Baby Girl

Baby Girl
BAB 56



Lanjut sunah rasul guys๐Ÿ˜‚


...****************...


Pagi hari suara kicauan burung membangunkan Arsen dari tidur lelapnya. Arsen perlahan membuka matanya. Pagi ini berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya. Pagi ini hal pertama yang ia lihat ketika membuka mata adalah wajah cantik Alisya, perempuan yang baru kemarin ia nikahi.


"Eunghh...." lenguh Alisya ketika jari nakal Arsen bermain di bi bir nya. Lalu Arsen mengec*pi bi bir Alisya


"Morning kiss baby" Arsen dengan suara serak khas bangun tidur berbisik di telinga Alisya. Membuat tidur Alisya terganggu karena ulah Arsen.


"Eughhh... Jangan menggangguku honey" gumamnya seraya membalikan tubuhnya membelakangi Arsen. Alisya masih sangat mengantuk karena semalam Arsen menggempurnya berkali-kali, Alisya hanya di kasih waktu istirahat sebentar saja. Hingga pagi menjelang barulah Arsen melepaskan istrinya.


Arsen tertawa kecil melihat istrinya tengah merajuk, dengan seringai mesumnya Arsen memeluk tubuh polos Alisya dari belakang.


Tangan Arsen mengusap usap perut rata Alisya, setelah itu naik ke bagian atas tubuh Alisya.


"Arsen..." protes Alisya meronta karena merasakan ada benda keras yang menu suk nu suk punggung nya.


"Aku mau lagi baby" ucap Arsen dengan suara berat yang sudah di penuhi kabut ga*rah, sambil bi birnya mengec*pi punggung polos istrinya, sedangkan tangan kanan nya sudah mer*mas beda kenyal mi lik Alisya. Kini bi bir Arsen berpindah menji*ati kuping Alisya, membuat Alisya menggeliat.


"Ahhh...kan semalam sudah honey" ucap Alisya sambil men de sah akibat permainan nakal bi bir dan tangan Arsen di tubuhnya.


"Sebentar saja baby, kali ini biar aku yang bekerja kau tinggal nikmati saja hmm" ucap Arsen seraya menarik tubuh Alisya hingga posisi tubuh Alisya terlentang di atas kasur.


Arsen langsung mengukung tubuh Alisya, lalu meraup bi bir Alisya dengan rakus dan sedikit menuntut.


Tangan Arsen merayap hingga ke bagian bawah tubuh Alisya. Arsen tersenyum licik, ternyata mi lik istrinya sudah sangat ba sah.


"Mi lik mu sudah ba sah baby" goda Arsen. Membuat wajah Alisya merona. Tak bisa di pungkiri kalau permainan tangan Arsen membuat ga*rah nya membuncah.


Dengan sekali hentakan tubuh mereka sudah menyatu, adik kecil Arsen sudah masuk ke dalam li yang istrinya itu.


"Ahhh" de sah mereka berdua.


Pagi hari ini kamar Arsen di penuhi dengan suara de sahan mereka berdua.


"Tubuhmu membuatku candu baby" racau Arsen sambil memaju mundurkan adik kecilnya di li yang Alisya.


Alisya menggerakan pinggulnya seirama dengan permainan Arsen. Tak lama Arsen melepas mi lik nya dari liyang Alisya


Arsen membalikkan tubuh Alisya hingga posisi Alisya me nung ging membelakanginya. Tangan Alisya berpegang pada headboard ranjang.


Arsen memukul bokong Alisya yang bulat dan padat.


"Auww...." pekik Alisya.


Arsen dengan sengaja memgesek-gesekan adik kecil nya di pa*tat Alisya.


"Masukan honey" pinta Alisya yang sudah tidak tahan.


"Sesuai keinginanmu baby" sahut Arsen.


Blesshhh... Arsen memasukan adik kecilnya dari belakang. Ia menggerakan pinggulnya maju mundur cantik seperti syahrini.


"Ahh..Ahhh faster honey, please" racau Alisya.


Arsen menuruti keinginan istrinya, Arsen terus me mom pa tubuh Alisya dari belakang, sedangkan tangannya sibuk me*emas kedua bukit kembar mi lik Alisya yang bergerak seirama dengan gerakan Arsen.


Arsen mempercepat permainannya, hingga tak lama mereka berdua menjerit.


