
Di tempat pertemuan.
Situasi nya tidak menguntungkan bagi pihak para raja, mereka kalah jumlah dan pihak musuh terus saja bertambah. Apalagi saat ini mereka terkurung dalam batasan musuh, bahkan kekuatan mereka di tekan dan lawan yang lebih di untungkan.
Para raja dan kelompok nya termasuk Lecht benar-benar terdesak dan mengalami luka-luka. Kai mengalami luka yang cukup parah dan tidak bisa bertarung saat sebelumnya melindungi Meliyana yang di serang, serta Yue yang sudah tidak bisa bergerak sedikit pun karena terluka yang ia derita lebih sangat parah dari yang lain.
" Gawat, semuanya sudah mencapai batas mereka. Bahkan hewan suci pun tidak berkutik dengan kekuatan mereka. " batin raja Zaras.
" Cih, andai pembatas ini tidak ada. " batin raja Karai.
Tak...
Orang bernama Reeth itu berdiri tak jauh Yue yang sudah tidak berdaya, dan menatapnya dengan senyuman misterius.
" Kesempatan terakhir mu, rubah kecil. Katakan di mana majikan mu. " ucapnya, tapi Yue sama sekali tidak menjawabnya, hanya menatapnya dengan tajam. " Oy, oy, jangan seperti itu. Jika kau tidak mau mengatakan nya aku tidak akan menyembuhkan mu, dan lagi.. sebentar lagi kau akan secara mati karena luka-luka itu. " ucapnya lagi.
" Bah.. kan.. jika aku.. mati sekali.. pun... aku... tidak akan mem.. beritahu.. mu. " sahut Yue dengan sisa tenaga nya.
" Mhmm... Sayang sekali. Kalau begitu selamat tinggal. " ucap Reeth pula, ia mengangkat Yue dengan kekuatan nya dan mengarahkan pedang miliknya kepada Yue.
Jlebb....
Tapi yang ditusuk bukan lah Yue tapi dirinya sendiri, Meliyana menikam nya dari belakang dengan berderai air mata dan tatapan yang penuh amarah. Membuat Reeth kembali menjatuhkan Yue.
" Lepaskan Yue!. " teriak Meliyana marah.
" Wah... " ucap Reeth pula masih dengan senyuman yang selalu ada itu.
Pedang yang Meliyana gunakan pun tiba-tiba memudar dan berubah menjadi abu, saat itulah Reeth berbalik dan mencekiknya. Meliyana yang terkejut belum sempet menghindari nya sama sekali.
" Gadis kecil kau sangat berani rupanya. " ucap Reeth.
" Bren*sek, lepaskan putriku!!. " ucap raja Ludwing, ia hendak ke arah Reeth untuk menyelamatkan Meliyana tapi dia dihalangi oleh salah satu anak buah Reeth.
" Tenang, tenang. Aku tidak akan membunuh putrimu.... " ucap Reeth pula. " Tapi mungkin sedikit menghukum nya. " lanjut nya, dengan seringai yang kemudian muncul di wajahnya.
Dia menancapkan pedangnya di tanah, sementara tangannya mengumpulkan energi untuk menyerang Meliyana yang ada di genggaman nya.
" Hentikan!!. " teriak Ludwing.
" Putri Meliyana!. " ucap Lecht pula.
" Dadah. " ucap Reeth, saat...
Krakk.........prangg......
Penghalang yang ada di dekat Reeth dan Meliyana tiba-tiba retak dan hancur, sesuatu juga bergerak cepat menyerang Reeth yang akan melukai Meliyana itu.
Semua orang terkejut dengan hal itu, bahkan para orang-orang klan Retia pun juga sama terkejut nya dan mereka. Reeth harus melompat mundur untuk menghindari serangan itu, dan dari kepulan debu akibat serangan itu muncul lah orang yang mereka cari.
" Putri Quennevia?!!. " batin orang-orang.
