
[Season 2]
Dalam perjalanan nya, Ethan dan yang lainnya menyusuri lautan biru menuju kedalaman yang biasanya tidak didatangi oleh Manusia. Berkat para duyung yang menuntun jalan mereka, Ethan dan yang lainnya bisa terhindar dari beberapa monster yang menghadang perjalanan mereka tanpa harus melawan mereka.
" Ternyata memang banyak monster aneh yang baru pertama kali kulihat. Mereka semua tidak ada dalam buku... " ucap Niu sambil mengamati sekitar mereka.
" Seperti yang kami bilang. Mereka semua tiba-tiba naik ke atas dari lautan dalam, dan masih tidak ada yang tahu kenapa itu bisa terjadi. " ucap Dory menimpalinya.
" Monster biasanya tertarik kepada sumber kekuatan atau sihir yang pekat, mereka akan berkumpul didekat kekuatan itu dan menyerapnya. Sama halnya dengan apa yang dikatakan Tuan Titus saat bilang Monster akan tertarik pada darah Dewa milik Ethan. Karena dengan memakan nya mereka akan segera bertambah kuat. Lalu beberapa bulan yang lalu, baru saja terjadi hal yang sangat besar bukan. " jelas Oscar panjang lebar.
" Ah, kebangkitan wanita pembawa bencana dan amarah Quennevia. " sahut Niu.
" Wow, kau kedengaran seperti seorang kutu buku, Oscar. " ledek Arkan pula dari belakang sana.
Tapi Oscar hanya tersenyum sambil menahan kekesalan karena ledekannya itu, tidak ada gunanya jika dia bertengkar dengan Arkan sekarang. Bukan nya menuntaskan masalah, yang ada malah mereka mungkin akan memancing monster-monster itu mendekat.
" Apa ini sering terjadi?? " tanya Meliyana yang merasa penasaran.
" Tidak juga. Terakhir kali mereka muncul ke permukaan adalah 10 tahun yang lalu, saat tragedi pulau Amberis. " jawab Char menyahutinya.
" Tragedi dipulau Amberis?? " sahut Yuki kelihatan tertarik.
" Itu tragedi terburuk yang pernah terjadi di Foldes. " ucap Char lagi.
Para gadis yang mendengar itu jadi merinding sekaligus makin perasaan karena Char sampai membuat ekspresi ketakutan. Disisi lain para pria yang mendengar itu hanya menatap mereka datar, kecuali Ethan yang tidak merespon perkataan itu sama sekali.
Saat kemudian, sebuah pukulan tepat mengenai kepala Char yang mengatakan hal itu kepada mereka.
Buk...
" Ouch... Apa yang kau lakukan?! " tanya Char sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit dibagian belakangnya.
Sementara itu Dory yang memukulnya langsung mengulurkan tangannya kembali dan menutup mulutnya. " Ssttt... Diam! Tutup mulutmu, jika tidak aku akan merobeknya dengan tanganku!. " ucapnya pelan sambil kelihatan marah sekali.
Disisi lain teman-teman Ethan yang lain bingung dengan apa yang terjadi, tapi kemudian Dory pun beralih kepada Ethan.
" A.. Ahahaha.. Tolong maafkan dia, Yang Mulia. Dia memang suka bicara sembarangan. " ucapnya sambil tertawa merasa gugup.
Ethan yang sedari tadi hanya diam pun melirik mereka dan tersenyum, " Tidak apa-apa. Lagi pula dia tidak salah. " jawab nya dengan santai. Meskipun mungkin dalam hatinya tidak seperti itu.
Para duyung tahu dia menyembunyikan perasaan nya yang sebenarnya, mendengar kata pulau Amberis saja selalu membuat nya mengingat tragedi itu. Dan hal yang membuatnya menyalahkan dirinya sendiri hingga sekarang.
" Hei, memangnya apa yang terjadi dalam tragedi itu?? Kalian kelihatan nya sangat berhati-hati dengan hal tersebut. " tanya Oscar kepada Jay agak berbisik.
" Ah, soal itu... Sebenarnya bisa saja kami memberitahukan nya, tapi... karena kalian adalah teman dari Yang Mulia sendiri.. sebaiknya kalian bertanya kepada beliau saja. " jawab Jay pula.
Oscar jadi penasaran, tapi jika cerita itu adalah hal yang bahkan tidak bisa dikatakan sembarangan ketika mereka punya hubungan dengan Ethan, atau mungkin karena Ethan sendiri ada bersama dengan mereka saat ini. Mungkin itu bukanlah sesuatu yang bagus.
