Baby Girl

Baby Girl
BAB 93



"Apa kalian tahu kalau proyek yang mangkrak itu merupakan kerja sama dengan perusahaanku, bagaimana bisa kalian menimbulkan nama perusahaanku tercoreng. pantas saja perusahaan ini hanya jalan di tempat tidak ada kemajuan sama sekali, ternyata perusahaan ini di pimpin oleh orang-orang yang rakus akan harta dan kekuasaan. Selama ini saya sudah memberikan kelonggaran kepada kalian untuk menyelesaikan permasalahan ini, tapi nyatanya kalian malah berleha-leha dan tak mengindahkan peringatan dariku. "ucap Arsen dengan nada dingin dan sorot mata tajam menatap mereka satu persatu.


Semua orang yang hadir di ruangan itu terdiam tanpa mengeluarkan suara, orang-orang yang terbukti bersalah mulai gemetar dan keringat dingin termasuk Erik yang wajahnya kian memucat.


Erik tak menyangka kalau dirinya akan ketahuan pada akhirnya. Padahal selama Erik gabung di perusahaan Dinata tak pernah sekalipun Erik ketahuan oleh Daddy nya.


Erik menggelapkan uang perusahaan untuk memenuhi gaya hedonnya. Dia selalu ingin terlihat lebih dari teman-temannya.


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu menghilangkan sesaat ketegangan di dalam ruangan tersebut.


Ceklek


Terlihat beberapa pria berseragam polisi masuk kedalam ruangan rapat.


"Selamat siang tuan Arsen" Sapa salah satu polisi tersebut.


"Segera bawa mereka pergi dari sini, ini bukti kejahantan yang mereka lakukan, dan untuk yang lain kalian bisa cari sendiri." ucap Arsen sambil menyerahkan bukti ke tangan polisi.


Polisi memborgol Erik lalu menyeretnya keluar dari ruangan tersebut.


"Sebentar pak, Al kenapa kamu lakukan ini kepadaku dan juga keluargaku, aku hanya ingin menemui putriku itu saja tidak lebih" ucap Erik dengan tatapan sendu.


Alisya tersenyum nista melihat wajah sendu Erik.


"Lantas apa alasanmu dulu hingga memperlakukanku dengan begitu kejam hah? Bahkan aku tak punya salah apapun kepadamu. dan sekarang kamu mempertanyakan kenapa aku memperlakukanmu dan juga keluargamu dengan buruk begitu? Tanyakan pada dirimu sendiri dan juga keluargamu yang tengah mengusikku lebih dulu, bukankah selama ini aku diam....bahkan merengek menemui kalian saja tidak. Tapi apa yang kalian lakukan hah, kalian justru menghinaku, merendahkanku dengan menawarkan sejumlah untuk menutupi kesalahanmu. Aku memang dulu orang miskin tapi bukan berarti orang rendahan seperti kalian." ucap Alisya dengan sorot mata penuh dendam dan kebencian.


Arsen menenangkan istrinya, dia takut terjadi sesuatu dengan kehamilan Alisya.


"Cepat bawa mereka keluar dari sini" titah Arsen yang tak ingin membuat istrinya semakin emosi.


Polisi menyeret Erik yang terus berontak dan teriak meminta tolong kepada ayah dan juga opanya.


"Dad, opa tolong Erik, Erik tak mau di penjara" pekik Erik.


Mereka tertegun melihat kemarahan Arsen, mereka tak menyangka jika kemarahan Arsen akan membuat mereka berada di ujung tanduk.


"Kali ini Saya memutuskan akan mengambil alih perusahaan Dinata menjadi anak perusahaan Global Group, dan saya akan merombak semua struktur perusahaan ini" tegas Arsen.


"Tuan bukankah yang memiliki saham di perusahaan Dinata itu istri anda, bukan anda tuan Arsen...jadi Anda tidak bisa begitu saja mengambil alih perusahaan ini" ucap David bodoh yang tak terima perusahaannya di ambil Arsen begitu saja.


Arsen tersenyum smirk menatap melihat ke arah David. "Apa kamu pikir Alisya itu kekasih saya? Dia istri saya dan saya berhak memutuskan segala sesuatunya. Jika saya sudah menyuruh dia mengambil alih anda bisa apa" ejek Arsen.


