Baby Girl

Baby Girl
S2~54



"Mommy mana dad" hal pertama yang di tanyakan Brian saat bangun dari komanya adalah mommy nya.


Reno hanya menudukkan kepalanya tak menjawab pertanyaan putranya. Hingga akhirnya Listy yang berinisiatif untuk menjawab.


"Cepatlah sembuh Bri. nanti kita akan ajak menemui mommy mu" sahut Listy mencoba menutupinya terlebih dahulu kepada Brian, ia tak mau keadaan Brian kembali drop karena Brian baru saja bangun dari komanya.


Brian mengerutkan dahinya, ia merasa ada yang janggal dengan panggilan Listy yang tak seperti biasanya, namun Brian mencoba menepisnya kepalanya masih terasa pusing untuk memikirkan hal yang berat.


"Lalu ada apa dengan kakimu dad" tanya Brian ketika melihat daddynya duduk di kursi roda, dan satu kakinya tak terlihat.


"Kaki daddy di amputasi saat mengalami kecelakaan son" jawab Reno.


Brian menghela nafas sambil memejamkan matanya, ini berawal dari dirinya dan keluarganya yang berniat mencurangi Reva, hingga tuhan memberikan teguran yang begitu pedih kepada keluarganya dan juga dirinya.


"Istirahatlah, kamu baru saja sadar Bri jangan terlalu memikirkan yang berat-berat dulu" bujuk Reno.


Brian pun dengan patuh langsung memejamkan matanya.


Setelah melihat Brian terlelap, Listy dan Reno mengelus dadanya lega.


"Untung Brian tidak mendesak kita untuk memberitahu keadaan tante om" ucap Listy.


"Iya, kita tunggu hingga dia sembuh barulah kita memberi tahu tentang mommy nya" sahut Reno sambil menatap wajah putranya yang terlelap.


Dia tak bisa bayangkan putranya akan setepuruk apa ketika mengetahui mommy nya meninggal, terlebih kekasihnya yang ia bela mati-matian juga menghianatinya dengan ayahnya sendiri.


Reno memejamkan matanya merasa bersalah kepada putranya, namun nasi sudah menjadi bubur Listy sudah hamil anaknya tidak mungkin dia menyuruh Listy untuk menggugurkan kandungannya. akan tambah berdosa lagi jika dia melakukan itu pada kandungan Listy.


"Kamu istirahatlah, jangan terlalu lelah kasihan bayi yang ada di kandunganmu" titah Reno penuh perhatian kepada Listy.


Listy yang merasa di perhatikan sama Reno pun tersenyum sumringah.


Listy pun akhirnya merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan Brian.


...****************...


Arsen dan yang lainnya menyempatkan sarapan sebelum mulai aktivitas masing-masing, seperti biasa Gavin akan berulah dia mengambil ayah goreng milik Ravin.


"Lah pah ayam goreng Ravin mana" tanya Ravin yang baru saja selesai mencuci tangan.


Arsen melirik ke arah putra bungsunya, dia tetap fokus makan seolah tidak mendengar apa-apa.


"Goreng lagi aja ya, minta gorengin sama bibi" ucap Arsen.


"Tidak mau, Ravin sudah lapar papah masak harus goreng ayam dulu" rengek Ravin.


Ravin dan Gavin memang suka ayam, sedangkan Reva dan yang lain mereka lebih suka telur.


Ravin melirik ke arah adiknya yang sedang fokus makan, dia menyipitkan matanya ketika melihat nasi adiknya terlihat menggunung seperti ngumpetin sesuatu.


"Gavin ngga usah pura-pura budeg kamu ya, pasti ayam kak Ravin di ambil sama kamu kan, kamu kan sudah punya sendiri kenapa ambil punya kakak sih" omel Ravin.


"Di kulkas masih banyak, jangan kek olang susah dasal" sahut Gavin santai.


Ravin menarik piring adiknya kemudian menggantinya dengan memberikan piringnya yang hanya ada nasi putih kepada Gavin.


"Makan jangan di lihatin aja, anak kecil jangan kebanyakan makan ayam nanti berkokok mau kamu, kamu tuh harus banyak makan sayur karena kamu masih dalam masa pertumbuhan" ucap Ravin asal.


Hidung Gavin kembang kempis ketika melihat ayamnya di minta sama kakaknya.


"Makan, jangan ngomong terus" ejek Ravin.


"Dasal nda ada otakna ya, kalau Gavin keselek telus mati bagaimana, sudah besal tapi nda bisa mikil memang" raung Gavin mengomeli Ravin sambil mengunyah.


"Makan Gav, masih pagi jangan berisik" tegur Revan kepada adiknya.


Membuat Gavin memanyunkan bibirnya karena dia tidak berani membantah Revan.


"Ck, giliran sama Revan takut lo cil" ledek Ravin.


"Nanti kalau motol Gavin di ambil bagaimana hah, ntal Gavin nda bisa boncengin Aluna lagi pakai motol. mikil makana" sewot Gavin.


"Pacaran terus, nanti di hukum sama mama nangisss"


Arsen menghela nafas melihat keduanya yang tak pernah akur, tapi Arsen suka suasana seperti ini, tiap pagi dia akan mendengar celotehan dari anak-anaknya.


"Ayo Gavin berangkat sama papah" ajak Arsen yang sudah menyelesaikan sarapannya.


"Kenapa nda sama mamah".


"Mamah sedang sibuk sama mommy Renata menyiapkan keperluan pernikahan kak Reva" ucap Arsen.


Tadi setelah memandikan Gavin tiba-tiba Renata menghubunginya, mereka berdua sangat antusias dengan pernikahan anak-anaknya, bahkan saat ini Alisya tidak ikut sarapan bersama makanya anak-anaknya pada berantem karena tidak ada Alisya.


Kalau ada mamahnya mereka akan diam karema takut di marahi sama mamahnya.


Gavin akhirnya pergi ke sekolah bersama papanya. setelah mengantarkan Gavin barulah dia akan ke kantor.


*


"Belajar yang baik, jangan berbuat ulah" peringatnya kepada Gavin.


"Iya papah, mana uang sakuna ini Gavin sudah nda puna uang" ucap Gavin seraya menengadahkan tangannya kepada Arsen.


Arsen memberikan uang dua puluh ribu kepada putranya.


"Dua puluh libu doang, mana bisa jajanin Dhe ini" gerutu Gavin sambil memasukkan uangnya kedalam saku bajunya.


"Kemarin sepuluh ribu juga kamu bisa jajanin anak orang kok" sahut Arsen yang mendengar gerutuan putranya.


Gavin hanya mengendikkan bahunya acuh, dia menyalami papahnya setelah itu keluar dari mobil papanya.


Gavin berjalan menuju ke kelasnya sambil menggendong tasnya.


Dari belakang Dhe mengejar Gavin sambil membawa kotak bekal di tangannya.


"Gavin kamu sudah salapan belum? ini aku bawain kamu loti bakal tadi aku minta mommy buatin untuk kamu" ucap Dhe sambil memberikan kotak bekalnya kepada Gavin.


"Ini namana lejeki nomplo, tadi di lumah ayamna di ambil kak Lavin, sekalang Gavin dapat gantina dali Dhea" gumam Gavin tersenyum senang.


"Telima kasih ya Dhea, jadi makin cinta" gombal Gavin membuat Dhea tersipu malu.


Mereka berdua berjalan beriringan masuk kedalam kelasnya, sebelum pelajaran Gavin memakan roti bakar dari Dhe terlebih dahulu, karena tadi di rumah dia makannya kurang karena piringnya di ambil Ravin.


Bersambung


Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