Baby Girl

Baby Girl
BAB 44



Setelah selesai mengakhiri panggilannya dengan Alisya, Arsen turun ke bawah menemui bundanya yang sedang di ruang keluarga.


Arsen akan membicarakan sesuatu bersama bundanya supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi.


"Reva mana Boy" tanya Belinda yang melihat Arsen menghampirinya.


"Setelah telpon Alisya Reva langsung tidur bund" jawab Arsen sambil mendudukan bokong di sofa kosong di hadapan bundanya.


"Sebenarnya apa yang belum bunda ketahui Ar, jangan sembunyikan masalah ini dari bunda, bunda perlu tahu masalah ini supaya kedepan nya bunda lebih bisa berhati hati lagi kalau sedang membawa Reva" cecar Belinda.


Arsen menghela nafas panjang lalu menjawab pertanyaan yang di lontarkan bundanya.


"Reva sebenarnya anak dari putra sulung keluarga Dinata bund" jawab Arsen menundukkan wajahnya.


Belinda menutup mulutnya dengan tangan karena Shock mendengar pernyataan dari putranya, Belinda tak menyangka ternyata Reva cucu dari rival nya.


"Apa kamu yakin Ar?, sejak kapan kamu mengetahuinya" Tanya Belinda setelah mampu menguasai keterkejutan nya.


"Arsen sudah tahu dari pertama kali bertemu Reva bund, Arsen ketemu Reva di taman Restoran milik Alisya waktu itu Arsen mau makan siang, namun tak sengaja Arsen melihat Reva yang sedang duduk termenung di taman itu. Arsen yang penasran akhirnya mendekatinya dan bertanya kepadanya ,akhirnya ia menceritakan semua keresahan yang ada di hatinya, ia bilang kalau dirinya suka di dejek temanya di sekolah, bahkan kata Alisya dia tak mempunyai teman selain Reynand bund. Dari situ akhirnya Arsen menyuruh Nino untuk mencari tahu tentang semua masa lalu Alisya" terang Arsen dengan raut wajah sedih jika harus menceritakan kisah tentang Reva.


Belinda menitihkan air matanya mendengar cerita Arsen.


"Apa Alisya mantan kekasih putra Dinata itu nak" tanya Belinda.


"Bukan, Alisya hanya korban kebiadaban putra sulung Dinata itu bund, Alisya di jadikan taruhan oleh dia dengan teman-teman nya," tegas Arsen yang tak terima dengan pertanyaan bundanya.


"Memang apa salah Alisya, yang bunda tahu Alisya anak nya kalem gak neko-neko" tanya Belinda lagi yang penasaran, dia merasa perlu tahu tentang masa lalu calon menantunya itu, biar Belinda bisa mengantisipasinya.


Arsen meraup mukanya kasar, lalu berkata. "Karena Alisya gadis miskin dan yatim piatu bund, makanya mereka memperlakukan Alisya seperti itu, mereka berpikir Alisya tak akan mampu melawan kekuasaan mereka. Putra Dinata tak mau bertanggung jawab dan menyebabkan Alisya di Do dari kampusnya.


"Setelah itu Alisya memilih pergi ke bandung untuk memulai hidup barunya dengan membesarkan Reva seorang diri, karena kecerdasan Alisya hanya bermodal pesangon dari cafe tempat ia kerja dan sedikit tabunganya, akhirnya Alisya mampu mendirikan usahanya seperti sekarang" ucap Arsen menceritakan semuanya ke bundanya, Arsen tak mau menjadi masalah di kemudian hari.


"Berat sekali perjalanan hidup Alisya, jika bunda yang di posisi seperti itu mungkin bunda sudah bunuh diri, jaga Reva nak lindungi dia dari kekejaman keluarga Dinata" sahut Belinda seraya mengingatkan putranya.


Mereka terus mengobrol hingga Arsen memutuskan kembali ke kamarnya, ia lupa kalau Reva ada di kamarnya. ia tak sadar meninggalkan Reva terlalu lama.


*


*


*


Sedangkan di rumah Dinata Siska heboh ketika memasuki rumah nya, ia berteriak mencari keberadaan suaminya.


"kenapa teriak-teriak mom" tanya David.


"Dad, mommy dudah mendapatkan rambut gadis kecil itu, tadi mommy ketemu dia pas di acara arisan sosialita mommy" jawab Siska sambil menunjukan sample rambut Reva yang ada di plastik.


