Baby Girl

Baby Girl
Part 22



Rista melihat kearah Jeremy yang tengah sibuk dengan anak-anak yang mereka kunjungi di panti.


Hati nya berdering hangat karena melihat hal itu. Dia tidak menyangka sama sekali jika Jeremy membawa nya ke panti asuhan.


Ternyata alat tulis, cemilan dan bahan pokok lain nya yang mereka beli dalam jumlah besar ternyata untuk anak panti tersebut.


Baru kali ini dia melihat Jeremy sedekat itu dengan anak-anak karena ini menjadi pertama kali nya pula pria itu mengajak nya ke panti.


Melihat kedekatan antara Jeremy dengan anak-anak tersebut membuat Rista sangat yakin jika Jeremy sudah sangat sering kemari. Terlebih lagi para anak-anak tersebut begitu menempel lada Jeremy dan tersenyum pada Jeremy.


Jeremy yang sadar jika dirinya sudah di perhatikan oleh sang kekasih sejak tadi memanggil gadis itu yang masih berdiri seraya memperhatikan nya.


"Sini sayang," panggil Jeremy yang membuat Rista tersadar dari pikiran nya yang sedang berkelana.


Rista kemudian menghampiri Jeremy dan para anak-anak tersebut. Rista agak canggung karena dia tidak terbiasa dekat dengan anak-anak dan dia tidak tau cara nya bersikap.


"Hai kakak cantik," sapa semua anak tersebut dengan bersamaan.


""Hai," ucap Rista melambaikan tangan nya pelan.


Jeremy tersenyum lembut menatap Rista, dia mengerti jika Rista tidak tau cara untuk dekat dengan anak - anak. Jeremy tau betul dengan Rista.


Oleh karena itu dia mengajak Rista kemari agar Rista bisa lebih dekat dengan anak-anak.


Jeremy sangat suka dengan wanita yang memiliki sikap keibuan dsn dengan anak-anak.


Jeremy berharap Rista bisa lebih dekat dengan anak-anak karena untuk melatih


gadis itu juga. Karena di kemudian hari Rista juga menikah dan memiliki anak kelak dan Jeremy ingin memastikan jika gadis yang akan mendampingi nya untuk menghabiskan sisa hidup nya adalah Rista.


"Kenalin nih nama kaka cantik nya Rista," ucap Jeremy.


"Kak Rista cantik deh,"


"Kaka Ayo sini main sama aku,"


"Sama aku ka, aku juga pengen tunjukkin mainan yang dibeli sama ka Jeremy,".


Mereka terlihat sangat antusias sekali membuat Jeremy tersenyum senang.


"Gih main bentar sama mereka, habis ini kita ke pantai nya yah aku mau ngomong bentar sama ibu panti," ucap Jeremy mengelus rambut Rista dengan lembut.


"Cieeee," ujar mereka serempak membuat Rista menunduk malu hanya karena digoda oleh anak-anak tersebut.


"Em aku gak tau gimana nanti gimana nangggapinn nya, kamu disini aja deh sama aku," ucap Rista dengan memelas.


"Bisa kok sayang, mereka gak nakal kok. Aku bentaran doang ngobrol nya. Aku bakal awasin dari situ juga jika ada apa-apa," ucap Jeremy.


"Yaudah deh," pasrah Rista. Tak ada salah nya untuk mencoba pikir Rista juga.


Jeremy mengangguk kecil lalu meninggalkan Rista. Posisi nya juga tidak terlalu jauh dari Rista jadi dia masih bisa melihat dan mengawasi Rista seraya mengobrol dengan ibu panti.


Anak-anak tersebut lantas langsung menarik Rista untuk bermain bersama dengan mereka.


Tak seperti yang dipikirkan oleh Rista, ternyata dia bisa lumayan dekat dengan anak-anak tersebut.


Dia mengira akan sulit untuk mengajak anak-anak itu berinteraksi dengan nya ternyata tidak malah mereka yang begitu welcome membuat Rista menjadi santai dan merasa senang diajak bermain oleh mereka.


Jeremy benar jika mereka tidak nakal sama sekali.


