
Esok hari Arsen pergi ke kantor nya. Tiba di kantor Arsen langsung di sambut oleh Nino asisten nya yang selalu setia mendampinginya.
"Bagaimana No? Apa kau sudah mendapatkan informasi tentang tes DNA itu?" tanya Arsen setelah tiba di dalam ruangannya.
"Sudah tuan, nyonya Siska telah melakukan tes DNA di Rumah Sakit Harapan kemarin" jawab Nino yang mendapatkan informasi dari orang suruhannya. Arsen tersenyum menyeringai.
"Biarkan saja mereka mengetahui ayah biologis Reva, aku ingin melihat sejauh mana mereka akan bertindak jika sudah mengetahuinya" ucap Arsen dengan nada dingin. Nino hanya mengangguk, lidah Nino terasa kelu melihat aura yang di keluarkan Arsen. Bos nya itu terlihat menakutkan.
"Apa Erik sudah menandatangi kerjasama dengan perusahaan kita?" tanya Arsen.
"Sudah tuan, kita juga sudah mendapatkan tambahan 15% saham Dinata dari pemegang saham lain yang bersedia menjualnya ke kita" jawab Nino.
"Bagus, biarkan semuanya berjalan sesuai rencana mereka" ujarnya.
"Kau datanglah ke acara pertunangan mereka nanti malam, sebagai perwakilan dari perusahaan Global Group." titah Arsen. Nino menghela nafas sabar, dia terlalu malas untuk datang ke acra seperti itu, apa lagi tidak ada yang menemaninya.
"Kenapa mukamu begitu No" tanya Arsen.
"Tidak tuan" kilah Nino.
"Cih, bilang saja kau tidak mempunyai partner yang bisa kau ajak ke acara pertunangan itu kan" cibir Arsen.
"Bos sialan, menatang-mentang sebentar lagi sudah mau menikah, seenaknya saja mengejek orang yang sedang jomblo" umpat Nino dalam hati.
"Jangan mengumpatku No, atau kamu mau aku pindahkan ke kutub utara hmm" ancam Arsen.
"Sejak kapan dia berubah jadi cenayang" pikir Nino.
"Tidak tuan, mana berani saya mengumpati anda" sahut Nino.
Begitulah Arsen dan Nino. Nino sudah lama ikut bekerja dengan Arsen, makanya terkadang Nino dan Arsen suka saling ejek selayaknya teman. Tapi kalau untuk urusan pekerjaan mereka akan profesional.
Sedangkan di mansion keluarga Dinata mereka sedang berkumpul, terlihat Rani juga datang ke mansion Dinata. Bagaimana pun juga Erik adalah kaka nya. Jadi Rani tetap datang ke acara pertunangan kakaknya meskipun hati kecilnya merasa bertentangan dengan dirinya, tetapi dia harus mampu menekan egonya.
"Bagaimana kandunganmu Rani" tanya Siska seraya mengelus perut putrinya yang membuncit.
"Baik mom," jawab Rani singkat.
"Jaga kandunganmu dengan baik sayang, mommy sudah ingin menimang cucu" ucap Siska membuat Rani memutar bola matanya malas. Bukankah dia sudah mempunyai cucu, bukannya di akui malah menanti kandunganya yang masih lama lahirnya. Pikir Rani.
Rani dan Gilang sangat yakin kalau Reva putri kakanya, tak usah test DNA pun dia sudah sangat yakin dengan wajah Reva yang begitu mirip dengan Erik.
"Bagaimana persiapan pertunanganmu nanti malam son" tanya David.
"Sudah beres Dad," jawab Erik malas.
"Sabar boy, setelah perusahaan kita stabil kau bisa membatalkan pertunanganmu dengan Viona. Toh kita sudah mendapatkan kerja sama dengan perusahaan raksasa Global Group itu." ucap David menenangkan putranya.
"Sebenarnya apa tujuan kalian melakukan pertunangan ini Dad" tanya Rani sambil mengerutkan dahinya, ia merasa ambigu mendengar penuturan Daddy nya.
"Kita melakukan ini hanya untuk menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut. Bukankah kau sendiri yang melarang suamimu untuk membantu perusahaan Daddy" jawab David.
"Iya, memang Rani yang melarang kak Gilang untuk membantu kalian, karena Rani tidak suka dengan cara kalian. Setelah kalian mengorbankan gadis kecil itu sekarang giliran kak Viona yang akan kalian manfaatkan. Sebenarnya dimana hati nurani kalian" ceplos Rani tanpa memikirkan perasaan mereka, Rani menggelengkan kepalanya tak menyangka keluarganya akan bertindak terlalu jauh.
