Baby Girl

Baby Girl
BAB 64



Dorrr


Dorrr


Dorr


Pagi hari Reva menggedor nggedor pintu kamar Arsen, karena dari dia sarapan bersama omanya hingga sekarang orang tuanya tak kunjung keluar dari kamarnya.


"Mama...papa....Banun" teriak Reva dari luar kamar seraya menggedor nggedor pintunya lagi.


Alisya yang masih terlelap dalam pelukan suaminya pun mulai terganggu dengan keributan yang di buat putrinya di luar kamar.


Alisya bangkit dari tidurnya dengan menggunakan sprei, ia memunguti baju yang berserakan di lantai karena ulah suaminya itu, Arsen benar-benar menggempur kembali istrinya setelah melakukanya di kamar mandi. Alisya masuk ke ruang ganti untuk memakai baju terlebih dahulu.


Setelah selesai Alisya membukakan pintu untuk putrinya


Ceklek....Alisya membuka pintu kamarnya.


"Banun mama, Leva mau belangkat cekolah" protes putrinya yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya.


"Ini kan mama sudah bangun sayang" sahut Alisya dengan muka bantal.


"Tapi mama macih bau belum mandi" ledek Reva sambil menutupi hidungnya.


"Enak saja mengatai mama bau, meskipun belum mandi tetap saja mama wangi" ucap Alisya tak mau kalah, Reva hanya tersenyum mengejek mamanya.


"Papa mana ma" tanya Reva. Alisya sedikit menyingkir dari hadapan putrinya, sehingga Reva bisa melihat suaminya yang sedang tidur.


"Dasal papa pemalas, cudah jam cegini macih saja tidul...nanti lejekinya di patok ayam balu tau lasa" omel Reva seraya mendekati Arsen yang masih terlelap di ranjang empuknya. Semalam Arsen benar-benar menepati janjinya tidak membiarkan istrinya lolos hingga menjelang pagi.


Reva naik ke atas tempat tidur lalu menindih tubuh Arsen, beruntung sebelum tidur Arsen sudah memakai celana boxernya.


"Papa banun" panggil Reva seraya membuka kedua mata Arsen dengan paksa.


"Banun papa, kalau nda banun nanti Leva suluh mama cali papa balu. Kalena papa Alsen malas bekelja" ancam Reva sambil memainkan mata Arsen, sesekali ia memasukan jarinya ke dalam lubang hidung Arsen sambil cekikikan.


Alisya membiarkan Reva membangunkan suaminya, ia memilih masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Arsen yang merasa terganggu pun akhirnya terbangun, ia mengerutkan alis nya ketika melihat putrinya menindih tubuhnya.


"Kau menganggu papa girl" ucap Arsen dengan suara serak khas bangun tidur.


"Salah sendili papa nda banun-banun, memangna papa nda bekelja ya? papa halus kelja bial uangna nda abis-abis" hiburan tersendiri buat Arsen ketika bangun tidur sudah di sambut dengan celotehan putrinya yang matre.


"Memangnya kalau Reva punya uang banyak mau buat apa" tanya Arsen sambil merapihkan rambut putrinya yang belum di kuncir.


Reva mengetuk ngetuk dagunya dengan jarinya, ia seolah sedang berpikir.


"Emm....buat beli pecawat papa, bial Leva bisa jalan-jalan naik pecawat" jawab Reva.


"Memangnya Reva ingin naik pesawat hmm" tanya Arsen lembut. Tidak perlu membeli pesawat karena Arsen sudah memiliki pesawat pribadi yang biasa di pakai untuk perjalanan bisnis atau berlibur.


"Iya papa, Leva ingin sepelti teman-teman Leva" jawab Reva. Selama ini Alisya belum pernah mengajak putrinya berlibur ke tempat yang jauh, Alisya lebih fokus mencari uang untuk masa depan putrinya, ia tak mau kalau nanti besar putrinya akan merasakan susah seperti dirinya.Terkadang anak kecil memang suka bercerita kalau sehabis berlibur dengan orang tuanya.


"Ok, nanti hari libur kita jalan-jalan naik pesawat papa" ucap Arsen.


"Memangna papa puna pecawat" tanya Reva dengan mata bulatnya seakan tak percaya.


