Quennevia

Quennevia
Arabel, Sang Pertiwi



[Season 2]


Penyempurnaan terakhir telah berhasil dilakukan setelah semua bahan menyatu dengan nya, tubuh kosong untuk Quennevia berhasil diciptakan dan mendapatkan perwujudan yang baru. Sementara dua bunga dari dua dunia menunggu kembalinya jiwa untuk mengikat dan melebur dengannya. Tapi... ada masalah dengan pemecahan Hukum yang dilakukan...


Karena itu, sebagian dari mereka merasakan dampak penolakan itu...


Wuuoongg..!


" Ugh... Rantainya tidak mau putus!." Misika adalah orang yang paling merasakan akibatnya.


Ia bisa merasakan kalau setiap kulit di kedua lengannya mulai terkelupas secara perlahan.


" Kita kekurangan kekuatan, kalau terus seperti ini keseimbangan nya akan anjlok." ucap Yigrette kemudian.


Hades juga menyadarinya, [Euclide, kemari dan bantu kami lebih dulu.] karena itu ia memanggil saudaranya yang ada disisi lain.


Sayangnya, Euclide tidak bisa melakukan itu. [Aku tidak bisa, kecuali kau ingin arus kekuatan Quennevia menjadi liar.] Dirinya juga sudah kesulitan untuk mengendalikan kekuatan Quennevia.


Karena itu, " Biar aku yang bantu." Eclipse maju dan mengerahkan kekuatan nya untuk menggantikan kekosongan yang belum tercukupi.


" Tuan Eclipse..." Misika menatap Eclipse disampingnya.


Tentu saja, Eclipse sekarang adalah Dewa sepenuhnya. Dia seharusnya bisa melakukan hal itu. Dan seperti yang diharapkan, dengan keikut sertaannya, gejolak penolakan berhasil ditekan.


Disamping itu, untuk menghindari hal seperti sebelumnya, mereka harus mengambil langkah yang lain.


[...Ini tidak akan bertahan selamanya. Euclide, bangunkan dia sekarang.] ucap Hades.


Sementara Euclide terlihat sedikit terkejut mendengar itu, [Apa..?? Bukankah harusnya memecah Hukum lebih dulu??] tanyanya kemudian.


[Kita tidak akan bisa melakukan nya sendiri jika Quennevia tidak ikut campur langsung. Jadi cepat lakukan!.]


[Dasar... Memangnya kau pikir apa yang sedang kulakukan sekarang??]


Kedua saudara itu malah menunjukan pertangkaran mereka.


Tapi disamping itu, Euclide tetap melakukan apa yang saudaranya katakan. Karena dia sendiri tahu, kalau apa yang dia katakan itu benar adanya. Mereka kesulitan dengan kekuatan yang sebelumnya digunakan untuk ikut campur dalam takdir secara pribadi demi membantu Quennevia dan Ethan.


Tapi ini belumlah akhir dari semua usaha mereka, dan juga... ini tidak semudah yang dikatakan.


Ketika Euclide berusaha untuk memanggil kembali kesadaran Quennevia yang telah masuk ke dalam Celestial body-nya, masih ada sesuatu yang menahan hal tersebut.


Baang!.


Dan ada sebuah suara keras, seperti besi yang saling bertabrakan dari kegalapan tak berujung mengisi ruang kosong itu, suara itu membuat mereka semua terkejut. Sementara itu tubuh inkarnasi bahkan tubuh sejati Quennevia tidak menunjukan tanda-tanda akan terbangun sedikit pun.


" Apa itu? Apa ada sesuatu yang akan datang kesini?" ucap Niu bertanya-tanya dengan khawatir sembari melihat sekitar.


Karena itu, Hades pun menimpalinya. " Seharusnya tidak ada yang bisa datang kesini. Tempat ini adalah ruang khusus Dewi Tengah dan dibatasi oleh kekuatan spiritual yang kuat, hanya 3 dewa utama yang bersamanya yang bisa masuk ke mari." ucapnya.


