
Hari ini kebetulan Erik ada janji bertemu dengan teman-temannya, karena semenjak keluar dari lapas Erik belum lagi bertemu dengan kedua sahabatnya itu, Irfan dan Andra sambil membawa istrinya masing-masing.
Irfan sudah mempunyai anak seorang putri umur dua tahun, sedangkan Andra istrinya sedang hamil.
Erik juga membawa serta Viona dan juga Reva bersamanya.
"Reva tahu tidak, kalau sebentar lagi Reva akan punya adik lagi dari perut mami Viona" ucap Viona.
"Pelut mami ada adik bayina?" tanya Reva.
"Iya sayang, nanti adikmu akan bertambah satu lagi" jawab Viona.
Kebetulan tadi ketika Nino mengirim pesan untuk menjemput putrinya, Erik dan Viona masih berada di rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan Viona.
Karena sudah tiga hari ini istrinya itu sering muntah saat pagi hari, karena khawatir akhirnya Erik membawa Viona ke rumah sakit dan istrinya itu di nyatakan hamil 2 minggu oleh dokter.
Viona sangat senang mendengar kabar itu, karena di sudah menantikannya sejak lama, apa lagi dulu dia pernah keguguran.
Erik dan Viona melihat wajah Reva ingin tahu reaksinya.
Reva mengambil nafas dalam lalu menghembuskannya, seolah dia memiliki beban yang begitu besar.
"Nambah lagi deh tugas Leva nanti, di lumah di suluh jagain kembal, nanti di lumah mami juga halus jaga adik lagi, telus kalau main kelumah Ley juga ada adik bayina lagi, belat sekali hidup Leva papi" keluh Reva sambil menyandarkan kepalanya ke dada Viona.
Erik dan Viona sekuat tenaga menahan tawanya agar tak meledak. Sungguh lucu sekali melihat ekspresi wajah putrinya itu.
"Tenang, mami nanti akan sewa baby sitter untuk menjaga adikmu kelak" ucap Viona sambil mengusap kepala Reva yang masih bersandar di dadanya.
Reva mengangguk mengerti.
Mobil yang di tumpangi mereka tiba di sebuah mall, tempat yang sudah di tentukan untuk pertemuan kali ini.
"Ayo sayang, kita turun" ajak Erik.
"Gendong Leva papi, Leva malas jalan" pinta Reva.
Erik menuruti permintaan putrinya, Erik berpikir, mungkin putrinya itu lelah setelah bermain di taman hiburan tadi.
Erik menggendong Reva sambil merangkul bahu Viona masuk kedalam mall, dia berjalan menuju ke sebuah restoran.
"Maaf, gue baru sampai" sapa Erik ketika sudah bergabung dengan sahabatnya.
"Tak apa, gue juga belum lama sampai di sini" sahut Andra mewakili.
"Itu siapa Rik?" tanya Irfan
"Anak gue lah, memangnya siapa lagi." jawab Erik sambil menurunkan Reva dari gendongannya.
Sahabat Erik tidak bertanya terlalu jauh, guna menghargai status Viona sebagai istri Erik. Mereka juga paham kalau anak yang di bawanya itu anak Erik dan Alisya.
"Perkenalkan dirimu sayang" pinta Erik.
"Pelkenalkan nama aku Leva uncle , onty" ucap Reva kalem memperkenalkan diri kepada semuanya. Setelah itu ia memilih duduk di pangkuan Erik.
Reva masih kalem, karena ini kali pertama dia bertemu dengan sahabat Erik, dia mencoba beradaptasi dulu.
"Putrimu manis sekali Rik" puji istri Andra yang bernama Anin.
"Emm....kita lihat saja beberapa menit ke depan, maka kalian akan tahu yang sebenarnya" sahut Erik
"Maksudnya gimana Rik?" timpal Irfan yang tak paham.
"Tidak ada maksud, nanti kamu juga tahu sendiri" jawab Erik.
Mereka mulai berbincang sambil memakan makanan yang mereka pesan, Viona bergabung dengan para istri, sedangkan Erik berbincanh dengan kedua sahabatnya sambil memangku Reva yang masih setia duduk di atas pangkuannya.
