
Reva dan Reynand bersiap untuk makan siang di luar sekalian janjian dengan mommy Renata untuk melakukan fitting baju pengantin di salah satu butik langganan mommy Renata.
"Kita mau makan dimana sayang" tanya Reynand yang sudah mulai melajukan mobilnya.
"Makan di dekat butik saja honey, biar tidak terlalu jauh nanti" sahut Reva.
"Memangnya jam berapa kamu janjian sama mommy" tanya Reynand
"Jam 2, di butik tante Valerie temannya mommy katanya" sahut Reva.
Reynand mengangguk dan dia mencari tempat makan yang tak jauh dari lokasi butik tersebut.
"Tak apa kita makan di resto depan sayang?" tanya Reynand menunjuk restoran yang tidak terlalu besar tempatnya.
"Tidak masalah honey, yang penting makanannya enak" sahut Reva.
Lalu Reynand memarkirkan mobilnya di depan resto tersebut.
Mereka keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam restoran dengan bergandengan tangan, banyak pasang mata yang iri melihat keromantisan mereka.
Mereka duduk di meja paling ujung sambil menghadap kearah jendela.
"Kamu mau pesan apa sayang" tanya Reynand sambil membaca buku menu yang ada di tangannya.
"Samakan saja honey" sahut Reva.
Reyanand memesan Beef steak black peper sauce dan orange jus untuk dirinya dan juga Reva.
Mereka terus berbincang seraya menunggu pesanan mereka datang.
Setelah menunggu selama dua puluh menit menu yang mereka pesan akhirnya datang, pelayan menyajikan makanannya dia atas meja mereka.
"Selamat menikmati tuan, nona"
"Terima kasih mbak" sahut Reva sambil tersenyum ramah.
Reynand dan Reva mulai menyantap makanannya masing-masing.
Namun ketika sedang makan, Reva mendengar suara yang merasa tak asing di telinganya.
Deg..
"Brian" gumam Reva sambil berhenti menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
"Syukurlah, kalau dia sudah sadar" batin Reva lega.
"Ada apa sayang" tanya Reynand yang tidak mendengar Reva menyebut nama Brian.
Reva memberi kode kepada Reyanand untuk tidak bersuara, Reynand yang paham pun akhirnya patuh. Reva fokus mendengarkan apa yang sedang Brian obrolkan.
"Apa daddy sudah menyelidiki kasus kecelakaan kemaren Dad" tanya Brian kepada Reno.
Brian dan Reno serta Listy kebetulan satu restoran dengan Reva, namun mereka tidak tahu kalau Reva sedang duduk di belakang mejanya, beruntung Reva duduk sambil menghadap jendela, jadi mereka tidak bisa melihat wajah Reva.
"Daddy dan pihak kepolisian sudah menyelidikinya Bri, namun kami tidak menemukan apa-apa di lokasi kejadian, bahkan CCTV di jalan itu juga mati pada saat kejadian, semua terlihat seolah-olah murni kecelakaan biasa. Namun daddy yakin kalau kecelakaan yang kita alami itu memang di sengaja. Sepertinya pelakunya pembunuh bayaran yang sudah profesional, mereka melakukannya dengan cara bersih tidak meninggalkan jejak sama sekali" jelas Reno.
"Apa ini ada kaitannya dengan tuan Arsen Dad? karena kita mengalami kecelakaan setelah pulang dari rumahnya dan kita juga sempat berselisih dengannya" Brian menduga kalau semua yang menimpa dirinya ada kaitannya dengan Arsen ayah mantan kekasihnya.
"Daddy tidak tahu, tapi dari pola permainanya itu bukan gaya tuan Arsen" sahut Reno yang tak setuju dengan ucapan putranya.
Reva mendengarkan percakapan mereka sambil tersenyum tipis sampai-sampai tak ada yang melihat kalau dia sedang tersenyum.
"Silahkan saja cari jika kalian mampu" batin Reva meremehkan Brian dan orang tuanya.
Setelah mencuri dengar obrolan mereka, Reva mengajak Reynand untuk pergi dari restoran tersebut. Dia masih terlalu malas untuk bertemu Brian dan juga orang tuanya.
