Quennevia

Quennevia
Ketidak mampuan yang menghantui



[Season 2]


Disaat itu Niu, dia tenggelam... Dalam ketakutan nya sendiri. Kepada sisi lain dirinya yang diperlihatkan ditempat itu.


Niu menderita oleh ucapan-ucapan kejam yang dilontarkan kepadanya, dan semua kata-kata itu berusaha mempengaruhi dirinya.


[" Ya ampun, kenapa kau seperti ini? Kau begitu lemah tapi penuh dengan kesombongan."]


" Tidak.. Aku tidak seperti itu.. Aku sudah berusaha baik.."


[" Berusaha baik? Ahahaha...! Yang kau lakukan hanyalah memanfaatkan kepamoran Quennevia, kau memanfaatkan Ethan agar kau selalu aman dan dilindungi."]


" Tidak... Aku tidak melakukan itu.. Kau pembohong! Kau bukanlah diriku, enyah dari sini!!"


[" Apa kau pikir teman-temanmu akan tetap bersama-mu setelah mereka tahu dirimu yang sebenarnya?! Apakah kau pikir Oscar akan mencintaimu selama nya?! Betapa naif nya dirimu!."]


Air matanya jatuh tak terhenti, itu adalah kata-kata yang benar-benar kejam dan tidak pernah ingin ia dengar selama nya...


Setiap penyangkalan yang ada, setiap kata-kata yang dia ucapankan. Semua itu seolah selalu ditepis olah ilusi yang tidak benar, Niu tidak bisa lagi berpikir dengan jernih.


Apa yang harus ia lakukan sendirian sekarang? Orang dihadapannya ini menyiksa pikirannya.


[" Kenapa kau menyangkal hal ini?? Apa kau tahu... Seperti air yang mencerminkan wajah seseorang, begitu pula hati manusia mecerminkan manusia itu sendiri. Aku adalah dirimu yang sebenarnya! Kau adalah orang yang sejahat ini! Jadi kenapa kau tidak jatuh dan tenggelam saja dalam lumpur?!."]


" Ahh..!!" Niu terkejut ketika merasakan tubuhnya jatuh, dan ketika ia sadar dirinya sekarang berada disebuah kolam. " Hah..? A-apa ini..?!"


Kolam itu luas, setengah tubuhnya terendam ditengah-tengahnya. Itu kolam dengan air berwarna merah yang pekat dan bau anyir yang menyengat, dalam kondisi seperti itupun dia bisa tahu kolam apa ini.


" Ini kolam darah..?!!"


Itu pemandangan yang benar-benar mengerikan, bukan hanya fakta kalau kolam itu adalah darah, tapi karena ia juga bisa melihat beberapa potongan anggota tubuh manusia didalamnya.


" Kyaaa!! Lepaskan aku!"


Niu berusaha sekuat tenaga nya untuk keluar dari sana, namun kedua kakinya terasa begitu berat seperti ada rantai yang membelenggunya. Saat kemudian perhatian Niu pun langsung tertuju kepada tangan pucat... Yang muncul dari dalam kolam dan menarik pakaiannya.


Ekspresi Niu ikut berubah pucat seperti tangan itu, tubuhnya gemetar, dan ketika sebuah kepala menyembul keluar dia sontak berteriak ketakutan.


" Aahh!! Pergi dariku!!"


(Teng.. Gelam.. Ik.. Kut..)


Kepala itu justru bicara kepadanya dengan suara yang terdengar mengerikan.


Niu berusaha melepaskannya sebisa mungkin, namun bukannya terlepas, tangan-tangan lain justru ikut muncul dan mencengkramnya dari segala arah.


Arwah-arwah yang tinggal dikolam itu menjeratnya ditempat itu dan tidak mau melepaskannya...


(Ikut... Ikut kami..)


(Tenggelam bersama.. kami... Ayo..)


(Tidak akan.. kami lepaskan...)


(Ikut tenggelam...)


Mereka berusaha menyerat Niu masuk ke dalam kolam. Dan secara perlahan namun pasti, tubuh Niu ikut masuk bersama mereka.


Niu tidak bisa tinggal diam dengan hal itu, jadi ia berontak. Berontak bagaimana pun caranya..." Tidak! Tidak! Aku mohon, aku tidak bisa pergi seperti ini! Aku masih memiliki hal yang harus kulakukan. Ada seseorang yang harus kuselamatkan, dan ada seseorang juga... Yang harus kulindungi."


Niu berusaha semampunya, namun ia tidak bisa melepaskan dirinya dari semua arwah yang mencengkramnya dengan erat itu. Dia terus masuk ke dalam kolam itu...


Saat kemudian, ia melihat kupu-kupu mendekat dan memutarinya, bayangan Oscar pun muncul dalam benaknya...


" Niu..."


Ia tersenyum dan mengulurkan tangan kepadanya.


Karena itu, tangis Niu pun pecah.


Oscar selalu seperti itu, sejak dulu dia selalu seperti itu...


***


Niu dan Oscar tumbuh bersama, keluarga mereka adalah keluarga yang telah bekerja sama sejak puluhan tahun yang lalu. Niu lahir di keluarga Alcira, yang adalah keluarga kesatria. Dan Oscar lahir dari keluarga Veillain, sebagai tuan muda dari asosiasi dagang dan pelelangan terbesar dan terkaya dibenua.


