
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam, jet pribadi milik Arsen landing di Bandara Ngurah rai Bali.
Arsen langsung membawa istrinya ke Villa milik keluarga Davidson yang ada di Bali.
"Baby, kita langsung ke Villa saja ya" ucap Arsen sambil merangkul istrinya. Alisya mengangguk kecil.
Tak butuh waktu lama mereka suka berada di Villa, Alisya langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, karena tubuhnya sekarang gampang lelah.
Alisya berbaring sambil menatap langit-langit kamar, dia merasa ada yang kurang tanpa keberadaan putrinya. Biasanya putrinya selalu berisik dan membuat rame, tapi sekarang dia merasa sepi karena tidak ada putrinya.
"Kenapa Baby" tanya Arsen mendudukan bokongnya di tepi ranjang sambil menyibakkan rambut istrinya yang menutupi dahinya.
"Reva lagi apa ya, honey? Anak itu sepertinya senang-senang saja di tinggal kita pergi" tanya Alisya gusar sambil memeluk pinggang suaminya.
Padahal Alisya baru saja berpisah sebentar dengan putrinya, tapi dia merasa kangen dengan putrinya yang crewet itu.
"Kalau kangen kamu bisa menghubunginya baby" saran Arsen.
"Tidak, biarkan saja dia yang menghubungi kita duluan" kesal Alisya.
Arsen menghela nafas, sifat kekanakan istrinya keluar. Arsen mengalah menghubungi putrinya agar istrinya tidak gusar.
"Hallo papa" sapa Reva yang sudah memenuhi layar ponsel Arsen.
"Sayang, lagi apa" tanya Arsen sambil mendekatkan poselnya ke wajah istrinya.
"Leva lagi siap-siap pa, kalena sebental lagi kita mau belangkat, Leva sudah di jemput sama Daddy Leagan." jawab Reva.
Ketika sedang asik ngobrol tiba-tiba Rey datang mendekati Reva dan langsung saja mencium pipi Reva, Arsen melihat begitu jelas kalau putrinya di cium Reynand.
"Hei, bocah tengik berani-beraninya kamu cium-cium anak gadis om, awas aja kalau om sudah pulang" omel Arsen tak terima putrinya di cium-cium.
Reynand menjulurkan lidahnya mengejek Arsen. "telselah Ley, salah sendili Leva na di tinggal" ejek Reynand.
"Bukan di tinggal, Reva nya yang tidak mau ikut ke B*li" sahut Arsen.
"Tentu saja Leva nda mau, paling juga nanti cuma di ajak ke Villa opa......sekalang Leva milih pelgi sama Ley ke lual Negeli, dasar om Alsen payah" balas Rey.
"Kamu bocah tengik tahu apa hah" ucap Arsen tak mau kalah.
"Tentu saja Ley tau, kan Ley seling di ajak Daddy sama mommy libulan ke sana" ujar Rey.
Rey mengembalikan ponselnya kepada Belinda, setelah itu dia mencium pipi Reva lagi dan langsung kabur begitu saja.
"Bunda....tolong jauhkan anak Arsen dari bocah tengik itu" pekik Arsen.
"Kamu ini kenapa, kek tidak tahu mereka saja" ucap Belinda.
"Pokoknya Arsen tidak rela kalau bocah tengik itu mencuri cium pipi anak Arsen" kesal Arsen. "Ah... bagaimana ini pipi putriku sudah ternodai" Lanjutnya gusar.
"Papa ,mama ,sudah dulu ya...Leva sudah mau belangkat ini" pamit Reva.
"Iya sayang, hati-hati ya...nanti kalau sudah sampai sana langsung kabari mama" pinta Alisya.
"iya ma" jawab Reva patuh.
Setelah itu Reva mematikan panggilanya terlebih dahulu.
Sedangkan Arsen dari tadi mondar mandir tidak jelas, hingga membuat Alisya pusing melihatnya.
"Honey, kamu ini kenapa? Aku pusing melihatnya" tegur Alisya.
"Baby, gimana ini? Aku tak mau bocah tengik itu kembali mencium Reva, sungguh aku tak rela baby" ucap Arsen gusar. "bagaimana kalau kita susul mereka saja baby" imbuhnya mengutarakan ide gilanya.
