
Othor buat tamat karena kisah Reva sudah selesai.
*****
Tiga bulan berlalu, Hari yang di tunggu-tunggu oleh Brian dan Nadin pun tiba, malam ini mereka akan melangsungkan pesta resepsi mereka yang akan di adakan di salah satu hotel mewah di kota S.
Reno datang ke acara pernikahan putranya dengan di dampingi oleh asistennya, sejak kedatangan di kota S Reno sama sekali belum bertemu dengan Listy, karena Listy memang tidak hadir dia acara akad nikah Brian karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal begitu saja.
Satu persatu tamu undangan datang memenuhi ballroom hotel.
Listy datang bersama putranya dengan di temani Niken.
"Kamu yakin Lis" tanya Niken.
"Memangnya kenapa" Listy balik nanya.
"Apa kamu tidak takut bertemu dengan ayah Brian" tanya Niken.
"Tidak, memangnya mau sampai kapan aku terus bersembunyi, cepat atau lambat pasti aku dan Fathan akan bertemu dengannya" sahut Listy.
Sebelum datang kepernikahan Brian Listy sudah lebih dulu menguatkan hatinya, ia yakin kalau dia akan bertemu Reno di pesta pernikahan Brian. Tidak ada gunanya ia terus bersembunyi karena ia yakin kalau Brian pasti sudah memberi tahu daddy nya dimana keberadaannya.
Listy menggendong putranya langsung naik keatas panggung untuk memberikan selamat kepada Brian dan juga istrinya.
"Selamat atas pernikahan kalian dan semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan banyak kebahagian kepada kalian" ucap Listy tulus memberi selamat kepada kedua pengantin baru tersebut.
"Terima kasih, semoga kamu juga selalu bahagian" sahut Brian.
Listy tersenyum sambil mengangguk, Listy menjabat tangan mereka bergantian.
Dari bawah panggung Reno melihat Listy yang sedang menggendong bayi, ia yakin kalau bayi yang di gendong Listy itu anaknya.
Namun tak terbesit sedikitpun Reno ingin menghampirinya. Reno tetap pada egonya dia enggan mengakui putranya.
Listy dan Niken turun dari panggung ia mencari meja kosong untuk mereka tempati.
"Lis, bukankah itu ayah Brian" tanya Niken sambil menatap kearah Reno.
Listy mengikuti arah pandang Niken, dan kebetulan Reno juga menatap kearahnya membuat mereka berdua saling pandang. Namun tak lama Listy menarik pandangannya terlebih dahulu.
"Apa kamu tak ingin menghampirinya, Lis? " tanya Niken, sebenarnya ia merasa kasihan dengan sahabatnya itu. Tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa.
"Tidak Ken, aku yang memilih pergi darinya lalu untuk apa aku menghampirinya? bukankah seharusnya yang menghampiri itu dia, apa dia tidak ingin bertemu dengan putranya? aku memang pernah mengatakan dengannya kalau aku keguguran, tapi apa mungkin Brian tidak mengatakan apa-apa kepada daddy nya itu? pasti mengatakannya bukan, tapi dia hanya diam tanpa ingin bertanya sesuatu denganku" jelas Listy.
Niken menghela nafas panjang, ia juga geram dengan tingkah Reno yang menurutnya kekanakan. Bukankah dia seorang ayah harusnya dia tahu bagaimana perasaan anaknya jika anaknya itu tahu kalau ayahnya tidak pernah mau mengakuinya. Tapi sepertinya Reno tidak berpikir sampai sejauh itu.
"Aku takut dia akan menghinaku dan juga anakku" sahut Listy lirih.
"Sekali saja, lakukan ini demi Fathan. Kalu nanti dia menghinamu aku tidak akan memintamu untuk menemuinya lagi, bahkan aku akan membantumu bersembunyi supaya dia tidak mengetahui keberadaan kalian" bujuk Niken.
"Apakah harus?" tanya Listy ragu, Niken tersenyum sambil meyakinkan sahabatnya itu.
Listy mengambil nafas dalam-dalam setelah itu menghembuskannya lewat mulut, dia menggendong Fathan beranjak dari tempat duduknya.
Dengan perlahan Listy mulai melangkahkan kakinya menghampiri Reno yang sedang mengobrol dengan asistennya.
"Nyonya Listy" ucap Asisten Reno kaget ketika melihat Listy menghampirinya.
"Boleh aku berbicara dengan tuanmu?" tanya Listy berusaha menguatkan hatinya.
"Maaf Listy, tapi tuan Reno tak mau bertemu denganmu.
"Kalau begitu tolong sampaikan padanya, kalau putranya mencarinya" ucap Listy dengan senyum getir mendengar penolakan Reno dari asistennya. hanya untuk menemuinya saja enggan.
"Nanti akan saya sampaikan" ucap Asisten Reno menatap Listy dan putranya iba. tapi dia sadar dia hanya seorang asisten tidak bisa bertindak apa-apa selain menuruti perintah atasannya.
"Terima kasih, kalau begitu saya permisi" ucap Listy dan pamit undur diri.
Listy kembali menemui sahabatnya bersama Fathan putranya.
"Bagaimana" tanya Niken yang dibalas gelengan oleh Listy.
"Tidak apa-apa, yang penting kamu sudah ada itikad baik untuk menemuinya" ucap Niken mengelus pundak Listy.
"Ayo pulang, kasihan Nathan sepertinya sudah mengantuk" lanjutnya mengajak Listy pulang, dia tak mau melihat sahabatnya semakin sedih.
*****
Usai penolakan Reno kini Listy melewati hari-harinya menjadi seorang single mother dengan dibantu oleh sahabatnya dalam mengasuh Fathan.
Usaha online shop Listy berkembang pesat, keuntungan yang ia dapat dari usahanya sangat cukup untuk membiayai hidupnya bersama sang putra, Listy bersyukur atas itu.
Fathan tumbuh menjadi anak yang mandiri dan juga pintar, dia pernah bertanya tentang daddy nya namun Listy tak bisa menjawabnya, dan setelah itu bocah kecil itu tak lagi bertanya tentang daddy nya. dia tak mau melihat ibunya sedih.
Sementara Reno menikmati masa tuanya dengan kesendirian, karena semenjak menikah Brian memutuskan tetap hidup di kota S bersama keluarga kecilnya.
Tak ada penyesalan dari Reno, sampai saat ini dia masih tak mau mengakui putra Listy sebagai putranya.
TAMAT