"Tentu saja papa punya sayang" jawab Arsen dengan tersenyum lembut.


"Memangna papa benelan banak uangna ya" ceplos Reva polos.


Ingin rasanya Arsen melempar putrinya ke kolam renang, memang selama ini dia tidak tahu kalau papanya benar-benar kaya. Bisa-bisanya masih mempertanyakan kekayaan papanya😂


Alisya menggelengkan kepalanya mendengar obrolan antara anak dan ayahnya itu.


Alisya membantu putrinya bangun dari atas tubuh suaminya. Arsen pun ikut bangkit dari tempat tidurnya.


"Morning kiss baby" ucap Arsen mengecup singkat bibir istrinya, kemudian berjalan memasuki kamar mandi.


Selesai menguncir rambut putrinya Alisya membawa Reva ke bawah, putrinya akan berangkat terlebih dahulu dengan pengawalnya.


"Reva berangkat ke sekolah sama om Max (bodyguard Reva) Kalau nunggu papa lama sayang, nanti Reva telat masuk ke sekolahnya" tutur Alisya di sertai anggukan dari Reva.


"Ayo om tita belangkat" ajak Reva kepada Max.


"Siap nona kecil" sahut Max seraya membantu nona kecilnya duduk di kursi khusus sambil mengenakan seatbelt nya.


Alisya melambaikan tanganya hingga mobil sudah tak terlihat, barulah Alisya masuk kedalam rumahnya.


Arsen turun dari tangga dengan pakaian kerjanya yang sudah rapi.


"Reva mana baby" tanya Arsen


"Sudah berangkat ke sekolah sama Max, kalau bunda tadi sudah pergi katanya mau ke butik" jawab Alisya.


"Terus kamu mau kemana" tanya Arsen sambil menarik kursi untuk dududk.


"Tentu saja aku harus ke restoran honey, aku mau melanjutkan pekerjaanku yang kemarin sempat tertunda" Alisya kesal ketika mengingat kejadian kemarin di reatoran.


"Masih pagi jangan menekuk wajahmu baby, mending kita sarapan setelah itu aku akan mengantarkanmu ke restoran" ujarnya. Alisya melayani suaminya dengan mengambilkan nasi serta lauk ke piringnya.


*


*


*


Menjelang makan siang Erik datang ke restoran tempat Alisya bekerja, karena yang ia tahu dari Andra Alisya bekerja di restoran tersebut.


Erik duduk seraya memesan makanan yang ada di buku menu. Erik clingukan mencari keberadaan Alisya namun tak melihatnya.


"Sepertinya aku harus mendekati gadis kecil itu untuk mengambil hati Alisya" gumam Erik.


Hingga makanan tiba pun Erik tak kunjung melihat Alisya melayani pengunjung.


Erik memakan makannya dengan perasaan gelisah, dikit-dikit ia menengok waiyers yang baru datang melayani pengunjung.


Erik kecewa karena sampai makanan habis pun ia tak kunjung melihat Alisya.


"Maaf mbak, saya mau tanya...pelayan yang bernama Alisya hari ini berangkat tidak ya" tanya Arsen kepada waiters.


"Maaf, saya tidak tahu tuan" jawab waiters itu lalu ngeluyur pergi meninggalkan Erik. Semua karyawan Alisya sudah di kasih tahu untuk tidak menjawab ketika ada orang yang mencari dirinya.


Erik memutuskan membayar makanannya, setelah itu ia keluar dari restoran itu.


Namun di depan restoran ia seperti melihat Alisya yang sedang ingin masuk kedalam mobil sport yang terlihat begitu mewah.


"Alisya...." panggil Erik dengan sedikit meninggikan suaranya, namun sayang Alisya sudah keburu masuk ke dalam mobil milik Arsen. Arsen pun langsung menanjap gas pergi meninggalkan restoran milik istrinya itu. Sehingga Alisya tak mendengar teriakan Erik.


"Sebenarnya kamu ini kerja apa Al" tanya Erik di dalam hatinya.


"Siapa pemilik mobil mewah itu, tak mungkin itu kekasih Alisya" lirih Erik.


Bersambung


Happy reading guys🙏