Baby Girl

Baby Girl
S2~56



"Wow...keren sekali mobilnya honey" ucap Reva heboh


"Ck, ternyata hanya perempuan matre yang cuma bisa memanfaatkan pria kaya" sindir seorang wanita tiba-tiba.


Membuat Reva, Reynand serta Gavin menoleh mendengar suara seseorang yang mencela Reva.


Reva tersenyum sinis ketika melihat siapa orang yang barusan mencelanya.


"Matre sama kekasih sendiri apa salahnya. Bukankah jadi wanita memang harus matre, karena makan cinta saja tak akan cukup membuat perut kita kenyang nona" ucap Reva dengan gaya tengilnya.


Membuat Jenni berdecih kesal, Reva selalu saja bisa menjawab ucapannya.


Kini dia beralih menatap Reynand, dia akan berusaha mempengaruhi Reynand.


"Tuan Reynand, sebaiknya anda pikirkan lagi menikahi wanita seperti dia, masih banyak wanita di dunia yang jauh lebih baik darinya. Wanita yang cuma bisa menjadi ben*lu itu akan sangat menyusahkan" ucap Jenni.


Reynand hanya diam saja tak terpengaruh sedikitpun dengan ucapan Jenni, menurutnya dia jauh lebih tahu tentang Reva dari pada orang lain di luaran sana.


"Lalu wanita yang baik menurutmu itu seperti apa nona Jenni? Apa seperti anda?" tanya Reva sambil tersenyum mencemoh kearah Jenni.


"Tentu saja, karena aku jauh lebih mandiri dari pada kamu yang cuma bisa mengandalkan kecantikanmu untuk memanfaatkan pria kaya" sahut Jenni percaya diri.


Lalu tatapan Jenni beralih menatap Gavin yang sedikit ada kemiripan dengan Reva di bagian matanya yang sama seperti yang dimiliki Alisya.


"Bahkan kamu juga cuma seorang janda yang yang memiliki satu anak, makin tidak pantas kamu bersanding dengan tuan Reynand yang masih single dan sama sekali belum pernah menikah" lanjut Jenni malah membuat Reynand dan Reva menahan tawa melihat kebodohan Jenni.


"Honey masak aku di bilang janda katanya" bisik Reva di telinga Reynand membuat Reynand ingin terbahak mendengarnya.


Reva yang melihat Reynand menahan tawapun mencubit perutnya.


Bisa-bisanya Reva di bilang janda anak satu, bahkan umurnya saja baru menginjak 22th, sedangkan Gavin sudah berumur 5th, berarti kelas 2 SMA Reva harsunya sudah menikah.


Tidak tahu aja dia mendapatkan restu menikah dengan Reynand saja sangat sulit apalagi menikah di usia belia.


"Heh tante pelakol jangan sembalangan ya kalau bicala, Gavin itu adikna kak Leva bukan anakna ya, sembalangan saja kalau bicala. Dan apa katana tadi bilang kak Leva matle, tanpa uang kak Ley aja Gavin bisa bayalin kak Leva beli mobil, silik aja dasal" Gavin akhirnya bersuara setelah sejak tadi mendengarkan Jenni yang berusaha memojokkan kakaknya.


Jenni mengerutkan dahinya mencoba mencerna ucapan Gavin yang mengatakan kalau dia adiknya bukan anaknya. raut wajah Jenni jadi memerah karena malu, namun sebisa mungkin dia menutupinya.


"Jangan asal bicara kamu bocah, memangnya kamu pikir itu mobil mainan harga seribuan hah, dapat uang dari mana kamu bisa membeli mobil itu aku yakin kakakmu juga tak akan sanggup membelinya" ucap Jenni menutupi rasa malunya, dia terus mencoba mempermalukan Gavin dan juga Reva.


"Haisss...Gavin ini bikin malu aja honey, sok-sokan mau beli mobil, memangnya dia punya uang dari mana, paling juga cuma punya 100 ribu di kasih sama papa tadi" ucap Reva lirih agar tak di dengar oleh mereka.


"Lihatin saja dulu sayang, anak itu banyak akalnya tidak mungkin dia asal bicara saja" sahut Reynand yang tahu watak Gavin.


Reva pun akhirnya mengangguk menunggu adiknya kembali bersuara.


"Jangan lemehkan Gavin tante pelakol, Gavin bakal buktikan kalau Gavin bisa bayal semua mobil itu. Awas aja nanti kalau pingsan, tak lempal ke kandang halimau balu tahu lasa." ucap Gavin tak mau di remehkan.


Dhea saja ia bela habis-habisan sampai rela gelut di sekolahannya, apalagi Reva yang kakaknya, tentu dia akan langsung membelanya.


"Om-om penjual mobil, sini" teriak Gavin memanggil SPG mobil yang ada di pameran mobil tersebut.


"Ada apa adik kecil" tanya seorang SPG yang baru saja menghampiri Gavin.


"Gavin beli semua ketiga mobil itu, cepat hitung belapa halgana" ucap Gavin sambil memerintah SPG tersebut untuk menjumlah semua harga yang mesti dia bayar.


SPG tersebut menatap Gavin lalu tersenyum.


