Baby Girl

Baby Girl
S2-31



"Kak Leva bisa nikah lali sama kak Ley, gampang kan" sahut Gavin nyleneh membuat Arsen dan Alisya melototkan matanya.


Senyum Reva mengembang, seolah dia baru saja mendapatkan ide yang sangat brilian dari adiknya, apa salahnya dia pakai cara itu untuk mengancam orang tuanya kalau misal masih tidak menyetujui hubungannya dengan Reynand.


"Kau memang adik kak Reva yang paling pintar boy, tak sia-sia selama ini kak Reva menemanimu belajar" kata Reva sambil menarik kedua pipi Gavin.


"Tapi ini tidak gelatis kak Leva, soalna Gavin sudah mengulas otak Gavin untuk belpikil, jadi kak Leva halus membayal Gavin" ucap Gavin sambil menengadahkan tangannya kepada kakaknya.


"Tak masalah, kak Reva akan membayarmu, tapi lain kali kamu harus menolong kak Reva jika kak Reva membutuhkanmu" Sahut Reva sambil mengambil dompetnya yang ada di dalam tasnya.


Lalu ia memberikan dua lembar uang kertas warna merah kepada Gavin.


"Katakan saja kalau kak Leva butuh bantuan Gavin, dengan senang hati Gavin akan membantu kak Leva" ucap Gavin sambil mencium uang yang di berikan Reva, lalu memasukkannya kedalam saku celananya.


"Gavin lebih kamu diam, tidak usah ikut campur masalah orang dewasa, saranmu itu bisa membuat kakakmu semakin sesat" ucap Arsen mengomeli putra bungsunya.


"Gavin kan cuma membeli salan papa, bukan nyuluh kak Leva nikah lali. kalau kak Levana nda mau ya nda masalah." sahut Gavin sambil memasukkan cemilan kedalam mulutnya.


Ingin rasanya Arsen memukul kepala putranya, putranya itu selalu saja bisa menjawab ucapannya.


"Awas saja kalau kamu beneran melakukan saran dari Gavin kak" ancam Arsen.


"Reva tidak janji papa, Reva akan berjuang untuk cinta Reva, jadi apapun akan Reva lakukan agar bisa bersatu dengan Rey" sahut Reva. Semakin membuat Arsen meradang. Belum juga genap tiga hari pacaran sama Reynand, putrinya sudah sebucin ini.


"Tahu gitu dulu papa tidak memberimu makan kak, biar kamu kecil terus" cetus Arsen.


Alisya spontan langsung mencubit bibir suaminya, bisa-bisanya berkata seperti itu, tidak tahu apa dulu dia banting tulang supaya bisa memberi makan anaknya, ini suaminya dengan seenaknya berkata seperti itu.


"Awww...kenapa kau mencubit bibirku sayang" ringis Arsen sambil mengusap bibirnya.


"Jadi selama ini kamu menyesal sudah memberi makan putriku hah" marah Alisya sambil melototkan matanya melihat wajah panik suaminya.


"Baby, bukan seperti itu..mana mungkin aku menyesal sudah memberinya makan, bahkan uangku juga tidak akan habis kalau harus memberinya makan hingga tua nanti, makanya aku tidak rela putriku mau menikah sekarang".


"Terus maksudmu kamu ingin membuat putriku menjadi perawan tua begitu," sahut Alisya semakin marah kepada suaminya.


"Malam ini kamu tidur di luar, aku tak mau tidur denganmu" imbuh Alisya menghukum suaminya.


Arsen di buat kelabakan dengan ucapan istrinya, mana bisa ia tidur tanpa memeluk istrinya.


"Sayang, jangan seperti ini...aku minta maaf, aku janji tidak akan berbicara seperti itu lagi, tapi tolong jangan hukum aku seperti ini, aku tidak bisa tidur tanpa kamu, sayang" rengek Arsen sambil mengejar istrinya yang sudah lebih dulu beranjak dari ruang keluarga.