"Hah, bagaimana bisa" tanya David tak percaya, setahu David begitu sulit mendekati gadis kecil itu.


"Tapi Dad ada yang aneh, Tadi jeng Belinda memperkenalkan gadis kecil itu sebagai cucunya, yang mommy tahu anak jeng Belinda cuma satu yaitu seorang putra" ucap Siska.


"Kita akan mengetahuinya nanti mom, kita besok lakukan test DNA dulu dengan menggunakan rambut itu" sahut David yang tak perduli dengan cara apa istrinya itu bisa mendapatkan rambut gadis kecil itu.


"Lalu bagaimana jika itu benar Dad, apa reaksi Viona jiia Erik tahu sudah punya anak dari perempuan lain" tanya Siska yang menghawatirkan pertunangan Erik dan Viona gagal karena maslah ini.


"Tidak akan terjadi sesuatu mom, kita akan merahasiakan ini semua dan kita akan membungkam perempuan itu supaya tidak berani bersuara nantinya" jawab David.


"Istirahatlah, besok kita akan ke rumah sakit unutuk test DNA" titah David. Siska mengangguk lalu melangkah menuju kamarnya.


Pagi-pagi sekali Siska sudah bangun, seperrinya dia sudah tidak sabar lagi untuk pergi ke rumah sakit melakukan tes DNA.


Siska masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sedangkan Aldrik dan sang istri sudah duduk di meja makan dengan pakaian yang sudah rapih.


"Kamu mau kemana pagi-pagi seperti ini sudah rapih nak" tanya Aldrik setelah melihat Siska kembali ke meja makan.


"Siska mau ke rumah sakit bersama David dad" jawab Siska singkat.


sebenarnya Siska tidak terlalu suka dengan keberadaan Aldrik di rumahnya. Karena dia akan sering menekan suaminya terutama Erik, ia selalu menyuruh Erik untuk selalu mengikuti kemauannya.


"Memangnya siapa yang sakit" tanya Aldrik memicingkan matanya menatap Siska.


"Siska akan melakukan tes DNA Dad, karena Siska semalam sudah mendapatkan sample rambut gadis kecil itu" jawab Siska.


"Bagus, lakukan dengan rapih supaya Viona tidak mengetahuinya" sahut Aldrik, Siska mengangguk tanda mengerti.


Tak lama David dan Erik turun dari tangga, ia melihat istri serta orang tuanya sudah berada di meja makan terlebih dahulu.


"Pagi mom Dad" sapa David dan Erik kemudian mencium pelipis istrinya.


"Pagi son, duduklah, kita akan sarapan terlebih dahulu." ucap Aldrik.


Mereka makan dengan tenang, Aldrik tak suka jika ada yang berbicara ketika sedang makan.


Akhirnya makanan mereka pun habis, Erik pamit ke kantornya terlebih dahulu karena hari ini dia akan berkunjung ke Global Group untuk menawarkan kerja sama.


Sedangkan David dan Siska langsung meluncur ke rumah sakit.


Tiba di rumah sakit, keduanya langsung menemui dokter.


"Selamat pagi tuan" sapa dokter ketika David dan Siska sudah memasuki ruangannya.


"Saya ingin melakukan tes DNA dok" ucap David to the point.


"Mana samplenya tuan" pinta dokter. David pun menyodorkan sample rambut Reva dan Erik yang sebelumnya udah ia ambil.


"Kapan hasilnya akan keluar dok" kini giliran Siska yang bertanya.


"Hasilnya akan keluar 2-4 minggu nyonya" jawab dokter.


"Apakah tidak bisa di percepat" tanya Siska.


"Tidak nyonya, hasilnya akan lebih cepat keluar jika anda menggunakan sample darah" jawab dokter.


Siska terdiam, tidak mungkin dia mengambil darah Reva, mengambil rambutnya saja ia sudah dapat tamparan dari Belinda.


"Baiklah, kita akan sabar menunggu" jawab Siska.


"Jika hasilnya sudah keluar pihak kami akan menghubungi kalian" ucap dokter. Siska mengangguk


Siska dan David pamit keluar dari ruangan dokter tersebut dan pergi meninggalkan rumah sakit.


Bersambung


Jangan lupa


Like


Koment


Vote


Happy reading All🙏