Baby Girl

Baby Girl
BAB 68



"Baby, apa kamu tak mau melanjutkan kuliahmu hmm" tanya Arsen hati-hati supaya istrinya itu tidak tersinggung.


Setelah membuat Arsen junior, sepasang suami istri itu mengobrol sambil berpelukan di bawah selimut dengan tubuh yang masih polos.


"Apa kamu malu honey" tanya Alisya.mendongakkan wajahnya.


Arsen menge*up bi bir istrinya sesaat. "Aku tidak malu baby, aku hanya ingin kamu mewujudkan cita-citamu kembali, sesuai keinginan mediang kedua orang tuamu" jawab Arsen.


Arsen tahu kalau Alisya cerdas, buktinya tanpa lulus kuliah pun wanitanya bisa menjadi pengusaha restoran yang sukses. Namun Arsen tetap ingin istrinya itu mewujudkan mimpinya yang dulu.


"Apakah masih bisa? Sedangkan dulu aku keluar dari kampus karena di DO" cicit Alisya.


"Tidak ada yang tidak bisa di dunia ini baby, jangan lupakan kekuasaan suamimu ini baby. Jika kamu mau nanti aku akan menyuruh Nino mencarikan kampus baru untukmu" ucap Arsen.


"Jangan pikirkan Reva, karena sekarang kamu sudah tidak sendiri lagi. Sekarang ada aku dan bunda yang akan menjaganya ketika kamu sedang kuliah."imbuhnya.


Arsen tahu yang ada di pikiran istrinya itu, Alisya pasti mengkhawatirkan keadaan putrinya.


"Tapi nanti dia akan merepotkanmu dan bunda" ujarnya.


"Apa kamu masih menganggapku dan bunda orang lain hmm?, Reva putriku dan cucu bunda, jadi tidak ada yang repot dengan keberadaan Reva di dekat kami" sahut Arsen.


Memang bangga memiliki istri yang mandiri, namun terkadang suami juga merasa ingin di butuhkan oleh istrinya. Makanya sesekali bermanjalah dengan suami, pasti suami akan senang jika istrinya mau bermanja dengan nya. Asal jangan terus-terusan aja, nati lama-lama suaminya akan neg juga😂


"Nanti aku akan pikirkan terlebih dahulu, nanti kalau aku tiba-tiba hamil bagaimana?, bukankah tak perlu kuliah juga aku sudah mempunyai suami yang kaya hmm" goda Alisya seraya menaik turunkan alis nya.


"Jangan menggodaku baby" sahut Arsen dengan suara serak yang sudah berha*rat.


*


*


*


Keesokan harinya di rumah Dinata.


"Apa Daddy jadi menjual aset keluarga ini dad" tanya Erik.


"Terpaksa daddy akan menjual beberapa properti yang kita punya son, Daddy sudah tidak tahu harus nyari bantuan kemana lagi untuk menutupi kerugian ini" jawab David.


"Kenapa Daddy tidak gadai ke bank saja dad, dengan begitu kita tak perlu menjual aset kita." saran Erik. David menghela nafas berat.


"Tidak bisa son, karena Daddy juga masih punya hutang di bank, dan rumah ini juga sudah daddy jaminkan ke bank" jawab David.


Siska yang dengar ucapan David pun langsung naik pitam.


"Apa Daddy bilang? Rumah ini sudah daddy jaminkan ke bank?, terus kalau kita tidak bisa bayar kita mau tinggal di mana dad" pekik Siska.


"Maka dari itu kurangi gaya hidupmu yang glamour itu mom. Setidak nya kita hanya tinggal memikirkan perusahaan saja, nanti kalau perusahaan sudah stabil mommy bisa kembali hidup mewah lagi. Toh selama ini daddy juga tidak pernah melarang mommy foya-foya" Ucap David memberi pengertian kepada istrinya itu


Siska yang licik pun langsung mempunyai ide untuk menikahkan Erik dengan wanita lain yang jauh lebih kaya dari Viona, dan paling penting bisa menuruti semua kemauan Siska.


"Erik, mommy mau kamu memutuskan pertunanganmu dengan Viona. Mommy akan memperkanalkanmu dengan teman mommy yang jauh lebih cantik dan juga kaya" ucap Siska.