Sedangkan Gavin dan Reva sejak tadi hanya diam menonton drama kedua orang tuanya sambil manikmati popcorn yang ada di toples. Kurang ajar memang...tapi begitulah mereka berdua.


"Jadi oleng dewasa memang lumit" gumam Gavin sambil geleng-geleng.


🌹🌹


Sedangkan di rumah sakit, Reno dan Listy sedang membesuk Brian.


Terlihat Brian masih setia memejamkan matanya, dia masih enggan untuk bangun dari tidur panjangnya, Sudah berbagai cara Reno lakukan agar putranya cepat sadar, tapi sampai sekarang belum ada perubahan sama sekali.


"Bagaimana kalau kita bawa Brian berobat keluar negeri saja om" tanya Listy sambil memandangi wajah Brian.


"Tapi sampai kapan Brian akan terus terlelap seperti ini om" lirih Listy.


Listy merasa kasihan melihat keadaan Brian yang bergantung hidup dari alat medis, mungkin kalau alat medis itu di lepas dari tubuhnya nyawa kekasihnya itu tidak akan tertolong.


Reno mendekati Listy yang sedang duduk di kursi dekat ranjang sang putra. Di usapnya punggung terbuka Listy supaya tidak merasa sedih.


Listy berbalik lalu memeluk Reno, untuk saat ini dia hanya butuh pelukan dari seseorang, dan itu dari Reno ayah kekasihnya yang saat ini ada di sampingnya.


Sikap Listy kepadanya justru membangkitkan has rat terpendam Reno yang selama ini tidak ia dapatkan semenjak kematian istrinya


Apalagi sekarang Listy hanya menggunakan mini dress warna merah tanpa lengan, dan panjang hanya sebatas paha.



Hanya pemanis.


Karena posisi yang susah akhirnya Reno menarik tubuh Listy dan membawanya kepangkuannya.


Listy hanya diam saja sambil menikmati pelukan Reno, ia merasa nyaman berada di pelukan ayah kekasihnya itu.


Tangan Reno semakin berani, ia mulai mengusap pa ha Listy hingga membuat Listy mengurai pelukannya dan menatap wajah Reno.


Kedua mata mereka saling bertaut, membuat mereka semakin hanyut dalam suasana yang mereka rasakan.


Reno mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Listy, dan menempelkan bi bir nya ke bi bir Listy.


Dia mulai me lu mat bi bir ranum wanita yang berstatus sebagai kekasih putranya itu, Reno bahkan mendekap erat tubuh Listy.


Ingin berontak namun tangan kekar itu semakin mengeratkan pelukannay, ingin berteriak namun bi bir pria itu membungkamnya, dan me lu matnya tanpa henti.


Listy yang sudah lama tak mendapat sentuhan dari sang kekasih akhirnya memejamkan mata sambil menikmati sentuhan lembut tangan Reno yang mulai merambat kemana-mana. Dengan bi bir yang masih me nye sap dengan begitu buasnya.


Listy yang sudah hanyut dalam permainan Reno akhirnya dia mulai membalas lu matan bi bir Reno pada bi birnya.


Tidak peduli dengan status yang mereka miliki saat ini, nafas mereka saling memburu seolah tidak mau lepas satu sama lain.


Ciuman demi ciuman di iringin dengan sentuhan tangan lembut dari tangan Reno yang kini mulai menyusuri kulit mulus Listu hingga ke pangkal paha, membuat Listy melenguh ketika meraskaan tangan Reno menyentuh bagian intinya.


"Eughhh... " lenguh Listy membuat Reno tersenyum menyeringai, ia semakin semangat mengerjai tubuh mulus Listy yang terbalut dress mini.


Ci uman Reno semakin turun hingga ke leher jenjang Listy, ia meninggalkan bekas kissmark di leher Listy.


Kanan kiri Reno mulai menurunkan tali spagetti yang Listy kenakan. Hingga membuat dua gundukan bulat Listy yang masih tertutup itu terlihat jelas di mata Reno.


Lanjutkan imajinasi liar kaliam guys 😂


Bersambung


Happu reading guys 🙏


Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