"Bukankah itu Reva, bersama siapa dia" gumam Brian agar tidak terdengar Listy.
"Kau kenapa Bri? Kenapa dari tadi kau melihat kearah pintu masuk terus" tanya Listy penasaran, pasalnya di pintu tidak ada siapa-siapa.
"Tidak ada, tadi sekilas aku seperti melihat temanku" kilah Brian.
Listy mengangguk mengerti, dia tak lagi bertanya apapun kepada Brian.
"Mereka berdua terlihat mesra, apa mungkin itu kekasih barunya Reva" ucap Brian dalam hati masih penasaran dengan pria yang bersama mantan kekasihnya itu.
🌹🌹🌹🌹
Sedangkan di sisi Reva mereka berdua sudah sampai di butik tempat mereka fitting baju pengantin.
Terlihat mommy Renata sudah sampai dan sedang mengobrol dengan seseroang yang sepertinya pemilik butik tersebut.
"Akhirnya kalian datang juga, mommy sudah nunggu kalian dari tadi" ucap Renata ketika Reva dan Reynnad masuk kedalam butik.
"Tidak usah lebay mom, kalian janjian jam 2 dan sekarang masih jam dua kurang sepuluh menit, jadi bukan salah kita mommy nya saja yang datang terlalu cepat" sahut Reynnad membuat Renata kesal.
Renata sangat antusias makanya dia datang lebih awal, dia tidak sabar ingin melihat baju pengantinnya.
"Kenalin jeng, ini calon menantuku" ucap Renata.
"Wow, cantik sekali calon menantumu Re, putramu sangat pintar memilih calon istri" puji teman Renata yang bernama valerie pemilik butik.
"Tentu calon menantuku cantik. Dan tugasmu sekarang adalah carikan baju pengantin yang cocok untuknya, jangan yang terlalu ramai karena menantuku tidak menyukainya, dia lebih suka yang sederhana namun terlihat elegan" ucap Renata.
"Tidak usah resepsian sih mom, Reva malas pasti nanti banyak tamu undangan yang datang" rengek Reva, dia tidak suka di adakan pesta resepsian, biasanya acara resepsi akan ada banyak tamu yang datang sehingga membuat Reva lelah.
Valerie tertawa lucu, baru kali ini ada pengantin yang tak mau di adakan pesta resepsi. Biasanya pengantin lain akan senang menentukan konsep untuk merayakan pesta resepsi.
Namun beda dengan pengantin satu ini, Reva tetaplah Reva yang pecicilan dan tidak bisa diam, dia tidak akan betah memakai gaun pengantin terlalu lama.
"Tidak boleh membantah sayang, mommy tetap akan mengadakan pesta resepsi untuk kalian berdua" tegas Renata membuat Reva manyun.
"Calon menantumu memang unik Re" ucap Valerie sambil tertawa kecil.
"Sudah sana jeng carikan baju pengangin yang cocok untuknya" titah Renata sebelum Reva kembali merengek.
"Siap Re" sahut Valerie.
"Jangan ang terbuka aunty, Rey tidak suka dia berpenampilan terbuka" ucap Rey posesif.
Di balas anggukan oleh Valerie, dia tahu kalau Reynand tak jauh beda dengan Reagan yang juga posesif dengan sang istri.
Valerie pun memilihkan tiga baju pengantin untuk Reva coba.
Kini Reva masuk kekamar pas untuk mencoba gaun yang pertama.
"Gimana honey" tanya Reva ketika keluar dari dalam kamar pas menggunakan gaun pengantin warna putih elegan dengan model ekor mermaid slim fit.
"Gimana Rey?" tanya Renata.
"Cantik" hanya satu kata yang keluar dari mulut Reynand untuk menggambarkan calon istrinya saat ini.
"Ganti sayang, mommy ingin kamu mencoba kamu memakai model yang lain" pinta Renata membuat Reva menghela nafas berat.
Sejak dulu dia paling malas di suruh mencoba baju, karena pasti tidak akan cukup satu kali saja.
Bersambung
Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏
Happy reading guys🙏