Kedua keluarga itu saling melengkapi satu sama lain. Keluarga Alcira yang membutuhkan uang mendapatkan bayaran yang tinggi dari keluarga Veillain yang mendapatkan perlindungan.


" Kyaa!!" Dan Niu, meskipun ia lahir dari keluarga seorang kesatria, saat dia berumur 7 tahun dia lemah dan sering diganggu.


" Ahahah... Kau dengar itu? Dia berteriak seperti tikus!."


" Bagaimana bisa anak lemah seperti ini lahir dari keluarga kesatria, menyedihkan.."


" Dia mungkin saja anak pungut.."


Anak-anak seusianya selalu saja mengganggunya dan bahkan melemparinya dengan batu sampai ia menangis dan terluka. Ia sendiri tahu, meskipun dia merahasiakannya dari orang tuanya, mereka pasti tahu. Namun hal itu tetap ia lakukan.


" Be-berhenti! Jangan menarik rambut ku!"


" Ahaha.. Kau ini tidak lebih kuat dari seekor keledai.."


" Hentikan, sakit!"


Niu selalu tidak bisa melakukan apapun, dan disaat seperti itu...


Brukk...


" Ack! Apa-apaan kau?!"


" Berhenti mengganggunya, kalian bahkan tidak lebih baik daripada tikus yang berkeliaran disaluran air."


" Beraninya kau...!!"


" Hei, hentikan. Dia Oscar. "


" Baguslah kau sadar, pergilah dari sini anak nakal."


" Cih! Ayo pergi.."


" Kau baik-baik saja, Niu??"


Setiap kali itu terjadi, Oscar pasti muncul dan menolongnya. Dia selalu menanyakan keadaan nya sambil mengulurkan tangan nya dan tersenyum dengan lembut kepadanya.


Oscar selalu baik kepada siapapun, dan dia tidak suka melihat ketidakadilan. Niu yang seperti itu suka saat Oscar tersenyum dengan cerah.


Disatu sisi dia menyesali kelemahannya, dia yang harusnya melindungi Oscar sesuai dengan perjanjian yang ada, justru menjadi orang yang selalu dilindungi olehnya.


Karena itu, mulai darisana... Niu ingin berubah.


" Ayah! Ayo ajari aku menggunakan pedang!."


" Apa? Kamu ingin belajar sekarang??" Sang ayah menatap putrinya dengan terkejut ketika mendengar hal itu, dan setelah memikirkan nya dengan keras dan seksama, dia kemudian menjawabnya. " Umm... Bukankah lebih baik jika menunggumu sedikit lebih besar? Ayah tidak ingin kamu terluka."


" Meskipun aku belajar saat besar, tidak ada jaminan kalau aku tidak akan terluka!."


" Haha... Baiklah, ayah kalah."


Sang ayah tidak bisa menolak permintaan putrinya, ketika ia melihat begitu banyak tekad dimatanya. Karena itu dia mengajarinya, dan Niu telah berusaha keras dengan hal tersebut. Ia berlatih siang dan malam, bahkan melupakan saat bermain dan hanya fokus kepada latihan.


Semua latihan nya itu terbayarkan, ketika ia tidak bisa lagi diganggu oleh teman-teman nya. Kali ini dia bisa membela dirinya sendiri...


Niu merasa bangga dengan perubahannya setelah berlatih dengan keras selama tiga tahun, dia berniat menyombongkan dirinya kepada Oscar dan akan memberitahunya kalau dia lah yang akan melindunginya. Namun ketika itu....


Oscar berhasil mengalahkan seekor monster kelas 4 dengan dirinya sendiri dan sebilah pedang. Niu jadi kecewa karena merasa tertinggal lagi...


" Kenapa kamu seperti itu?! Kenapa kamu selalu lebih kuat dari aku??"


" Niu, apa yang kamu katakan? Itu tidak benar. Itu hanya karena kekuatan ku bangkit lebih cepat. Setelah kekuatanmu bangkit, aku yakin kamu akan lebih kuat dariku."


" Tapi tetap saja, aku tidak suka! Harusnya aku yang melindungi Oscar, jadi kamu tidak perlu menghadapi bahaya seperti-..."


Ketika itu, pelukan hangat dari seorang anak laki-laki berhasil menghentikan kata-katanya.


" Niu, aku tidak tahu sebenarnya tentang perjanjian keluarga kita. Yang aku tahu, kamu itu berharga bagiku. Jadi aku juga akan melindungimu. Kamu bisa melakukan apapun yang kamu inginkan, kamu tidak perlu terpaku kepada perjanjian itu, lagipula.... aku pasti akan selalu menbutuhkanmu."


Niu tidak bisa mengatakan apapun lagi. Bahkan meski air matanya terus mengalir, dia tidak bisa mengatakan apapun. Dan berapa bulan kemudian, Niu kehilangan ayahnya karena serangan monster. Ibunya yang tidak bisa menerima kematian suaminya pun jatuh sakit, dan tak lama dia pun ikut menyusulnya.


Niu ditinggalkan sendirian, yang ia miliki hanyalah perjanjian dan sumpah yang dimiliki oleh keluarga nya dengan keluarga Oscar. Jadi ayah Oscar pun membesarkannya dikediaman nya bersama Oscar.


Sejak saat itu mereka berlatih bersama, berusaha menjadi kuat bersama. Bertemu dengan Quennevia dan yang lainnya juga bersama. Mereka selalu bersama dalam hal apapun.


Tapi Niu tidak pernah bisa mencapai Oscar.