
"Ayo masuk sayang" ajak Reynand masuk kedalam butik.
"Kamu ini sebenarnya ingin mengajakku kemana, kenapa aku harus mengganti bajuku segala sih" gerutu Reva karena kesal.
"Sabarlah sayang, nanti kamu juga akan tahu" ucap Reynand yang sengaja ingin membuat suprise untuk kekasihnya.
Reva dan Reynand pun akhirnya masuk kedalam butik.
"Ada yang bisa kami bantu tuan" sapa seorang karyawan butik tersebut.
"Tolong dandani kekasih saya menjadi secantik mungkin" sahut Reynand.
"Baik tuan" ucap sang karyawan.
"Mari nona" sang karyawan
Reynand membiarkan karyawan butik membawa kekasihnya untuk di make over, dia memilih duduk sambil menunggu Reva selesai di make over.
Sedangkan Reva dengan perasaan dongkol mengikuti karyawan butik yang membawanya untuk memilih baju terlebih dahulu. Setelah mendapatkannya barulah mereka meminta Reva untuk mencoba baju tersebut.
Usai menemukan baju yang cocok barulah mereka memoles sedikit wajah Reva dengan menggunakan make up dan merapihkan rambut Reva.
"Sudah nona" ucap karyawan tersebut.
"Terima kasih kak" ucap Reva.
Reva pun keluar dari kamar rias, dia menghampiri kekasihnya yang sedang menunggunya di ruang tunggu.
"Ayo sayang" ajak Reva yang sudah mengganti pakaiannya dengan dress warna putih brukat tanpa lengan.
Reynand menganga melihat kecantikan kekasihnya, hingga membuat kedua matanya tak berkedip.
"Kau cantik sekali sayang" puji Reynand yang tak pernah mengalihkan padangannya dari wajah kekasihnya.
"Sudah ayo kita jalan, nanti keburu malam honey" ajak Reva mengalihkan kegugupanya karena pujian dari kekasihnya.
"Sebentar sayang, aku kekasir dulu" ucap Reynand.
Reynand pun berjalan cepat menuju ke kasir untuk membayar belanjaan Reva. Reynand menyerahkan black cardnya kepada kasir.
"Terima kasih tuan" ucap kasir sambil mengembalikan kartu milik Reynand.
Reynand pun mengangguk sambil menerima kartunya. Dia pun kembali menghampiri kekasihnya.
"Ayo sayang" ajak Reynand.
Reynand merangkul pinggang kekasihnya sambil berjalan menuju ke mobilnya yang ada di parkiran.
Karena saking penasarannya dengan rahasia yang di miliki kekasihnya membuat Reva ingin sekali memukul kepalanya, namun dia menahannya.
Reva sabar dan membiarkan kekasihnya membawanya entah kemana, dia hanya bisa menurut tanpa bisa membantah.
Reynand mengemudikan mobilnya menuju ke sebuah hotel mewah milik keluarga Addison.
Mobil yang di kemudikan Reynand tiba di lobby hotel, Reynand turun lebih dulu setelah itu dia memutari mobil dan membuka pintu samping penumpang.
Reynand mengulurkan tangannya kepada Reva, Reva pun menerima uluran tangan kekasihnya dan keluar dari dalam mobil.
"Terima kasih honey" ucap Reva.
Reynand membalasnya dengan senyuman manis membuat Reva darah tinggi kalau terus melihatnya.
"Jangan senyum begitu honey"
"Kenapa sayang"
"Senyummu terlalu manis honey, lama-lama bisa membuatku diabetes" ucap Reva menggombali Reynand.
"Kamu itu kenapa sekarang suka menggombaliku hmm" Ucap Reynand gemas sambil mencubit pipi Reva.
Reva hanya tertawa cekikikan, ia juga tidak tahu kenapa dirinya menjadi suka menggombali Reynand.
Mereka berdua masuk kedalam lift, dan menuju ke lantai atas gedung. Reynand membawa Reva menuju ke Rooftop yang ada di hotel tersebut.
Sebelum keluar dari Lift, Reyanand berencana menutup kedua mata Reva terlebih dahulu.
"Tutup matamu sebentar sayang" ucap Reynand sambil melepaskan dasi miliknya dan di gunakan untuk menutupi kedua mata Reva.
"Kenapa di tutup segala honey" protes Reva.