"Adik kecil itu bukan mobil mainan, mobil itu harganya mahal, adik kecil kalau mau beli mobil-mobilan ketoko mainan saja" ucap SPG itu lembut agar tak membuat Gavin menangis.


Membuat Jenni bersedekap dada sambil tersenyum mengejek menatap Gavin , memangnya apa yang bisa di lakukan oleh anak usia 5th, bahkan membeli lolipop saja dia masih minta uang orang tuanya sok--sokan mau beli mobil.


Sedangkan Reva menatap adiknya was-was, jangan sampai kalau dirinya di suruh membayar, bukan tak mampu namun buat apa membeli mobil itu semua mobil di rumahnya saja sudah banyak.


"Gavin selius ini, Gavin nda sedang belcanda om, cepat hitung" perintah Gavin tak mau di bantah.


SPG tersebut menatap kearah Reynand dan juga Reva, Reva menggelengkan kepalanya sedangkan Reynand mengangguk.


"Tapi honey" cegah Reva.


"Biarlah nanti aku yang akan membayarnya" ucap Reynand yang tak mau melihat kekasihnya di permalukan.


"Tetap saja ujung-ujungnya tuan Reynand yang membayarnya" ucap Jennie sambil tersenyum miring menatap Reva.


Reynand yang sudah geram dengan tingkah Jenni pun akhirnya bersuara.


"Berhenti terus mencela calon istriku nona Jenni, mau seburuk apapun kamu mengatakan tentang calon istriku itu sama sekali tidak akan mempengaruhiku, aku sejak kecil bersamanya tentu aku jauh lebih tahu tentang calon istriku ketimbang anda yang baru beberapa kali bertemu dengannya.


"Dan tak masalah kalau dia mau menghabiskan semua uangku karena aku mencari uang memang untuknya bukan untuk anda atau untuk perempuan manapun" telak Reynand membuat Jenni bungkam, kemarin-kemarin dia diam karena masih menghormati Jenni dan tuan Damar sebagai rekan bisnisnya.


Jenni mengepalkan kedua tangannya, dia merasa tertampar oleh ucapan Reyanand, secara tidak langsung Reynand telah menolaknya dan tak akan pernah menyukainya.


"Om SPG cepat hitung" teriak Gavin membuat mereka semua melihat kearahnya.


"Semua totalnya 3,7 Milliar adik kecil" ucap SPG setelah mendapat persetujuan dari Reynand.


Gavin mengeluarkan kartu saktinya yang ia ambil dari dompet ayahnya dari dalam saku celananya.


"Gavin bayal pakai ini, nanti mobilnya kilim aja ke alamat lumah Gavin, Kak beli alamat lumahna sama om ini" ucap Gavin sambil memberikan kartunya dan meminta sang kakak untuk memberi tahu alamat rumahnya, karena dia tidak tahu alamat rumah ayahnya.


SPG tersebut terbengong menatap tak percaya kartu yang ada di tangan Gavin, bagaimana bisa anak kecil mempunyai blackcard, pikirnya.


"Kenapa bengong aja, ayo ambil om tangan Gavin pegel ini" ucap Gavin menyadarkan SPG tersebut.


"Eh iya adik kecil" ucap SPG lalu meraih kartu tersebut.


Jenni di buat melongo melihat Gavin mengeluarkan blackcardnya. Baru beberapa menit bersama mereka sudah membuat ekpresi Jenni berubah-ubah.


Sekarang bahkan dia masih belum percaya kalau Gavin beneran anak orang kaya, karena hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mempunyai Blackcard.


Dia masih menunggu SPG itu kembali dan berharap kalau kartu yang di berikan Gavin tak bisa di gunakan.


"Ini adik kecil kartunya" ucap SPG tersebut memberikan kartu Gavin setelah sukses membayar ketiga mobil yang di belinya.


"Kak Leva cepat kasih alamatna, Gavin sudah lapal ini" ucap Gavin membuat Reva mencebik sebal.


Reva memberikan kartu namanya kepada SPG tersebut dan membacanya.


"Pantas saja, ternyata dia anak tuan Arsen" guamam SPG yang melihat nama Davidson di kartu nama Reva.


"Sekalang tante pelakol jangan hina-hina kakak Gavin lagi. Nanti Gavin bayal juga nih mulutna bial nda bisa bicala" tegas Gavin dengan mulut pedasnya.


Gluk...


Jenni menelan ludahnya kasar sambil memegang bibirnya.


*


Sedangkan di ruang kerja Arsen di kagetkan dengan suara notifikasi dari ponselnya.


"Apa? Bagaimana bisa?" pekik Arsen kaget.


Arsen membulatkan matanya ketika melihat transaksi dari kartunya sebesar 3,7 milliar.


Bersambung


Othor lagi kesal dengan pihak NT guys, terulang lagi ,othor sudah up dari jam 10malam tapi masih belum di rivew sampai sekarang, yang kemarin dapat peringatan katanya mengandung unsur kekerasan dan pornografi. Tapi setahu othor tidak ada unsur begitunya, bahkan novel yang judul satunya ada adegan gelutnya aja bisa lolos rivew. Sedangkan yang ini lama banget


Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏


Happy reading guys🙏