Baby Girl

Baby Girl
S2~74



SEBENTAR GUYS.


TERJERAT HASRAT CEO BASTARD


Yang mau baca silahkan, yang tidak mau baca bisa skip, saran othor tidak usah baca 😂di F*z*o


Violeta Aji prakoso adalah wanita mandiri dari pasangan Aji dan Maharani.


Maharani meninggal karena kecelakaan ketika umur Vio menginjak 5th.


Dulu Aji dan Maharani menikah karena di jodohkan. Membuat Aji terpaksa meninggalkan Sarah kekasihnya.


Seminggu setelah kematian Ibu Vio, Ayahnya langsung membawa dua wanita, yang satu seumuran ibunya yang bernama Sarah dan yang satu gadis kecil yang berumur 4th bernama Rosa.


Ayahnya itu memperkenalkan Sarah sebagai ibu tiri dan Rosa sebagai Adik tirinya.


Entah Ayahnya ini berselingkuh dari ibu nya atau gak Vio yang masih umur 5th tidak begitu mengerti dengan keadaan itu.


Semenjak kehadiran Ibu tiri nya itu kehidupan Vio mulai berubah. Ayahnya yang dulu perhatian kini mulai acuh, Ayahnya sibuk dengan pekerjaanya tanpa memperhatikan Vio.


Sarah dan Rosa selalu memperlakukan Vio dengan begitu buruk, dari kecil Vio selalu di suruh mengerjakan pekerjaan Rumah, dari ngepel, masak, dan sebagainya. Aji tahu namun dia tidak peduli.


Setelah sekian tahun berlalu. Tiba-tiba perusahaan milik Ayah nya mengalami pailit.


Ayahnya itu selalu memanjakan Istrinya dengan barang barang branded. Ibu tiri vio juga sering berkumpul dengan para sosialita. Sedangkan Rosa tak jauh berbeda dengan Ibunya, dia selalu tampil dengan barang barang mewah, supaya terlihat keren di depan teman temannya.


Aji sudah menggadaikan semua Aset namun belum cukup untuk menutupi kerugian perusahaan.


Dia sudah mencari bantuan ke beberapa teman dan relasinya namun tidak ada yang mau membantu.


Hanya perusahaan Axel yang mau membantu.


Axel Evan Manuel adalah CEO tampan yang berumur 28th hampir tiap malam selalu bergonta ganti wanita untuk memuaskan nafsu birahinya.


Axel putra tunggal dari pasangan Manuel dan Lisa itu selalu menganggap semua wanita itu sama. Wanita cuma mementingkan uang dan kekuasaan.


Axel dulu tidak seperti itu. Dia perubah karena pernah di khianati oleh kekasihnya yang selingkuh dengan rekan bisnisnya.


( Orang jahat berasal dari Orang baik yang tersakiti)


Axel memiliki dua teman yang sama bastard nya, mereka adalah Aren dan Nathan keduanya sama sama CEO di perusahaan keluarga nya masing-masing. Mereka selalu menghabiskan malamnya di sebuah klub malam bersama wanita bayaran nya. Axel tidak mau terikat dengan satu wanita. Dia tak mau mempunyai status dengan wanita. Entah trauma atau belum menemukan yang cocok, yang jelas Axel belum mau menjalin hubungan yang serius dengan satu wanita.


*


*


*


Demi mengembalikan perusahaanya, Aji rela mendatangi Axel yang terkenal sombong dan kejam tersebut.


Aji kini sudah berada di ruang kerja Axel. Ia duduk berhadapan dengan Axel.


Ia menyodorkan proposal dengan tangan bergetar kepada Axel.


Axel menerimanya dan membacanya sesaat.


"Bagaimana tuan? apa anda bisa membantu perusahaan saya" tanya Aji.


"Apa kau sedang bercanda pak tua? 30 miliar buaknlah uang yang sedikit tuan Aji Prakoso" ucap Axel menatap tajam Aji.


"Saya mohon tuan, tolong bantu saya supaya Perusahaan saya bisa kembali stabil" ucap Aji memohon dengan keringat dingin. Dia sebenarnya takut, namun demi perusaahannya dia mencoba memberanikan diri.


Axel memyunggingkan senyum tipisnya.


"Apa yang bisa anda jaminkan ke saya untuk sejumlah uang tersebut" tanya Axel mengintimidasi.


"Saya sudah tidak punya apa apa lagi tuan. Semua aset sudah saya jaminkan ke bank" ucap Aji takut.