"Akhhhh" jerit mereka berdua ketika Arsen sudah mengeluarkan lavanya di dalam li yang Alisya.


Tak lama suara pintu kamar di ketuk dari luar


Tok


Tok


Tok


"Sayang, bangunlah kalian dari pagi belum sarapan" teriak Belinda dari luar kamar. Pasalnya sudah hampir jam sepuluh sepasang pengantin baru itu tak kunjung keluar untuk sarapan.


Alisya langsung bangkit dari tempat tidur, setelah itu ia berlari menuju kamar mandi.


"Honey tung.." teriak Arsen tertahan.


Brakk


Pintu kamar mandi sudah di tutup Alisya dari dalam. Arsen terlonjak kaget karena hampir saja wajahnya kena pintu kamar mandi.


*


*


*


Sedangkan di kantor Dinata Erik sedang fokus mengerjakam pekerjaannya, ia bersyukur perusahaan Dinata sudah mulai bangkit kembali, namun belum stabil seperti dulu, setelah mendapat suntikan dana dari perusahaan Arsen dan juga perusahaan Hendrawan.


Tak lama David masuk kedalam ruangan putranya.


"Bagaimana son" tanya David.


"Tak masalah Dad, perusahaan kita sudah mulai bangkit lagi, tapi kita harus tetap terus berusaha untuk membuat perusahaan Dinata stabil seperti dulu." jawab Erik dengan senyum sumringah.


"Oh ya, Daddy sudah melakukan tes DNA antara kamu dengan gadis kecil itu, minggu depan kemungkinan hasilnya akan keluar" ucap David.


"Serius Dad" tanya Erik kaget dengan matanya yang membola. Pasal nya ia tak mengetahui kalau Daddy nya ternyata sudah melakukan test sebelumnya. David mengangguk.


"Apapun hasilnya nanti, daddy berharap kamu bisa menjaga rahasia ini dari Viona, jangan sampai Viona kembali menarik dana investasinya dari perusahaan kita, tunggu hingga perusahaan Dinata stabil terlebih dahulu, setelah itu Daddy tidak akan lagi ikut campur masalah kamu dengan Viona." ucap David memberi peringatan kepada Erik.


"Jangan sekali-sekali kamu menemui gadis kecil itu beserta ibunya, biarkan Daddy dan opa yang akan mengurus mereka" imbuhnya. Erik menghela nafas kasar.


Pasal nya Erik sedikit penasaran tentang Alisya setelah pertemuannya kemarin, wanita yang dulu ia buang kini merubah dirinya menjadi sangat cantik.


"Baik Dad" jawab Erik seraya menarik nafasnya dalam-dalam.


Setelah memperingati putranya David keluar dari ruangan Erik.


Pokoknya untuk saat ini David berharap kalau putranya itu bisa menjaga sikap, ia tak mau kalau Viona mencurigainya. David tahu kalau Viona bukan wanita yang bodoh.


Padahal dulu ketika Alisya meminta pertanggung jawaban kepada Erik di situ ada Viona dan juga kedua sahabat Erik itu, namun pada saat itu Viona masih belum mengerti situasinya. Dan hingga sekarang juga belum ada perempuan yang meminta pertanggung jawaban ke pada keluarga Dinata.


Menjelang makan Siang Erik keluar dari kantor Dinata, ia pergi ke restoran karena sudah berjanji dengan kedua sahabatnya.


"Maaf, aku baru datang" sapa Erik setelah sampai di reatoran tersebut. Dia melihat Irfan dan Andra sudah datang terlebih dahulu.


"Tak masalah, kami juga baru datang" sahut Andra mewakili.


"Oh ya bro, aku ingin memberi kalian undangan pernikahanku dengan laras (tunangan Irfan)" ucap Irfan seraya memberi dua undangan kepada mereka.


"What? Kenaoa kau tiba-tiba mau menikah" pekik Andra tak percaya. tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba temannya itu memberi undangan pernikahan.


"Sorry bro, Laras sudah hamil anak ku, aku tak bisa menahannya" jawab Irfan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Berasambung


Happy reading guys๐Ÿ™


Jangan lupa


Like


Koment


Vote


Jangan lupa masukkan ke dalam favorit agar mendapatkan notif dari othor ketika up bab baru๐Ÿ™


Terima kasih buat para readers yang sudah mendukung karya othor๐Ÿ™๐Ÿ’•๐Ÿ’•