Baby Girl

Baby Girl
S2~33



Jam kerjapun berakhir, Reynand membereskan berkas-berkasnya hingga membuat meja itu rapih kembali, dia tak lupa mematikan laptopnya juga.


Seperti biasa Reynand selalu mengerjakan pekerjaannya dengan cepat, berbeda dengan Reva yang suka mengeluh jika mengerjakan pekerjaanya.


Reynand melihat ke arah sofa, dia melihat sang kekasih sedang tidur terlelap dengan posisi meringkuk seperti bayi.


"Aku lelah bekerja, dia malah asik-asikan tidur begitu" ucap Reynand menggelengkan kepalanya sambil melihat ke arah Reva yang terlelap.


Reynand beranjak dari kursinya, lalu berjalan menuju ke sofa mendekati Reva.


"Sayang, bangun sudah sore" panggil Reynand lembut sambil mengusap pipi Reva.


"Lima menit lagi mama" lirih Reva sambil tetap memejamkan matanya.


"Aku kekasihmu sayang, bukan mamamu" sahut Reynand sambil menusuk nusuk pipi Reva.


Reva yang merasa terusik pun akhirnya membuka matanya.


"Ada apa? aku masih ngantuk honey" tanya Reva dengan suara khas bangun tidur.


"Cepatlah bangun, malam ini kau temani aku datang ke acara gala diner yang di adain oleh rekan bisnisku" pinta Reynand.


"Kenapa kamu baru bilang sekarang honey, aku tidak membawa gaun untuk datang ke acara tersebut, masak iya aku pakai pakaian seperti ini" protes Reva seolah sudah tak lagi merasakan ngantuk, sambil medudukan tubuhnya di sofa.


Reynand terkekeh melihat wajah kesal wanitanya itu, bukan baru ngomong tapi emang tadi dirinya sempat lupa kalau ada undangan gala diner dari rekan bisnisnya, dia harus mewakili daddy nya untuk datang ke acara tersebut sebagai perwakilan dari perusahaan Addison.


"Kau tenang saja, aku ini tak kekurangan uang hanya untuk membelikan satu gaun untuk mu untuk pergi ke acara itu" sahut Reynand jumawa, membuat Reva kesal dan meninju bahu Reynand.


"Kalau begitu aku tak segan-segan menguras isi atm mu itu" cetus Reva sambil beranjak dari sofa yang tadi ia duduki.


"Kau mau kemana baby" tanya Reynand yang maaih duduk di sofa sambil melihat Reva yang sudah berdiri sambil menenteng tasnya.


"Reynand, jangan sampai aku tonjok muka kamu ya, tadi katanya ingin membelikanku gaun untuk ke pesta, dan sekarang kamu malah bertanya aku ingin kemana" omel Reva memarahi kekasihnya yang cengar cengir di sofa.


Reynand langsung berdiri sebelum wanitanya kembali mengoceh, bisa gawat kalau Reva sampai merajuk, nantinya akan sangat sulit di bujuk.


Reynand mendekati kekasihnya lalu menggandeng tangannua, mereka berdua keluar dari ruangan Reva sambil bergandengan tangan.


Banyak karyawan melihat mereka dengan tatapan iri, ingin rasanya mereka menggantikan posisi Reva sesaat, agar bisa merasakan di gandeng tangannya oleh Reynand.


Banyak kaum hawa yang mengidolakan wajah tampan Reynand. Jangankan untuk melihat mereka, bahkan untuk meliriknya saja Reynand tidak pernah.


"Buset kekasih non Reva cakep bener" cetus salah satu karyawan di kantor Dinata.


"Non Revanya saja spek bidadari, bagaimana mungkin kekasihnya tidak tampan" sahutnya.


"Yang kemaren mah lewat sama yang ini, woy" ucap karyawan lain ikut menyahuti.


"Pulang woy, ghibah mulu"


Akhirnya mereka membubarkan diri, ada yang pergi keparkiran kantor, ada juga yang peegi kedepan halte untuk menunggu angkutan umum.


Sedangkan mobil Reynand sudah meluncur menuju ke salah satu butik langganan mommy nya. Sampai di parkiran butik Reynand menghentikan laju mobilnya.


Reynand keluar mobil terlebih dahulu, lalu memutari mobilnya dan membuka pintu samping penumpang.