"Kalian mau gambar?" tanya Rista saat melihat mereka mengeluarkan akat tulis dan buku gambar yang telah dibagi kan kepada mereka yang di belikan oleh Jeremy.


"Iya ka, Kaka ajarin aku dong," ucap Salah satu gadis kecil ada Rista sedangkan yang lain sudah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.


"Sini," ucap Rista mengambil alih buku gambar milik gadis kecil itu.


Satu persatu Rista cek dan ajarin gambar yang berbeda dan mereka semua terlihat senang mendapat kan ilmu baru.


"Kaka kasih nilai kak," pinta mereka.


Rista mengangguk kecil dan memberikan komentar positif pada mereka semua yang berebutan menyodorkan hasil gambaran mereka pada Rista.


Sesekali Rista juga bercerita agar mereka tidak bosan.


Rista merasa senang, rasanya tidak buruk dan mereka terlihat menyenangkan.


Sedangkan Jeremy sedari tadi tak pernah melunturkan senyum nya saat melihat interaksi Rista dengan anak-anak itu.


"Pacar kamu ya," ucap ibu panti yang ikut memperhatikan Rista.


"Iya Bu, cantik banget dia," ucap Jeremy tanpa mengalihkan pandangan nya.


Bu panti tersenyum kecil melihat Jeremy yang tengah kasmaran itu.


"Kenapa baru membawa nya kemari nak?" tanya ibu panti.


"Aku membutuhkan waktu yang tepat dan sekarang lah waktu nya,' jawab Jeremy.


Ibu panti mengangguk kecil. "Ibu berdoa semoga kalian selalu baik-baik saja dan hubungan nya berjalan lancar," doa ibu panti.


Dia bisa merasakan betapa Jeremy menyukai gadis itu, terlihat dari mata Jeremy yang memandang nya dengan begitu dalam nya.


"Aminnn, aku juga berharap seperti itu Bu," balas Jeremy yang membayang kan masa depan nya dengan Rista yang akan begitu membahagiakan.


"Bagaimana dengan anak-anak Bu, maaf baru sempat kemari lagi," ucap Jeremy.


"Semuanya sangat baik Jer, terimakasih sudah membantu panti ini, ibu tidak tau bagaimana jadi nya panti ini tanpa nak Jeremy," ucap ibu panti berterimakasih.


Tak ada yangd aost diberikan nya selalu. terimakasih dan doa untuk pria itu. Sungguh dia merasa sangat bersyukur karena Jeremy begitu peduli dan Jeremy adalah donatur terbesar dalam panti asuhan tersebut.


"Baguslah jika semua nya aman ,aku berharap mereka bisa menggapai apa yang mereka cita-citakan," ucap Jeremy.


Ibu panti tersenyum haru, Jeremy benar-benar memfasilitasi kebutuhan pendidikan anak panti juga.


Pria itu pernah juga membuat rencana untuk mendirikan sekolah agar mereka yang belum mampu bersekolah bisa menimba pendidikan dengan gratis.


Sungguh impian yang begitu hebat. Mendengar nya saja membuat hati ibu panti merasa hangat dan selain kagum dengan Jeremy.


"Aku kesana dulu ya Bu," ucap Jeremy yang ingin menghampiri sang kekasih.


Ibu panti mengangguk kecil sambil memperhatikan anak - anak lani nya.


"Wahh, pada ngapain nih kayaknya seru banget deh, kak jer bisa ikut gabung gak nih," ucap Jeremy menghampiri mereka.


"Boleh dong," seru mereka.


"Ka Jer, Kaka cantik ajarin kami buat gambar, liat deh," ucap anak-anak dengan antusias.


"Bagus banget," respon Jeremy tersenyum lembut .


"Lanjutin lagi gih," ucap Jeremy.


Pria itu kini mengalihkan pandangan nya ke arah sangat kekasih.


"Gimana? how do you feel?" tanya Jeremy.


"Not bad, aku mau kesini lagi nanti boleh kan," harap Rista.


"Tentu saja, kenapa tidak?" balas Jeremy yang malah sangat senang dengan permintaan Rista.


TBC