
Cuap-Cuap
Terima kasih aku ucapkan kepada temen-temen Reiralova yang mengikuti cerita hingga pada di titik ini. Masih diingat pertama kali season 2 dimulai sejak tanggal 1 bulan April. Sejak saat itu setiap detik dalam hidupku dihabisin buat mikirin bagaimana perkembangan cerita Reira. Sempat jatuh bangun dengan situasi kuliah, kondisi badan yang kadang drop, dan juga tekanan-tekanan masa pandemi ini. Namun, semua itu merupakan tantangan untuk aku sampai di titik ini. Perjuangan menyelesaikan sebuah novel merupakan harga diri.
Jujur, Captain Reira adalah karya terbaikku untuk saat ini. Aku mencurahkan seluruh kemampuan untuk menuliskannya. Permainan diksi seperti ini pasti jarang sekali kalian temukan di cerita-cerita lain pada platform ini. Teori-teori filsafat yang aku dapati dari banyak membaca buku bisa banyak kalian temui dan begitu juga hasil berfilsafat sendiri. Sebagaimana yang aku katakan sebelumnya, filosofi itu sangatlah penting bagi para penulis romance. Untuk sampai di tahap itu, butuh pula waktu diluangkan untuk membaca banyak buku dan perenungan hati agar mencapai kebijaksanaan. Riset dan riset dari awal sudah dilakukan hingga tersusunlah semua ini.
Aku memang kelihatannya jarang membalas komentar, tapi jujur ... Aku mengingat siapa saja yang selalu menemani di kolom komentar. Apresiasi sebegitu besar aku ucapkan kepada kalian yang udah nemenin aku hingga saat ini. Captain Reira tidak akan besar tanpa kalian, kapal Leon tidak akan berlayar tanpa kehadiran teman-teman. Reiralova merupakan manifestasi awak kapal bajak laut Leon yang berlayar pada laut kehidupan. Mereka menyelam pada makna-maknanya sendiri untuk mencapai hidup yang sejati.
Mengenai group chat kita yang sepi banget. Hahah kok sepi banget kaya kuburan? Hmmm ... salahku juga sih, soalnya aku enggak buka NT kecuali buat update cerita dan ngebacain komentar. Selebihnya, aku aktif di real life. Aku juga tipe orang yang jarang nimbrung di group, mungkin beberapa temen pasti tahu. Bukannya tak ingin, tetapi cengkeramaku lebih cenderung ke dunia sekitar daripada layar kaca kecil ini.
Kalian adalah pembaca-pembaca terpilih, dipilih oleh Reira sendiri untuk membacanya. Aku masih berpegang teguh dengan kalimat filsuf gila Universitas Frankurt, Nietzsche: Tulisan akan memilih pembacanya sendiri. aku tak ingin tulisanku dibaca oleh orang-orang sembarangan.
Pasti akan banyak tanda tanya yang mencuat setelah membaca hingga akhir. Maka dari itu, aku menginformasikan bahwasanya akan ada season 3 dari Captain Reira. Pada season 3 ini, kita tak lagi memakai sudut pandang David, melainkan sudut pandang dari Reira itu sendiri. Sejatinya, Reira-lah yang menjadi tokoh utama. Mungkin gaya yang seperti ini bisa kalian temukan pada karya Sherlock de Holmes, atau serial Laskar Pelangi di mana Ikal menceritakan Lintang sebagai tokoh utama.
Season 3 akan semakin banyak misteri-misteri yang akan diungkap, yaitu bagaimana masa lalu dari Reira dan ke mana Reira selama ini pergi, apa yang terjadi dengan keluarganya, dan siapa saja yang terlibat dalam usaha menghilangnya Reira. Namun, season 3 akan aku pastikan hadir pada tahun 2021.
Cukup lama bukan?
Iya tentu, author ingin menyelesaikan naskah keseluruhan hingga tak keteteran waktu sudah dipublish. Selama ini, aku sering kehabisan stok naskah yang akan dipublish sehingga sering keteteran dan bersinggungan dengan kesibukan kuliah. Selain itu, author juga akan membuat karya karya baru yang akan hadir nantinya. Ada karya yang ditinggalkan demi menyelesaikan Captain Reira ini karena aku sangat memproritaskan karya ini.
Nah, saat ini aku ingin mengucapkan PAMIT dari NT.
Wah ... Kok pamit?
