Quennevia

Quennevia
Valkyrie



[Season 2]


Disuatu tempat saat itu, sebuah pola khusus muncul diatas tanah... Atau udara? Yah, yang pasti pola itu muncul dan Ethan serta teman-teman pun langsung muncul diatas pola itu dalam sekejap.


Ketika mereka membuka mata mereka, semuanya suguhkan oleh pamandangan yang terang dan juga cerah. Mereka seperti berada diatas langit.


Itu pemandangan baru, namun suasana yang entah kenapa terasa seperti nostalgia.


" Akh.. Akhirnya aku bisa melihat cahaya setelah sekian lama, kupikir aku tidak akan bisa melihat nya lagi." ucap Arkan disana sembari sedikit meregangkan tubuhnya


Karena cahaya yang ada disana, dia jadi merasa lebih bertenaga...


" Kau bisa tinggal disana selamanya jika kau mau." saat kemudian Yuki mengatakan kata-kata kejam seperti itu.


Arkan yang mendengar nya pun langsung menolaknya, " Tidak, terima kasih. Aku masih mau hidup..." ucapnya sambil mengulurkan tangan tanda menolak.


Meliyana yang mendengarkan percakapan mereka justru menghela nafas jenuh, " Ethan, jadi dimana istana yang kau maksud??" tanya nya yang kemudian menoleh kearah Ethan.


Namun Ethan justru hanya diam sambil menatap sesuatu dikejauhan, entah apa itu.


" Ethan??" panggilnya lagi.


Dan yang itu kemudian mengalihkan perhatian teman-teman nya juga kearahnya, Ethan yang merasakan tatapan mereka pun kemudian menoleh dan menatap mereka. Kemudian dia tersenyum dan menunjuk ke arah sebaliknya ia menatap..


" Disana, Istana Dewa Matahari ada diarah terbitnya Matahari." ucapnya menjawab pertanyaan Meliyana sebelumnya.


" Jadi kenapa kau menatap kesana??" tanya Niu merasa terheran-heran.


" Hmm..." Ethan kembali mengalihkan perhatian nya, dan tak berapa lama ia pun pergi ke sana. " Aku pergi kesini dulu, kalian bisa duluan atau tunggu aku disini." ucapnya tanpa rasa bersalah.


" Hei, kau..!!."


Mereka terkejut dengan keputusan tiba-tiba nya, apakah Ethan akan kembali melakukan apa yang dia lakukan sebelumnya? Menghilang tanpa tahu ke mana?


Padahal dia sudah mengkonfirmasi kalau ujian kali ini adalah miliknya.


" Ethan, kami akan menunggu disini! Jadi pastikan untuk cepat kembali!." teriak Arkan kepadanya kemudian.


Dan Ethan pun langsung menyahutinya. " Baiklah."


Disaat yang sama, Ethan juga memanggil seseorang. " Yue, jaga mereka disini..Pastikan tidak ada yang melihat keberadaan mereka sampai kita sampai di istana."


Yue yang mendengar hal itu pun langsung muncul dan berlari pergi kearah teman-teman Ethan sesuati apa yang dikatakan nya. Tidak masalah jika Ethan ada bersama mereka mungkin, tapi... Jika 'mereka' menemukan Oscar dan yang lain.


Itu bisa jadi masalah karena teman-teman nya mungkin akan dibawa pergi ke tempat yang lain.


Ethan harus mengambil sesuatu yang ia minta kepada Hades sebelumnya terlebih dahulu.


****


Beberapa saat setelah kepergian Ethan, yang lain nya hanya diam duduk ditempat mereka menunggu dengan wajah bosan. Tidak ada banyak hal yang bisa dilihat disana, hanya ada pemandangan biru, putih, oranye, ada juga merah muda.


Itu seperti warna langit yang berubah-ubah ketika matahari bergerak terbit dan terbenam, namun tempat ini tidak berubah menjadi gelap layaknya malam. Mungkin karena ini tanah para dewa tinggal, yang selalu dipenuhi cahaya dari dewa matahari dan keagungan dewa atas.


" Hei, ngomong-ngomong aku penasaran..." saat kemudian Meliyana tiba-tiba bertanya memecah keheningan diantara mereka. " ....Kenapa dewa agung tidak disebut dewa cahaya padahal beliau adalah dewa pertama yang lahir dari cahaya. Tapi dewa matahari yang disebut sebagai dewa cahaya." dia bertanya tentang itu.


Niu pun kemudian buka suara, " Yah, kau tahukan... Kalau dewa agung itu adalah pencipta dunia atas, dan dewa yang di identikan dengan ayah dari para dewa dan dewa kebijaksanaan serta ilmu pengetahuan. Kurasa itu alasannya mengapa beliau tidak disebut dewa cahaya." ucapnya agak ragu.


