Baby Girl

Baby Girl
S2~12



Usai sarapan pagi Brian dan Listy langsung pergi kekantor polisi, guna melakukan pelaporan atas kejadian kemarin.


Setelah melakukan BAP, Brian melakukan Visum sebagai barang bukti, tapi tak cukup di situ saja, Pihak berwajib masih meminta Brian untuk membawa saksi dan juga barang bukti yang lain untuk memperkuat proses hukum.


(Othor tidak bisa menulisnya dengan detail ya guys, takut salah, yang othor tahu ada uang semuanya beres😂)


"Kita harus kembali ke restoran kemarin honey, kita harus meminta pelayan di restoran tersebut untuk menjadi saksi dan juga kita harus meminta bukti rekaman CCTV ke pihak restoran" Ujar Listy setelah mereka berdua keluar dari kantor polisi.


"Kalau begitu lebih baik kita kesana sekarang, aku ingin melihat kehancuran tuan Arsen yang sombong itu" timpal Brian dengan senyum menyeringai.


Mereka berdua berjalan menuju ke parkiran mobilnya, tiba di parkiran mereka langsung masuk kedalam mobil.


Brian melajukan mobilnya meninggalkan kantor polisi dan bergegas menuju ke restoran kemarin yang menjadi tempat terjadinya perkara.


Hanya butuh waktu setengah jam Listy dan Brian sudah sampai di restoran tersebut.


Mereka berdua langsung keluar dari mobil, dan berjalan bersama masuk kedalam restoran itu dengan bergandengan mesra.


"Ada yang bisa saya bantu nona, tuan" sapa sang resepsionis restoran ketika Listy dan Brian menghampirinya.


"Kami datang kesini untuk meminta rekaman CCTV kemarin, kemarin kekasih saya di pukul oleh seseorang di restoran ini" sahut Listy to the point.


"Maaf nona, memangnya untuk kepentingan apa? karena kami tidak bisa memberikan bukti rekaman ke sembarang orang, karena itu menyangkut privasi pengunjung" ucap resepsionis.


"Kami ingin memintanya untuk kami jadikan barang bukti, tolong pihak restoran tidak mempersulit kami" ucap Listy kekeuh.


"Kami tidak bisa memberikannya begitu saja nona, semua ada prosedurnya." ucap sang resepsionis.


Restoran yang Listy datangi merupakan restoran bintang lima, jadi tidak mudah untuk pengunjung meminta rekaman cctv. Karena menyangkut privasi pengunjung.


Mereka bisa memperlihatkan rekaman CCTV, kalau ada surat perintah dari kepolisian, atau pihak kepolisian sendiri yang datang memintanya.


Itu pun pihak management tidak akan memperlihatkan semuanya, pihak management hanya akan memperlihatkan rekaman sesuai waktu kejadian saja.


"Kalau begitu panggilkan bos kalian" perintah Listy dengan nada memaksa.


"Maaf, bos kami tidak ada di tempat" kata sang resepsionis.


"Berapa yang ada minta, kami akan membayarnya, asal kami bisa mendapatkan rekaman tersebut" timpal Brian mencoba menyuap respsinonis itu.


"Maaf, maksud anda apa tuan" tanya Resepsionis.


"Maksud saya, kami akan membayarmu asal kamu bisa memberi kami rekaman itu, saya rasa kamu juga mengetahui kejadian kemarin" ucap Brian langsung tanpa basa basi.


Karyawan itu tersenyum tipis, sambil menggelengkan kepalanya.


"Maaf tuan, saya tidak membutuhkan uang itu, karna gaji saya di sini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup saya" tolak sang resepsionis dengan sopan.


Sang resepsionis tidak akan mempertaruhkan pekerjaannya, hanya karena menerima uang suap yang tak seberapa itu.


"Hubungi bos mu suruh datang kesini, atau aku akan membuat keributan di restoran ini" sentak Brian yang sudah hilang akal.


Brian dan Listy di buat kesal dengan kinerja resepsionis itu, menurut mereka resepsinonis itu terlalu jujur dan terlalu loyal dengan pekerjaanya.


Sang resepsionis menghela nafas sabar, lalu mau tidak mau dia menghubungi bosnya.


Sang resepsionis menekan nomor telpon menghubungi bosnya.