"Terus kamu pikir perusahaanku Dinas Sosial hah" bentak Axel marah. Di pikir perusahaanya dinas sosial yang akan membantu orang secara cuma cuma. Axel adalah pembisnis yang handal, jadi dia akan memikirkan untung dan rugi.


Aji terperanjak karena mendengar bentakan dari Axel. Dia memejamkan matanya sejenak sebelum mengambil keputusan.


"Saya mempunyai dua putri Tuan, anda bisa memilihnya salah satu" ucap Aji yang tiba tiba mempunyai rencana untuk menjual salah satu putrinya.


"Ha ha ha... Bahkan dengan uang segitu aku bisa membeli 5 wanita sekaligus bahkan lebih di sebuah klub malam." ucap Axel meremehkan.


" Anda lihat dulu tuan" ucap Aji sambil menyodorkan ponselnya untuk memperlihatkan foto kedua putrinya.


Axel melihat foto keduanya. Dia amati dia cermati ternyata dia lumayan tertarik dengan salah satu putri tuan Aji tersebut.


"Besok bawa puterimu yang ini untuk menemuiku, nanti tempatnya saya kabari" ucap Axel sambil memperlihatkan foto Vio yang sedang tersenyum manis di kamera.


"Baik tuan" ucap Aji tersenyum cerah.


Akhirnya dia akan mendapatkan Uang untuk menutupi kerugian perusahaanya.


"Pergilah" usir Axel.


"Terima kasih tuan" ucap Aji pamit, lalu keluat dari perusahaan Axel dengan perasaan lega.


Axel menelpon seseorang.


"Masuk keruanganku, aku ada tugas untukmu" ucap Axel setelah telponya tersambung.


"Baik Tuan" jawab orang di sebrang sana, Axel langsung mematikan ponselnya.


tak lama pintu Ruangan Axel terbuka.


Ceklek


"Kau selidiki puteri Aji prakoso Vin" titah Axel.


"Yang mana tuan" tanya Kevin, karena Aji mempunyai dua puteri.


"Selidiki keduanya, aku juga gak tau nama puterinya" ucap Axel santai.


"Baik tuan" ucap Kevin.


"Aku mau satu jam sudah ada di meja kerjaku Vin" perintah Axel yang selalu minta.


Setelah beberapa saat Arsen dan Nathan tiba di perusahaan Axel, dia langsung masuk kedalam ruangan Axel dan di susul Kevin di belakang nya.


"Ngapain kalian pada kesini" tanya Axel setelah melihat temanya datang ke kantornya.


"Cabut yuk Xel, bosen gua kerja mulu" ucap Nathan.


"Lagi banyak kerjaan gue, ntar malam aja ketemu di tempat biasa" sahut Axel. yang masih fokus sama berkasnya.


"Gak asik lo Xel" ucap Aren.


"Lo ngapain kesini Vin" tanya Nathan yang baru menyadari keberadaan Kevin.


"Mau ngasih laporan ini ke Tuan Axel" ucap Kevin.


Akhirnya Axel menghentikan pekerjaannya dan menghampiri mereka yang sudah terlebih dahulu duduk di sofa.


"Mana Vin" pinta Axel sambil mendudukan bokongnya di sebelah Natahan.


Dia membaca dengan begitu serius semua tentang Vio, bahkan tentang siksaan yang di dapat Vio pun ada di dalam laporan tersebut.


"Hmmm... Cukup menarik" gumam Axel sambil tersenyum menyeringai.


"Apaan Xel" tanya Nathan dan Aren penasaran.


"Mainan baru"ucap Axel cuek.


"Coba kita lihat" ucap teman Axel.


Mereka berdua membaca laporan tentang Vio dan Rosa, mereka tercengang dengan kecantikan Axel.


"Yang ini buat gue bro" ucap Nathan menunjuk foto Vio.


"No, She is mine" ucap Axel tegas.


"Pelit kau Xel" ucap Nathan lesu.


"Yang satunya saja kalau mau ambil, terserah mau kalian apakan" ucap Axel menaikan bahunya.


"Ogah, kelihatan banget tuh betina pencinta uang" Ucap Arsen ketus.


"Itu saja, setelah kau bosan lo bisa lempar dia ke kita, ya gak Nath"ucap Aren dengan ide gilanya. di angguki sama Nathan.


"Tidak akan pernah!!" ucap Axel tegas.


