Baby Girl

Baby Girl
S2~47



Gavin menghentikan motornya didepan rumah mewah yang sesuai di tunjukan oleh Aruna. Keluarlah wanita paruh baya yang kemungkinan besar itu ibunya Aruna.


"Aruna kamu di anterin siapa sayang" tanya bunda Aruna.


"Aluna di antal kak Gavin bun" sahut Aruna sambil melebarkan senyumnya menatap wajah bundanya.


Bunda Aruna kini mengalihkan pandangannya menatap Gavin.


"Terima kasih nak, udah mau anterin Aruna" ucap bunda Aruna.


"Iya ibu meltua, sekalang Gavin pulang dulu ya" sahut Gavin membuat kembar melongo.


Ravin dan Revan acungi keberanian Gavin yang sudah berani memanggil ibu Aruna ibu mertua.


Sedangkan ibu Aruna hanya mengulum senyum mendengar sebutan Gavin untuk dirinya.


"Iya hati-hati" ucap bunda Aruna.


Gavin pun akhirnya meninggalakan rumah Aruna, Reva dan Ravin mengikuti motor Gavin dari belakang hingga motor mereka berdua masuk ke pekarangan rumah.


Di sana sudah terlihat Alisya, Rachel dan juga Arsen yang sepertinya baru saja pulang kerja, karena pria itu masih menggunakan stelan jas nya lengkap.


"Aduhhh... bahaya ini, papa sudah pulang juga telnyata" lirih Gavin sambil memarkirkan motornya.


Revan dan Ravin menahan senyum melihat adiknya yang seperti sedang ketakutan.


"Darimana saja kamu" tegas Arsen kepada Gavin sambil berkacak pinggang menatap putranya.


"Gavin habis belmain di taman papa" jawab Gavin sambil menundukkan kepalanya.


"Lalu kenapa kamu tidak ijin dulu sama mama, mamanya nangis cariin Gavin di kiranya Gavin hilang" ucap Arsen memberitahu putranya kalau mamanya mengkhawatirkannya.


Gavin mengangkat kepalanya menatap mata sembab mamanya.


"Maaf mama, Gavin takut mama tidak ijinkan Gavin main keluar" ucap Gavin kepada sang mama.


"Bohong itu ma, Ravin tadi sama Reva temuin dia sedang makan es krim sama cewek" timpal Ravin mengompori mamanya.


"Benar ma, tadi dia juga ngboncengin cewek itu sampai rumahnya" mereka berdua semakin menyudutkan Gavin.


Gavin melototi kedua kakaknya seolah meminta kakaknya untuk diam, tapi Revan sama Ravin justru cengengesan mengejek Gavin yang wajahnya sudah merah padam.


"Dasal nda ada otakna, bukanna bantuin adikna malah ngompolin mama, habislah ini di malahin mama" batin Gavin.


"Benar begitu Gavin, mama di sini khawatir nyari kamu kemana mana, kamu yang di cari malah asik makan es klim sama anak gadis orang. Ngutang siapa lagi kamu buat jajanin anak orang hah" Alisya benar-benar di buat geram dengan tingkah Gavin.


Dulu Reva yang suka ngutang sama Reynand, sekarang giliran Gavin yang suka ngutang, benar-benar anak ini duplikatnya Reva banget.


Alisya suka di buat pusing dengan sikan random Gavin.


"Ngutang paman Deden tadi sepuluh libu mama" sahut Gavin sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Ingin rasanya Arsen menertawakan putranya, tapi ia takut di sembur istrinya. Arswn salut dengan putranyacuma pegang uang sepuluh ribu aja sudah berani jajanin anak orang.


"Bayar sendiri utangnya mama ngga mau bayarin, dan malam ini kamu tidak akan mendapatkan jatah susu" tegas Alisya setelah itu masuk kedalam rumahnya.


Gavin menatap wajah papanya dengan tatapan memelas, dia tidak bisa kalau tidak minum susu.


"Kali ini papa ngga bisa bantu kamu, kamu bujuk mama sendiri aja" ucap Arsen angkat tangan, dia takut kena imbasnya nanti malah dirinya yang kena hukuman tidur di luar.


Lalu Gavin kembali menatap Rachel, ia berharap kakaknya bisa menolongnya.


"Kak Rachel ngga mau ikut-ikutan" setelah itu Rachel ikut menyusul mamanya masuk kedalm rumah.