Alisya tercengang mendengarnya, dirinya baru saja tiba masak iya harus langsung menyusul mereka, apa lagi harus menempuh perjalanan yang tak sebentar, rasanya Alisya tak sanggung dengan keadaannya seperti sekarang harus terbang kesana kemari.
"Jangan gila honey, bawa perut saja aku sudah susah...ya kali harus terbang lagi menyusul mereka" ujar Alisya.
"Terserah kamu sajalah, aku capek mau tidur dulu" ucap Alisya acuh.
"Baby, jangan tidur dulu.....kalau kamu tidur terus aku sama siapa" rajuk Arsen.
"Yasudah sini tidur dulu, baru nanti sore kita jalan ke pantai" ajak Alisya sambil merentangkan tangannya.
Arsen masuk ke dalam pelukan istrinya, namun tidak bisa nempel karen terhalang perut Alisya yang sudah besar.
Alisya merubah posisinya menjadi membelakangi suaminya. Arsen memeluk istrinya dari belakang dan menduselkan wajahnya di ceruk leher istrinya seraya meghirup aroma shampo dari rambut istrinya.
Hanya membutuhkan sedikit waktu hingga membuat mereka terlelap.
......................
Sore hari Arsen mengajak Alisya jalan-jalan di pinggir pantai sekitaran Villa. Alisya berdiri di tepi pantai sambil menikmati semilir angin yang mengembara jauh dari kedalaman samudra, datang akhirnya ke tepi pantai, bersama ombak tak pernah usai.
Alisya menatap anak-anak yang sedang bermain dengan riang sambil membuat istana dari pasir, mengingatkan ia pada putrinya yang sedang jauh di sana.
Arsen datang lalu melingkarkan kedua lengannya ke perut istrinya dari belakang, Arsen meletakkan dagunya di bahu istrinya.
Alisya tersenyum karena merasakan tangan suaminya yang melingkar di perutnya, dia menoleh sambil mengusap pipi suaminya.
"Apa kamu bahagia, baby" tanya Arsen.
"Kenapa bertanya seperti itu hmm" tanya Alisya.
"Aku takut kamu tak bahagia hidup bersamaku" ucap Arsen tiba-tiba, entah hati Arsen selalu takut kalau tidak bisa membahagiakan istrinya.
Alisya berbalik lalu menatap wajah suaminya lekat, "jangan bertanya seperti itu lagi, aku akan selalu bahagia jika terus bersamamu, honey" ucap Alisya seraya memegang kedua pipi suaminya.
Arsen tersenyum manis sambil menatap mata istrinya dengan penuh cinta. "Janji kita akan menua bersama, baby" ucap Arsen memeluk istrinya.
"Tentu saja, dan kita akan membesarkan anak-anak kita bersama nanti" sahut Alisya.
Tiba-tiba Arsen mendengus kesal sambil melonggarkan pelukannya. Alisya bingung melihat wajah cemberut suaminya itu.
"Kamu kenapa lagi, honey" tanya Alisya bingung.
"Aku tidak bisa memelukmu dengan erat baby, karena ada mereka yang menghalangi kita berpelukan" sahut Arsen konyol.
Alisya merotasi bola matanya malas.
waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima sore, Arsen membawa istrinya kembali ke Villa nya, karena tidak baik untuk ibu hamil jika menjelang maghrib masih berada di luar rumah. (Kata orang tua jaman dulu😂).
"Honey, aku lapar" keluh Alisya sambil duduk di kursi yang ada di sekitar kolam renang.
"Tadi kan sebelum jalan-jalan kita sudah makan terlebih dahulu, baby" ucap Arsen heran sambil melihat jam tangannya. Hanya selisih satu jam istrinya sudah lapar lagi.
"Tidak tahu, salahin saja anakmu yang minta makan terus" ketus Alisya.
"Baiklah, aku akan menyuruh koki untuk membuat makanan untukmu" ucap Arsen pasrah.
Bersambung
Happy reading guys🙏
Jangan lupa
Like
Koment
Vote
Gift🙏💕