Kini David beralih menatap Alisya, dia ingin meminta belas kasihan dari Alisya. "Apa kamu tega nak, melihat kakek dari putrimu hidup di jalanan, aku yakin cucuku kelak jika Rrva sudah besar...dia akan marah, dia tidak akan tega melihat kakeknya menjadi gelandangan karena orang tuanya" ucap David mencoba meracuni otak cantik Alisya.


"Apa kalian pikir putriku tidak akan sakit hati, jika tahu kakek dan buyutnya tega membuangnya begitu saja hah, bahkan mengakuinya saja tidak" sindir Alisya.


David bungkam mendengar sindiran Alisya.


Arsen membawa istrinya bangkit dari duduknya, mereka beranjak ingin meninggalkan ruangan tersebut.


"Kemasi barang-barang kalian dari perusahaan ini secepatnya, karena aku tidak ingin lagi melihat sampah yang masih berkeliaran di perusahaan ini" ujar Arsen tanpa menoleh sedikitpun kepada mereka. Arsen membawa Alisya pergi dari perusahaan itu begitu saja.


Aldrik memegangi dadanya yang terasa sesak, tubuh Aldrik tiba-tiba limbung lalu tak sadarkan diri. Penyakit jantung Aldrik kumat karena mengetahui perusahaannya sudah bangkrut dan beralih ke tangan orang lain.


"Dad...Dad...Dad." panggil menggoyangkan tubuh Aldrik.


"Tolong bantu aku membawa ayahku ke rumah sakit" pinta David.


"Riko tolong hubungi ambulance segera" perintah David.


Sejumlah orang yang masih tersisa di situ pun segera mengangkat tubuh Aldrik dan membawanya ke dalam ambulance.


......................


Di rumah Dinata Siska mendapat kabar kalau mertuanya masuk rumah sakit karena sakit jantung yang di dritanya kambuh.


Siska langsung menghubungi Rani mengabarkan kalau opanya masuk rumah sakit.


Dengan langkah tergesa Siska pergi menyusul suaminya ke rumah sakit.


Skip____perjalanan.


Tiba di rumah sakit Siska langsung berlari mencari suaminya yang berada di IGD.


"Dad" panggil Siska.


Plakkk


Bunyi tamparan yang di lakukan David di pipi istrinya.


"Ini semua salahmu, andai kamu tidak gegabah mendatangi Reva pasti semuanya tidak akan seperti ini, lihat sekrang....perusahaan kita bangkrut, Daddy masuk rumah sakit dan Erik anakmu masuk penjara, puas kamu hah?"Bentak David dengan nafas memburu, membuat Siska shok, padahal dia belum berucap apapun tapi suaminya malah mengabarkan sesuatu yang mengejutkan.


Siska menatap wajah suaminya sambil memegangi pipinya yang terasa kebas akibat tamparan dari suaminya. "Kenapa Daddy menyalahkan mommy" lirih Siska yang baru sadar dari keterkejutannya.


"Kau masih bertanya seperri itu hah? Karena ulahmu Arsen mengambil alih perusahaan kita dan juga menjebloskan Erik ke penjara.....Sekarang aku tidak tahu harus melakukan apa" ucap David dan di akhiri dengan nada lirih, tubuh David merosot ke lantai sambil menelungkupkan wajahnya di atas lututnya.


Siskan menggeleng kepalanya tak percaya. "Daddy pasti bercanda kan Dad?, ini smeua tidka benar kan Dad? Katakan Dad jika semuanya tidak benar" raung Siska seperti orang gila sambil menggoyangkan tubuh suaminya dengan kasar.


Plakkk


Sekali lagi David menampar istrinya yang nampak histeris.


"Apa kamu pikir ayahku masuk ke rumah sakit juga becanda hah?" sentak David.


Siska jatuh terduduk di sebelah David. "Aku harus menemui Alisya, hanya dia satu-satunya yang bisa mengembalikan perusahaan dan membebaskan Erik dari penjara" gumam Siska.


Tak lama Rani tiba dengan nafas yang ngos-ngosan karena perut buncitnya sebentar lagi akan melahirkan.


"Dad" panggil Rani.


Membuat David menoleh.


"Sayang, Rani putri Daddy...maafkan Daddy yang tak mau mendengarkan ucapanmu" lirih David sambil memeluk Rani dari samping. Karena kalau dari depan akan terhalang perut buncit Rani.


Bersambung


Happy Reading guys🙏