Baby Girl

Baby Girl
S2~68



Tiga hari berlalu begitu cepat, kini acara yang di tunggu-tunggu pun tiba, dimana pernikahan Reva dan Reynand semakin dekat, oma Belinda sudah di suruh pulang ke tanah air untuk menghadiri acara pernikahan sang cucu.


Arsen meminta keluarga Dinata untuk kumpul di rumahnya, akad nikah akan di adakan di rumah Arsen, sedang kan untuk acara pesta resepsinya akan di adakan di gedung milik Reagan, kedua ayah itu berebut tempat untuk acara pernikahan anaknya.


Erik tidak ikut berebut tempat penikahan, melainkan ia lebih memilih menyiapkan tempat honeymoon untuk sang putri nanti.


Tadinya Reva tidak ingin di mengadakan pesta pernikahan, namun Reva tahu siapa orang tua nya dan juga calon mertuanya.


Alhasil Reva menyetujui untuk mengadakan pesta tersebut.


Kini Reva dan keluarga sedang melakukan makan malam bersama, suasana makan malam kali ini begitu ramai dengan kehadiran keluarga Dinata di tengah-tengah mereka.


Usai makan malam, Arsen mengajak mereka semua berkumpul di ruang tengah untuk mengobrol.


Reva duduk di tengah-tengah antara Viona dan juga Erik.


Tiba-tiba Reva menempelkan tubuhnya ke tubuh Viona dan membisikan sesuatu di telinga Viona.


"Mami" bisik Reva memanggil Viona


"Iya sayang, kenapa?" tanya Viona.


"Mami, bener ngga kata orang-orang pas melakukan malam pertama itu rasanya sakit banget" bisik Reva di telinga Viona.


Uhukk...


Viona yang sedang minum pun tiba-tiba tersedak akibat mendengar pertanyaan random dari putri sambungnya


"Hati-hati minumnya sayang" ucap Erik sambil mengusap punggung istrinya.


"Iya hubby, aku hanya kaget saja" ucap Viona kikuk.


Reva memanyunkan bibirnya karena merasa Viona sudah mengabaikan pertanyaanya.


"Sakit sedikit, tapi nanti kamu akan ketagihan" bisik Viona tiba-tiba di telinga sang putri.


"Nanti bagaimana kalau Reva mengalami pendarahan" lirih Reva yang memang benar-benar polos tentang hubungan intim, karena Reva memang belum pernah melakukannya.


"Kamu ini ada-ada aja, lihatlah mamahmu juga anaknya banyak kan. Itu artinya tidak akan sakit, malah nagih" bisik Viona.


"Kalau begitu nanti akan langsung mencobanya dengan Reynand, hihihihi" bisik Reva sambil cekikikan.


Membuat Erik curiga lalu menoleh melihat istri serta putrinya yang sedang bisik-bisik sambil cekikikan.


"Kalian sedang apa? Kenapa bisik-bisik seperti itu" tanya Erik curiga.


"Kita hanya sedang berdiskusi masalah pernikahan saja pi, biar Reva tahu saat nanti menjadi istri Rey," kilah Reva.


Erik tersenyum lalu kembali mengobrol bersama Arsen dan yang lain.


Reva kembali bisik-bisik dengan Viona.


"Mami nanti beliin Reva baju yang seperti saringan kelapa itu ya, biar Reva makin seksi dan Rey makin klepek-klepek sama Reva" pinta Reva membisiki Viona.


Viona geleng-geleng mendengar permintaan sang putri, kenapa putrinya tiba-tiba mesuk begini.


"Tidak usah pakai baju saja kak, biar Reynand makin tergoda" sahut Viona asal.


"Ih mami, nanti Reva masuk angin kalau tidak pakai baju" kata Reva.


Viona terkekeh, putri sambungnya memang agak gesrek.


🌹🌹🌹


Keesokan harinya kini Reva sudah di make up dan membuatnya semakin cantik.


Rachel terpana saat melihat kecantikan kakaknya.


"Kak Reva cantik sekali" ucap Rachel yang baru saja masuk kedalam kamar kakaknya.