"Jangan sampai rencana kalian akan menjadi bumerang bagi kalian sendiri" tegas Rani kemudian beranjak dari ruangan itu, ia memilih masuk ke dalam kamarnya. Rani sudah jengan dengan cara berpikir mereka.
Semua yang ada di ruangan itu terdiam, mereka tak menyangka Rani berani menentang keputusan orang tuanya.
"Dad" panggil Siska kepada suaminya.
"Biarin mom, dia hanya sedang hamil saja. Makanya membuat emosinya tidak stabil" ucap David.
Malam hadi tiba juga. Semua keluarga Dinata dan keluarga Hendrawan sudah berkumpul di sebuah gedung yang besar dan mewah.
Semua sudah hadir kecuali Erik. Ia belum terlihat tiba di gedung mewah tersebut.
"Dad, dimana Erik" tanya Siska resah.
"Mingkin saja Erik masih dalam perjalanan mom" jawab David santai.
"Awas saja jika anak itu berani menggagalkan pertunangan ini. Mommy sudah bilang ke teman-teman mommy kalau putra mommy akan bertunangan dengan Viona putri Hendrawan" ancam Siska, dia akan malu dengan teman sosialitanya jika putranya itu tak jadi bertunangan dengan Viona. Dia pasti akan menjadi bahan cemohan teman-temannya.
"Jangan sembarangan mom, Erik tak akan mungkin berani melanggar perintah Daddy, lebih baik kita ke depan dulu untuk menyambut kedatangan tamu kita" tutur David.
Terlihat Nino datang seorang diri dari pintu masuk ruangan tersebut. David yang melihat pun langsung menyambut ke datangan Nino yang merupakan perwakilan dari perusahaan Global Group.
"Terima kasih, pak Nino yang sudah mau berkenan hadir di acara pesta pertunangan putra saya" sapa David sambil mengulurkan tangannya ke arah Nino, Nino pun menyambut uluran tangan David.
"Saya hanya mewakili tuan saya yang tidak bisa hadir di acara ini" sahut Nino.
"Tak masalah tuan, saya sudah cukup senang melihat pak Nino mau hadir di acara ini" ujar David.
"Sebenarnya siapa pemilik perusahaan Global Group itu, dia terlalu sombong tidak mau menghadiri acar**a rekan bisnisnya" batin David.
"Permisi tuan" pamit Nino dari hadapan David, ia melangkah mencari tempat duduk untuk dirinya.
Tak lama Erik datang menghampiri orang tuanya.
"Kau dari mana saja son, semua orang sudah menunggumu" kesal David.
"Maaf Dad, Erik terjebak macet di jalan" jawab Erik beralasan.
"Sudah Dad, kita harus cepat memulai acara ini" sela Siska.
Sedangkan Rani hanya duduk dengan di temani Gilang, ia tak mau terlalu ikut campur dengan urusan keluarganya.
Setelah Erik datang dan para tamu undangan juga sudah berkumpul. David dan Hendrawan langsung naik ke atas panggung untuk memberikan kata sambutan.
"Selamat malam semuanya" ucap David menyapa semua tamu undangan.
"Malam" para tamu undangan.
"Sebelum, saya mengucapkan terima kasih buat para tamu undangan yang sudah berkenan hadir di acara ini yang sudah di rencanakan oleh saya dan juga tuan Hendrawan" ucap David.
"Benar sekali, sekarang kami akan mengumunkan bahwa putri saya yang bernama Viona Paradisa Hendrawan akan bertunangan dengan putra sulung tuan David yang bernama Erik putra Dinata" ucap Hendrawan. Semua tamu undangan bertepuk tangan.
Terlihat Viona dan Erik berjalan mendekati ayahnya dengan di temani oleh ke dua orang tuanya. Viona terlihat begitu bahagia bisa bertunangan dengan Erik, di sepanjang langkah nya ia terus saja tersenyum sambil merangkul lengan kiri Erik. Sedangkan Erik hanya memasang wajah biasa saja.
"Erik ayo kamu pasangkan cincin nya ke jari manis Viona" titah Siska.
Erik memasangkan cincin ke jari manis Viona, begitu juga memasangkan cincin ke jari manis Erik dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya. Kini Erik dan Viona resmi bertunangan.
Bersambung
Selamat atas pertunangan kalian Erik dan Viona.🙏
Happy reading guys🙏