide yang mendapat semua perhatian, meneruskan apa maksudnya. [Roda takdir yang telah lama terhenti akan mulai kembali berputar! Akhir dari awal yang baru akan lahir! Dan dia akan kembali!!] ucapnya.


Perkataan nya itu membuat Eclipse tersentak kaget,...


" Huh..?" Begitu pula Ethan sendiri.


Cring...


Dan disaat itu, ia juga melihatnya. Bayangan itu melintas tepat disampingnya, Ethan mengikuti arah bayangan itu, namun ia lekas menghilang ketika ia kembali melihat keatas. Ethan tidak terlalu tahu apa maksudnya hal itu terjadi...


Ia sudah merasa aneh sejak pertama melihatnya di Dunia Bawah, tapi dia mendapatkan keyakinan nya kembali.


".... Benar, itulah tujuan kami." Ethan menggeram erat tombak ditangannya, " Untuk itulah kami kembali... untuk mengakhiri perang dengan takdir yang kejam ini.." ucapnya yang kemudian menarik tombak itu, dan memukul kucing hitam itu tepat diwajahnya.


Eclipse yang mendengar itu memiliki ekspresi yang benar-benar kacau diwajahnya, [Demi hal itu kau mempertaruhkan hidupmu?? Karena itu kau mengelu-elukan persahabatan yang kau buat! Demi sesuatu yang sia-sia, yang kau sebut pertemanan itu?!]


Amarah Eclipse membuncah, disaat yang sama itu juga memperkuat kekuatan nya.


[Katakan padaku sudah berapa kali kalian dikhianati oleh orang yang kalian sebut teman!!]


Matanya perlahan berubah menjadi hitam sepenuhnya, Eclipse akan mengerahkan seluruh kekuatan nya sekarang, dan macan kumbang itu pun juga semakin kuat.


ROAARRR!!


Dia kembali mengaum memekakan telinga... Membuat yang lainnya menutup telinga mereka rapat-rapat karena itu.


Sementara itu, Ethan hanya menatapnya. Dan ia pun bicara, " Aku tidak berpikir kalau itu sia-sia. mereka adalah teman²ku... tidak ada satupun hal yang mereka lakukan yang tidak berguna." itu adalah pernyataan yang sangat jujur dari hatinya.


Oscar dan yang lainnya pun menatapnya ketika mendengar itu, " Mereka mungkin memang berisik dan menyebalkan, tapi itulah yang membuat semuanya jadi menyenangkan. Saat aku dalam masalah, mereka akan datang melemparkan diri mereka ke hadapanku untuk melindungiku. Saat aku sedih mereka ada disana untuk menghiburku. Ketika bahagia, kami akan menikmatinya bersama-sama." itu adalah perkataan mengharukan yang mereka dengar dari Ethan, sampai air mata pun tak terbendung.


Dan Ethan merasa bahagia, " Teman bukanlah belenggu, mereka bukan beban. Tapi mereka adalah..." karena bisa mengungkapkan isi hatinya.


" Ethan!!"


" Jangan menyerah!!!"


Sebagai gantinya teman-temannya memberinya semangat yang besar.


" ...Harta karun paling berharga diseluruh alam semesta ini."


Kata-kata Ethan itu mencapai Violetine, dia tersentuh akan ketulusan yang tak berujung. Dan saat itu, ingatan lama yang telah terlupakan pun juga kembali. Ketika Quennevia meninggalkannya disini.


{"Violetine, aku tidak membencimu. Tapi aku harus mempertahankan rasionalitasku. Kasih sayangku tidak pernah berubah, tapi amarahmu tidak pernah selesai. Sampai kau kembali memahami apa yang paling berharga didunia ini... Tetap lah disini dan belajarlah."}


Dia juga ingat, seseorang dari masa lalunya...