Baang!!


Tapi suara itu tetap terdengar, kali ini lebih jelas dan keras. Seolah datang dengan membawakan peringatan kepada mereka, atau... penolakan?


Dan itu membawa kekhawatiran kepada semuanya...


" Suara itu tetap menggangguku. Pergolakan kekuatan besar terjadi ditempat ini, 4 dewa besar sedang mengerahkan kekuatan mereka bersama-sama. Secara teknis, jika ruang tidak bisa menahan kekuatan itu, batas dimensi akan hancur dan apa yang ada diluar biasa masuk ke mari. Apa kalian tidak khawatir dengan kemungkinan terjadinya badai atau datangnya makhluk dunia luar?" Sakura pun memberikan pendapatnya kepada mereka disana.


Yigritte sampai kagum dengan analisanya yang begitu baik, " Kau tahu banyak untuk ukuran anak yang tidak tinggal diantara para dewa." Tentu saja, Sakura tidak tahu. Jika saja dia tidak mendapatkan memori yang tertinggal dan masa lalu dari Kristal yang ia dapatkan sebelumnya. Meski begitu, Yigritte berusaha untuk menenangkan kegelisahan yang mereka, rasakan, " ...Tapi kau tidak perlu khawatir akan ada penyusup yang datang kemari. Tempat ini terasimilasi dengan jiwa Quennevia, tidak ada yang bisa dan berani menembus batasan mutlak dari keberadaan tertinggi didunia ini. Meski begitu, jika celah benar-benar muncul kita harus bersiap. Untuk itulah kalian ada disini sekarang." lanjutnya kemudian.


[Kemungkinan nya sangat sedikit. Meski begitu kami tetap melakukan pembangkitan paksa dan menanggung resiko kepunahan total. Jika ini gagal, tidak hanya Quennevia tidak bisa bangkit selama lebih dari 100.000 tahun berikutnya. Para dewa yang ada disini pun akan mengalamai kerusakan parah pada tubuh sejati mereka.] ucap Hades pula ikut menambahkan.


Tentu saja, tidak ada usaha besar tanpa resiko. Karena itu mereka harus berusaha untuk tidak melakukan kesalahan dalam langkah ini.


" Tapi Quennevia tidak bangun.. Kenapa?" tanya Meliyana.


Tapi, Euclide menyangkal asumsinya." Tidak. Masalahnya ada pada Quennevia sendiri."


Semua orang memperhatikan nya karena kata-kata nya, saat kemudian suara lain terdengar muncul dari kesunyian.


[Ibu menolak utk bangun.]


Suara itu muncul dengan lembut diantara mereka, mengalihkan semua perhatian kearahnya. Tidak terkecuali dengan Ethan dan teman-teman nya, kini semua perhatian tertuju kepadanya yang muncul disana....


Sesosok wanita cantik berambut kecoklatan yang bergelombang, dengan gaun sutra putih yang membalut tubuhnya, aura kehidupan yang kuat dipancarkan dari tubuhnya. Ia melihat kearah mereka dari balik kerudung hitam yang menutupi kepalanya. Dia adalah Bumi Pertiwi, hal pertama yang diciptakan oleh Dewa Tengah, Quennevia. Dan yang tertua yang telah hidup bersamanya, dia adalah tempat yang selama ini ditinggali oleh Ethan dan teman-teman nya... Arabel.


[ Paman putih, paman hitam. Ibu menolak permintaan kalian untuk bangun. Beliau bilang, dia akan melihat perkembangan nya dari luar batas ruang dan waktu.] ucap Arabel kepada Euclide dan Hades kemudian.


Dan tentu saja, jawaban itu tidak dapat diterima dengan baik. [Apa ibumu gila, Arabel. Ini bukan waktunya untuk keras kepala, cepat atau lambat bencana akan bangkit dan dunia akan hancur.] ucap Euclide menimpalinya.


Baangg!