"Kapan Rachel jadi pengantin seperti kak Reva ya" ucap Rachel sambil menghayal dirinya memakai baju pengantin seperti Reva.


"Hai, memangnya kamu sudah mempunyai pacar? Awas aja nanti kak Reva aduin sama papah kalau kamu pacar-pacaran" ucap Reva mengancam adiknya.


"Apa sih kak, gimana Rachel mau pacaran kalau bodyguard Rachel saja banyak" Sahut Reachel.


"Tentu, kamu memang harus di jaga dengan ketat, supaya tidak asal berpacaran sama orang" ucap Reva.


Yang di maksud Rachel bodyguard banyak itu Revan, Ravin, dan papanya, terkadang Reva juga posesif dengannya.


Sedangkan di lantai bawah rumah Arsen, Reynand sudah duduk dengan wali hakim dan juga penghulu, di situ juga ada Arsen dan Erik yang akan menjadi saksi nikah putrinya.


Akad nikah di lakukan di kediaman Arsen karena memang acara tersebut memang tertutup dari publik, Arsen tidak mengijinkan media meliput pada saat acara ijab qabul.


Ijab qabul hanya di hadiri oleh keluarga dan sanak saudara saja.


" Saya nikahkan engkau ananda Reynand Addison bin tuan Reagan Addison dengan Reva Davidson binti Alisya Alghifari dengan mas kawin ..skip_ di bayar tunai" ucap wali hakim.


"Saya terima nikah dan kawinnya Reva Davidson binti Alisya Al ghifari dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap Reynand lantang dengan satu kali tarikan nafas.


"Bagaimana saksi" tanya Penghulu.


"Sah" teriak saksi secara bersamaan.


Karena Reva merupakan anak lahir di luar nikah jadi harus menggunakan wali hakim, tidak bisa menggunakan ayah kandungnya sebagai wali.


Anak di luar nikah juga cuma boleh memakai binti ibu (di belakang namanya) dan tidka boleh memakai binti ayah selama-lamanya.


(Koreksi kalau salah, setahu author hukum di agama author begitu guys).


Kembali ke cerita.


Reynand mengusap wajahnya dan berdoa, tak laam terlihat Reva menuruni tangga dengan di apit oleh Viona dan Alisya di samping kiri dan kanan.


Reynand menatap Reva sampai tak mengedipkan matanya karena melihat wanitanya yang beubah menjadi sangat cantik.


Kini Reva sudah berdiri di hadapan Reynand, Reva menyalami Reynand, lantas Reynand mencium kening Reva.


"Kamu sangat cantik sayang" bisik Reynand di sela-sela ciumannya di kening Reva.


Reva hanya diam dan tersenyum manis, khusus hari ini dia berubah jadi kalem tidak ngereog seperti biasanya.


Penghulu menyuruh Reva dan Reynand untuk duduk kembali, Mereka berdua di suruh menandatangi dokumen pernikahan terlebih dahulu.


Reva dan Reynand langsung menandatangani dokumen pernikahan tersebut.


Setelah itu Reva memasangkan cincin di jari tangan Reynand, begitu juga dengan Reynand.


Semua keluarga turut bahagia melihat pernikahan Reva dan juga Reynnand, sejak tadi Reynand tak melepas pandangannya dari wajah sang istri.


Pasalnya Reynand kangen dengan wanita yang kini baru sah menjadi istrinya tersebut, sudah seminggu mereka tidak saling ketemu satu sama lain.


"Awas aja kalau kamu hamili anak om" ancam Arsen kepada Reynand yang kini tengah menjadi menantunya.


"Lah, tujuan Rey menikahi Reva kan untuk menghamilinya, PAPAH MERTUA" sahut Reynand menekankan kata papah mertua kepada Arsen.


Membuat Arsen melengoskan wajahnya, dia merasa aneh yang tadinya sebagai keponakan kini beralih menjadi menantunya.


"Kamu ini aneh sekali pah, kalau Reynand tidak boleh menghamili putrimu lalu kapan kita akan punya cucu kalau gitu" protes Alisya.


Reynand tersenyum penuh kemenangan karena mendapat pembelaan dari mamah mertuanya.


Bersambung


Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏


Happu reading guys🙏