"Yang sabar cil, anggap aja ini ujian" ucap Ravin sambil menepuk bahu Gavin.


"Ingat, cinta tak selamanya indah dek, jadi sabar aja" ucap Revan sambil melewati Gavin masuk kedalam rumah.


Ingin rasanya Gavin melemparkan sandal ke kepala kakanya.


Dengan langkah gontai akhirnya Gavin ikut mausk kedalam rumah.Dia naik ke lantai atas menuju ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.


*


Sedangkan di tempat lain Reva sedang berkumpul bersama keluarga Dinata. Siska baru saja tiba di rumah Erik bersama sang kakek yang setia menemani mantan istrinya itu.


"Assalamualaikum... " ucap David ketika masuk kedalam rumah Erik sambil mendorong kursi roda sang mantan istri.


"Waalaikumsalam.." sahut mereka semua kompak.


David tersenyum senang melihat anak cucunya berkumpul menyambut kepulangan dirinya dan juga Siska, tiba-tiba David mengingat kedua orang tuanya yang sudah lebih dulu di panggil sama Tuhan.


Tapi David bersyukur masih memiliki anak dan cucunya yang selalu menemaninya hingga sekarang.


"Selamat datang nenek, selamat datang kakek" ucap ketiga cucu David yang tak lain Ethan, Reva dan juga Bara.


Mereka bertiga berjalan menghampiri Siska yang sejak tadi hanya diam seperti orang bingung.


"Nenek akhirnya pulang juga, Reva kangen sama nenek" ucap Reva sambil memeluk Siska sesaat.


Siska menangkup wajah Reva sambil terua memandanginya.


Di rabanya dari Alis, mata hingga ke pipi Reva lalu Siska tersenyum tipis hingga tak ada satu orang oun yang menyadari kalau Siska tersenyum, ia seolah ingin mengabadikan wajah sang cucu yang dulu pernah ia sakiti.


"Biarkan nenek istirahat dulu sayang" ucap David.


"Baiklah kek" ucap Reva sambil mencoba melepaskan tangan Siska yang masih mengusap pipinya, namun di tolak oleh Siska.


Kini Siska malah memgangi tangan Reva denagn begitu erat seolah tak ingin berpisah darinya.


"Tenanglah nek, Reva tak akan pergi kemana-mana Reva akan tetap di sini menemani nenek" ucap Reva sambil mengusap lengan neneknya dengan begitu lembut.


Seolah mengerti Siska pun mengangguk lalu melepaskan tangan cucunya.


"Biar Reva yang antar nenek kekamar kek" pinta Reva lalu David membiarkan cucunya mengambil kursi roda Siska.


Reva mendorong Siska menuju kekamar tamu yang sudah di siapkan Erik untuk mommy nya.


Dari tadi Erik selalu memperhatikan putrinya, ia takut tiba-tiba mommynya mengamuk dan menyerang Reva.


Namun Erik merasa lega ketika melihat mommy nya yang begitu tenang dan tak mengamuk.


"Papi, tolong bantu nenek naik ke atas ranjangnya, Reva tidak kuat" pinta Reva dengan tatapan memelas.


Erik terkekeh sambil mengusap puncak kepala putrinya.


"Baiklah, papi akan membantumu sayang" ucap Erik.


Lalu mencoba meminta sang mommy untuk berdiri dari kursi rodanya namun Siska masih saja bergeming tak mengindahkan perintah Erik.


Erik menghela nafas lalu mengangkat momny nya dan merebahkannya di atas ranjang. pantas saja tadi putrinya minta tolong, ternyata mommynya diam aja.


"Terima kasih papi"


"Sama-sama sayang"


Reva menyelimuti Siska dan mengusap usap tangan Siska supaya neneknya cepat terlelap.


Erik di buat terharu dengan tingkah putrinya yang begitu tulus merawat mommy nya.


"Papi bangga memiliki putri seperti kamu sayang, mama mu berhasil mendidikmu menjadi orang yang baik dan begitu dewasa dalam menyikapi sebuah masalah" ucap Erik dalam hati, ia juga berterima kasih kepada Alisya yang sudah berhasil mendidik putrinya.


Bersambung


Banyak like dan koment, othor bakal up 2bab lagi nanti.


Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏


Happy reading guys🙏