{"Ketua, saya akan mengikuti anda. Tidak peduli meski itu pegunungan paling dingin, atau neraka paling panas sekalipun, saya akan ada disana. Karena saya adalah bawahan... dan juga teman anda."}


" Jadi begitu... Jadi karena itu..." Akhirnya Violetine mengerti kalau dia tidak dibuang, tapi sedang belajar. Dia belajar untuk kembali menghargai sebuah hubungan dalam kehidupan. Karena itu ia tidak bisa menahan air matanya.


[Omong kosong..!!.] sayangnya itu tidak berpengaruh kepada Eclipse.


Ia berteriak keras dan menyerang Ethan dengan serangan yang lebih kuat, tapi ketika itu, kekuatan itu dipantulkan oleh sebuah penghalang.


Tapi Ethan hanya tersenyum dengan ekspresi lembut, ketika dirinya mulai diselimuti oleh energi emas cerah yang mirip dengan cahaya matahari itu sendiri. Semua lukanya dibalut dan perlahan sembuh. " Berteman bukanlah hal yang mudah. Tidak semua orang bisa menjadi teman yang baik dan setia, tapi jika kau bisa menemukan mereka. Tidak ada satupun diantaranya yang tidak berharga. Karena itu..."


Saat itulah, kekuatannya naik. Membentuk suar cahaya yang begitu besar dan terang, itu bahkan bisa dilihat disemua tempat didunia atas. Cahaya matahari menembus awan di Dunia Tengah, mengembalikan langit biru yang cerah. Cahaya itu menyilaukan mata para arwah siren kuno, mereka meringik dalam kepanikan dan memilih pergi dan kembali ke tempat asal mereka.


Membawa raut kebahagiaan bagi rakyat dan semua makhluk didaratan, tak ada yang bisa menyembunyikan kelegaan yang mereka rasakan, membawa kehangatan dan ketenangan. Cahaya yang menerangi jalan mereka, dan sumber kehidupan.


Itu adalah nilai dari keberadaan cahayanya didunia...


" Kami tidak akan berhenti disini. Kami akan terus melangkah..." Ethan kembali melangkahkan kakinya naik ke anak tangga berikutnya, "...Tidak peduli badai apa yang menghadang didepan sana, kami tidak akan menyerah. Ini..."


Perasaan mereka terhubung, dan keinginan mereka menjadi satu...


" Ini adalah... Satu-satunya... Jalan yang... Kami percayai..!"


Harapan yang terkumpul menjadi kekuatan, dan itu mendorong mereka maju menuju tempat yang mereka inginkan...


" Ini..."


Tidak ada yang bisa menghalangi langkah yang mereka pilih.


" ... Adalah tekad kami!!."


Keteguhan itu membangkitkan kembali dewa yang telah lama tertidur, hingga akhirnya ia kembali memancarkan cahaya nya, secerah ketika ia lahir kedunia ini.


" Ethan...." Felice tidak bisa mengalihkan matanya dari putranya yang telah tumbuh, sosok yang memilih untuk lahir sebagai anak darinya dan wanita yang ia cintai.


Felice tidak pernah bisa melupakan kebahagiaan yang ia rasakan ketika mendengarnya menangis untuk pertama kalinya, ketika pertama kali ia memeluk anak itu. Dan bagaimana putranya tumbuh menjadi sosok yang begitu mulia didunia ini...


Itu adalah sebuah kebanggaan yang dirasakan setiap ayah didunia ini, ketika anaknya melampaui dirinya, ketika dia menggapai apa yang tidak pernah bisa ia gapai.


Euclide juga merasakan hal itu, kebahagian yang kembali menyelimuti dunia ini, tanda dari dimulainya takdir yang sesungguhnya. [..Majulah. Kau tidak perlu ragu untuk apapun.] ia tersenyum penuh dengan makna.


Ini adalah waktu yang telah mereka semua tunggu selama lebih dari 100.000 tahun lamanya...


Pembalasan untuk takdir mereka yang kacau..


