Baby Girl

Baby Girl
BAB 117



Setelah menjemput Reva di sekolah, mereka langsung bergegas menuju ke kantor polisi untuk menjenguk Erik.


Reynand yang sedang melihat ke arah luar jendela mulai curiga, karena jalan yang di mereka lalui bukan jalan menuju ke rumah Arsen, melainkan ke tempat lain.


"Kita mau kemana onty? Ini bukan jalan menuju ke lumah Leva" tanya Reynand.


"Kita akan ke kantor polisi sayang. Onty ingin mengajak kalian menjeguk suami onty" jawab Viona menjelaskan kepada pria kecil itu.


Reynand mengangguk tanda mengerti, tapi ia tidak tahu suami mana yang Onty Viona maksud.


Mobil Viona tiba di kantor polisi, dia membantu Rey dan Reva keluar dari mobil dan membawanya masuk ke dalam.


*


Kini mereka sudah duduk berempat saling berhadapan, Reva menyipitkan matanya sambil menatap wajah Erik dengan intens, dia merasa begitu familiar dengan wajah Erik.


Sedangkan Reynand dari tadi hanya diam saja, dia tak berminat ikut mengobrol dengan mereka, dia ikut Viona ke kantor polisi hanya untuk menjaga Reva.


"Kamu kenapa sayang" tanya Viona.


"Bental onty, Leva sepeltina pelnah ketemu sama om ini" jawab Reva sambil menunjuk kearah Erik lalu mengetuk ngetuk dagunya menggunakan jari kecilnya.


Deg


Dada Erik merasa berdenyut mendengar panggilan Reva yang di tujukan kepada dirinya tak sesuai dengan harapannya.


"Saya ayah kandungmu nak," batin Erik


Namun Erik menekan egonya, dia akan pelan-pelan untuk mendekati Reva, putrinya itu butuh waktu untuk mengenal siapa dirinya. Erik mengamati wajah menggemaskan Reva yang seolah sedang berfikir.


"Ohhh iya....Leva sudah ingat onty" pekik Reva mengagetkan mereka.


Plak


Reynand memukul lengan Reva pelan, dia kesal karena suara Reva mengagetkan dirinya yang sedang asik memainkan konsol game yang selalu ia bawa.


Reva cengengesan. "Maaf Ley, Leva tadi hanya leflek saja" kilah Reva. Rey mendengus lalu mengalihkan pandangannya ke game nya lagi.


"Kamu tadi ingat tentang apa sayang" tanya Viona penasaran.


"Leva pelnah ketemu om ini" jawab Reva sambil menunjuk ke arah Erik.


"Om yang pelnah nablak Leva di kantol papa dulu kan" tuduh Reva kepada Erik.


Erim tersenyum getir menatap Reva, panggilan yang seharusnya di tujukan untuk dirinya malah di tujukan untuk orang lain.


"Iya sayang, waktu itu om tak sengaja menabrak mu" ucap Erik lembut.


"Om di tangkap polisi gala-gala nablak Leva ya" tanya Reva polos.


"Kamu itu bodoh sekali, mana ada di tangkap polisi gala-gala nablak kamu di kantol, kamunya saja nda apa-apa, kalau kamu di lawat di lumah sakit balu di tangkap polisi" bukan Erik yang menjawab melainkan Reynand, dia menjawab sesuai yang di ketahuinya.


"Ya kan leva nda tahu Ley, makanya Leva nanya" kesal Reva.


"Katanya pintal, begitu saja tidak mengelti" cibir Rey.


Erik menatap Viona minta penjelasan, dia masih belum paham dengan sifat Reva dan Reynand, apa mereka biasa berantem seperti ini atau tidak.


"Mereka sudah biasa seperti itu sayang, jadi jangan merasa aneh, kata Alisya Arsen juga sering di buat jengkel karena ulah mereka, mereka berdua sering sekali mengerjai Arsen" terang Viona sambil tertawa kecil.


Erik ternsenyum tipis mendengarnya, pasti sangat seru jika dirinya bisa lebih dekat lagi dengan putrinya.


Erik tercengang di katai gila oleh anaknya sendiri, mungkin karena ini Arsen selalu jengkel dengan mereka.


