
Kini sepasang pengantin baru itu sudah berada di kamarnya, mereka berdua nginep di kamar hotel yang sudah di siapkan oleh kedua orang tuanya, mommy Renata dan Mama Alisya yang sudah mendekor kamar pengantim untuk mereka berdua.
Reynand membuka jas nya dan melemparnya begitu saja.
"Kenapa? Kamu capek honey" tanya Reva yang melihat wajah lelah suaminya.
Reynand menggelengkan kepalanya sambil menatap sang istri.
Lalu Reynand mendekati istrinya yang sedang duduk di tepi ranjang dan menatap kedua mata istrinya dengan begitu dalam.
"Ada apa? Kenapa lihatin aku begitu" tanya Reva heran.
"Akhirnya penantianku tidak sia-sia, bahkan aku rela menunggumu putus dari Brian, dan kini aku senang banget karena bisa memilikimu" ucap Reynand.
"I love you Reva Davidson" ucap Reynand sambil mengecup kening Reva.
"I love you more honey" jawab Reva sambil tersenyum manis menatap mata Reynand.
Reynand memajukan wajahnya ke wajah Reva, namun langsung di tahan oleh Reva.
"Tahan dulu honey, aku ingin mandi terlebih dahulu" ucap Reva membuat Reynand menghela nafas pasrah.
Reva beranjak dari tempat duduknya dan berusaha menarik resleting yang ada di bagian belakang, terlihat Reva kesusahan membuka gaun tersebut.
"Kenapa sayang" tanya Reynand.
"Susah honey, tolong bukain" sahut Reva meminta suaminya untuk membuka gaunnya.
"Sini biar aku bukain" ucap Reynand.
Reynand bangun dari tempat duduknya dan mendekati istrinya yang sedang menunduk malu.
Reva merasa malu, karena ini kali pertama dia di bukain baju sama cowok.
Dengan perlahan Reynand menarik resleting gaun Reva hingga kebawah, kini punggung mulus Reva terpampang nyata di hadapan Reynand.
Gluk...
Reynand menelan salivanya kasar. Bagaimanapun juga di laki-laki normal. Tentu dia tidak bisa lihat yang mulus dikit pasti has*tnya langsung naik.
"Makasih honey" ucap Reva langsung masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Reynand yang masih mematung.
Reynand tak percaya bisa melihat punggung mulus wanitanya yang selama ini ia jaga, selama ini dia menjaga diri agar tidak kebablasan.
"Mulus sekali" gumam Reynand sambil mengusap wajahnya kasar.
Reynand menghempaskan tubuhnya ke ranjang sambil membayangkan pungung mulus istrinya.
Sedangkan di dalam kamar mandi, Reva sedang bingung ingin memakai baju apa.
"Kata mami Viona malam pertama itu rasanya sakit taoi nanti nagih, spertinya aku harus menggoda Reynand supaya mau melakukan malam pertama, biar aku tidak penasaran.
"Hufff...aku harus pakai baju apa ya biar terlihat seksi, aku ingin membuat suami tampanku itu klepek-klepek melihat tubuhku. Hihihihi...." ucap Reva sambil berdiri di hadapan cermin.
Dia sudah selesai mandi namun dari tadi dia belum mau keluar, dia masih memikirkan cara untuk menggoda suaminya.
"Ahh...aku tahu, aku pakai handuk saja biar mempermudah Rey untuk membukanya" ucap Reva menemukan ide konyolnya.
Hampir satu jam lebih Reva didalam kamar mandi.
Sedangkan di luar Reynand justru terlelap karena terlalu lama menunggu istrinya yang sejak tadi tak kunjung keluar dari dalam kamar mandi.
Ceklek....
Reva keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang di lilit di tubuhnya, handuk itu hanya mampu menutupi setengah pahanya saja.
Reva memang sengaja memaki handuk untuk menggoda suaminya, namun saat keluar kamar ia menganga melihat suaminya sudah terlelap dia atas tempat tidur.
"Yahh...gagal deh acara malam pertamanya" ucap Reva lesu.