" Bodoh, kenapa kau malah datang!. " ucap Ethan yang masih berusaha menahan serangan musuh.
" Heh..?? Jika aku tidak datang kau pasti akan dicincang oleh mereka kan. " sahut Quennevia pula, dengan wajah datar yang selalu dilihat mereka.
Mendengar itu membuat Ethan jadi kesal juga, apa Quennevia pikir dia itu lemah. " Haahh.... Siapa yang akan mencincang siapa?!!. " ucapnya dengan kesal, bahkan ia sampai mendorong lawannya sampai jatuh.
" Iya, itulah putri Quennevia. " batin orang-orang pula.
Quennevia tidak menjawab nya lagi, ia melihat ke sekeliling nya, mereka semua benar-benar di tekan hingga seperti itu. Dan ia melihat Yue di belakang nya.
" Ck.. "
Ia benar-benar sangat kesal karena Yue sampai seperti itu karena orang-orang Klan Retia itu.
" Ma.. ster.. " gumam Yue.
Di sisi lainnya, Kai dan Lecht pun juga sama tidak bisa bertarung lagi. Luka mereka membuat mereka tidak bisa bergerak bahkan hanya sedikit saja.
" Quennevia kenapa kau kembali?! " ucap Lecht, dia sangat khawatir karena Quennevia malah datang ke sana.
" Putri, sebaiknya anda segera pergi. Biar kami yang menghalangi mereka. " ucap Kai sambil berusaha untuk berdiri.
" Ba.. Baik. " sahut Meliyana, ia terkejut melihat Quennevia yang terlihat sangat marah itu.
Setelah itu ia menarik mundur semua orang yang ada di sana menggunakan akat-akar yang ia kendalikan, sementara dirinya sendiri maju untuk bertarung.
" Hei, jangan gegabah!!. " ucap ratu Seara.
" Aku tidak gegabah, hanya menyelesaikan apa yang dimulai dari diriku. " sahut Quennevia pula.
Saat ini ia telah berada di depan orang-orang klan Retia itu, dengan Reeth yang masih terus tersenyum dan Caius yang dingin itu.
" Hohoho... lihat siapa ini?? Ini adalah putri kita, Quennevia. " ucap Reeth dengan ceria, ia bahkan terkesan seperti menyambutnya dan ia juga menghampiri nya. " Lama tidak jumpa, kau cantik seperti biasa. " lanjut nya pula.
" Oh, Terima kasih. Senyuman busukmu juga tidak pernah berubah. " sahut Quennevia juga ikut tersenyum.
" Wah, kasar sekali. Aku baru saja ditusuk oleh seorang gadis kecil loh. Dan lagi, cinta ku padamu mampu membawa senyuman di bibirku ini. " ucap Reeth lagi.
Tapi percakapan itu benar-benar membuat yang lain nya penasaran, kenapa kedua orang itu terlihat akrab sekali. Dan mereka... saling sindir dan juga tersenyum dengan aneh.
" Apa mereka saling mengenal??. " bisik Lecht kepada Kai dan Ethan yang ada di samping nya.
" Setahuku putri tidak punya kenalan seperti dia. " sahut Kai.
" Entah kapanpun mereka bertamu, tapi aku tidak suka caranya bicara kepada Quennevia. " ucap Ethan yang semakin kesal dari tadi.
Tiga orang pria yang sama sekali tidak mengerti dan bingung dengan situasi yang sekarang terjadi, sementara yang lainnya malah salah paham dengan perbincangan dua orang itu. Oke, kita balik lagi ke Quennevia...
" Oh, kau menyebutnya cinta?? Apa yang sebenarnya kau cintai dariku adalah kekuatan tempur dan politik ku, bukan?? Lagian kau terlalu tua untuk bisa mencintai ku. " ucap Quennevia saat mendengar apa yang dikatakan Reeth.