Ethan menatap Eclipse diatas sana yang terlihat menurunkan tangannya, kehilangan minatnya dan terdiam dengan ekspresi tak terbaca.


Ethan pun menutup kedua matanya dan tersenyum. "Kau juga percaya itu, kan...?" ucapnya kepada seseorang yang sebelumnya memberikan kekuatannya untuk melindunginya, karena itu, sosoknya pun kemudian terungkap dibelakang punggungnya. "...Quennevia." panggilnya kemudian.


Quennevia mewujudkan dirinya diatas tangga itu, ia ikut melangkah naik melewati Ethan, dan kemudian menggenggam tangannya. Quennevia tersenyum kepadanya, dan Ethan bisa mendengar suaranya didalam kepalanya.


{"Benar... Ethan. Ayo, kita naiki tangga yang selalu kita naiki ini dahulu. "}


Quennevia kembali melangkahkan kakinya, berlari. Dia menarik Ethan yang ada disampingnya naik ke puncak istana.


Saat itu, seakan waktu berputar mundur, ingatan lama dan baru saling bertumpang tindih, terutama untuk Euclide. Karena dia selalu, melihat punggung mereka berdua yang berlari bebas kemanapun mereka ingin. Sama seperti sekarang...


" Ayo maju!."


" Quennevia, Ethan, semangat!."


Keduanya pun mendapatkan banyak dukungan dari teman-teman yang mereka percayai.


Langkah Ethan dan Quennevia terus berlanjut, tangga ke 917.. 918.. 919. Tidak ada tekanan yang cukup kuat untuk menahan mereka sekarang, Eclipse juga hanya berdiri diam ditempatnya tanpa mengatakan apapun..


" Sedikit lagi! Jangan berhenti!."


" Berjuanglah!."


" Ayo lakukan, Ethan!."


Tangga ke 938 baru saja dilewati, mereka terus naik. Tangga ke 944, tangga ke 952...


Tangga ke 967...


ROAARRR..!!


Raungan Macan kumbang Eclipse terdengar keras, dorongan datang dari atas sana, membuat Ethan dan Quennevia menghentikan langkahnya...


Quennevia memasang posisi bersiap ditangga ke 968, bukan bertahan atau balik menyerang, hanya satu dari mereka yang harus masuk ke sana. Dan orang itu adalah Ethan, sang Dewa Matahari.


Quennevia menarik lengan Ethan, membuat Ethan sendiri bersiap. Quennevia melemparkannya keatas sana, tepat saat dorongan itu tiba dan menghantamnya.


Itu menghempaskan Quennevia dari tangga...


" Quennevia..!!"


" Tidak!!"


Quennevia merasakan tubuhnya melayang diudara ketika ia mendengar teriakan teman-temannya, ia akan jatuh. Tapi dia juga tidak sendirian...


Portal ruang muncul didekannya, dan Zico keluar menangkapnya sebelum ia benar-benar jatuh. Zico akan membawanya turun dengan selamat.


Sementara Ethan yang dilemparkan oleh Quennevia bergerak dengan kecepatan tinggi, ia menggenggam erat tombak yang masih ada dalam genggamannya. Membuat posisinya berada dalam keadaan siap menyerang. Macan kumbang itu disana, tepat didepannya.


Ia kembali meraung, mengulurkan cakar depannya dan membuka mulutnya lebar hendak menerkam Ethan, saat itulah Ethan dengan cepat mengayunkan tombak ditangannya.


Srriinngg..


Cahaya keluar dari serangan yang ia lakukan, membelah macan kumbang itu tepat ditengah kepalanya dan tubuhnya. Itu adalah serangan yang sangat kuat, ditambah dengan kekuatan dari tombak itu sendiri, Ethan harusnya menyadari kalau serangan itu tidak hanya berdampak pada macan kumbang dihadapannya.


