Baby Girl

Baby Girl
S2~86



Revisi


Sampai di rumah sakit Listy langsung di tangani oleh dokter.


Dokter memeriksa kandungan Listy serta kepala Listy yang terbentur.


Tak lama Reno di bantu dengan asistennya sampai di rumah sakit menyusul Listy.


Setelah cukup lama menunggu, dokterpun keluar dari ruangan Listy, Reno langsung menghampirinya.


"Gimana keadaan istri saya dok" tanya Reno mengaku sebagai suami Listy.


Dokter tak langsung menjawabnya, dia menatap Reno dengan tatapan yang rumit.


"Maaf, istri anda selamat tapi tidak dengan bayi yang ada di dalam kandungannya"


Deg


Seketika Reno mematung mendengar ucapan dokter, dia mencoba mencerna apa yang di katakan oleh dokter barusan.


"Maksud dokter istri saya keguguran" tanya Reno gagap.


"Iya" jawab dokter singkat.


Reno menundukkan kepalanya ,dia tak tahu harus senang atau sedih mendengar kabar ini.


Dia merasa sedih karena calon anaknya meninggal sebelum lahir kedunia. Tapi dia juga merasa bahagian karena dengan begitu dia tidak perlu menikahi Listy.


"Apa saya sudah bisa bertemu dengan istri saya" tanya Reno.


"Maaf, untuk saat ini pasien belum bisa di temui, pasien masih dalam kondisi terguncang mentalnya akibat kehilangan calon bayinya" sahut Dokter tak memperbolehkan Reno bertemu dengan Listy.


Reno mengangguk mengerti, dia tahu dengan perasaan Listy saat ini, dia juga pernah kehilangan seseorang yang dia sayangi jadi dia tahu apa yang di rasakan oleh Listy.


"Saya permisi" pamit dokter masuk kedalam ruangan Listy.


Sedangkam di ruangan Listy, dia sendang berbaring sambil mengelus perutnya ia bersyukur tidak terjadi sesuatu dengan kandungannya.


Dokter masuk keruangan Listy, membuat Listy mengalihkan perhatiannya.


"Bagaimana dok?" tanya Listy kepada dokter.


"Saya sudah mengatakan seperti apa yang anda katakan." jawab Dokter.


"Boleh saya meminjam ponsel anda? Saya ingin menghubungi teman saya" tanya Listy ingin meminjam posel kepada sang dokter.


Dokter memberikan ponsel miliknya kepada Listy, Listy tersenyum seraya menerima ponsel tersebut.


Ia mengirimkan pesan kepada temannya untuk menjemputnya di rumah sakit.


Setelah mengirimkan pesan kepada temannya dia mengembalikan ponsel tersebut kepada pemiliknya.


"Terima kasih" ucap Listy.


"Apa saya bisa keluar dari rumah sakit sekarang juga?" tanya Listy.


"Anda masih butuh perawatan nyonya, apalagi dengan kondisi kandungan anda yang saat ini masih lemah" sahut dokter.


"Apa anda tidak bisa memberi saya obat saja, saya benar-benar harus keluar dari rumah sakit ini sekarang juga" ucap Listy Kekeuh.


Dokter menghela nafas panjang, pasiennya terlalu keras kepala.


Listy ingin segera pergi dari rumah sakit ini untuk menghindari Reno, dia sudah memutuskan untuk pergi dari kehidupan Reno.


*Flasback On*


Saat tiba di rumah sakit dokter lansung mengecek kondisi Listy yang ternyata hanya mengalami luka ringan saja.


Doker juga memeriksa kandungan Listy, kandungan Listy selamat karena Listy berhasil melindungi perutnya dari benturan.


"Eughhh...." Listy tersadar, dia memegangi kepalanya yang terasa sakit.


Dia membuka matanya, dan langsung meraba perutnya dia merasa lega ketika perutnya masih membuncit, pertanda kalau kandungannya selamat dari kecelakaan yang baru saja ia alami.


"Anda sudah sadar nyonya" sapa dokter melihat Listy sudah membuka matanya.


"Bagaimana dengan kandungan saya dok? Apa kandungan saya baik-baik saja?" tanya Listy lirih.


"Kandungan anda baik-baik saja nyonya, tapi anda harus banyak beristirahat karena kondisi kandungan anda lemah." ucap Dokter.


