
Setelah melakukan olah raga pagi kedua pasangan pengantin baru itu kembali terlelap mereka besampai melewatkan sarapan pagi berdua, hingga pukul 12 siang Reva terbangun karena merasakan perutnya mulai keroncongan.
Reva mengerjabkan matanya, ia merasakan badannya remuk akibat ulah sauminya yang terus melakukannya berulang ulang, namun Reva tidak bisa menolaknya karena dia juga ikut menikmatinya.
"Honey bangun. Aku lapar" ucap Reva sambil menepuk-nempuk pipi Reynand.
Reynand masih tak bergeming, dia hanya merubah posisi tidurnya hingga membuat Reva jengkel.
"REYNAND ADDISON, KAMU MAU BANGUN SENDIRI ATAU AKU SIRAM HAH" teriak Reva mengancam suaminya yang sulit untuk di bangunkan.
Reynand terlonjak kaget mendengar teriakan istrinya.
"Kamu kenapa teriak-teriak sayang" tanya Reynand sambil mengucek matanya yang masih terasa berat akibat begadang semalam.
"Kamu nanya, kamu bertanya-tanya. Sudah tahu istrinya belum makan masih aja nanya, dasar suami tidak punya akhlak, menyuruhku terus bergaya tapi tidak di kasih makan" gerutu Reva.
Reynand menepuk keningnya, saking asiknya bercinta dia sampai lupa memberi makan istrinya.
"Sebentar sayang, aku akan pesan makan dulu" ucap Reynand.
Reynand kemudian menelpon bagian room service untuk memesan makanan mereka berdua.
Setelah selesai memesan makanan, Reynand melihat istrinya turun dari ranjang, dengan langkah tertatih istrinya berjalan menuju ke kamar mandi.
Reynand yang kasihan melihat istrinya yang susah berjalan akhirnya menyusul istrinya, tanpa aba-aba Reynand langsung mengangkat tubuh istrinya hingga membuat Reva kaget karena tubuhnya yang tiba-tiba melayang.
"Aaaa....kau ini bisa tidak bilang dulu kalau menggendongku, selalu saja membuatku kaget" omel Reva.
"Maaf sayang, aku hanya tak sabar melihat cara berjalanmu yang seperti orang sunat" sahut Reynand sambil berjalan membawa istrinya ke kamar mandi.
"Aku seperti orang sunat juga gara-gara kelakuan kamu, jika kau lupa tuan" balas Reva tak terima.
"Tentu aku tidak lupa nyonya, apalagi dengan goyanganmu yang berada di atas tubuhku" goda Reynand sambil tertawa kecil membuat Wajah Reva langsung bersemu merah karena malu.
Suaminya ini mendadak menjadi pria mesum setelah menikah dengannya.
Reva melengoskan wajahnya kesamping suapaya suaminya tak melihat wajahnya yang memerah.
"Sudah sana keluar, aku ingin mandi sendiri" usir Reva kepada suaminya, ia takut suaminya akan kembali mengulang adegan dewasa tadi.
"Kita bisa mandi bareng sayang" sahut Reynand yang menolak keluar dari dalam kamar mandi.
"Cuma mandi tidak lebih, awas saja kalu minta lebih" ucap Reva penuh penekanan.
"Tenang saja aku tak akan melakukannya, aku tahu kalau anumu sedang sakit" ujar Reynand sambil menatap bagian bawah tubuh istrinya.
Reva sepontan langsung menutupinya.
"Percuam saja kamu tutupi sayang, aku sudah melihatnya bahkan sudah merasakannya juga" ucap Reynnad vulgar sambil mengguyur tubuhnya di bawah shower.
"Dasar mesum!!" ketus Reva.
Reva sudah tidak tahu lagi dengan suaminya yang berubah menjadi mesum akut. Bahkan suaminya sudah tidak canggung lagi berbicara Vulgar dengannya.
Mereka berdua menyelesaikan mandinya tanpa melakukan adegan iya-iya, Reyanand sekuat tenaga menahan gejolak has*at yang ada di dalam tubunya, ia tak mau menyakiti istrinya.
Tiga puluh menit kemudian mereka keluar dari dalam kamar mandi, mereka memakai pakaiannya dan tak lama makanan yang mereka pesan pun datang.
Ceklek...
Reynand membuka pintu, dan room service masuk untuk menyajikan makanan mereka dia atas meja.