Dari bawah istana, Euclide menatap sesuatu yang akan datang tepat kearah mereka, ekspresi nya pun berubah pucat.


[Menyingkir ke tepi..!!]


Teriakan Euclide mengejurkan mereka semua, Felice, Violetine, termasuk dengan Oscar dan yang lainnya pun langsung berlarian dan melompat menghindari tebasan cahaya yang melewat mereka.


" Akk..!! Apa itu..??" tanya Niu yang benar-benar sangat terkejut.


Sementara Yuki yang berada tak jauh darinya memiliki ekspresi tidak percaya diwajahnya, " Yang benar saja.." dia melihat sesuatu yang mustahil dihadapannya.


Cahaya dari serangan yang dilakukan Ethan membelah dunia atas, meninggalkan sebuah jurang kosong dihadapan mereka. Jika mereka tidak segera menyingkir sebelumnya, mereka juga akan berubah jadi abu saat itu.


" Si Ethan itu berencana membunuh kita sepertinya.." gumam Arkan yang masih belum cukup tenang dari keterkejutannya.


Sementara Euclide diantara mereka menghela nafas dengan ekspresi wajah risih, [Haa... kekuatan tombak itu jauh lebih besar hanya dibandingkan dengan ini.] ucapnya yang membuat mereka bertanya-tanya apa maksudnya.


Itu karena....


--- Dunia Tengah.


Ketika itu, Misika dan para Guardian sedang bertemu dengan Feryja dan para Valkyrie lain, untuk berterima kasih atas bantuan besar yang telah mereka berikan kepada para penghuni Dunia Tengah agar bisa melewati masa kritis kedatangan Roh Siren Kuno.


" Aku... sungguh kehabisan kata-kata. Kami sangat bersyukur karena anda bersedia membantu kami." Misika benar-benar tidak bisa memikirkan apa yang mungkin lebih baik untuk dikatakan atas rasa terima kasih yang sangat besar itu.


Freyja menganggukan kepalanya memahami perasaan nya, dia juga pernah seperti itu. ['Itu adalah tugas kami untuk melayani tuan kami, anda tidak perlu merasa begitu terbebani. Penguasa hutan, kita akan menyaksikan kembalinya mereka.'] ucapnya sambil tersenyum cerah.


Misika yang mendengar itupun ikut tersenyum, dia tahu apa maksud Freyja, dan itu adalah kebahagiaan bagi semua makhluk didunia ini.


" Ibu, lihat itu!" Sampai kemudian Kagura menunjuk sesuatu yang tidak biasa.


Semua orang menatap kearah mana dia menatap, dan mereka melihat sebuah pancaran cahaya yang bergerak mendekat, dan melintas tepat didepan mata mereka.


Sriinggg...


Baik itu Misika, Freyja, para Valkyrie dan para Guardian tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka.


Pancaran cahaya itu baru saja membelah daratan di Dunia Tengah hanya dengan sekali melintas.


" A-Apa-apaan itu..?!!" Evron jadi orang yang mempertanyakan hal itu pertama kali.


Tidak sampai disana...


--- Dunia Bawah


Sriinggg...


Cahaya itu juga melintas sampai ke dunia bawah, membelah tempat itu bahkan hampir mengenai istana Hades yang berada dekat dengan jalur laluannya.


Namun Hades hanya memiliki ekspresi datar diwajah nya, dia sudah menduga hal ini...


[...Harusnya aku tidak memberitahu dimana benda itu berada.] dan itulah yang akhirnya dia katakan.


Dia yakin, jika dia menemui Ethan sekarang, dia hanya akan tersenyum dengan senyuman menjengkelkan diwajahnya untuk menanggapi pertanyan Hades.


Hal itu tentu saja membuat kegaduhan disemua dunia. Kekuatan dari tombak yang menjangkau ketiga dunia yang berbeda, sebuah kekuatan luar biasa yang tak akan pernah terbayangkan oleh sebuah ciptaan....