Ting
Reynand pun merangkul bahu Reva keluar dari lift yang sudah membawanya langsung keatas rooftop.
"Sudah sampai belum honey" tanya Reva tak sabaran.
"Sebentar aku lepas dulu penutupnya" ucap Reynand.
"Suprise" teriak semua orang termasuk Reynand.
Reva tercengang melihat pemandangan di hadapannya, ada meja yang sudah di hias sedemikian rupa dan juga semua kaluarganya tiba-tiba hadir di hadapannya termasuk sang nenek, membuat Reva terharu di buatnya.
"Happy birthday to you, happy birthday to you... "
"Selamat ulang tahun sayang" ucap Reynand.
Reva langsung menubruk tubuh Reynand dan memeluknya, ia sangat terharu dengan kejutan yang di berikan kekasihnya untuknya, padahal Reva lupa kalau hari ini dirinya ulang tahun.
"Terima kasih honey, kau selalu mengingat hari ulang tahunku" ucap Reva sambil memeluk Reynand.
"Apa kamu suka hmm" tanya Reynand sambil menggoyang-goyangkan tubuh kekasihnya yang ada di dekapannya.
"Tentu saja aku suka" sahut Reva.
Khemm
Khemm
"Dunia selasa milik beldua yang lain ngontlak, andai saja Dhea atau Aluna ada di sini, pasti Gavin nda akan ngontlak" sindir Gavin mendapat pelototan dari sang mama, dia oun langsung diam karena takut sang mama akan mengomelinya.
Reva akhirnya melepaskan pelukannya. dia berbalik melihat semua keluarganya sambil nyengir kuda.
"Tiup lilinnya kak, tangan Rachel pegel ini dari tadi megangin kue" protes Rachel.
Reva pun mendekat dan make a wish terlwbih dahulu setelah itu barulah ia meniup lilinya.
Satu persatu memberikan selamat kepada Reva.
"Hari ini adalah ulang tahunmu, mama dan kedua ayahmu berharap kamu bisa tetap mencintai dan menghargai kami sebagai orang tuamu, tak lupa di hari ulang tahunmu ini tetaplah bersyukur kepada sang pencipta yang sudah memberikan segala kebahagiaan yang sudah kamu dapatkan selama ini" ucap Alisya lalu menciumi setiap inci wajah putrinya.
"Terima kasih mama, Reva selalu menyayangi mama" balas Reva sambil memeluk sang mama.
Kini giliran Arsen memberikan selamat kepada sang putri.
"Selamat ulang tahun anak papa, semoga Reva selalu di beri umur panjang, selalu di berikan kesehatan sama tuhan, dan selalu menjadi anak baik untuk kami semua" ucap Arsen memeluk putri sulunganya.
"Makasih papa, terima kasih selama ini papa sudah menyayangi Reva dengan begitu tulus, maafkan Reva kalau selalu membuat papa kesal" ucap Reva sambil menitihkan air matanya.
Ia tak tahu nasibnya dulu jika tidak ada sang papa yang selalu melindungi dirinya dan juga sang mama, mungkin kalau tidak ada sang papa mungkin dirinya tidak akan sebahagia ini.
"Sama-sama sayang, sampai kapanpun Reva akan menjadi putri papa, kesayangan papa, dan kebanggaan papa" ucap Arsen melerai pelukannya dan mencium kening putrinya lalu menghapus air mata putrinya.
Dan sekarang Erik maju untuk memberikan selamat ulang tahun kepada sang putri.
"Selamat ulang tahun buah hatiku tercinta, semoga dengan bertambahnya usiamu, semakin bertambah pula rezeki, kesehatan dan umur yang bermanfaat. Bahagia selalu ya sayang" ucap Erik memeluk putrinya.
"Terima kasih papi, terima kasih selama ini sudah sabar menghadapi Reva, maafkan Reva yang selalu merepotkan papi" ucap Reva.
Erik tersenyum sambil menepuk nepuk punggung putrinya pelan. Setelah itu Erik melerai pelukannya dan mencium kening putrinya.
Satu persatu keluarga Reva memberikan selamat kepadanya dan juga dengan keluarga Reynand yang ikut memberikan selamat kepada Reva.
Ting
Ting
Ting
Bunyi suara gelas denting yang Reynand pukul dengan menggunakan sendok.
"Sekarang giliran Reynand" ucap Reynand membuat mereka semua menoleh kearahnya.
Bersambung
Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