" Huhuhu... Aku tidak menyangkal itu. " sahut Reeth.
" Jadi katakan padaku, bagaimana bisa Kepala keluarga ke 7 klan Retia ditikam oleh seorang gadis kecil?? Ini lelucon, kan?? Karena itu mustahil, tidak ada yang mempercayai nya. " ucap Quennevia lagi.
" Namun, memang itu kenyataan nya... " jawaban Reeth yg belum sepenuhnya ia ucapkan.
Quennevia lebih dulu memotongnya sebelum ia mengucapkan hal aneh, dan lagi.. suasana di sana tiba-tiba berubah karena Quennevia yang berubah menjadi begitu serius.
" Tidak. Kau membiarkan semua ini terjadi dengan sengaja. " potong Quennevia dengan suasana hati yang jadi terlihat. " Bawahan ku. Satu terluka parah sementara yang lain di ambang kematian. Jika kau punya penjelasan yang lebih rinci mengenai apa yang terjadi di sini, aku akan senang mendengar nya. " lanjut nya.
Kali ini Reeth juga kehilangan senyuman nya mendengar itu, ia menatap Quennevia dengan serius juga. " Sebenarnya yang salah di sini.... bukankah kau??. " ucapnya pula, itu membuat Quennevia sedikit tertegun.
" Kami sudah mengundangmu dengan baik, bukan. Bahkan kami memberimu waktu memikirkan nya, tapi kau malah membunuh 5 anggota kami sebelumnya. Itu sama saja dengan menantang Ketua kami, loh. " ucap Reeth lagi.
Quennevia tidak menjawabnya, dia hanya diam saja menatap Reeth yang dari tadi mengoceh dengan tatapan serius.
" Apa aku salah?? Kau tahukan apa yang akan terjadi jika menantang Ketua kami, dia pasti akan membalas mu dengan menghabisi orang-orang terdekatmu lebih dulu. Itu akan buruk untuk.... " ucap Reeth yang kembali terpotong oleh Quennevia.
Quennevia tiba-tiba muncul di depan Reeth dan langsung menyerangnya tanpa aba-aba, tapi Reeth terus bisa menghindari atau menahannya dengan baik.
" Wah, seperti nya aku benar-benar membuatnya marah. " ucap Reeth pula.
Padahal dia masih harus tetap menahan serangan nya seperti itu, tapi sifat canda nya itu masih saja tidak ia buang. Hingga akhirnya Quennevia bisa mengecoh nya dan menjatuhkan nya.
Srukkk.....
Brakkk....
Quennevia menjatuhkan nya sambil menginjak dada Reeth.
" Haha... Apa?? Bisa kau ulangi lagi apa yang kau katakan?? Aku tidak mendengar nya dengan jelas. " ucap Quennevia sambil tersenyum dengan wajah yang terlihat menyeramkan.
" Ukh... Sepertinya kau sudah naik tingkat lagi, ya. " ucap Reeth pula.
Sementara yang lainnya tercengang melihat Quennevia menjatuhkan nya, hanya dengan bela diri biasa ditambah sedikit kekuatan dia sudah berhasil. Tapi mereka yang sedari tadi menghadapi mereka sangat kesulitan.
" Apa yang baru saja dia lakukan?!. " batin mereka.
Mereka benar-benar tidak habis pikir dengan hal itu, sementara Reeth masih saja tersenyum.
" Bukankah sudah kukatakan?? Aku tidak mau bergabung dengan kelompok menyedihkan kalian. " ucap Quennevia dingin, kakinya beralih dari menginjak dada Reeth menuju ke lehernya.
" Kukk...Tapi apa kau yakin hanya aku yang perlu kau hadapi. " gumam Reeth pula, dengan agak kesulitan karena Quennevia menginjak lehernya.
Lalu dari dua sisi lainnya, Caius dan satu orang berjubah lagi.. keduanya berusaha menyerang Quennevia. Dan...
Boommm.....