" Begitukah??" Meliyana terlihat kurang puas dengan jawaban itu.


Masalah nya itu adalah pengetahuan umum, jadi dia pasti tahu. Jadi kenapa dia bertanya??


Itulah yang membuat mereka bingung harus menjawabnya seperti apa, dan lagi kenapa dia bertanya ditempat ini, saat ini? Itu benar-benar membuat mereka tertekan.


" Sudahlah, lupakan itu. Yang harus kau pikirkan adalah kenapa Ethan begitu lama?" Arkan kemudian mengalihkan percakapan ini.


" Yah, dia jadi sering menghilang sejak di pohon kehidupan." ucap Oscar kemudian menimpali.


Bahkan Yuki menganggukan kepalanya setuju, " Aku setuju dengan itu." ucapnya pula.


Mereka benar-benar dibuat kebingungan dengan tingkah baru Ethan sekarang, padahal biasanya juga dia sulit dimengerti.


Sementara itu didekat mereka, telinga Yue tiba-tiba bergerak menyadari sesuatu dari kejauhan. Ia langsung bangun dan menatap kearah langit, ia bahkan menggeram kelihatan tergenggu.


Dan Niu menangkap perilaku anehnya itu, " Hm? Yue, ada apa??" dia pun bertanya dengan bingung.


Namun Yue tidak menjawabnya, ia justru melompat lebih dekat, membesarkan tubuhnya dan membungkus mereka dalam ekornya. Ia pun kemudian berkata...


" Diamlah, dan sembunyi agar mereka tidak bisa menemukan kalian."


" Hei, tung--.."


Yue tidak mendengar penolakan apapun, dia menggulung ekornya bersama kemudian kembali berbaring dan menutup matanya seolah tidak ada apapun yang terjadi.


Sementara itu, Yuki memanfaatkan kesempatan dimana ada sedikit celah diantara buku ekor Yue dan melihat apa yang terjadi diluar sana. Awalnya tidak ada apapun, saat kemudian dia mendengar derap langkah dan suara ringkikan kuda.


Perhatian Yuki pun langsung teralih ke langit, dia melihat sebuah kavaleri yang datang mendekat dari kejauhan. Keringat dingin tiba-tiba jatuh dari tubuhnya, Yuki menelan ludah dalam perasaan yang begitu gugup melihat itu. Dia tidak pernah membayangkan akan melihat hal seperti ini ketika datang ke sini.


" Psstt! Yuki, ada apa??" tanya Niu yang berbisik pelan kepadanya ketika melihatnya tiba-tiba.


Dia benar-benar khawatir, apalagi dengan Yuki yang ekspresi nya berubah pucat dan gemetar seolah telah melihat monster paling mengerikan yang pernah ada. Namun... apa yang Yuki lihat itu lebih daripada monster menurutnya..


" Me.. Mereka datang..." gumam Yuki dengan suara pelan, yang mana tetap bisa didengar oleh teman-teman nya. " ...Para Valkyrie datang mendekati kita.." lanjutnya pula.


Dan itulah yang berhasil membuat mereka terkejut, bahkan Meliyana langsung menutupi mulutnya agar tidak berteriak karena keterkejutan itu.


Selain para malaikat dan para dewa sendiri, para Valkyrie juga tinggal disini, mereka adalah pasukan yang menjaga dunia atas. Yang akan menangkap dan memenjarakan para pengusup yang datang tanpa izin, dan membimbing jiwa-jiwa para pahlawan ketempat yang terhormat disisi dewa.


Mereka harusnya sadar kalau hal ini akan terjadi, jadi ini adalah alasan Ethan meminta mereka bergerak dengan cepat dan menyuruh Yue menjaga mereka. Mereka akan dapat masalah jika para Valkyrie menangkap mereka.


Dan diluar sana, para Valkyrie itu datang semakin dekat, dan dekat dengan mereka. Saat kemudian pemimpin mereka yang berada paling depat, mengangkat tangan tangan kanan nya dan menghentikan kudanya. Yang lainnya pun sontak berhenti mengikutinya.


Mereka adalah wanita muda yang terlihat benar-benar cantik dan berkharisma, mereka menunggani kuda putih bersayap yang berkilau.


Dengan helm diatas kepala mereka. Kemudian tombak ditangan kanan dan perisai ditangan kirinya. Mereka adalah pejuang yang sangat dihormati dan gadis yang dimuliakan.


Mereka berhenti disana, ketika melihat Yue yang tidak pernah mereka lihat ada didunia atas, atas kehendaknya sendiri.