*Flasback ON*


Di salah satu kamar di rumah yang begitu besar, terdengar perdebatan antara sepasang suami istri paruh baya.


"Pa, Mama minta transfer buat arisan bersama teman teman sosialita Mama" pinta sang Istri.


"Papa tidak punya uang Ma" jawab sang Suami lirih.


"Jangan bohong pa!, tak mungkin kau jatuh miskin kan" sentak sang Istri.


"Kita memang sebentar lagi akan jatuh miskin Ma, perusahaan Papa terancam bangkrut" ucap sang Suami menghela nafas berat. Tiba-tiba tubuh sang istri limbung.


"Itu tidak mungkin kan pa? kau becanda kan pa?, tidak mungkin kita akan jatuh miskin kan pa" ucap sang Istri shock sambil menutup mulut nya dengan satu tangan, sesangkan tangan yang satunya ia gunakan untuk berpegangan ke dinding guna menyanggah tubuhnya supaya tidak jatuh.


"Jawab pa!! " pekik sang Istri tidak terima. dia selama tidak rela kalau harus kembali hidup miskin.


"Tapi pada kenyataan nya seperti itu Ma" jawab sang suami sambil menunduk.


"Kau tidak bisa diam saja pa, kau harus cari cara supaya perusahaanmu tidak bangkrut" ucap sang Istri tegas.


"Papa sudah mencari bantuan ke beberapa investor dan teman teman papa Ma, namun mereka tak ada satupun yang mau membantu" ucap Papa. Sang istri langsung menyeriangai licik tanpa di lihat suaminya. Dia berpikir ini saat nya menyingkirkan anak tirinya.


"Kau jual saja anakmu yang tidak berguna itu, kau nikahkan aja dia ke pria kaya." ucap Sang istri santai.


"Kau keterlaluan Ma, tidak mungkin aku akan menjual anakku sendiri. Bagaimanapun Vio anak ku" Bentak sang suami.


"Meskipun aku tak menyukai ibunya, tapi aku tak mungkin menjual darah dagingku sendiri" ucap sang Suami dalam hati.


"Terus apa kau mau kita hidup jadi gelandangan hah! " ucap Sang Istri tak kalah kerasnya.


"Jikau tak mau tak apa, tapi aku akan pergi dari hidupmu dengan membawa Rosa" lanjutnya dengan penuh ancaman.


"Jangan tinggalkan aku Ma, kita akan mencari solusinya bersama" ucap sang Suami sambil menarik Istrinya masuk ke dalam pelukannya.


"Sebenarnya kita bisa minta bantuan suntikan dana ke perusahaan keluarga Manuel Ma, namun papa sudah tidak punya aset apa-apa lagi buat jadi jaminannya" lanjut sang Suami mengutarakan keluhannya.


"Coba saja kau datangi dia pa. Kamu bisa menawarkan Vio ke dia sebagai jaminan, aku mencintaimu pa, aku tidak mau kita berpisah" ucap sang istri dengan bujuk rayu.


"Baiklah ma, papa besok akan mencoba mendatangi perusahaan milik keluarga manuel tersebut. Maafkan papa ma" ucap Sang suami sambil menarik dagu sang Istri, kemudian dia menempelkan bibirnya dengan bibir sang istri, mereka saling berpangut dengan begitu panas.


(Dasar pasangan suami istri dakjal).


ya mereka ada Aji prakoso dan Istrinya yang bernama Sarah, dia adalah kedua orang tua violetta, sedangkan Sarah adalah ibu tiri dari Vio.


*Flasback Off*


Aji sudah pulang ke rumah. Dia akan membawa Vio untuk menemui Axel. Asisten Axel sudah mengabarkan tempat dan waktu untuk melakukan pertemuan.


Kini keluarga Prakoso sedang melakukan makan siang, pertemuan dengan Axel akan di laksankan nanti malam.


"Nak nanti malam kamu ikut papa, Papa akan mengenalkanmu pada kolega papa" ucap Aji pada Vio.


"Untuk apa pa" tanya Vio karena tumben papa nya akan membawa dirinya untuk menemui rekan bisnisnya.


"Kau harus menemani papa untuk makan malam dengan rekan bisnis papa" ucap Aji masih tenang, supaya anaknya tidak curiga. Namun ternyata salah, Vio bukan gadis yang bodoh.


"Vio tidak mau, papa bisa mengajak Rosa anak kesayangan papa itu" sindir Vio.