"Hallo selamat siang bu, maaf saya menganggu " sapa sang resepsionis ketika panggilannya terhubung.


"........"


"Ada salah satu pengunjung yang ingin bertemu dengan ibu, mereka mendesak ingin meminta rekaman cctv di restoran kita."


"......"


"Baik bu"


Setelah itu pihak resepsionis mematikan panggilannya.


"Cih, dasar sok sibuk" decih Listy kesal


Sang resepsionis memutar bola matanya malas, karena melihat sikap Listy yang telihat sombong dan angkuh.


Dengan perasaan jengkel akhirnya Listy dan Brian pergi meninggalkan restoran tersebut, besok dia akan kembali lagi dan ingin tahu siapa pemilik restoran itu.


...****************...


Di tempat lain, lebih tepatnya di rumah Dewi, dia sedang melihat rekaman CCTV restoran milik Alisya yang ia kelola, dia mempunyai akses untuk melihat rekaman tersebut, jadi setelah mendapat panggilan dari karyawannya ia bisa langsung membuka rekaman CCTV yang ada di restorannya.


Ya... Restoran tempat kejadian perkara kemarin merupakan cabang restoran milik Alisya yang di kelola oleh Dewi, hanya sesekali Alisya datang ke restoran untuk mengecek semua laporan keuangan saja. selebihnya Dewi yang mengurusnya.


Karena tidak sabar Dewi mempercepat rekaman videonya hingga layar laptopnya menunjukkan kalau Rachel sedang memukul Brian.


"Bukankah ini kekasih Reva? lalu kenapa Rachel memukulnya.


"Eh siapa wanita itu, kenapa dia membela kekasih Reva?, sepertinya aku harus membicarakan ini dulu sama tuan Arsen, aku tak inin gegabah dalam mengurus masalah ini." ucap Dewi kepada dirinya sendiri.


Dewi mematikan laptopnya lalu memasukannya kedalam tas, sstelah itu ia mengganti pakaiannya untuk pergi ke perusahaan Global Group, ia berharap bisa bertemu langsung dengan Arsen di perusahaannya.


Usai mengganti baju dan merias wajahya dengan sedikit make up, Dewi langsung meluncur ke perusahaan Arsen dengan menggunakan taksi yang sudah ia pesan sebelumnya, karena ia lagi malas menyetir.


Setibanya di gedung Global Group Dewi langsung menuju ke meja resepsionis.


"Siang mbak, pak Nino nya ada tidak?" tanya Dewi sopan, dia lebih dulu menemui suaminya yang notabennya asisten Arsen.


"Ada nyonya, nyonya bisa langsung menuju ke ruangannya saja" sahut sang resepsionis yang sudah mengenal Dewi.


"Terima kasih" ucap Dewi dan pamit menuju ke ruangan suaminya.


Dewi menaiki lift menuju ke lantai atas.


Ting


Lift sampai di lantai atas khusus ruangan petinggi perusahaan.


Dewi keluar dari lift lalu berjalan menuju ke ruangan suaminya.


Tok


Tok


Tok


"Masuk" suara teriakan seseorang dari dalam ruangan.


Ceklek....pintu ruangan di buka oleh Dewi.


Nino mendongakkan wajahnya karena penasaran dengan seseornag yang datang ke ruangannya.


"Loh, kamu kesini sayang" ucap Nino kaget dan beranjak dari tempat duduknya menghampiri sang istri.


"Apa kamu tidak menyukainya kalau aku kesini hmmm" sahut Dewi pura-pura merajuk.


Setelah jaraknya dekat Nino langsung merengkuh pinggang istrinya, lalu mencium singkat bibir istrinya.


"Bukan begitu, aku hanya kaget saja denagn kedatanganmu yang tiba-tiba" kata Nino sambil mengusap bibir basah istrinya.


"Aku ada perlu dengan tuan Arsen, apa dia ada di sini sayang" tanya Dewi.


"Tumben, ada apa kamu mau menemui tuan Arsen" tanya Nino penuh selidik.


Dewi memukul dada suaminya kesal, pasti suaminya itu sedang mencurigainya.


"Ada sesuati yang ingin aku bicarakan dengannya" kata Dewi jujur.


Bersambung