Baby Girl

Baby Girl
BAB 63



Tanpa aba-aba Alisya langsung mendorong suaminya hingga terduduk di sofa. Arsen menyandarkan tubuhnya ke sofa dengan setengah berbaring. Ia ingin tahu apa yang akan di lakukan istrinya yang sudah tidak polos lagi.


Alisya berlutut di depan suaminya, ia mengulurkan tangannya meraba perut berotot suaminya. mengusap dengan perlahan perut kotak-kotak suaminya. Hingga membuat Arsen memejamkan matanya menikmati sentuhan nakal dari tangan istrinya itu.


Tangan Alisya semakin bergerak na kal ke bawah perut Arsen. Alisya mencoba membangunkan adik kecil Arsen yang masih tertutup oleh handuk yang di menempel di tubuh Arsen.


Kedua tangan Arsen mer*mas sisi sofa dengan begitu kuat ketika Alisya dengan berani membuka handuknya, bi bir Arsen terkatup rapat agar tak mengeluarkan suara, sentuhan Alisnya membuat Arsen tak tahan, hingga adik kecilnya meng*ras dan berdiri tegak namun bukan tiang.


"Baby" panggil Arsen dengan suara yang sudah berat di penuhi dengan has rat


Alisya yang sedang menj*lati adik kecil Arsen pun berhenti seraya tersenyum menatap wajah Arsen yang sudah sangat berga*rah.


"Bukalah mu lutmu baby" titah Arsen.


Alisya membuka mu lutnya dengan lebar sesuai arahan suaminya, Arsen memegang adik kecilnya langsung me ma suk kan ke mu lut istrinya.


"Ohhh....shittt" Arsen mengeram ketika Alisya mulai meng hi sap mi liknya. Arsen mejambak rambuk istrinya dengan kedua tangannya, sehingga Arsen bisa melihat wajah istrinya yang bersemu. Arsen melihat mu lut penuh istrinya yang sedang bergerak maju mundur meng ulum senjata mi liknya.


"Akhh...." Arsen meng erang nik mat ketika merasakan adik kecilnya ma suk sepenuhnya ke rongga mulut Alisya.


Arsen langsung melepas adik kecilnya dari mu lut istrinya. Ia bangun dari posisinya....Arsen membantu Alisya berdiri. Arsen meraup bi bir istrinya dengan begitu rakus, sedangkan tangannya melucuti baju yang di kenakan Alisya. Arsen melepas kain yang menempel pada tubuh Alisya dan hanya menyisakan kain segitiganya saja.


Arsen melepaskan tautan bi birnya, ia menggiring tubuh Alisya ke sofa. Kini giliran Alisya yang duduk di sofa dengan setengah berbaring.


Arsen menundukkan tubuhnya hingga mulutnya bisa menyentuh dua bukit kembar mi lik Alisya. Arsen meraup puncak dua buah bukit kembar mi lik Alisya dengan menggunakan kedua tangannya dan meremasnya dengan kasar. Alisya meremas kepala Arsen yang ada di da danya.


"Ahhhh..." de sahan Alisya mulai memenuhi kamar Arsen. Kepala Alisya tak bisa diam bergerak kesana kemarin. De sahan Alisya semakin membuat Arsen bersemangat memainkan bukit kembar istrinya.


Arsen me lu mat dan meng hisapnya secara bergantian pada kedua bukit kembar istrinya. Setelah cukup lama bermain di kedua bukit mi lik Alisya, kini Arsen mulai berlutut tepat di hadapan kue apem mi lik Alisya.


Arsen melepas kain segitiga Alisya yang berwarna merah. Arsen memandangi kue apem Alisya yang tumbuhi bulu halus dan rapi mungkin istrinya itu selalu merawatnya, Arsen membuka lipatan kue apem Alisya dengan menggunakan ibu jarinya sehingga terlihatlah kue apem istrinya yang berwarna pink kemerahan.


"Honey" panggil Alisya yang malu dan sudah tak tahan ingin di sentuh Arsen.


"Aku tak akan melepaskanmu malam ini baby. mi likmu sangat indah baby, sayang kalau di lewatkan" ucap Arsen dengan senyum smirk terlihat di bibirnya. Alisya hanya mengangguk pasrah mendengar ucapan suaminya.


Arsen mulai memasukkan kedua jarinya ke dalam li yang Alisya, Arsen menggerakan jemarinya maju mundur dengan begitu pelan, hingga membuat Alisya mendesah.