"Boleh saya minta tolong dok" tanya Listy.


"Apa nyonya" tanya dokter.


"Saya mau minta tolong, kalau nanti ada yang bertanya tentang kandungan saya bilang saja kalau saya mengalami keguguran" pinta Listy dengan tatapan memohon.


"Termasuk suami anda" tanya dokter sambil megeryitkan dahinya.


"Iya termasuk suami saya" jawab Listy dengan senyum yang di paksakan.


Dokter bisa melihat kesedihan di mata Listy. Namun dia tak berani bertanya, dia tidak ingin ikut campur dalam urusan pribadi seseorang.


"Baiklah" jawab dokter.


"Terimakasih" ucap Listy.


*Flasback Off*


🍀🍀🍀🍀


Di luar ruangan Listy, Reno masih menunggu sambil menundukkan wajahnya.


"Maafkan aku yang tak pernah memperhatikanmu dan calon anak kita" lirih Reno.


Dia ingin segera menemui Listy untuk melihat keadaannya, namun sampai sekarang dokter masih belum mengijinkan masuk kedalam ruangan Listy.


Entah apa yang terjadi dengan Listy dirinya belum tahu, pasalnya sejak tiba di rumah sakit dia belum melihat Listy.


"Tuan lebih baik anda pukang, biar saya yang akan menjaga nona Listy di sini" ucap asisten Reno.


Dia merasa kasihan melihat bosnya itu.


"Tapi aku ingin melihat keadaan Listy terlebih dahulu" sahut Reno menolak untuk pulang.


"Tapi dokter belum mengijinkan kita masuk kedalam kamar nona Listy tuan, anda bisa kembali ke rumah sakit lagi besok, siapa tahu besok nona Listy sudah bisa di temui" bujuk Asisten Reno.


Setelah segala bujuk dan rayu yang di lakukan oleh asistennya, akhirnya Reno pun setuju untuk pulang lebih dulu.


Dia pulang bersama sopir, sedangkan asisten Reno masih duduk di depan ruangan Listy.


Tak lama dia merasakan perutnya terasa lapar, dia memutuskan untuk pergi kekantin terlebih dahulu untuk mengisi perutnya.


Setelah asisten Reno pergi kekantin, teman Lsity datang ke rumah sakit.


Dia langsung masuk ke ruang rawat Listy.


"Kamu kenapa lama sekali datangnya hah" kesal Listy ketika melihat temannya datang ke rumah sakit.


"Kamu pikir tidak macet apa, sudah untung aku mau kesini" sahut teman Listy yang bernama Niken.


"Nanti dulu berantemnya, lebih baik kamu bantu aku keluar dari rumah sakit ini" ucap Listy.


"Kalau untuk sekedar keluar dari rumah sakit kan kamu bisa minta tolong sama om Reno, kenapa kamu malah minta tolong sama aku" ucap Niken heran dengan temannya itu.


Kenapa repot-repot minta tolong kepadanya, kalau Reno juga memiliki banyak pembantu dan juga asisten, memangnya mereka tidak bisa di mintai tolong untuk menjemputnya, pikir Niken.


"Nanti aku ceritakan, lebih baik kamu sekarang bantu aku pergi dari rumah sakit ini dan sekaligus pergi dari kota ini juga" pinta Listy membuat Niken menghela nafas panjang.


Sebenarnya Niken paling malas membantu orang kabur-kabut seperti ini, secara tidak langsung dirinya ikut terlibat dalam permasalahan mereka.


"Kalau begitu cepat, mumpung di depan sepi" Ucap Niken yang sempat melihat di depan kamar Listy tidak ada orang sama sekali.


Listy mencabut infusnya begitu saja, hingga darah segar keluar dari tangannya, dia tak menghiraukan rasa sakit yang ada di tubunya.


Dengan pelan-pelan Listy turun dari brankar dengan di bantu oleh Niken.


Niken keluar lebih dulu melihat situasi yang ada di depan kamar Listy, ketika situasinya sepi Niken langsung mengajak Listy keluar dari kamarnya.


Mereka berdua pergi dari rumah sakit dengan menggunakan mobil milik Niken.


Bersambung


Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏


Happy reading guys🙏