Suara itu kembali terdengar seolah ikut menimpali Euclide, dan Arabel sendiri terlihat sedikit mengangkat kepalanya ketika suara itu muncul. Baru kemudian ia pun kembali menjawabnya...


[Ibu bilang, asal adik kecil bangkit, tidak ada yang perlu di khawatirkan.]


Baru setelah itu, kini mereka mulai paham, suara itu bukanlah suara dari luar melainkan suara dari dalam. Quennevia sedang berbicara kepada mereka.


[Ibumu ingin membiarkan adik perempuan mu melawan 'Naga Kiamat' itu lagi? Apa dia lupa kalau semua kemalangan yang terjadi selama ini berawal dari mereka berdua??] tanya Hades dengan ekspresi berkerut, dia menyadari sesuatu. Kalau yang bicara itu Quennevia, tapi juga bukan.


Tidak ada jawaban lain dari Quennevia ataupun Arabel, keheningan menyela ditengah-tengah mereka saat itu. Sementara disisi lain, Ethan dan teman-teman nya hanya diam dan memperhatikan percakapan yang terjadi diantara mereka saat ini.


" Hei, Ethan, apa tidak apa-apa diam saja?" Tanya Meliyana yang jadi yang pertama memecah keheningan diantara mereka, tapi tidak ada jawaban dari Ethan. Karena itu dia pun menoleh menatapnya, " Ethan?." panggilnya lagi.


Akan tetapi, Ethan tetap diam dan menarap lurus kedepan sana. Meliyana tidak bisa menebak apa yang dia pikirkan dengan ekspresi seperti itu, karena yang ia lihat hanyalah ketenangan mutlak yang diperlihatkan oleh Ethan disana.


Tapi tanpa disadari siapapun, kalau pedang dipinggangnya bergetar dengan perlahan. Karena itu, Ethan pun kemudian memegang pedang itu dengan tangannya. Disaat yang sama sebuah suara masuk ke dalam telinganya...


" Ethan, sekarang atau tidak sama sekali. Tentukan pilihanmu sekarang.."


" Ibu..." gumam nya kala itu.


Ethan tutup kedua matanya saat berpikir tentang itu, dan dia terlihat mengerutkan keningnya karena satu-satu nya jawaban yang ada dalam benaknya. Dia tiba-tiba jadi teringat dengan kata-kata Quennevia yang meminta pertolongannya saat mereka di Foldes dulu.


{" Aku juga perlu bantuanmu, meski aku berkata seperti ini saat ini, diwaktu lain aku mungkin juga akan berkata hal lain lagi. Kepribadianku masih campur aduk, aku masih tidak tahu siapa diriku yang sebenarnya. Tolong bangunkan aku dari sesuatu yang mencoba menenggelamkan ku, Ethan."}


Kata-kata itu kembali muncul dalam benaknya.


Setelah dia pikirkan lagi, Quennevia pasti sudah memperkirakan hal ini juga. Dia pasti sudah tahu ini akan terjadi, karena itu dia meminta bantuan. Jadi sekarang.... Hanya tinggal usaha darinya saja.


Nggiikkk... Baang!


Sementara itu Arabel kembali menegaskan penolakan yang terjadi, [.... Paman, hentikan upacaranya! Ini adalah permintaan ibu. Bahkan jika dia tidak ada digaris waktu pun, takdir tidak akan berubah-..]


" Kita tidak punya waktu. Kita juga tidak bisa menghentikan ini! Pikirkanlah baik-baik apa yang terbaik untuk dilakukan saat ini!." saat Yigritte kemudian menyelanya.


[Waktunya untuk dia bergerak...] Hades juga ikut didalamnya.


Dan disaat yang sama...


" Ethan!!."


Semua orang menoleh ketika mendengar suara Arkan yang memanggil Ethan terdengar seperti terkejut..


Dan bukan hanya dia,


" Hei, apa yang akan kau lakukan?!!." Oscar juga sama, bahkan teman-teman nya juga.


Sementara itu, Ethan mengambil langkah lebih dekat dan tegas menuju masalahnya...