
"Baiklah Rey boleh ambil Dexter, tapi ingat! hanya sebentar saja, setelah Dexter dan Snow besar om Max akan ambil mereka lagi" peringat Max kepada Rey dan juga Reva.
"Kenapa begitu om" tanya Reva dan Reynand tak terima.
"Karena semakin besar akan semakin berbahaya untuk keselamatan kalian, memangnya kalian mau di makan harimau" jelas Max sambil menakuti mereka.
"Tidak" teriak Reva dan Reynand kompak.
"Rey, Snow nya buat kamu aja, Reva mau minta kelinci saja sama om Max" ucap Reva yang takut di makan harimau.
Max tersenyum penuh kemenangan menatap keduanya. dia merasa lega akhirnya tak jadi kehilangan Dexter.
"Kenapa di kasih Rey" tanya Reynand penasaran, padahal kemarin Reva ngotot tak memperbolehkan dirinya mengambil Snow. giliran sekarang tanpa di minta, Reva dengan suka rela menyuruhnya membawa Snow.
"Tak apa, buat Rey aja... Reva takut uang papa abis buat kasih makan Snow" dustanya. dia tak mau semua orang tahu yang sebenarnya.
"Memangnya om Arsen sudah miskin ya, sampai ngga bisa ngasih makan Snow" tanya Reynand polos sambil mengalihkan tatapannya ke arah Arsen.
Reagan dan Max menahan tawa mendengar pertanyaan polos Reynand.
Sedangkan Arsen terperangah mendengar ucapan keponakannya yang tengah meremehkan kekayaannya
"Sembarangan, memberi makan 100 ekor singa pun om Arsen sanggup" sewot Arsen.
"Terus kenapa Snow nya di kasih ke Rey" tanya Rey lagi.
"Kamu itu nanya terus Rey, kalau ngga mau biar Reva kembalikan sama om Max aja" sahut Reva kesal dengan Reynand yang terus bertanya.
"Iya iya Rey tidak nanya lagi, begitu saja marah" gerutu Reynand. Dia hanya ingin tahu alasan Reva memberikan Snow kepadanya, tapi sayang gadis kecil itu terlalu gengsi untuk mengakuinya.
"Ayo om kita ke hutan" ajak Reva tiba-tiba.
"ngapain?" tanya Max sambil menautkan alisya menatap Reva.
"katanya mau kasih kelinci" cebik Reva.
"Kamu tak usah ikut, biar om Max aja nanti yang akan membawanya kemari" tolak Max, dia tak mau kalau nanti Reva mengambil peliharaannya yang lain.
Pikir Max dia bisa membeli kelinci itu di pasar, ngga usah jauh-jauh ke hutannya. Tapi dia seolah lupa dengan sifat keras kepala gadis kecil itu, apa lagi dia susah di bujuk.
Reva menggelengkan kepalanya tanda tak setuju. Lalu dia berbisik ke telinga Max.
"Ajak Reva ke hutan, atau Reva akan bilang ke papa kalau di apartement om Max ada tante cantik" Reva membisikkan ancaman si telinga Max.
Max membulatkan matanya.
"Sial, ternyata gadis kecil ini tidak bisa di anggap remeh, bahkan dia berani mengancamku" umpat Max.
Reva tersenyum licik melihat Max yang bungkam.
"Apa yang kamu bisikkan ke om Max kak? " tanya Arsen menatap putrinya curiga.
"Mau ngapain lagi, biarkan saja om Max sendiri yang mengambil kelincinya, kamu tak usah ikut" ucap Arsen tak setuju.
"Kasihan om Max nda ada temannya papa" sahut Reva alasan, dia hanya ingin melihat binatang apa saja yang ada di hutan Max.
Kemarin dia tak sempat berkeliling karena terlalu asik bermain sama Snow dan juga Dexter.
"Sebenarnya ada apa di hutanmu Max, sampai membuat putriku ingin terus kesana" tanya Arsen heran.
"yang tidak ada di sini, sudah pasti di sana ada tuan" jawab Max sombong.
Arsen melempar batal sofa ke wajah bodyguardnya itu.
"Jangan sampai giliranku yang akan membakar hutanmu itu Max" sungut Arsen.
"Silahkan saja kalau tuan tahu lokasinya" tantang Max.
Pasalnya meskipun Arsen tahu identitasnya, tapi Arsen tidak tahu tempat tinggal Max yang tersembunyi itu.
"Si*lan kau Max" umpat Arsen.
...***************...
Siang hari Arsen datang ke kantor, akhir-akhir ini dia tidak bisa sesantai sebelumnya.
Soalnya Nino tengah sibuk mempersiapkan pernikahannya.
"Kapan kau akan cuti No? bukankah pernikahanmu sebentar lagi" tanya Arsen kepada sang asisten.
"Lusa saya sudah mulai cuti tuan" jawab Nino. Dia sudah menyerahkan semua urusan pernikahannya kepada pihak WO, sesekali dia hanya mengeceknya saja.
"Memangnya sudah berapa persen persiapan pernikahanmu itu" tanya Arsen. pasalnya asistennya itu mengambil cutinya terlalu mepet.
"Sudah hampir 95% tuan" jawab Nino.
"Besok saja kamu cuti, urusan kantor biar Max yang menghandlenya" titah Arsen. ia tak mau membuat Nino kelelahan, hingga menganggu acara pernikahannya.
"Memangnya Max ngga jaga non Reva tuan" tanya Nino, dia merasa tak enak, karena kerjaan Max jadi bertambah.
"Biarin aja, Reva juga lagi libur sekolah" jawab Arsen, dia sekalian ingin menghukum Max dengan cara memberikan banyak pekerjaan.
"Saya mau ijin pergi duluan tuan, hari ini syaa ada feeting baju" ijin Nino.
"Silahkan" balas Arsen.
Nino mengangguk, lalu keluar dari ruangan Arsen.
Bersambung
Happy reading guys🙏