Ia mengulurkan tangannya kepada sang kekasih. Reva dengan senang hati menerima uluran tangan tersebut sambil keluar dari dalam mobil.


"Terima kasih honey" ucap Reva ketika sudah berada di samping mobil.


Reynnad membalasnya dengan mengangguk dan senyuman manis sambil menatap wanitanya penuh cinta.


Mereka berdua berjalan beriringan masuk kedalam butik, penjaga butik membukakan pintu untuk mereka dan menyapanya.


"Selamat malam tuan, nona, ada yang bisa kami bantu" sapa sang pelayan kepada mereka.


"Carikan gaun pesta model terbaru untuknya" sahut Reynand sambil menunjuk Reva.


Kini sang pelayan mengalihkan pandangannya menatap Reva.


"Mari nona ikut saya" ajaknya kepada Reva.


Reva menagngguk lalu mengikuti sang pelayan yang membawanya untuk memilih beberapa baju model terbaru sesuai permintaan Reynand.


Sedangkan Reynand duduk di kursi tunggu sambil memainkan poselnya.


Tampak Reva keluar dari kamar pas ingin menunjukkan pakaian yang ia kenakan kepada Reynand.


Kali ini Reva memakai dress warna putih tanpa lengan dengan tali spagetti yang bertengger di kedua bahunya.



"Honey" panggil Reva.


Reynand mendongak, matanya membulat melihat Reva yang memakai baju kurang bahan.


"Ganti, atau aku akan merobeknya sekarang juga" sebelum Reva bertanya, Reynand sudah lebih dulu menyuruhnya ganti, bahkan dia juga mengancamnya.


Tanpa protes Reva menghela nafas kembali ke kamar pas, untuk mencoba gaun yang berikutnya.


Reva keluar lagi dari dalam kamar pas, sambil memakai baju dengan motif bunga.



"Bagaimana dengan yang ini honey" tanya Reva.


Reynad tak langsung menjawab, ia menetap Reva degan intens, hal itu membuat Reva mendengus dan ingin menimpuk kepala kekasihnya itu.


"Bagus sih, tidak terbuka seperti tadi, tapi kenapa dia malah jadi seperti bocil ya" gumam Reynand lirih agar tak terdengar oleh Reva.


"Ganti, aku tak suka melihat modelnya" ucap Reynand.


Reva menghentakkan kakinya kembali berjalan memasuki kamar pas.


Reva mengganti gaun yang berikutnya, kali ini ia memakai dress panjang berwarna hitam motif bunga dengan lengan panjang juga.



"Honey bagaimana? jika yang ini kamu tidak setuju juga, maka aku akan memakai lingeri saja untuk hadir ke acara itu" tanya Reva sembari memberikan ancaman untuk Reynnad, ia sudah lelah bolak balik ke kamar pas untuk berganti baju.


Reynand tercengang mendengar ancaman kekasihnya itu, Reynand tak bisa membayangkan kekasihnya datang ke acara itu dengan memakai lingeri.


Pasti akan banyak pasang mata buaya yang menatap lapar melihat tubuh kekasihnya, Reynand tak rela jika tubuh wanitanya di tatap oleh para lelaki buaya di luaran sana.


"Yasudah kau pakai yang itu saja, meskipun aku tidak suka dengan modelnya yang transparan, tapi minimal tak terlalu terbuka bangetlah" ucap Reynand pasrah, dia tak punya pilihan lain selain menyetujuinya.


Reva tersenyum penuh kemenangan, tahu gitu dia mengancamnya sejak tadi, jadi dia tak perlu bolak balik berganti pakaian, pikir Reva.


Reynand ke kekasir untuk membayar dress yang di pakai Reva, dia juga menambahkan beberapa baju yang bagus menurutnya untuk Reva.


Sedangkan Reva di buat melongo ketika melihat seseorang wanita dan pria masuk kedalam butik dengan begitu mesra.


"Kenapa bisa" gumam Reva sambil melihat perempuan itu yang sedang mencium sang pria.


"Ada apa" tanya Reyanand yang sudah menyelesaikan pembayarannya.


"Lihatlah honey" sahut Reva yang sejak tadi pandangannya tak pernah lepas dari pasangan tersebut.


Bersambung


Happy reading guys 🙏


Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