Setelah staff room service keluar dari kamarnya, Reynand dan Reva langsung menyantap makanannya.
🌹🌹🌹🌹🌹
Sedangkan di tanah air, Revan setelah pulang sekolah ia mampir ke toko kue terlebih dahulu. Dia ingin membeli kue pesanan mamahnya.
Revan membeli chesse cake dan red velvet pesanan mamahnya.
Usai mendapatkan kue pesanan mamahnya ia mengendarai motornya menuju ke rumahnya.
Saat di jalan tak sengaja melihat seorang perempuan berseragam SMA sedang menolong nenek tua yang sepertinya baru saja mengalami kecelakaan.
Revan menepikan motornya lalu menghampiri gadis tersebut.
"Tolong bantu aku angkat nenek ini kedalam mobilku, aku harus membawa nenek ini ke rumah sakit, karena nenek ini baru saja tersrempet mobil" pinta gadis itu meminta tolong kepada Revan.
Tak banyak tanya Reva langsung membantu gadis itu mengangkat sang nenek masuk kedalam mobil gadis itu.
"Terima kasih, aku bunga" ucap bunga memperkenalkan diri sambil tersenyum kepada Revan.
"Aku Revan" sahut Revan.
"Jalanlah, aku akan mengikutimu dari belakang" lanjutnya.
Kemudian bunga masuk kedalam mobilnya, secara perlahan Bunga melajukan mobilnya.
Revam kembali kemotornya, lalu dia mengikuti mobil Bunga dari belakang menuju ke rumah sakit.
Sampai di rumash sakit, Revan kembali membantu bungan untuk membawa nenek itu masuk kedalam rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Nenek korban kecelakaan itu langsung di tangani oleh dokter, Bunga dan Revan menunggu di luar ruangan.
Tiba-tiba ponsel Reva berbunyi, ia melihat nama yang muncul di layar ponselnya ternyata mamahnya yang menelponnya.
"Iya mam, sebentar lagi Revan pulang" ucap Revan.
"......"
"Iya mam" setelah itu Revan langsung mematikan panggilannya.
Dia memasukkan ponselnya kedalm saku celananya.
"Aku pulang dulu, nanti kalau ada apa-apa tolong hubungi aku" ucap Revan.
"Tapi aku tak punya nomermu" sahut Bunga.
"Mana ponselmu" tanya Revan.
Bunga pun memberikan ponselnya kepada Revan, Revan menerimanya lalu memasukkan nomernya ke daftar kontak Bunga.
"Ini" ucap Revan mengembalikan ponselnya kepada Bunga.
Bunga pun mengambil ponselnya dari tangan Revan.
Setelah itu Revan pamit meninggalkan rumah sakit terlebih dahulu, barusan mamahnya menghubunginya dan menanyakan kue pesanannya.
Reva mengendarai motornya menuju ke rumahnya.
*
Sampai di rumah, Revan langsung memasukkan motornya ke garasi rumahnya, setelah itu dia masuk kedalam rumahnya.
"Kamu dari mana aja Van, itu adikmu sudah merengek minta kue nya" tanya Alisya yang melihat putranya masuk kedalam rumah.
"Sebenarnya kue ini pesanan siapa?" bukannya menjawab pertanyaan mamahnya Reva justru memberikan pertanyaan kepada mamahnya.
"Itu Gavin yang minta kue" sahut Alisya sambil mengambil kue pesanannya dari tangan putranya.
"Ck, ternyata untuk si gendut, kirain untuk mamah" decak Revan. Ia kira untuk mamahnya makanya saat di telpon mamahnya ia langsung pulang ke rumah, ia takut mamahnya kelamaan menunggu kuenya.
"Gendut gitu juga adikmu Van" ucap Alisya lalu membawa kue tersebut menuju ke dapur.
Alisya memotong kuenya lalu meletakannya di atas piring, sedangkan sisanya ia masukkan kedalam kulkas.
"Mamah mana kue Gavin mah" tanya Gavin yang menyusul mamahnya ke dapur.
"Itu ada di meja" jawab Alisya sambil menunjuk kue yang ada di atas meja.
Gavin mengikuti arah tatapan mata mamanya, setelah melihatnya Gavin langsung mendekati kuenya yang ada di atas meja makan.
Bersambung
Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏
Happy reading guys🙏