"Hufftttt...percuma saja aku memikirkan pakai baju apa, yang mau di ajak malam pertama malah tidur" gerutu Reva.
Reva akhirnya membuka kopernya dan memakai bajunya, acara untuk menggoda suaminya gagal total.
🌹🌹🌹🌹
Keesokan harinya masih di hotel yang sama , pagi ini Reva dan Reynand keluar dari kamarnya, Reynand dibuat bingung dengan tingkah istrinya yang mendiamkannya sejak bangun tidur tadi.
Reva dan Reynand menuju ke tempat breakfast yang ada di hotel tersebut.
Semua keluarga nampak melihat kearah sepasang pengantin baru yang baru saja muncul.
"Sayang" panggil Alisya.
"Iya mam" sahut Reva tanpa ekpresi membuat Alisya menatapnya heran.
Viona yang merasa ada yang aneh dengan putrinya pun dia bangkit dari tempat duduknya, lalu merangkul putrinya.
"Pengantin baru kenapa cemberut hmmm" tanya Viona lirih.
"Reva gagal malam pertama mami," sahut Reva sambil mengerucutkan bibirnya.
Akhirnya Viona mengerti penyebab wajah putrinya di tekuk.
"Kenapa tidak jadi malam pertama? Apa punya suamimu itu loyo" tanya Viona vulgar.
"Reva di tinggal tidur sama Reynand, padahal Reva sudah memakai handuk untuk menggodanya, tapi dianya malah tidur, bikin kesal saja" sahut Reva kesal.
Viona sekuat tenaga menahan tawa agar tidak tertawa lepas, ingin sekali dia menertawakan nasib putrinya itu.
"Sudah nanti kamu bisa mencobanya lagi, masih ada nanti malam dan hari esok" ucap Viona yang sudah berhasil menetralkan tawanya.
"Tapi kan Reva pensaran mami" rengek Reva.
"Jangan merengek seperti anak kecil syaang, apa kamu mau mereka dengar dan menertawakanmu hmm, lihatlah semua orang sedang melihatmu" kata Viona.
Reva menoleh dan benar saja semua keluarganya sedang menatapnya dengan tatapan tak terbaca.
Dia akhirnya menuruti perintah maminya, dia menarik kursi dan duduk di sebelah suaminya yang sudah lebih dulu duduk di sebelah daddy Reagan.
"Kenapa istrimu cemberut son? Apa punyamu itu tidak bisa berdiri" ledek Reagan lirih di telinga putranya.
"Kau meragukanku dad, mana bisa berdiri semalam saja aku ketiduran" sahut Reynand.
"Kau ini payah sekali, kapan daddy bakal punya cucu kalau kamu terus menundanya" ucap Reagan mengompori putranya.
"Nanti Rey buatkan daddy cucu yang lucu-lucu" sahut Reynand di sela-sela makannya
Membuat Reagan berdecak kesal,tak lama smeua keluarga menyelesaikan sarapannya.
Setelah sarapan pagi, semua keluarga pulang ke ruamhnya masing-masing.
Sedangkan Reva dan Reynand sedang berada di kamar hotel, Reva sedang merapihkan pakaiannya kedalam koper.
"Sudah belum sayang" tanya Reynand sambil memeluk istrinya dari belakang.
Membuat jantung Reva berdegub kencang, Reva merasa gugup takut Reynand meminta haknya sekarang.
Padahal semalam dia yang semangat ingin mengajak suaminya malam pertama, tapi giliran sekarang dia merasa deg-degan.
"Kenapa tidak jawab hmm" tanya Reynand sambil meniup telinga Reva, membuat reva seperti tersengat listrik.
"Se-bentar lagi honey" jawab Reva gagap.
Reynand masih memeluk tubuh Reva hingga Reva selesai memasukkan barang bawaannya kedalam koper.
"Sudah Ayo" ajak Reynand mengecup pipi istrinya, setelah itu ia berdiri.
Reva juga ikut berdiri, lalu Reynand membantu Reva membawa kopernya, mereka berdua berjalan beriringan keluar dari dalam kamar hotel.
Bersambung
Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏
Happy reading guys🙏