" Ahhhh...Faster honey" ucap Alisya dengan suara men de sah dan terdengar manja di telinga Arsen.


"Mi likmu sudah sangat ba sah baby" Arsen semakin menggoda Alisya, dia memainkan jemarinya di liyang Alisya dengan gerakan memutar.


Arsen tersenyum melihat ekspresi Alisya, wajah Alisya sudah memerah menahan hasrat, tubuh Alisya mengeliat dan terkadang kepalanya menengadah ke atas.


"kau mau yang cepat baby" goda Arsen yang dapat anggukan pasrah dari Alisya.


Arsen menggerakan jarinya secara maju mundur dengan begitu cepat. Sedangakn tangan yang satunya ia gunakan untuk meremas bukit kembar istrinya.


Arsen mencabut jarinya dari liyang Alisya ketika merasakan mi lik istrinya itu mulai berkedut ingin mencapai pun caknya, Arsen


menggantikannya dengan lidahnya.


Alisya tak menyangka kalau suaminya akan seliar ini mempermainkan tubuhnya. Arsen menghisap seluruh cairan yang keluar dari li yang Alisya.


Alisya membusungkan da danya ke depan dan menegadahkan wajahnya ke atas dengan nafas yang masih tersegal-segal setelah merasakan ada sesuatu yang keluar dari mi liknya.


Arsen lalu bangkit dari berlututnya. Dia duduk di samping Alisya...setelah itu dia menarik tubuh Alisya hingga terduduk di atas pangkuan Arsen dengan posisi seperti koala.


Arsen me lu mat bi bir istrinya lalu mer emas kedua bukit kembar mi lik Alisya seraya melakukan penyatuan.


"Akkkkhhh" pekik mereka berdua setelah melepaskan pangutannya. Alisya merasakan mi liknya penuh dengan adik kecil suaminya.


"Bergeraklah sayang" ucap Arsen seraya menepuk bokong istrinya. Alisya mulai bergerak maju mundur di atas tubuh suaminya, sesekali Alisya menggoyang pinggulnya.


"Ahhh...mi likmu begitu nikmat baby" de sah Arsen sambil men yu su bukit kembar istrinya.


Alisya dengan cepat menaik turunkan pinggulnya, sedangkan Arsen mendongakakn wajahnya menikmati go yang an istrinya di atas tubuhnya.


Tak berapa lama Arsen mengubah posisinya, ia merebahkan tubuh Alisya di bawahnya sambil mengangkat satu kaki Alisya ke atas bahunya.


Arsen terus memompa tubuh istrinya dengan begitu semangat. Tubuh mereka berdua basah karena keringat yang bercucuran, Ac di kamar Arsen seolah tak bisa mendinginkan tubuh mereka berdua.


Setelah dua puluh menit akhirnya Arsen merasakan mi lik istrinya berkedut kembali, entah sudah berapa kali istrinya itu mencapai kli maks. Arsen mempercepat gerakannya dengan menghentak hentakan tubuh istrinya, hingga tak lama terdengar jeritan dari mereka berdua.


"Akhhhh...." jerit mereka berdua ketika mi lik Arsen menyemburkan cairannya memenuhi rahim istrinya. Arsen membiarkan mi liknya di dalam li yang istrinya terlebih dahulu, katanya supaya cepat jadi.


Setelah lima menit Arsen mulai mencabut mi liknya, Arsen duduk di sofa dengan nafas yang ngos-ngosan, sedangkan istrinya masih dengan posisi terlentang di atas sofa.


"Makasih baby, kau sungguh menggairahkan" ucap Arsen dengan senyum puas setelah mendapatkan full servis dari istrinya.


Malam ini istrinya terlihat begitu liar, seolah Alisya ingim melampiaskan kekesalannya di atas ranjang. Akibat ketemu Erik dan si tua bangka tadi siang.


Arsen membersihkan mi lik istrinya dengan menggunakan tissu.


"Ayo kita mandi baby" ajak Arsen seraya mengangkat tubuh lemas istrinya. Alisya mengalungkan kedua tanganya di leher suaminya.


Arsen mege cup bi bir istrinya yang membuat candu.


"Kita akan lanjutkan ronde kedua di dalam kamar mandi baby" bisik Arsen di telinga Alisya. Alisya mendelik mendengar bisikan suaminya, pasalnya tubuhnya masih terasa remuk akibat permainannya barusan. Sekarang sudah di suruh bergaya lagi di dalam kamar mandi.


Bersambung


Minggu yang panas semakin panas


Happy reading guys🙏