Baby Girl

Baby Girl
BAB 55



Kelas mengeja akan segera di mulai guys, baca yang teliti ya😂


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arsen tertegun melihat pemandangan yang begitu indah di hadapannya. Membuat jakun Arsen naik turun melihatnya.


Wajah Alisya merona malu, meskipun ini bukan kali pertama untuk Alisya. Tapi Alisya tetap merasa ini yang pertama baginya, karena ia dulu melakukan dengan Erik dalam keadaan yang tidak sadar di pengaruhi obat perangsang. Sedangkan sekarang ia sadar, jadi membuat jantung Alisya berdebar kencang.


Alisya yang merasa malu pun langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi, ia tak menghiraukan tatapan Arsen lagi. Arsen tergelak keras melihat tingkah lucu Alisya.


"Huff kenapa dia berubah menjadi pria mesum" lirih Alisya sambil memegangi dadanya yang berdebar seraya bersandar di pintu kamar mandi.


Sedangkan Arsen menunggu Alisya sambil rebahan di ranjangnya.


Tiga puluh menit berlalu Alisya keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang di lilitkan di tubuhnya hanya sebatas paha, Alisya tadi lupa membawa baju ganti.


Arsen tercengang melihat penampilan Alisya. Ia langsung bangkit dari tidurnya lalu duduk di tepi ranjang sambil memandangi Alisya.


"Kau menggodaku baby" ucap Arsen dengan seringai mesum di bibirnya.


"Bukan begitu, aku tadi lupa membawa baju ganti" jawab Alisya gugup seraya memegangi handuknya karena takut jatuh.


Arsen menarik tangan Alisya hingga jatuh terduduk di atas pangkuan Arsen.


"Kamu wangi sekali baby" gumam Arsen seraya memeluk pinggang Alisya.


"Arsen...." de sah Alisya ketika merasakan hembusan nafas Arsen di ceruk lehernya yang membuat darahnya berdesir dan geli yang aneh di sekujur tubuhnya.


"Biarkan aku memelukmu seperti ini dulu baby" pinta Arsen dengan suara beratnya yang sudah di penuhi nafsu.


Deg..Deg...Deg...


Detak jantung mereka sama-sama saling bersahutan. Karena ini merupakan momen yang begitu mendebarkan buat mereka berdua.


Arsen memegang dagu Alisya. Ia me lu mat bi bir istrinya dengan begitu lembut.


"Humpp Arsen " gumam Alisya yang berusaha membalas lu ma tan Arsen dengan gerakan yang masih kaku.


"Yes baby" sahut Arsen di sela-sela ci uman nya. Tangan Arsen mengelus punggung Alisya.


"Aku mencintaimu Arsen" lirih Alisya membuat Arsen menghentikan aktivitasnya.Arsen menatap wajah Alisya dengan seksama, ia melihat wajah istrinya memerah yang menandakan kalau dirinya tak salah dengar.


"Aku juga sangat mencintaimu baby" ucap Arsen kembali men ci um bi bir istrinya sedangkan tangannya ia gunakan untuk menekan tengkuk leher Alisya untuk memperdalam ci uman nya.


Ci uman Arsen turun ke leher jenjang Alisya turun hingga ke tulang selangka Alisya.


"Ahhh Arsen...." membuat de sahan Alisya semakin menjadi ketika Arsen meng ecup lembut tulang selangka Alisya.


"Aku ingin baby" ujarnya dengan suara berat. Membuat dada Alisya berdetak kencang, ia menangkup wajah Arsen lalu dia mengangguk kecil.


Arsen langsung merebahkan tubuh Alisya ke tengah ranjangnya. Terlihat wajah sayu Alisya yang begitu seksi di mata Arsen.


Arsen mendekatkan wajahnya ke wajah Alisya, ia me lu mat bi bir Alisya, keduanya ber ci uman yang awalnya lembut berubah menjadi panas. Memecah kamar dengan suara decap bi bir yang saling memangut.


"Aku meninginkanmu baby" bisik Arsen di telinga Alisya dengan suara serak nya. Arsen memastikannya lagi, karena dia tidak ingin memaksa jika istrinya itu belum siap untuk melakukannya.


Alisya tersenyum sambil mengalungkan kedua tangannya ke leher Arsen.


"Lakukanlah honey" dengan suara lirih yang terdengar menggoda di telinga Arsen.