Sejak tadi anak Irfan terus menatap ke arah Reva.
Reva yang di tatap pun merasa risih dan membalas tatapan putri Irfan dengan attapan tajamnya.
"Kenapa plelak plelok sama Leva, mau di colok matana sama Leva hah" ucap Reva galak, mode juteknya keluar.
Semua orang kaget mendengar kemarahan Reva pada putri Irfan.
"Kenapa sayang" tanya Erik lembut.
"Anak onty itu dali tadi liat Leva telus, minta di colok matanya" dumal Reva.
"Kamu ini kenapa galak sekali hmm, mungkin saja dia ingin mengajakmu bermain tapi malu" tegur Erik.
"Kamu mau belmain sama Leva" tanya Reva pada anak Irfan yang bernama Alenia, yang biasa di panggil Ale.
Anak Irfan mengangguk, kalau dia mau bermain dengannya.
"Nama kamu siapa" tanya Reva dengan wajah juteknya.
"Nama atu Ale" jawab Alenia dengan suara cadelnya.
Reva beralih menatap Erik, lalu membisikkan sesuatu ke telinga Erik.
"Kenapa girl" tanya Erik.
"Papi, masak namanya Ale, sepelti minuman yang halga selibuan itu ya" bisik Reva yang masih di dengar oleh semuanya.
Andra tertawa ngakak mendengar ucapan yang di lontarkan Reva.
Hahahahhahah
"Anakmu lucu sekali Rik, ternyata ini ya sifat aslinya, aku kira dia beneran kalem, hahhaha" ucap Andra tertawa puas seraya mentaap Irfan dengan tatapan nista.
Berbeda dengan Andra yang tertawa, justru Erik dan Viona menjatuhkan rahangnya, dia merasa tidak enak dengan Irfan serta istrinya yang bernama laras.
(Tolong koreksi kalau ada salah nama, othor lupa soalnya).
Mulut Reva memang terkadang tidak ada kampas rem nya, makanya dia suka los saja kalau ngomong😂
"Maaf ya Fan, Ras, dia memang suka ceplas ceplos" ucap Viona merasa tak enak, dia takut Irfan dan Laras tersinggung dengan ucapan Reva.
Bagaimanapun mereka sudah memberikan nama yang baik untuk buah hatinya, eh malah di samakan dengan minuman Ale-ale.
"Tak masalah Vi, namanya juga anak kecil, dia malah membuatku gemas" ucap Laras.
Laras tak mau ambil pusing, apa lagi perkara anak kecil.
"Reva jangan begitu lagi ya, namanya sudah bagus malah kamu samakan dengan minuman" tegur Erik.
"Bukan salah Leva papa, salah sendili uncle nya kasih nama Ale" kekeuh Reva tak mau di salahkan.
"Sudah sana ajak main, Ale nya" titah Erik menghentikan perdebatannya.
Reva turun dari pangkuan Erik, lalu membawa Ale ke arena bermain yang ada di pojok restoran.
"Darahmu mengalir deras di tubuh Reva Rik, mulut pedasnya itu turun darimu" ucap Irfan.
"Namanya juga ayah dan anak, sudah pasti akan mengikutiku atau ibunya" ucap Erik santai.
"Vi, nanti kalau hamil usahakan anakmu mengikuti gen mu. Kalau mengikuti gen Erik semua bisa pusing kalian" ucap Irfan kepada Viona.
Viona tergelak, dia mengingat tingkah laku Reva yang terkadang membuat semua orang jengkel kepadanya.
"Kenapa kamu tertawa Vi" tanya Andra heran.
"Kamu bisa lihat bukan, bahkan Alisya dan Arsen sering di buat pusing tiap harinya."
"Bahkan di baru saja menjalankan misi perjodohan,antara asisten Arsen dengan Asisten Alisya" terang Viona ngakak.
Mereka semua melongo mendengarnya kecuali Erik yang memilih membuang muka ke arah lain.
Bersambung
Happu reading guys🙏