"Papa mu mau kamu yang menemaninya bukan Rosa" sahut Sarah.


"Lagian aku sibuk, aku sudah ada janji dengan kekasihku" ucap Rosa dengan wajah angkuhnya.


"Mau tidak mau kamu harus ikut Papa" ucap Aji tegas tanpa bantahan.


"Vio jadi semakin curiga dengan kalian. Apa maksud papa sebenarnya" sahut Vio dengan tatapan dingin.


"Papa akan memperkenalkanmu ke rekan kerja papa, sebagai jaminan karena papa membutuhkan suntikan dana untuk menyelamatkan perusahaan papa yang mau bangkrut" ucap Aji menjelaskan tujuannya.


Deg


Jantung Vio serasa berhenti berdetak, sungguh tega Ayah sendiri mau menjual anak kandungnya demi ambisinya.


Dada Vio terasa di timpa batu yang begitu besar, sesak yang di rasakan vio.


"Lantas apa hubunganya dengan Vio pa? bahkan selama ini Vio tidak pernah menikmati uang papa, bahkan Vio bekerja jadi pembantu di rumah ini tanpa bayaran, apa masih kurang selama ini kalian menyiksaku ha" ucap Vio sudah naik pitam, tidak bisa menahan amarah, namun dia sudah tidak bisa mengeluarkan air matanya, dia sudah begitu lelah dengan hidupnya, bahkan sakit dan bahagia pun dia sudah tidak bisa merasakanya. Serasa mati rasa. Ayah yang selama ini dia anggap pahlawan malah tega menjual dirinya.


"Emang selama ini kami membesarkanmu tidak memakai uang hah,, emang kau kira semua ini geratis" ucap Sarah menginterupsi perdebatan mereka. Dia tidak mau Suaminya itu luluh dengan Anaknya itu.


"Bukankah sudah jadi kewajiban seorang Ayah untuk menafkahi anaknya"ucap Vio menunduk sambil mengepalkan tanganya, hingga buku tangannya memutih.


"Benar itu tanggung jawab Papa, dan sudah sewajarnya Anak mengikuti kemauan orang tuanya, sebagai bentuk balas budi karena selama ini sudah merawatnya" ucap Aji tegas lalu meninggalkan meja makan dan di ikuti Sarah dan juga Rosa.


Kini tinggal lah Vio sendiri di meja makan. Dia seakan menertawakan dirinya sendiri.


"Kau terlalu bodoh Vio, kau berharap Ayahmu akan menyayangimu, namun pada kenyataannya itu semua hanya halusinasi, kau terlalu bodoh Vio" ucap Vio lirih sambil tertawa kecil. Seakan hidupnya ini di permainkan.


"kau tega menjual anakmu kandungmu sendiri pa, kamu malah lebih menyayangi anak tirimu yang sudah jelas bukan darah dagingmu sendiri."ucap Vio pada dirinya sendiri, lalu dia beranjak dari tempat duduknya, dia membersihkan meja makan bekas mereka makan.


Karena itu sudah jadi tugas Vio setelah mama nya meninggal, pelayan rumah tidak ada yang boleh membantunya, kalau ketahuan membantu Vio maka akan terkena hukuman dari Sarah.


SElesai membersihkan semua Vio kembali ke kamarnya yang ada di belakang, sebenarnya itu kamar pembantu.


Vio tak pernah ngeluh dengan keadaannya. Suatu hari dia punya keinginan meninggalkan rumah itu namun dia bingung mau kemana, karena dia nenek dan kakek nya sudah meninnggal. Vio ingin cepat menyelesaiakan kuliahnya supaya bisa keluar dari rumah ini. dan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.


Vio pernah kerja paruh waktu tanpa sepengetahuan mereka. Namun ketika Vio pulang telat dia malah kena hukuman sama ibu tirinya, Vio di kurung di gudang tanpa di beri makan. makanya ia keluar dari tempat dia berkerja.


Ada fase dimana kamu lelah dengan semuanya. Memilih mengalah dan tak meminta siapapun untuk memahami keadaanmu. Membiarkan kehidupanmu berjalan dengan sendirinya tanpa banyak bicara tanpa banyak kata. Hanya tindakan yang akan membuat setiap orang yang melihatmu berfikir bahwa kamu "bahagian dan baik-baik saja". Hingga pada akhirnya kamu mengerti bahwa itulah cara Allah mengingatkan bahwa hidup adalah tentang hati yang ikhlas.