Tanpa menunggu waktu lama lagi, Arsen langsung melepas kaosnya lalu melemparkannya ke lantai. Arsen kembali men cum bu bi bir Alisya, ia me lahap nya penuh na*su. Ci uman Arsen turun ke leher Alisya, ia menge cupi leher jenjang Alisya dengan bi bir dan juga li dahnya. Perlahan tangan Arsen melepas handuk yang di kenakan Alisya.


Arsen berhenti sejenak menatap tubuh polos Alisya. Kedua mata Arsen kian terbakar ga irah ketika di suguhkan tu buh polos istrinya yang membuat adik kecilnya meronta ingin di keluarkan dari sarangnya.


Arsen langsung me lahap gundukan ke nyal itu. Sedangkan tangannya me*mas sesekali ia memelintir pu*uk daging kenyal itu.


Mendengar de sahan istrinya semakin membuat Arsen bersemangat mengerjai tubuh istrinya.


Di ci umnya setiap inci demi inci bagian tubuh Alisya dengan penuh kelembutan. Sehingga membangkitkan ga irah Alisya di tubuh nya.


Tubuh Alisya meliuk tak karuan dan bi bir nya mengeluarkan de sahan- de sahan manja.


Arsen tak tahu sudah membuat berapa kali istrinya itu mengalami kl*maks karena permainanya.


"Arsen...Ahhh Aku.." pekik Alisya.


"Keluarkan saja baby" jawab Arsen tanpa menjauhkan bi birnya dari in*i Alisya yang sudah sangat ba sah.


"Ahhhh..." pekik Alisya ketika mi liknya mengeluakan cairan.


Arsen beranjak dari berlutuny, Arsen naik ke atas ranjang seraya melepaskan celananya tanpa sisa, kini tubuh mereka sudah sama-sama polos tak mengenakan satu kain pun di tubuhnya. Membuat wajah Alisya memerah ketika melihat adik kecil Arsen sudah berdiri tegak di depan matanya.


"Aku sudah tidak tahan baby" ujarnya llau menarik kedua paha Alisya. Arsen segera mengukung tubuh Alisya menjadi di bawahnya.


Arsen mengecup kening serta kedua mata Alisya terlebih dahulu.


"Aku akan masuk baby" bisiknya, Alisya mengangguk kecil lalu mengalungkan kedua tangannya ke leher Arsen.


"Lakukanlah honey" perintah Alisya dengan suara manja. Arsen langsung mengec*p bi bir Alisya.


Bleshhh


"Ahhhh" pekik mereka berdua ketika tubuhnya sudah menyatu.


"Pu*yamu masih terasa se*pit dan menggigit baby" racau Arsen yang merasakan mi liknya terasa di pijit oleh mi lik Alisya.


Arsen membiarkam mi lik Alisya terbiasa dengan mi lik nya terlebih dahulu.


"Aku akam bergerak dengan perlahan baby" ucap Arsen ketika di rasa mi liknya sudah cukup lama di dalam mi lik Alisya.


Dengan perlahan Arsen mulai menggerakan pinggulnya keluar masuk, sesekali ia


memutar mi liknya di dalam mi lik Alisya.


Membuat de sahan Alisya memenuhi kamar, beruntung kamar tersebut di lengkapi dengan peredam suara, sehingga orang luar tak akan bisa mendengar de sahan istrinya itu.


"Ini sungguh nik*at honey" racau Alisya yang sudah terbuai dengan permainan Arsen.


"Kau suka baby" tanya Arsen yang masih menghentak-hentakan mi liknya. Alisya mengangguk seraya matanya merem melek karena keenakan.


Arsen men ci um bi bir istrinya yang menganga.sedangkan kedua tangannya me*mas da da Alisya.


Arsen semakin menaikkan tempo permainnanya. Hingga membuat Alisya menjerit tertahan di sela ci umannya.


Arsen melepaskan tautannya di bi bir Alisya. Kemudian ia menaikkan kedua kaki Alisya ke atas bahunya.


Arsen mempercepat ritme permainanya, hingga tak lama ia menghentakkan mi liknya dengan dalam ke goa mi lik Alisya.


"Akhhhh" jerit mereka berdua setelah Arsen melepas bibit kecebongnya kedalam memenuhi rahim Alisya.


Arsen ambruk dia atas tubuh Alisya dengan nafas mereka berdua yang masih tersenggal- segal akibat permainan panasnya.


"Terima kasih baby" ucap Arsen mencium kening Alisya. Dengan perlahan ia mencabut mi liknya dan kemudian menggulingkan tubuhnya ke samping Alisya.


Arsen memeluk tubuh istrinya seraya menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


Bersambung


Happy reading guys🙏