"Om tersenyum karena melihat tingkah lucu kamu sayang" jawab Erik sambil mengusap rambut Reva.


Ada desiran aneh dari dalam tubuhnya, dia merasakan kebahagiaan yang berbeda ketika dekat dengan putrinya.


"Kenapa halus teltawa melihat Leva om, kan Leva bukan badut" ucap Reva bingung.


Erik memeluk Reva dan menciumi pipinya gemas, hingga membuat Reva tertawa keras.


"Kamu ini kenapa cerewet sekali hmm" ucap Erik seraya melonggarkan pelukannya.


"Tapi Leva cantik dan menggemaskan kan" sahut Reva dengan wajah genitnya sambil mengedip ngedipkan matanya lucu.


Erik tertawa lepas sesaat melupakan persoalan hidupnya, melihat tingkah absurd putrinya cukup membuat Erik terhibur.


Viona tersenyum senang melihat interaksi mereka berdua. Namun sayang ternyata waktu besuk sudah habis, dan memaksa mereka untuk segera berpisah kembali.


"Leva pulang dulu ya om, om jangan sedih nanti Leva main sini lagi sama mami Viona" pamit Reva yang berada di pelukan Erik sambil menepuk nepuk punggung Erik.


"Iya sayang, terima kasih sudah mau kesini bertemu dengan....papi" ucap Erik dan merendahkan suaranya ketika menyebut dirinya papi.


Kini giliran Viona yang pamit dnegan suaminya.


"Terima kasih, kamu sudah mau membawa serta Reva kemari mengunjungiku. Tolong nanti sampaikan rasa terima kasihku kepada Alisya karena sudah mengijinkan putrinya datang kemari menjengukku" ucap Erik sambil mencium kening Viona.


"Tak perlu berterima kasih, karena kita suami istri jadi sudah sewajarnya kita membahagiakan pasangan kita satu sama lain, untuk saat ini...hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membahagiakanmu" ucap Viona bijak.


"Maaf, karena aku belum bisa membahagiakanmu, bahkan selama ini aku hanya bisa memberikan luka kepadamu" ucap Erik sesal.


"Tak masalah, kita bisa memperbaiki semuanya dari awal lagi" ucap Viona dengan senyum manisnya menatap Erik.


Erik dan Viona sama-sama melihat perubahan pada pasangan mereka, Erik melihat Viona yang banyak berubah dan begitu juga sebaliknya.


Mereka bersyukur masih di berikan cobaan oleh tuhan, dengan begitu mereka jadi lebih mawas diri dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tidak ada kata terlambat jika kita ingin berubah, dari pada tidak sama sekali bukan.


Viona dengan kedua bocah berbeda lawan jenis itu pergi meninggalkan kantor polisi, Viona mengantarkan Reva pulang ke rumah Alisya terlebih dahulu, sekalian dia ingin mengucapkan terima kasih karena sudah di ijinkan membawa Reva.


Tiba di kediaman Arsen, kedatangan Viona langsung di sambut oleh Alisya dan juga Arsen yang sudah lebih dulu pulang dari kantor.


"Kalian sudah pulang" sapa Alisya menghampiri mereka.


"Kan Leva sudah di lumah mama, belalti Leva sudah pulang" jawab Reva yang selalu membuat orang jengkel.


Alisya tak menghiraukan ucapan putrinya itu


"Al, aku langsung pulang ya, aku dan Erik mengucapkan banyak terima kasih sama kamu, karena sudah di perbolehkan membawa Reva untuk menjenguk Erik" ucap Viona sopan.


"Iya Vi, jangan sungkan" jawab Alisya tersenyum tulus. Viona mengangguk. Setelah itu dia pamit undur diri dari kediaman Alisya.


Alisya kembali kedalam, dia melihat putrinya sedang bersandar di lengan suaminya dengan manja.


"Bocah tengik, kenapa kamu tidak pulang ke rumahmu" ketus Arsen.


"Halusnya om Alsen telima kasih sama Ley, bukan malah usil Ley" ucap Reynand.


Bersambung


Happy reading guys🙏