
oh iya lupa.... akhirnya petualangan Reira di Belitung udah berakhir. sebenarnya, petualangan di Belitung enggak sepanjang ini. Waktu di outline, enggak sampai kok 15 episode. eh malah kelanjut sampai lebih dari 30 karena author sendiri pun ikut hanyut di dalam petualangan yang ditulis sendiri. hahaha ...
Ya ... penulis pun kadang begitu, hanyut di dalam proses kepenulisannya. Seakan, aku ikut masuk sendiri di tengah kehadiran Reira dan teman-teman. Sebagai penunjang ide, aku pun sering berimajinasi bagaimanakah ketika Reira berada di tengah-tengahku.
Aku pergi ke desa-desa—mumpung lagi mudik—dengan sepeda, lalu mutar ke sebuah danau sambil bawa kopi dan tembakau, lalu duduk di tepi kebun karet yang baunya itu memorable banget dengan masa kecil. Wah di sanalah banyak ide-ide bertebaran, berceceran, berserakan, berhamburan, apalagi ya, bermuncratan di mana-mana. Akan ada nanti bagian cerita yang mengangkat sekali budaya lokal, terutama daerah kelahiranku.
Ada di sebuah kolom komentar yang nanyain di mana sih nyari wanita seperti Reira ...
Ya, sampai saat ini aku pun masih mencari, hahaha. kalau udah ketemu, bakalan aku kasih tau sama kalian.
Cerita ini memang aku tulis untuk itu, agar pembaca mencoba untuk memikirkan kembali makna-makna. Selain bercerita tentang romansa muda-mudi jaman sekarang, aku pun menyelipkan sedikit pengetahuan, budaya, politik, kritik sosial, sejarah, dll. Aku pun juga punya mimpi kalau di suatu hari nanti trend novel sastra bakalan booming di platform ini, tidak melulu tentang yang ini itu. Tidak perlu aku, bisa saja orang lain. karena terkadang aku menemukan beberapa karya yang berpotensi untuk itu, tapi masih belum terjamah oleh para pembaca.
terima kasih sudah membaca basa-basi ini.
follow Ig author ya: ilhamnofrizal
nanya-nanya boleh di sana, nanya status jangan ... karena di sini bakalan dibeberkan jawabannya, author merupakan duda yang belum pernah menikah sama sekali.