Jadi, aku bakalan pamit dari NT untuk karya-karya baru. Tidak akan ada lagi karya Bang_JAI terbaru yang akan dipublish di NT. Aku hanya akan melanjutkan cerita yang ada dan yang paling memungkinkan untuk dilanjutkan hanyalah Captain Reira dan Am I Dead. Kalian bisa mengklik tautanku di akun Instagram @ilhamnofrizal karena kalau disebutin di sini, malah takut disensor. Hahahaha! Setelah kedua karya itu benar-benar selesai dilanjutkan, aku bener-bener say goodbye dengan NT. Aku akan pergi seperti Reira, bersama kapal yang aku buat sendiri. Menghilang bersama karya karya baru, semoga kalian masih bisa menemukan aku.
Kenapa?
Kedua adalah kekecewaan. Ya, jujur ... Ada banyak yang merasakan hal itu. Bukan salah platform, karena platform hanya bisa menyediakan media (di luar faktor-faktor lainnya). Yang paling mendasar ialah aku hanya tidak berada di habitat yang cocok. Jujur, karya sastra yang seperti ini jarang diminati karena pembaca lebih menyukai karya-karya bertema (kalian tahu sendiri). Aku akhirnya memilih pada habitat lama dan habitat baru yang lebih mendukung genre-genre seperti ini.
Karyanya sudah kontrak, jadi sayang dong?
Kalau sudah selesai, tidak ada urusan lagi. Bonusnya tetap mengalir. Yang penting, author hanya melanjutkan 2 kemungkinan cerita yang bisa dilanjutkan. Selebih itu, aku pastikan akan berhenti di sana. Kalian bisa menemukan aku dengan karya karya baru di tempat lain.
Aku mempunyai mimpi bahwasanya Captain Reira akan merubah pandangan mayoritas di platform ini. Karya tak sesempit itu, ada banyak karya yang lebih bagus namun di habitat yang salah, salah satunya ialah fantasy, genre sejarah, sastra poetic, dan lain lain hal. Semangat bagi mereka yang mengedepankan aspek sastra, aspek fantasy, aspek teknik kepenulisan, dll.
Aku sering berada di group kepenulisan, di sana aku sering menekankan bahwasanya sangatlah penting bagi seorang penulis mengerti bagaimana menulis yang baik. Memang, kita bisa menulis dengan menarik, tetapi tidak memungkinkan hal tersebut ditulis dengan tepat (bukan berarti aku sudah sempurna). Kemirisan ini pun timbul dari segudang karya yang menarik+teknik penulisan yang tepat, tetapi tak bisa sebesar mereka-mereka yang menyajikan tulisan-tulisan umum. Yang diandalkan hanyalah berupa click bait selera pasar, tanpa disertai pengetahuan menulis yang tepat. Aku tak akan menjabarkan dengan detail, pasti secara umum teman-teman paham. Bagiku pribadi, hal tersebut sedikit mencoreng defenisi sastra yang sebenarnya. Tak ada makna sudah.
Mungkin sebagian teman-teman adalah penulis, tapi sadarlah tak ada diriku bermaksud menghina dan merendahkan. aku hanya menjabarkan fenomena secara objektif yang bersifat kritis. Sekiranya akulah dari sedikit penulis yang mau mengkritik ini.
Maka, bagi teman-teman penulis, teruslah memberikan makna, karena itulah penulis yang sejati. Kita bisa merubah ini, tunggu saja momentum datang. Dalam teori sosial Hegel, perubahan terjadi karena ada dua benturan yang besar, saling menyilang, menyatu, dan membentuk subtansi yang baru (Dialektika). Sedangkan Karl Marx mengatakan perubahan terjadi karena dua benturan kelas berbeda. Aku pun menyatakan serupa, perubahan dunia kepenulisan ada karena karya-karya yang berbenturan. Maka, teruslah menggempur dunia sastra dengan karya-karya kalian yang apik.
Mungkin enggak sekarang, bisa jadi bulan esok, tahun esok, beberapa tahun esok, atau kemungkinan terburuk yaitu tidak sama sekali.
Jika kalian sudah membaca di kalimat ini, silahkan kunjungi akun instagramku @ilhamnofrizal karena akan dibuka sesi tanya jawab. Teman-teman bisa juga bertanya di sini dan akan aku buat bagian bab khusus nantinya ketika seluruh pertanyaan terkumpul.
Sekali lagi, aku ucapkan terima kasih.
Maafkan jika ada silap kata.
Selamat menunggu kelanjutan Captain Reira.