"Apa-apaan kamu Siska, kamu jangan seenaknya saja memutuskan pertunangan Erik dengan Viona" sentak David.


David merasa istrinya ini makin lama makin menjadi. Sebenarnya apa yang sedang istrinya rencanakan.


"Mommy tidak peduli, mommy tidak suka dengan Viona, gadis itu terlalu sombong" ketus Siska.


"Kalaupun ada orang lain yang mesti Erik nikahi, maka Erik akan menikahi Alisya mom" ucap Erik yang emosi dengan mommy nya. Seenaknya saja mereka mengatur hidupnya.


"Mommy tidak sudi mempunyai menantu miskin seperti Alisya Erik, sampai kapanpun mommy tidak akan menerima Alisya" tolak Siska.


"Tapi Erik mencintainya mom, apa lagi dia mempunyai anak dari Erik" balas Erik tak mau kalah.


Setelah itu Erik lebih memilih pergi dari rumahnya, ia akan terus emosi jika terus berhadapan dengan mommy nya.


"Jaga batasanmu Siska. Ingat, jika dulu aku tak menikahimu...kamu bukanlah siapa-siapa, mungkin kamu sudah menjadi gelandangan di jalanan" David memperingati istrinya itu.


Dulu David menikahi Siska ketika keluarga Siska mengalami pailit, usaha keluarga Siska mengalami bangkrut karena di tipu oleh pamannya sendiri. Dan karena David sudah terlanjur mencintai Siska akhirnya David menerima apapun keadaan Siska.


Namun kebiasaan buruk Siska tidak bisa di rubah hingga sekarang, dia tetap menjadi wanita yang boros, angkuh dan arogan.


Siska mengepalkan tangannya setelah melihat kepergian suaminya.


Putranya sudah berani menentangnya, dan sekarang suaminya juga ikut-ikutan menentangnya dan bahkan memperingatinya.


*


*


*


Siang hari mobil mewah membelah jalanan ibu kota yang lumayan padat merayap, setelah dari restoran Alisya menyetir mobilnya menuju sekolah putrinya.


Hari ini kebetulan Arsen membiarkan istri cantiknya itu untuk ke restoran, dan menyetir mobil sendiri, namun tetap di ikuti oleh kedua pengawal dari kejauhan.


Tanpa Alisya dan pengawalnya sadari, ternyata mobil Erik mengikutinya dari belakang.


Tadi setelah keluar dari rumahnya. Erik memilih pergi ke restoran Alisya, ia masih berusaha ingin menemui Alisya dan juga putrinya.


Mobil Alisya berhenti di sekolahan Reva. Reva yang melihat mamanya sudah menjemput pun langsung berlari menghampirinya.


"Mama...." pekik Reva memanggil Alisya.


Deg


Dari jarak yang lumayan dekat ada seorang pria yang mendengar panggilan Reva kepada Alisya.


"Dia memanggil Alisya mama, Apa itu putriku? Apa gadis kecil itu yang di maksud mommy? Bukankah gadis kecil itu yang pernah aku tabrak dulu. aku pernah lihat gadis kecil itu datang ke perusahaan Global Group, dan gadis kecil itu bilang ingin menemui papa nya. Sebenarnya siapa yang di maksud papa oleh gadis kecil itu" gumam Erik. Banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan langsung dengan Alisya.


Erik tak tahu kalau yang di maksud mommy nya itu adalah Reva, karena Erik sebelumnya tak pernah melihat Reva bersama Alisya.


"Aku besok akan menemui gadis kecil itu ke sekolahnya, tapi sepertinya dia memiliki pengawal. Uang dari mana Alisya untuk membayar pengawal itu" lirih Erik ketika melihat sosok Max tak jauh dari Reva.


Erik memilih pergi dari sana, besok Erik akan menemui Reva tanpa sepengetahuan Alisya dan Erik juga harus bisa mengelabuhi pengawal nya juga.


Erik memilih pergi bertemu kedua sahabatnya.


"Kau lama sekali Rik, dari mana saja hah" tanya Andra kesal. Yang baru melihat kedatangan Erik.


"Aku habis mengikuti Alisya menjemput putrinya" jawab Erik seraya duduk di sebelah Irfan.


**Bersambung


Jangan luoa like, koment, vote🙏**