Cukup lama mereka berjalan-... Em, maksudnya berenang dilautan dan semakin dalam mereka masuk ke dalam kegelapan, mereka akhirnya bisa melihat gua dimana Embun Darah itu berada. Dan seperti yang diperkirakan juga, didekat gua itu lebih banyak monster yang berkumpul dan mencoba masuk ke dalam, tapi terhalang oleh dinding pembatas.
" Keren... Guanya benar-benar bersinar. Dan juga... Monster nya pada serem-serem. " gumam Arkan sambil memperhatikan dari balik karang dekat pintu masuk gua itu.
" Uhh... Tunggu sebentar.. " sahut Niu yang sedang mencoba mengaktifkan mutiara itu, saat kemudian dia pun benar-benar menghilang dihadapan mereka semua. " Aku berhasil. " ucapnya yang masih kedengaran dari tempat nya berdiri.
" Ya, itu bagus. Kami tidak bisa melihat mu sekarang. " ucap Oscar.
" Huu... Hantu... " dan Meliyana yg malah mengejek Niu disaat seperti ini.
Tapi setelah mendengar itu, Niu pun kembali terlihat. " Meliyana, jika tidak ingin dipukul lebih baik tutup mulutmu. Oke? " ucapnya kelihatan sekali sangat tersinggung.
Sementara itu Meliyana hanya terkekeh geli melihat nya. Setelah semua persiapan mereka selesai, ini adalah waktunya untuk memasuki gua itu, sementara bagi yang lain itu adalah waktunya perpisahan.
" Baiklah, kami sudah selesai bersiap. Terima kasih karena telah memandu kami kemari. " ucap Ethan kepada para duyung.
" Suatu kehormatan karena bisa menolong anda, dan kami juga minta maaf karena hanya bisa mengantar sampai disini. " jawab Jay menimpali.
" Tidak masalah, diantar sampai sini saja sudah sangat membantu. " ucap Arkan pula menangahi.
" Dia benar, kalian juga berhati-hatilah saat kembali. " ucap Ethan membenarkan.
" Kami mengerti, terima kasih. Semoga perjalanan kalian dimudahkan. " sahut Jay.
Yang kemudian dia pun pergi dari sana bersama dengan Char dan Dori setelah mengucapkan perpisahan itu. Disaat yg sama, Ethan dan yang lain pun bergerak untuk masuk ke dalam gua itu, setelah Niu kembali mengaktifkan mutiara ilusi yang dipegang nya.
Ethan dan yang lainnya pun berenang makin dekat dengan gua itu, menyelinap diantara para monster yang saling bertarung satu sama lain, demi bisa masuk ke dalam gua itu. Dimana harta berharga tersimpan didalam nya.
Namun langkah mereka harus terhenti tepat didepan pintu masuk gua itu... Dan Oscar pun mengulurkan tangan kearah penghalang didepan mereka saat ini, mencoba mencari tahu penghalang jenis apa itu.
" Bagaimana Oscar... Apa kau bisa membuka penghalang nya utk kita?? " tanya Meliyana.
" Tunggulah sebentar... Aku sedang mencari celah untuk mendapatkan izin masuk tanpa diketahui para monster itu... " ucap Oscar menimpali.
" Mari kubantu. " sahut Ethan pula yang ikut mengulurkan tangan nya ke penghalang itu sama seperti Oscar. Sisanya menunggu dengan tenang sambil mengawasi situasi.
" Astaga... Apa para monster ini sadar kalau tindakan mereka ini sia-sia?? Mereka hanya menghabiskan tenaga dan membahayakan nyawa sendiri untuk sesuatu yang tidak bisa mereka dapatkan. " ucap Yuki atas apa yang dilakukan oleh para monster itu.
" Yah, siapa yang tahu apa mereka punya akal atau tidak... " jawab Arkan pula dengan wajah malas memikirkan hal itu.
Sampai tiba-tiba.... Seekor monster yang terdorong oleh lawannya secara tidak sengaja menabrak punggung Arkan hingga membuatnya jatuh.
Bukk...
" Akh...! "
" Kyaa...! "
Brukk...
Dan lebih sialnya lagi, Arkan yang jatuh juga menabrak Niu hingga membuat Mutiara ilusi itu terlepas dari tangannya. Secara otomatis... Penyamaran yang menghilangkan keberadaan mereka sedari tadi pun juga ikut hilang, disaat yang sama para monster itu pun langsung memusatkan perhatian kepada mereka semua.
" Ahh... Sepertinya ini sangat gawat... " ucap Arkan dengan wajah pucat saat melihat monster-monster berwajah garang itu mulai mendekat kearah mereka.